Nov30

Baru-baru ini saya mendengar, khususnya di Jakarta bahwa pemda DKI akan memberlakukan waktu masuk sekolah untuk para siswa, pada pukul 06.30 pagi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, well saya bukan orang Jakarta tetapi saya juga mendukung hal ini dengan beberapa catatan

Menurut saya setiap masalah mesti dipecahkan dengan berbagai pengorbanan, dalam konteks peraturan di atas, berarti hanya siswa saja yang dituntut untuk berkorban, padahal yang sejauh saya ketahui, masalah kemacetan di negeri ini bukan hanya disebabkan oleh para siswa, para pekerja pun ikut andil berkontribusi terhadap kemacetan, seperti banyaknya pengguna mobil pribadi ataupun motor pribadi, demikian pula dengan angkutan umum, yang seringkali demi mengejar setoran malah ngetem di sembarang tempat, demikian juga oknum aparat yang juga seringkali “kalah” dengan sopir angkot-angkot tersebut, tidak bisa menindak dengan tegas entah kenapa ?

Saya sendiri sebagai pekerja tidak akan menyoroti hal-hal lain di luar peran seorang karyawan, saya mengusulkan kita sebagai pekerja pun sebetulnya bisa ikut andil untuk meredam kemacetan, salah satunya adalah dengan memperbanyak bekerja secara jarak jauh, atau lazim disebut remote/telecommuting working, memang tidak semua jenis pekerjaan bisa dilakukan di rumah terutama pekerjaan yang berkaitan dengan fisik, lalu pekerjaan seperti apa yang bisa dilakukan secara jarak jauh ?, kalau sebagian besar waktu kerja anda dilakukan di depan komputer ataupun telepon, sangat bisa diusahakan kalau pekerjaan itu bisa juga dilakukan secara jarak jauh, intinya pekerjaan yang berkaitan dengan komputer, telekomunikasi dan informasi, kalau mau, sebetulnya bisa dilakukan secara jarak jauh

Bekerja jarak jauh sebetulnya bisa menguntungkan banyak pihak, dari sisi Perusahaan dia bisa mengalihkan Tunjangan transportasi ke gaji pokok, ini dampaknya bisa membuat karyawan senang, karena dia bisa mengirit pengeluaran untuk transportasi per bulannya, bekerja jarak jauh juga bisa mengurangi stress dan kelelahan akibat yang ditimbulkan kemacetan, bekerja jarak jauh pun bisa memuat karyawan lebih produktif karena fokus energinya pun bisa dicurahkan untuk pekerjaan saja dan tidak terbelah dengan kemacetan dan kelelahan, dan bagi masyarakat secara keseluruhan ini pun bisa mengurangi kemacetan juga mengurangi polusi di jalan

Tentu saja in tidak harus dilakukan setiap hari, pada saat-saat krusial dimana kehadiran tim diperlukan, tentu saja karyawan diharuskan ke kantor, seperti saat meeting yang sangat urgent, namun bagaimana dengan meeting “biasa” ?, perlukah karyawan datang ke kantor, hmm teknologi internet sudah sedemikian canggih sekarang, bahkan meeting pun bisa dilakukan jarak jauh, di Amerika telecommuting sudah menjadi lumrah, seringkali karyawan diberi kebebasan untuk bekerja di tempat yang fleksibel, saya pernah membaca di majalah Businessweek (saya lupa edisi tepatnya, tapi yang jelas terbitnya tahun ini), bahwa ada salah satu perusahaan penerbangan yang mempekerjakan seluruh customer servicenya di rumah masing-masing, mereka kebanyakan ibu rumah tangga dan mereka merasa beruntung bisa bekerja di rumah, karena bisa menghasilkan uang sekaligus mengurus anak

