Mar14

Banyak programmer yang punya skill teknik yang mumpuni, tetapi beberapa diantaranya tidak mempunyai skill negosiasi, bagi programmer apalagi yang freelancer akan sulit bertahan jika tidak punya kemampuan negosiasi yang baik, atau kalaupun bertahan kesulitan untuk menikmati pekerjaannya

Suatu waktu kolega saya pernah mengeluh kalau dirinya tidak pantas dibayar sekian, dia merasa perusahaan membayarnya lebih rendah dari seharusnya, tetapi ketika saya tanya balik, apakah dulu waktu wawancara melakukan negosiasi ?, dia jawab, nggak, langsung nerima gaji yang ditawarkan oleh perusahaan, bagi sebagian orang negosiasi sepertinya adalah hal yang tabu, pertama alasannya karena takut tidak dapat pekerjaan lagi, kedua takut dianggap tidak sopan, ketiga takut dianggap serakah

Ketiga alasan tersebut buat saya tidak masuk akal, terlebih lagi programmer seperti juga akuntan, desainer, pengacara dan profesi sejenisnya membutuhkan keterampilan khusus, saya selalu percaya profesi yang membutuhkan keterampilan khusus selalu ada demand (permintaan) dari pelanggan, itu berarti sang calon pekerja punya posisi tawar yang sama tingkatnya dengan pemberi kerja, jadi kalaupun kita melakukan negosiasi, paling tidak calon perusahaan akan mempertimbangkan anda, kalaupun si calon perusahaan tidak sanggup membayar anda, masih ada perusahaan lain yang bisa anda lamar, kalaupun masih mentok juga, anda masih bisa menurunkan ekspektasi gaji anda sedikit demi sedikit, tapi masalahnya kebanyakan orang tidak mau melakukan percobaan ini, sehingga tidak mengetahui secara pasti berapa potensi dia sebenarnya, lagipula tidak semua perusahaan punya niat untuk membayar rendah, ada juga yang mau membayar lebih mahal

Kerja dibayar tidak sesuai ekspektasi bisa berakibat fatal, dalam jangka panjang bisa menurunkan kualitas bekerja, terlebih lagi biasanya sikap mental yang muncul adalah mengeluh melulu, kalau sudah begini kontribusi anda bagi perusahaan pun terlihat rendah, dan kondisi yang seperti ini nantinya bisa menjadi pembenaran bagi si boss kalau anda memang pantas dibayar rendah, wong kontribusinya juga kecil, padahal kalau dari awal anda sudah dapat bayaran sesuai dengan ekspektasi atau paling tidak mendekati, kualitas kerja yang dihasilkan kemungkinan besar akan lebih baik, kalau kualitas bagus tentunya akan berpengaruh ke perusahaan dan perusahaan akan semakin menghargai anda

Saya percaya uang bukanlah satu-satunya sumber kebahagian, ada sumber kebahagiaan lain di tempat kerja, seperti kolega, lingkungan ataupun berbagai fasilitas lain, tetapi walaupun begitu anehnya keluhan “underpaid” lebih sering saya dengar ketimbang keluhan dari sumber kebahagiaan yang lain

Saya pribadi yang merupakan freelancer programmer yang professional *halah*, selalu berusaha menaikan rate saya setiap ada pekerjaan baru, saya ingin tahu sampai berapa batas maksimum rate saya, saya pribadi punya mimpi mendapatkan rate $100/jam (kelihatannya mustahil yaah ?, haha entahlah yg jelas bermimpi itu gratis, bermimpilah yang tinggi toh gak ada yg melarang :p, sy akui rate sy sekarang masih berkali-kali lipat jauh lebih rendah dari itu, perlu usaha keras, berbagai trik percobaan, perlu makan beberapa waktu dan sedikit keberuntungan untuk menuju ke arah sana), oh iya satu keuntungan lain kalau dapat rate yang lebih besar, kita bisa memilih untuk kerja lebih sedikit waktu per harinya, semakin sedikit waktu yang kita habiskan untuk coding, semakin besar waktu yang kita habiskan buat hal lain (misal Maen Game :-P ), dan ini hal ajaibnya, seringkali masalah dalam coding solusinya ditemukan ketika kita tidak melakukan coding

May25

Inti dari berbisnis itu bukanlah untuk mendapatkan uang yang banyak, melainkan membangun REPUTASI secemerlang mungkin, kalau ingin uang banyak mah, mendingan korupsi ajah … itu lebih mudah ketimbang bersusah payah membangun dan memelihara REPUTASI

Sedangkan untuk mendapatakan REPUTASI bagus, menurut saya hal tersebut bisa dibangun dari 3 hal

  1. Skill, mengetahui dengan mendalam segala aspek jasa/produk yang hendak anda tawarkan kepada pelanggan
  2. Sikap, menyelami makna diri bahwa untuk menarik perhatian pelanggan adalah dengan Pribadi yang santun supaya anda disukai, Etos kerja yang yahud supaya anda dihargai, Respon yang cepat supaya meningkatkan loyalitas dan sedikit rasa humor supaya memperkaya komunikasi
  3. Doa, menyadari bahwa manusia punya kelemahan, ketahuilah REPUTASI bagus bukanlah tanda kita tak punya kelemahan, melainkan itu karena yang MAHA KUASA masih menutup tabir aib yang menyelimuti, doa mudah2-an kan membuat-Nya berkenan untuk terus menutupi aib-aib, sehingga di mata pelanggan kita tetap terlihat cemerlang

nah menurut anda, hal-hal apa sajakah yang bisa membuat anda mendapatkan Reputasi yang bagus ?

