Jun09

Piala Dunia 2006 EuyDie Party Ist Beginnz (bener gak sih nulisnyah),9 Juni 2006 Pukul 23.00 Waktu Indonesia Bagian Kiaracondong, genderang perang akan ditabuh, Pesta terbesar sedunia akan digelar, Piala Dunia 2006 akan resmi dibuka

Pembukaan ini akan diawali oleh pertandingan Jerman vs Kostarika, dalam pertandingan ini sang jenderal lapangan tengah Jerman, Michael Ballack dikabarkan cedera dan kabarnya tempatnya akan diisi oleh Sebastian Kehl ataupun Tim Borrowski

Tentu saja tim jerman khawatir tentang hal ini, walaupun Jerman tampil di depan publiknya sendiri, pertandingan pembukaan Piala Dunia selalu menjadi pertarungan yang tidak mudah bagi tim unggulan, ibarat khitbah yang membuka jalan menuju pernikahan para insan yang terlibat pastilah dalam keadaan was-was dan tegang, begitu pula perasaan para pemain Jerman dan supproternya, apalagi jerman dituntut untuk bisa mengatasi tekanan mental dan dituntu untuk menang mengingat secara materi tim ini lebih unggul ketimbang kosta rika

Sejak dahulu tim Jerman dikenal layaknya mesin diesel, tim ini selalu terlambat panas dalam pertandingan-pertandingan internasional berformat turnamen, jadi pada pertandingan inipun aku memprediksikan jerman hanya bermain imbang saja dengan kostarika, paulo wanchope dan kawan-kawan akan tampil mengejutkan, mereka tidak mau kehilangan muka dan diremehkan sebagai tim anak bawang, karena memang selama ini muka mereka belum pernah hilang dan yang aku tahu semua pemain kostarika adalah homo sapiens dan bukannya Allium cepa L (bawang, red)

Jadi, mari kita sambut pesta rakyat terbesar ini, jangan lupa siapkan cofeemix, bebek goreng dan 10 bungkus sukro, FORZA ITALY, BRAVO FRANCESCO TOTTI

Prakiraan Formasi
JERMAN (4-4-2) 1-Lehmann; 3-Friedrich, 21-Metzelder, 6-Nowotny, 16-Lahm; 19-Schneider, 8-Frings, 13-Ballack, 7-Schweinsteiger; 11-Klose, 20-Podolski Cadangan: 2-Jansen, 4-Huth, 5-Kehl, 10-Neuville, 12-Kahn, 14-Asamoah, 15-Hitzlsperger, 17-Mertesacker, 18-Borowski, 22-Odonkor, 23-Hildebrand. Pelatih: Juergen Klinsmann

KOSTA RIKA (3-4-1-2) 1-Mesen; 2-Drummond, 3-Marin, 12-Gonzalez; 11-Gomez, 8-Solis, 10-Centeno, 16-Hernandez; 7-Bolanos; 9-Wanchope, 19-Saborio Cadangan: 4-Umana, 5-Martinez, 6-Fonseca, 13-Bernard, 14-Azofeifa, 15-Wallace, 17-Badilla, 18-Porras, 20-Sequeira, 21-Nunez, 22-Rodriguez, 23-Alfaro. Pelatih: Alexandre Guimaraes
Sumber Formasi : Bola Edisi Cetak

Nov21

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa hiks hiks hiks, mengecewakan, payah dan tanpa determinasi……, mana nih Milan yg biasanya maen SABAR ?, Kaka’ tiba2 melempen, seedorf terlalu-berhati-hati, Pirlo yg biasanya bisa ngatur Irama pertandingan seperti kehilangan sentuhannya……. Nesta, knp sih lo ?, gi kena virus VMJ yeh, masa bola bisa kecolongan geetuh….., Sheva…. knp bisanya cuma lari2 ke kiri dan ke kanan, cuma GILA doank yg menurutku bermain normal….