Oke, mungkin contoh di Amerika Serikat terlalu jauh buat kita untuk mengadaptasi, bagaimana dengan di indonesia ?, hmm saya sendiri sudah 100% sejak bulan April 2008 bekerja secara jarak jauh atau kalau anda mau contoh lebih banyak lagi, silahkan baca dan tanya ke personel www.ruangfreelance.com, lalu pertanyaan lain, bagaimana kalau perusahaan belum mau mengimplementasikan hal ini ?, anda bisa mencoba mengusulkan dan meminta kesempatan katakanlah masa-masa trial untuk melakukan kerja jarak jauh, kalau hasil kerja anda hampir sama atau bahkan lebih produktif dengan kerja jarak jauh, saya rasa tidak ada lagi alasan bagi perusahaan untuk melarang anda, dan kalau kerja jarak jauh itu sudah menjadi kultur perusahaan anda, perusahaan bisa menghemat banyak hal seperti biaya operasional kantor

So, 50% saja dari jumlah pekerja “kerah putih” di Jakarta atau kota-kota besar lain melakukan hal ini, saya rasa kemacetan dan polusi bisa turun secara signifikan, pertanyaanya maukah kita mengusahakan hal ini ?

Oct21

Odesk adalah salah satu situs yang menyediakan layanan pekerjaan jarak jauh atau sering disebut juga telecommuting, kebetulan sudah 6 bulan lamanya saya melakoni pekerjaan ini, alhamdulillah saya bersyukur akhirnya impian saya untuk bekerja di rumah terkabul, bukan soal mudah untuk mendapatkan pekerjaan seperti ini, apalagi persaingan sangat ketat, tiap satu proyek paling tidak ada 5-10 orang yang “melamar di pekerjaan tsb”, puluhan kali melamar, puluhan lamaran saya pun ditolak, setelah 3 minggu tanpa pekerjaan akhirnya sy berhasil mendapatkan juga, ya walaupun rate saya yang dapatkan bukan rate yang tertinggi, tapi yang penting bisa masuk adalah suatu anugerah

Nah di tulisan kali ini saya ingin berbagi, strategi atau tips apa sajakah yang telah saya gunakan supaya bisa mendapatkan pekerjaan tersebut

Keyakinan
Saya beragama islam, di islam ada salah satu hadits qudsy yang kira-kira berbunyi “Aku (Alloh SWT) adalah sesuai prasangka hamba-ku terhadapku“, Alloh SWT akan mengabulkan permintaan yang sesuai dengan keinginan, daya juang dan pemikiran hambanya, jika anda ingin mendapatkan sesuatu, anda harus punya keyakinan untuk mendapatkannya, perkara cara bagaimana untuk mendapatkannya itu mah belakangan, kalau sudah yakin dan dilakukan lama kelamaan anda pun akan menemukan berbagai cara yang bahkan belum terpikirkan sebelumnya

Sabar
Sabar di sini bukan berarti pasif alias diam melongo, tapi sabar di sini berarti sabar aktif, kalau belum dapat ya lakukan terus menerus sampai dapat, jangan baru 1-2 hari sudah menyerah, kalau perlu sampai sumber daya yang anda kerahkan habis, saya pribadi seperti yang diceritakan di atas, butuh waktu 3 minggu untuk mendapatkan pekerjaan di odesk, sementara saya sudah keluar dari pekerjaan FULL - TIME saya, dan uang tabungan hanya cukup untuk hidup 1 bulan ke depan, khawatir tentu saja, apalagi saya sudah punya istri, bagaimana mau memberi makan istri, kalau pekerjaan saja belum dapat ?, namun justru itu saya selalu yakin, anugerah biasanya suka datang di saat-saat paling akhir, jadi tenang saja, rezeki mah gak akan kemana selama kita mau berusaha menjemputnya

