Sep30

Bukan, bukan menganggur setelah lulus kuliah atau menganggur setelah lulus sekolah, tetapi yang saya maksud adalah menganggur setelah sekian tahun bekerja plus anda telah berkeluarga, namun tiba-tiba anda dipecat ?, gimana ya rasanya ?

Saya pernah merasakannya, pada awalnya tidak ada rasa sakit atau gelisah, karena bagi seorang programmer, dari sejak pertama kali bekerja sekitar 5 tahun lalu, saya selalu diberi kemudahan untuk diberi mendapatkan pekerjaan atau proyek, tetapi tidak dengan apa yang saya rasakan beberap bulan lalu, semua proyek saya kolaps dalam waktu yang hampir berbarengan, awalnya sih saya tidak terlalu khawatir, seminggu cari proyek sana sini ditolak masih santai, saya mahfum karena jangka waktu dari pengajuan proposal sampai diterima dalam suatu proyek itu biasa memakan waktu sampai 4-6 minggu, 2 minggu berlalu masih tenang main Pro Evolutions Soccer, 3 minggu berlalu masih tenang cengar-cengir di Facebook, 6 minggu berlalu mulai khawatir, 2 bulan berlalu mulai cemas dan mulai kencangkan ikat pinggang, potong pengeluaran sana sini, 3 bulan berlalu stress, 4 bulan berlalu gelisah, seperti orang bingung, bahkan saya pernah ke kamar mandi dan nggak tau mau ngapain saking gelisahnya. Sudah ratusan proposal saya kirim, ratusan pula itu ditolak. Saya pun merenung kenapa ini bisa terjadi. Di bawah ini adalah beberapa alasan kenapa itu terjadi

Klik di sini kalau masih penasaran …

Feb20

tulisan kali ini sebetulnya adalah ulangan dari tulisan ini, hanya kali ini disajikan dalam bentuk FAQ (Frequently Ask Question)

T : apa itu telecommuting ?
J : bekerja secara jarak jauh, dimana pemberi pekerjaan dan penerima pekerjaan berada di tempat yang terpisah, ini bisa terjadi dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan internet

T : kerja apa saja yang bisa di-telecommuting kan ?
J : hampir semua pekerjaan, terutama yg bisa diselesaikan melalui komputer, contoh : programmer, graphic designer, server administrator, EDP, accountant, writer, drafter, blogger dll

T : hal-hal apa sajakah yang perlu dipersiapkan untuk memulai kerja telecommuting
J : pertama koneksi internet yg stabil, ingat sekali lagi bukan cepat… tapi STABIL, buat apa cepat tapi sering mati, pengalaman saya 256 kbps itu udah cukup untuk kerja telecommuting, itupun dipakainya berdua, kedua komputer tentu saja, ketiga secangkir kopi ginseng :D

T : bagaimana cara mendapatkan kerja telecommuting ?
J : kirim CV secara biasa (bisa lewat email) ke perusahaan-perusahaan yg tidak mewajibkan pekerjanya bekerja secara onsite, terutama kirim ke perusahaan negara maju seperti USA ataupun negara2 Eropa barat, di sana telecommuting sudah lumrah, di indonesia juga sebetulnya ada beberapa perusahaan yg seperti ini cuma saya pikir belum banyak ada

Klik di sini kalau masih penasaran …

Dec29

Selalu ada kesempatan dalam kesempitan, selalu ada peluang saat resesi, kalo anda kebetulan bergerak di bidang pekerjaan yang sekiranya bisa dikerjakan dengan jarak jauh (misalnya programmer, web desainer, accountant, writer, translator, data entry de el el), inilah kesempatan anda untuk terjun ke dunia outsourcing/offshoring terutama mencari proyek-proyek dari luar negeri

Kenapa harus di luar negeri ? ini dia alasannya

Resesi memaksa perusahaan (terutama perusahaan start-up) untuk hemat dan memotong biaya, salah satu biaya yang mungkin dipotong adalah biaya tenaga kerja, perusahaan-perusahaan IT Eropa dan Amerika mungkin akan berpikir ulang untuk me-hire programmer di negara mereka sendiri, karena rata2 standar budget untuk me-hire programmer eropa atau US itu ndak murah

Nah solusinya, perusahan-perusahaan tsb akan semakin gencar mencari talenta-talenta di negara berkembang, mengapa ?,karena standard gaji untuk me-hire programmer di negara berkembang relatif kecil, sedangkan sebaliknya bagi programmer negara berkembang tersebut akan menguntungkan, karena mereka digaji dengan menggunakan $, nah pertanyaanya maukah kita orang indonesia mengambil kesempatan ini ?, India, Ukraina, Filipina dan negara2 Amerika Selatan sudah melakukannya

