<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Just Try To Be a Blogrammer</title>
	<link>http://adityakircon.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Sat, 30 Jun 2012 00:56:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Pindah Blog</title>
		<link>http://adityakircon.blogsome.com/2012/06/30/pindah-blog/</link>
		<comments>http://adityakircon.blogsome.com/2012/06/30/pindah-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jun 2012 00:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Rupa-rupa</category>
		<guid>http://adityakircon.blogsome.com/2012/06/30/pindah-blog/</guid>
		<description><![CDATA[	Saya sudah tidak menulis blog lagi di sini, untuk artikel-artikel terbaru silahkan kunjungi blog saya terbaru di blogrammer.info, artikel-artikel lama di sini juga akan saya pindahkan secara bertahap ke blog saya yang baru

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Saya sudah tidak menulis blog lagi di sini, untuk artikel-artikel terbaru silahkan kunjungi blog saya terbaru di <a href="http://blogrammer.info">blogrammer.info</a>, artikel-artikel lama di sini juga akan saya pindahkan secara bertahap ke blog saya yang baru
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityakircon.blogsome.com/2012/06/30/pindah-blog/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Review Buku : Anything You Want</title>
		<link>http://adityakircon.blogsome.com/2011/07/10/review-buku-anything-you-want/</link>
		<comments>http://adityakircon.blogsome.com/2011/07/10/review-buku-anything-you-want/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 03:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Buku</category>
	<category>Bisnis</category>
	<category>Amazon Kindle</category>
		<guid>http://adityakircon.blogsome.com/2011/07/10/review-buku-anything-you-want/</guid>
		<description><![CDATA[	Baru saja selesai baca buku Anything You Want by Derek Sivers, Buku bagus yang membahas soal Entrepreneur bergaya Derek Sivers
	Derek sivers adalah seorang musisi independen dan seorang founder CDBaby.com, CDBaby adalah online store penjualan CD khusus untuk musisi independen yang mulai dia kembangkan dari nol pada tahun 1997 (ya secara harafiah, bahkan dia belajar sendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Baru saja selesai baca buku <a href="http://www.amazon.com/gp/product/1936719118/ref=as_li_ss_tl?ie=UTF8&#038;tag=xpat-20&#038;linkCode=as2&#038;camp=217145&#038;creative=399373&#038;creativeASIN=1936719118">Anything You Want</a> by Derek Sivers, Buku bagus yang membahas soal Entrepreneur bergaya Derek Sivers</p>
	<p>Derek sivers adalah seorang musisi independen dan seorang founder CDBaby.com, CDBaby adalah online store penjualan CD khusus untuk musisi independen yang mulai dia kembangkan dari nol pada tahun 1997 (ya secara harafiah, bahkan dia belajar sendiri pemrograman PHP &#038; MySql dari awal)</p>
	<p>Tips-tips yang Derek berikan di buku ini diantaranya</p>
	<ul>
<li>Derek berfokus kepada konsumen, apapun yang dilakukannya adalah demi konsumen, jadi ketika ada sebuah perusahaan iklan menawarkan untuk memasang iklan di situs cdbaby.com dia menolaknya, alasan dia karena iklan bukanlah apa yang dibutuhkan oleh pelanggan, jika kita tanya ke pelanggan &#8220;hi pelanggan apa kamu senang jika ada iklan ?&#8221;, tentu saja pelanggan mana yang mau ada sebuah iklan di sebuah website </li>
	<li>Derek berfokus kepada kebahagiaan, dan fondasi kebahagiaan menurut dia adalah melakukan sesuatu yg bergairah baginya, jika yang dia inginkan membangun 1 perusahaan kecil dengan tim yg berjumlah sedikit, mengapa harus membuat perusahaan besar ?, pada tahun-tahun awal Derek berdiri sudah banyak orang yang ingin berinvestasi di perusahaanya dengan alasan untuk memaksimalkan profit, bagi Derek bukanlah profit yang utama, melainkan bagaimana dia menikmati untuk menjalankan perusahaan dan menyenangkan para konsumen, jadi arah perusahaan di-drive oleh 2 hal, keinginannya sendiri dan keinginan konsumen, bahkan jika keinginan konsumen membuat situs penjualan CD yang menyaingi dia, &#8220;so let it be, i don&#8217;t care&#8221;, berarti memang CDbaby sudah dibutuhkan lagi, tak masalah begitu kata dia</li>
	<li>Derek berfokus kepada improvement, dan salah satu untuk meningkatkan improvement adalah Delegasi, kita tidak akan bisa memikirkan improvement kalau segala sesuatu kita kerjakan sendiri,  jadi dia membikin sistem delegasi sedemikian rupa secara bertahap sehingga pada suatu saat, jika saja dia meninggalkan perusahaanya dalam 1 tahun, lalu dalam setahun kemudian perusahaaanya akan baik2 saja (yak dan ini dia benar-benar lakukan <img src='http://adityakircon.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , dia keliling Eropa just for fun)</li>