Skill
saya berani berkata “Tidak perlu skill yang HEBAT, untuk mendapatkan pekerjaan di odesk”, kalau anda sudah bekerja di suatu perusahaan katakanlah menjadi programmer PHP, skill anda sudah cukup sebagai modal untuk mengerjakan proyek-proyek di odesk, jadi jangan dulu menunggu jadi JAGO, kalau sudah punya dasar, nyemplung saja langsung

Percaya Diri
ini berkaitan dengan skill di atas, Pekerjaan di odesk kebanyakan berasal dari luar negeri, Amerika Serikat paling banyak, jika kita mendengar kata luar negeri biasanya perspektif yang ada di kebanyakan kita adalah “Wah, Luar Biasa, orang luar negeri pasti pintar-pintar, saya yang biasa ini gak mungkin lah bisa bekerja sama dengan mereka ,”, anggapan-anggapan seperti ini bisa membuat rendah diri, saya menyarankan hilangkan anggapan-anggapan seperti ini, menurut saya mereka biasa saja, gak ada yang luar biasa, sama sajalah dengan kita-kita, bahkan saya seringkali menemukan Teman-teman saya di Indonesia banyak yang lebih HEBAT dari mereka, jadi nggak usah takut, intinya bule juga manusia, memang benar orang bule pun somehow ada yang sangat-sangat cerdas, tapi biasanya jabatan di team juga tinggi seperti Leader Programmer, System Architect atau bahkan Sang pemilik projek, jd santai saja kalo skill anda masih rata-rata, pede aja lagi. sekedar info minimal anda bisa dapat $6-$10/jam dengan skill rata2 ini, kalo pengalaman kerja remoting anda ini sudah menanjak, anda bisa dapat $15 - $25 per jam, tapi kalo benar2 jago/ahli/expert/ninja, saya punya teman programmer ruby yang ratenya $55/jam, tapi ya kalo yang terakhir ini dia dapat pekerjaanya bukan lewat odesk, tapi tentunya masih telecommuting juga

Komunikasi
Komunikasi, baik itu ketika melamar, wawancara sampai sudah bekerja, tentu saja menggunakan bahasa inggris, tapi ada satu hal yang ingin saya ceritakan, bahwa bahasa inggris saya ini lebih jelek dari istri saya, selama ada google translate atau kalo dalam kasus saya paling sering menggunakan http://kamus.orisinil.com, jangan khawatir soal komunikasi, anda nggak perlu lulus TOEFL untuk bisa mendapatkan pekerjaan di odesk (ya kalo sudah lulus, WOW itu lebih baik, kemungkinan anda dapat pekerjaan berarti lebih besar dari saya), passive english sudah cukup, saya pribadi, grammarnya masih acak-acakan, bahkan suatu saat client pernah bilang, “adit, your grammar is little bit weird” atau yg lebih kasar lagi ” your english SUCK”, langsung dipecat ?, err nggak juga, ya mungkin mereka sedikit kecewa, tapi yang penting toh dengan kemampuan pas-pasan seperti ini saya bisa bertahan ?, apalagi kalo anda jago cas cis cus + grammar yang oke punya, wah client mungkin bisa sangat senang, karena anda bisa diajak ngobrol APA AJA, soal anak , soal keluarga, soal liburan, soal keadaan indonesia, soal BALI, ngegosip, de el el. btw client juga manusia, OOT waktu conference juga suka dilakukan hihi

ada lagi TIPS tambahan, kalo skill active english anda pas-pasan, lalu tiba2 client minta voice call via skype, saya biasanya menolak ini, bilang saja “sorry, my connection is not so fast to communicate via skype“, dengan bilang gini paling resikonya malu saja, karena biasanya client bakal nanya, berapa kecepatan di sana , lalu saya jawab 128 - 384 kbps, dia paling bilang “WHAT, it’s so 10 years ago ...” lalu dia biasanya mengurungkan niat untuk Voice Call :D , yeah strategi ini memang sedikit licik hihi, tapi anda nggak bohong, emang internet indonesia jelek koq, so bersyukurlah punya inet jelek kek gini, bisa jadi alasan he he :p