Dan kalo anda tertarik tapi masih bingung bagaimana memulainya ?, silahkan kunjungi situs-situs penyedia remote working seperti

www.odesk.com
www.elance.com
www.scriptlance.com

atau kalo mau, anda bisa melamar secara biasa, ngirim CV dan lain-lain ke perusahaan-perusahaan start-up tersebut, dan bilang anda ingin bekerja secara remote. Sampai sini masih juga ragu ?, silahkan baca tips dari saya gimana cara dapat pekerjaan di odesk, atau kalau masih juga ragu, silahkan anda bisa juga berkunjung dan ngelmu di Ruangfreelance.com

so menarik bukan ?, bila anda bergaji $, tapi hidup di indonesia yang terhitung cost-livingnya rendah :D

Nov30

Baru-baru ini saya mendengar, khususnya di Jakarta bahwa pemda DKI akan memberlakukan waktu masuk sekolah untuk para siswa, pada pukul 06.30 pagi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, well saya bukan orang Jakarta tetapi saya juga mendukung hal ini dengan beberapa catatan

Menurut saya setiap masalah mesti dipecahkan dengan berbagai pengorbanan, dalam konteks peraturan di atas, berarti hanya siswa saja yang dituntut untuk berkorban, padahal yang sejauh saya ketahui, masalah kemacetan di negeri ini bukan hanya disebabkan oleh para siswa, para pekerja pun ikut andil berkontribusi terhadap kemacetan, seperti banyaknya pengguna mobil pribadi ataupun motor pribadi, demikian pula dengan angkutan umum, yang seringkali demi mengejar setoran malah ngetem di sembarang tempat, demikian juga oknum aparat yang juga seringkali “kalah” dengan sopir angkot-angkot tersebut, tidak bisa menindak dengan tegas entah kenapa ?

Saya sendiri sebagai pekerja tidak akan menyoroti hal-hal lain di luar peran seorang karyawan, saya mengusulkan kita sebagai pekerja pun sebetulnya bisa ikut andil untuk meredam kemacetan, salah satunya adalah dengan memperbanyak bekerja secara jarak jauh, atau lazim disebut remote/telecommuting working, memang tidak semua jenis pekerjaan bisa dilakukan di rumah terutama pekerjaan yang berkaitan dengan fisik, lalu pekerjaan seperti apa yang bisa dilakukan secara jarak jauh ?, kalau sebagian besar waktu kerja anda dilakukan di depan komputer ataupun telepon, sangat bisa diusahakan kalau pekerjaan itu bisa juga dilakukan secara jarak jauh, intinya pekerjaan yang berkaitan dengan komputer, telekomunikasi dan informasi, kalau mau, sebetulnya bisa dilakukan secara jarak jauh

Klik di sini kalau masih penasaran …

Oct21

Odesk adalah salah satu situs yang menyediakan layanan pekerjaan jarak jauh atau sering disebut juga telecommuting, kebetulan sudah 6 bulan lamanya saya melakoni pekerjaan ini, alhamdulillah saya bersyukur akhirnya impian saya untuk bekerja di rumah terkabul, bukan soal mudah untuk mendapatkan pekerjaan seperti ini, apalagi persaingan sangat ketat, tiap satu proyek paling tidak ada 5-10 orang yang “melamar di pekerjaan tsb”, puluhan kali melamar, puluhan lamaran saya pun ditolak, setelah 3 minggu tanpa pekerjaan akhirnya sy berhasil mendapatkan juga, ya walaupun rate saya yang dapatkan bukan rate yang tertinggi, tapi yang penting bisa masuk adalah suatu anugerah

Nah di tulisan kali ini saya ingin berbagi, strategi atau tips apa sajakah yang telah saya gunakan supaya bisa mendapatkan pekerjaan tersebut

Keyakinan
Saya beragama islam, di islam ada salah satu hadits qudsy yang kira-kira berbunyi “Aku (Alloh SWT) adalah sesuai prasangka hamba-ku terhadapku“, Alloh SWT akan mengabulkan permintaan yang sesuai dengan keinginan, daya juang dan pemikiran hambanya, jika anda ingin mendapatkan sesuatu, anda harus punya keyakinan untuk mendapatkannya, perkara cara bagaimana untuk mendapatkannya itu mah belakangan, kalau sudah yakin dan dilakukan lama kelamaan anda pun akan menemukan berbagai cara yang bahkan belum terpikirkan sebelumnya

Sabar
Sabar di sini bukan berarti pasif alias diam melongo, tapi sabar di sini berarti sabar aktif, kalau belum dapat ya lakukan terus menerus sampai dapat, jangan baru 1-2 hari sudah menyerah, kalau perlu sampai sumber daya yang anda kerahkan habis, saya pribadi seperti yang diceritakan di atas, butuh waktu 3 minggu untuk mendapatkan pekerjaan di odesk, sementara saya sudah keluar dari pekerjaan FULL - TIME saya, dan uang tabungan hanya cukup untuk hidup 1 bulan ke depan, khawatir tentu saja, apalagi saya sudah punya istri, bagaimana mau memberi makan istri, kalau pekerjaan saja belum dapat ?, namun justru itu saya selalu yakin, anugerah biasanya suka datang di saat-saat paling akhir, jadi tenang saja, rezeki mah gak akan kemana selama kita mau berusaha menjemputnya

Klik di sini kalau masih penasaran …