Note :

  1. kalau di odesk, reputasi ada kaitannya dengan”feedback”, dalam bekerja sebisa mungkin dapatkanlah nilai 5, feedback yang bagus bisa memudahkan anda untuk meraih proyek berikutnya :)
  2. oh iya, ngomong2, karena sistem feedback inilah saya masih tetap asyik nongkrong di odesk, feedback di odesk tidak bisa dibuat-buat sehingga bisa membuat calon pemberi proyek percaya ketika akan meng-hire anda

May10

Sebelum saya membandingkan 2 hal tersebut, saya ingin menegaskan bahwa kerja kantoran yang saya maksud adalah kerja yang terikat dimana sang pegawai diharuskan datang ke kantor pagi dan pulang sore, sedangkan Freelance adalah bentuk kerja yang lebih fleksibel dimana sang pegawai bisa memilih bekerja di mana saja, kapan saja dan bisa memilih dengan siapa saja

Sudah hampir 3 tahun saya terjun ke dunia freelance (remote working), sedikit banyak saya merasakan beberapa perbedaan yang mendasar diantara keduanya, inilah beberapa daftarnya

Keamanan

Kerja kantoran lebih aman daripada kerja Freelance, paling tidak anda telah dikontrak 1 tahun ke depan, atau yang fresh graduate paling nggak punya kontrak dalam 3 bulan ke depan, so dengan adanya kontrak ini kalau tidak ada hal luar biasa yang terjadi seperti kebangkrutan perusahaan, bencana alam , dll, anda sudah punya bayangan penghasilan dalam jangka panjang, terlebih lagi jika anda sudah berada dalam sebuah perusahaan cukup lama, ada kemungkinan juga anda diangkat menjadi pegawai tetap

Sedangkan kerja freelance, tidak ada yang namanya kontrak, yang ada paling hanya NDA (Non Disclosure Agreement), sebuah perjanjian yang biasanya isinya, anda diminta untuk merahasiakan segala material yang dipunyai oleh client, dalam konteks saya sebagai web developer, saya dilarang untuk menyebarluaskan kode/dokumentasi yang saya tulis ke pihak manapun juga. Seorang freelancer mungkin saja bisa mendapatkan proyek besar berdurasi tahunan, tetapi karena tidak ada kontrak, client bisa dengan mudah memutus kontrak kerja kapan saja, alasan client bisa berbagai macam untuk memberhentikan anda, ada yang mengubah strategi jadi in house development, ada yang kehabisan uang cash, sehingga tidak sanggup lagi membayar anda dan ini yang paling sering, ada yang memberhentikan anda kalau kualitas pekerjaan anda “sedikit saja” tidak sesuai dengan harapan client

Penghasilan

Kerja kantoran penghasilannya stabil, kenaikan penghasilan hanya berlangsung dalam kurun tertentu, yap besar tunjangan per bulan mungkin berbeda, tetapi biasanya selisihnya tidak terlalu signifikan

Kerja freelance penghasilannya labil, harga yang ditentukan dalam sebuah proyek bisa jauh berbeda, belum lagi dalam kurun waktu tertentu anda bisa saja tidak mendapat proyek sama sekali, alias nganggur, tetapi sisi positifnya, jika anda dalam setahun bisa terus mendapatkan proyek, secara keseluruhan penghasilan tahunan seorang freelancer bisa lebih besar ketimbang kerja kantoran dengan jabatan yang sama

Fasilitas

Kerja Kantoran semua fasilitas dan alat yang mendukung pekerjaan biasanya disediakan oleh kantor, bahkan itu juga termasuk fasilitas transportasi atau bahkan asuransi

Kerja Freelance, fasilitas untuk bekerja harus anda beli sendiri. dari mulai kursi, komputer, koneksi internet sampai transportasi, namun walaupun begitu ada sisi positifnya, dengan memfasilitasi diri sendiri, anda jadi bisa memilih fasilitas sesuai dengan kebutuhan, di kantor fasilitas seringkali diseragamkan dan ditentukan oleh manajemen ataupun oleh kesepakatan diantara karyawan, fasilitas yang seragam ini seringkali tidak sesuai kebutuhan pribadi, satu contoh kasus orang biasanya bekerja itu duduk di atas kursi dengan meja di atas komputer, seiring perjalanan freelancing saya, saya menemukan bahwa bekerja dengan cara ini ternyata tidak membuat saya efektif, malah membosankan, alhasil sekarang ini saya lebih nyaman bekerja dengan posisi ganti-ganti, duduk di sofa menghadap TV, tengkurap di atas kasur, atau tengkurap di lantai dengan tangan diganjal guling/bantal (posisi ini adem loh, kena angin sepoi - sepoi, plus bisa bikin suhu laptop menurun, karena lantai keramik merupakan penghantar panas yang efisien), di kantor hal seperti itu hampir mustahil dilakukan, kecuali kalo andalah bossnya :D