Ikut Testing/Punya Sertifikat
Mengikuti test itu bahkan lebih penting daripada mengisi CV, baik itu test dari luar seperti dari brainbench.com, sertifikasi resmi seperti yg dikeluarkan vendor atau dari internal odesk sendiri, lulus test ini bisa berarti banyak, saya tidak pernah dapat tawaran interview satu kalipun sebelum saya lulus test Ruby on Rails, English dan Red Hat, kebanyakan calon client memang mewajibkan “calon pelamar” untuk lulus dalam test tertentu, oiya test di odesk.com menurut saya terhitung relatif susah, dalam kasus saya test Ruby on Rails, kalo anda khatam di luar kepala manual Rails, bisa dipastikan anda akan mudah lulus, tapi kalo tidak.. wah sulit, saya aja gagal 2x, tapi di yang ketiga kali saya punya ide, kenapa nggak siapkan berbagai ebook pendukung ketika melakukan test, nyontek ajah :-P , cheating ?, hmm gak juga, toh gak ada larangan buat nyontek ke ebook atau ke internet, so akhirnya saya lulus, itu pun dengan nilai yang masih pas-pasan

Curriculum Vitae
Seperti melamar biasa, tulis CV selengkap mungkin, tentunya lengkap di sini adalah yang relevan dengan skill yang anda ingin jual, supaya lebih meyakinkan, bisa juga memakai gambar, pekerjaan seperti apa yang pernah anda buat, CV yang lengkap meningkatkan peluang anda untuk bisa diterima, di odesk ini sudah disediakan form khusus jd kita tinggal masukin saja datanya, btw ini juga gak wajib sih, teman saya ada yg bisa dapat pekerjaan odesk dengan CV kosong melompong, ya dia sudah ikut test, nilai di testing memang lebih penting daripada CV yang isinya segambreng. Walaupun, nulis CV tentu saja itu lebih baik drpd nggak sama sekali

Waktu Kerja
Kalau anda mau serius melakukan telecommuting work, saran saya jangan ambil pekerjaan yang part time (2-4 jam/hari), ambil saja yang full time (6-8 jam/hari), kenapa ?, kerjaan part time itu kebanyakan nggak lama durasinya dan juga tasknya seringkali tidak tersedia tiap hari, ini menurut saya merugikan, karena kita digaji per jam, kalo tidak dapat task sehari, anda tidak dapat uang sama sekali, kalo yang full time itu durasinya lama dan tasknya juga ada setiap hari, saya pribadi mendapatkan pekerjaan yg setahun dengan 35-40 jam per pekan (durasi paling lama di odesk) , yang tentu saja kalo client masih memerlukan durasinya bisa diperpanjang

Rate/Gaji
Jangan ragu untuk menetapkan harga berapa anda layak dibayar, sebutkan saja, jangan terlalu banting harga, untuk programmer kalo nggak kepepet jangan lah sampe menurunkan harga sampai $6-$7/jam, ini terlalu murah, kata saudara saya, di Amerika gaji segitu adalah gaji seorang pemetik anggur hihi, jadi programmer digaji segitu menurut saya kurang layak … $15/jam saja menurut saya bagi si bule itu sudah sangat murah, kalo pun si bule menawar, ya $9 tetapkan saja sbg batas minimal, jangan kurang dari itu … kemurahan, nah kalo sebagai data entry/SEO/blogger,di odesk dapat $6/jam itu udah tinggi, $4/jam adalah rata2, kalau mau banting harga ya $2/jam saja, di bawah segitu hmm terlalu murah, sebagai catatan seringkali dalam perspektif client, rate adalah representasi dari skill, kalo anda menghargai diri anda terlalu murah, client bisa menganggap skill anda pun rendah, percayalah bagi client seringkali kualitas itu no 1, kalo anda expert, saya rasa mereka tetap mau untuk membayar mahal anda