</ul>
	<p>Pada akhirnya karena dia tidak suka mengatur perusahaan dengan jumlah karyawan yang banyak, dia menjual perusahaanya dan uang yang didapat dikirim ke badan amal khusus untuk pendidikan musik, sekarang yang bersangkutan tinggal di Singapura dan sedang membangun sebuah bisnis baru</p>
	<p>Tips-tips buku ini memang padat, Derek merangkum pengalaman 10 tahunnya membangun bisnis ke dalam buku kecil yang saya pribadi cuma selesai membacanya dalam waktu kurang lebih 2 jam saja, beberapa artikel disadur dari beberapa tulisan di <a href="http://sivers.org/blog">blognya</a> dengan pengeditan sedikit kata</p>
	<p>Kalau anda seorang entrepreneur saya rasa buku ini cocok buat anda, Seth Godin sendiri juga merekomendasikan buku ini di <a href="http://sethgodin.typepad.com/seths_blog/2011/06/anything-you-want.html">blognya</a>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityakircon.blogsome.com/2011/07/10/review-buku-anything-you-want/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Pikiran berdasarkan logika vs emosi</title>
		<link>http://adityakircon.blogsome.com/2011/07/07/pikiran-berdasarkan-logika-vs-emosi/</link>
		<comments>http://adityakircon.blogsome.com/2011/07/07/pikiran-berdasarkan-logika-vs-emosi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2011 01:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Buku</category>
	<category>Kehidupan</category>
	<category>Amazon Kindle</category>
		<guid>http://adityakircon.blogsome.com/2011/07/07/pikiran-berdasarkan-logika-vs-emosi/</guid>
		<description><![CDATA[	Manusia sering bertindak tidak logis, sisi emosi kalah dgn sisi logika, misal kita disodorkan manakan enak, secara logika kita sudah tau itu makanan ndak sehat tapi karena emosi pernah merasakan enak, akhirnya makanan itu dilahap juga
	Contoh lain kalo lagi berbelanja, kita lihat ada barang bagus, secara logika kita tau nggak terlalu membutuhkan barang tsb, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Manusia sering bertindak tidak logis, sisi emosi kalah dgn sisi logika, misal kita disodorkan manakan enak, secara logika kita sudah tau itu makanan ndak sehat tapi karena emosi pernah merasakan enak, akhirnya makanan itu dilahap juga</p>
	<p>Contoh lain kalo lagi berbelanja, kita lihat ada barang bagus, secara logika kita tau nggak terlalu membutuhkan barang tsb, tapi karena dah terlanjur &#8220;suka&#8221; dgn barang tsb akhirnya dibeli</p>
	<p>Sebetulnya lumrah buat manusia bertingkah laku seperti ini, tapi jadi bahaya kalau gara2 perilaku seperti ini kita jadi membenci diri sendiri dan mulai melihat kalau orang lain sepertinya bisa mengatur dirinya lebih baik (pada kenyataanya sebetulnya sama aja he he), kalau kita jatuh kepada tahap ini kita cenderung jadi sulit bersyukur dan imbasnya akan mengurangi tingkat bahagia</p>
	<p>Ada sebuah fakta yang menarik, sebuah penelitian dilakukan terhadap orang2 yang otaknya rusak (entah karena stroke atau kecelakaan), yg diteliti adalah orang yg rusak di sisi emosinya saja sedangkan sisi logisnya masih utuh</p>
	<p>Kita mungkin mengira orang tersebut akan menjadi superior, karena sisi emosi tidak akan lagi menginterupsi kalau sedang membuat keputusan sehingga dia bisa mengatur dirinya dengan sangat baik</p>
	<p> Tapi ternyata hasilnya cukup mengejutkan para peniliti menemukan bahwa, jika di pikiran orang2 ini muncul pertanyaan  &#8220;apa yang harus saya lakukan sekarang ?&#8221;, otak mereka berpikir dengan cepat sehingga mulai memunculkan puluhan solusi logis yg amat sangat baik TETAPI mereka kesulitan memutuskan mana yang harus dipilih untuk dilakukan karena mereka sudah kehilangan sisi emosi, mereka jadi kesulitan untuk menyukai dan tidak menyukai sesuatu</p>
	<p>Dengan adanya penelitian tersebut kita paling tidak bisa merasa bersyukur masih memiliki sisi emosi di pikiran kita, kita masih bisa memutuskan sesuatu hal dengan cepat tidak seperti orang2 di atas, so dengan begitu pertimbagkan kembali jika kita sudah terlanjur membenci diri sendiri, apakah kita yakin ingin menghapus sisi emosi dari pikiran kita ?</p>
	<p>_______</p>
	<p>rangkuman dari bab2 awal <a href="http://www.amazon.com/gp/product/0465028012/ref=as_li_ss_tl?ie=UTF8&#038;tag=xpat-20&#038;linkCode=as2&#038;camp=217145&#038;creative=399369&#038;creativeASIN=0465028012">Finding The Happiness Hyphothesis : Modern Truth of Ancient Wisdom</a> by Jonathan Hadt
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityakircon.blogsome.com/2011/07/07/pikiran-berdasarkan-logika-vs-emosi/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