Gangguan
Bekerja di kantor relatif tidak banyak gangguan, paling - paling gangguan hanya datang dari kemacetan lalu lintas ketika pergi ke kantor, atau rekan kerja yang mengajak ngobrol gak penting

Sedangkan freelancing, banyak sekali gangguan datang bertubi-tubi, dari mulai rasa malas, TV, game, gangguan dari anggota keluarga, rasa kantuk, koneksi internet (kebetulan di rumah saya cuma tersedia koneksi internet mobile), khusus untuk rasa malas dan kantuk, kalo di kantor walaupun ini sering mendera, tetapi biasanya akan segera menghilang karena atasan selalu mengawasi pekerjaan kita, sedangkan seorang freelancer harus pintar-pintar mengawasi diri sendiri (percaya atau tidak, ketika sedang bekerja saya biasanya memblok sendiri koneksi ke facebook, padahal passwordnya saya yang pegang sendiri kekekek :D )

Birokrasi
Organisasi kantor biasanya bertingkat-tingkat. Dalam melakukan suatu pekerjaan, kita juga dituntut untuk berhubungan dengan banyak orang, sisi baiknya networking anda dengan cepat meluas, sisi buruknya kalo ada konflik yang terjadi dengan rekan kerja atau anda terlibat intrik politik kantor, situasi bisa jadi sangat tidak mengenakan, alih-alih anda seharusnya fokus dengan pekerjaan, malah terganggu dengan adanya masalah ini

Organisasi di pekerjaan Freelance relatif lebih datar, anda biasanya berhubungan dengan client anda langsung, kalaupun organisasi yang menyewa jasa anda cukup besar dan punya rantai komando yang bertingkat, tetap saja anda relatif jarang berhubungan dengan orang yang diatasnya atau orang dari divisi lain, paling-paling anda hanya berhubungan dengan penanggung jawab proyek saja, lalu pertanyaanya, dalam konteks saya sebagai web developer, bukankahkah membuat web perlu kerjasama dengan team lain?, tentu saja jawabnya iya, tetapi saya pribadi punya suatu kebijakan di mana saya tidak akan menulis kode kalau desain User Interface dan spesifikasi detail belum ada, kebijakan ini menyebabkan saya jarang menghadapi desainer lain & programmer lain secara langsung dan juga bisa menyebabkan saya fokus terhadap scope pekerjaan saya sebagai programmer, jadi masing-masing team bertanggung jawab terhadap pekerjaannya sendiri-sendiri, kalaupun ada konflik kode antar team bisa diselesaikan langsung dengan menghubungi orang yang bersangkutan, tanpa perlu melibatkan meeting dengan semua anggota team, yang kalau di kantor hal tersebut biasanya memakan waktu berjam-jam, seriously meeting buat saya adalah bagaikan duri dalam daging, sebisa mungkin saya selalu menghindarinya

Waktu & Tempat

Kerja di kantor, waktu dan tempat sudah ditentukan, sedangkan freelancing biasanya fleksibel

Bagi orang yang cenderung suka diatur, bekerja di tempat & waktu yang ditentukan biasanya jadi lebih produktif dan lebih fokus, sebaliknya orang yang tidak suka diatur, malah menemukan produktifitas ketika diberi kebebasan memilih waktu & tempat untuk bekerja, tetapi fleksibilitas juga ada sisi negatifnya, jika kebabalasan tidak jarang anda seharian malah bermain game, facebookan atau twitter-an sehingga lupa akan pekerjaan

Saya pribadi kalau bosan kerja di rumah, bisanya suka pergi ke dan bekerja di rumah orangtua, atau yang lebih ekstrem pernah juga bekerja pada saat mudik lebaran di rumah mertua

Kesimpulan

Bekerja freelancing menawakan kebebasan dalam banyak hal tetapi meyimpan potensi resiko yang lebih besar sedangkan kerja kantoran menawarkan kebebasan yang sedikit, tetapi mendatangkan resiko yang sedikit pula. tidak ada yg lebih baik atau lebih buruk dari 2 pilihan di atas, tergantung minat anda mana yang lebih cocok

Saya pribadi tentu saja, sangat menikmati bekerja secara freelance ini, apalagi sejak dulu saya memang punya cita-cita untuk bekerja di rumah, sekarang saya tidak pernah sedikitpun terpikir untuk kembali lagi bekerja di kantor, walaupun jujur saja, sebagai Freelancer perasaan saya selalu terombang-ambing seperti roller coaster, pernah mengalami tiba2 diberhentikan sehingga mental jatuh ke tahap yang terendah, pernah mengalami sepi proyek alias menganggur, pernah juga sangat sibuk karena kebanyakan client

Nah menurut anda apa saja perbedaan dalam Kerja kantoran dan Freelance ?, apa sisi baik dan buruknya ? silahkeun monggo komentar di sini :D