Koneksi Internet
jelas sekali, oiya kerja telecommuting lebih mementingkan internet yg stabil ketimbang yang cepat tapi sering down, bukan apa-apa, memalukan kalau sedang conference tapi tiba-tiba internet down, kalo sekali - dua kali si gpp, lah kalo sering ini bahaya, karena availability itu sangat penting, mencerminkan integritas dan komitmen anda, kalo anda orang cimahi, saya merekomendasikan untuk memakai jasa wastama

Ijazah
Gelar Sarjana, Doktor, Professor de el el, SAMA SEKALI GAK PERLU, sy sudah beberapa kali ikut interview, dan tidak sekalipun ditanyakan di Universitas mana anda lulus, berapa IPK anda, lulus jurusan mana ?, see bahkan anak SMA pun bisa dapet kerjaan via odesk :-p

Daftar Ke Odesk
ya iyalah, masa ya iya dong, Anak itu amanah, masa amadong ( :D ), sudah jelas kan gak mungkin bisa dapet kerjaan di odesk, kalo gak daftar, tenang aja, gak dipungut bayaran koq, alias Gratis tis tis

Berdoa
ini jurus terakhir, berdoa membiarkan anda terus berpikir positif dan meningkatkan pengharapan, minta juga doa kepada istri/suami atau orangtua anda, pengharapan dari orang sekeliling anda, menurut saya bisa memicu motivasi dan semangat anda, selebihnya biarkanlah Kuasa Alloh SWT yang memutuskan :) , oiya bagi anda yang berminat menceburkan diri di dunia telecommuting, saya juga berdoa semoga anda cepat-cepat dapat proyek aamin, mari kita bersama-sama harumkan nama Indonesia di percaturan dunia *halah*, percayalah indonesia bisa lebih baik dari india

Catatan :

  1. Saya rasa tulisan ini berlaku juga untuk situs penyedia layanan telecommuting work yang lain, karena saya spesifik nongkrongnya di odesk, jd tulisan saya pun spesifik
  2. Kalau anda sudah diterima, saya menghimbau janganlah memalukan nama Indonesia, bukan soal skill, tapi biasanya lebih ke perilaku dan integritas anda, selalu laporan ke boss status anda minimal per hari, kalo mau liburan bilang mau izin liburan, kalo mau resign bilang juga mau resign, kalo ada tugas yang nggak bisa, bilang juga NGGAK BISA, sehingga tugas tsb bisa langsung diserahkan ke team lain dan anda bisa mendapat tugas yang sesuai dengan kemampuan anda, kalau mati listrik, email boss esoknya, kalo misalnya gak bisa menghadiri conference, bilang juga sebelumnya, ngetik email itu mudah koq, nggak sulit. kenapa saya bilang seperti ini ?, karena saya sangat menyesalkan beberapa kolega saya dari Indonesia yang kabur begitu saja dan tidak memberi kabar apapun ke client, ini bisa membuat client gusar dan marah, iya bule itu memang nggak peduli kita berasal dari negara mana dan jarang menggenalisir, tapi kalo yang melakukan ini semakin banyak, saya khawatir orang indonesia bisa di blacklist, karena saya pernah melihat requirement pekerjaan di odesk yang menyatakan begini “India Programmer, don’t apply please“, nah kalau itu terjadi terhadap indonesia siapa yang akan rugi ?, KITA SEMUA *curhat*

Jul21

Odesk adalah salah satu website yang menyediakan pekerjaan telecommuting, nah karena sifat pekerjaanya yang jarak jauh, mungkin kita bertanya-tanya , setelah jasa kita dibayar oleh client, bagaimana caranya mengambil uang tersebut ?, nah pada kesempatan kali ini saya mencoba untuk menjelaskan hal tersebut sekaligus juga menjawab beberapa teman yang menanyakan hal ini, jadi sekalian saja saya posting di blog

Ada beberapa metode pembayaran yang bisa dipilih untuk men-transfer uang dari odesk ke indonesia, yaitu melalui Payoneer, Moneybookers dan Paypal. untuk bahasan kali ini saya hanya menjelaskan tentang Payoneer saja. (moneybooker dan paypal belum saya coba)

Payoneer saya pilih karena kemudahannya , karena penarikan uang lewat Payoneer dapat dilakukan di ATM mana saja yang berlogo Master card. Pendaftaran dari odesk bisa dilakukan dari menu My Odesk –> Billing Payments lalu pilih payoneer, setelah itu kita akan dibawa ke situs payoneer dan diminta mengisi suatu form, pengisian form hendaknya ditulis sejelas-jelasnya terutama Nama dan Alamat Rumah. setelah disetujui beberapa waktu kemudian payoneer akan mengirimkan kartu debit ke alamat kita, untuk wilayah indonesia kartu akan sampai dalam waktu 3-4 minggu

Biaya pembuatan kartu beserta pengirimannya sebesar $9, tetapi uniknya tarifnya dibayar belakangan ketika anda sudah mempunyai saldo di atas $9, jadi bagi anda yang ingin sekedar mencoba dan mendaftar, tidak usah khawatir kartu debit tetap akan datang ke rumah anda tanpa anda perlu membayar sepeser pun. Bila anda sudah mempunyai saldo di odesk lebih dari $2, maka anda dapat me-load uang anda ke rekening Payoneer, Payoneer sendiri menyediakan 2 macam proses load, pertama load “cepat” dalam 2-3 jam dikenai biaya $2, kedua load “lambat” dalam jangka waktu 2-3 hari kerja tidak dikenai biaya apapun alias gratis. untuk proses penarikan (withdraw), Payoneer menyediakan 2 macam pilihan, pertama Tarik di ATM dan kedua Transfer ke bank lokal indonesia, seperti yang dijelaskan sebelumnya, saya pribadi lebih suka menarik via ATM, sedangkan transfer ke Bank Lokal saya belum mencobanya (saya pikir ini ribet dan bakal memakan waktu lama)

Di ATM sendiri penarikan uang biasanya terdiri dari 3 pilihan, menarik dari tabungan, giro dan kartu kredit, untuk payoneer pilih saja giro, setelah itu seperti biasa anda akan diminta untuk memasukan jumlah uang yang anda akan tarik, tentu saja uang yang anda terima dalam bentuk Rupiah dan langsung dikonversi saat itu juga dari US Dollar. Oiya menurut pengalaman saya, penarikan uang ATM di indonesia tidak selamanya bisa dilakukan di ATM yang berlogo master card, untuk ATM bank BNI dan BRI entah kenapa, transaksi selalu ditolak, sejauh ini yang pernah berhasil adalah ATM bank BCA dan Bank Danamon saja, penarikan ini akan dikenai biaya oleh bank bersangkutan, besar biaya beda-beda tergantung Banknya, kalo untuk BCA dan Danamon dikenai biaya sebesar Rp 50.000

Selain untuk mengambil uang dari odesk, sebetulnya payoneer juga bisa dijadikan alat transfer dari Luar Negeri. semua orang dari seluruh dunia dapat mentransfer uang ke rekening Payoneer anda lewat kartu kredit Visa/Master Card. untuk load dari kartu kredit biayanya adalah 3,5% dari Total uang yang ditransfer

So kesimpulannya, memakai Payoneer banyak kemudahannya dan prosesnya tidak ribet, cuma 1 hal yang dirasa kurang, ketika melakukan transaksi di ATM, Payoneer tidak bisa langsung melakukan transfer ke bank lokal, jika ingin melakukan transfer mesti dilakukan secara manual, dalam kasus saya biasanya saya tarik tunai di Danamon lalu saya simpan ke rekening Bank Muamalat