Fiorentina sendiri menurutku tidak bermain luar biasa, mereka hanya memanfaatkan kelemahan Milan yg konsentrasinya terbagi dua dgn Liga Champion ……, but walaupun begitu daku tidak khawatir, inga’ inga’ …….. kegagalan adalah pengalaman yg paling berharga…… jadi daku yakin Milan masih bisa ngerebut scudetto toh sisa pertandingan masih banyak………, lagian sy yakin, kemarin Fiorentina maennya pake DukunTM

so tetap, FORZA MILAN, HIDUP PERSIB VIVA VIKING :D

piss ah

Nov18

Bismillahirrahmanirrahim

Layaknya pertandingan Sepakbola, kita selalu mengharapkan kemenangan terhadap Tim yang kita cintai, bagi mereka yang Blind of Love (baca : Fanatik Buta, red), kekalahan atau seri yang dialami oleh tim kesayangannya akan mengakibatkan penderitaan kejiwaan berkepanjangan yang imbasnya akan menjalar terhadap perbuatan anarkis (kerusuhan, red) ataupun skeptis (bunuh diri :D ). tapi bagi mereka yang cintanya proporsional, kekalahan atau seri memang membuat mereka kecewa, tapi kekecewaan tsb tidak dipendam dan dibiarkan berlalu dikarenakan dia mengerti bahwa tidak selamanya hidup itu INDAH, so bagi orang bertipe seperti ini mereka bersikap ikhlas dan bermotto positif , “Enjoy Yourself, Throw Useless Things, And Football Support Must Go On”

Nah begitupula dengan menikah, proses ta’aruf pra akad yang dilakukan relatif singkat, menyebabkan terbentuknya sosok pasangan yang ideal bagi kita, informasi2 yang kita terima selama taaruf biasanya lebih banyak tentang kebiasaaan2 si dia yang terlihat oleh umum, tetapi karakter si Dia yang paling dasar tidak banyak terungkap, kalaupun terungkap kebanyakan porsinya sangat kecil*

Persepsi yang ideal menggiring kita pada gambaran2 indah keluarga dakwah. Suami dipersepsikan bermental Super dan pribadi istimewa layaknya Rasulullah SAW (AC Milan aja yg jelas2 tim super, pernah kalah juga tuh),Istri dipersepsikan layaknya Ibunda Fathimah yang tanpa cela mengabdi pada suami.Hal ini bisa mengakibatkan dampak yang fatal, kerusuhan bisa saja meletus pabila harapan2 itu berlawanan dengan fakta yang ditemukan di lapangan eh maksudnya di rumah. :D

Lantas apakah berharap itu tidak boleh ? berharap sah-sah saja dan ini menurutku wajar, hanya perlu diingat bahwa seseorang yang akan kita nikahi itu manusia bukan malaikat, banyak kekalahan2 (hayyah)yang mungkin terjadi di kemudian hari yang disebabkan oleh kekurangan2 dari calon istri/suami kita itu..

Berkaca dari hal di atas, oleh karena itu tidak berlebihan apabila “Dedi Mizwar dalam filmnya Kiamat Sudah Dekat” mensyarakatkan sikap ikhlas ketika akan menikah, Sikap ikhlas membuat kita lebih siap untuk menghadapi perbedan-perbedaan nanti, sikap ikhlas pula yang akan menumbuhkan prasangka baik kita kepada Allah.

Sikap ikhlas pun akan menumbuhkan sifat memafkan, kita perlu menyadari bahwa Kita semua hidup dengan cara yang paling baik menurut kita, kita kadang2 melakukan kebodohan dan bertindak berdasarkan informasi yang keliru, tapi toh kita melakukannya dengan cara yang terbaik menurut kita, pasangan kita pun begitu mereka bertindak yang terbaik menurut mereka sendiri. Jika kita ingat akan hal ini kita akan mudah memaafkan si dia.

Jika sikap semua hal tersebut semua telah mendarah daging, Alih –Alih menyebabkan kerusuhan, kejutan-kejutan yang terjadi kemudian, justru akan manambah benih-benih romantisme sehingga cinta dan dukungan kita terhadap si Dia malah menjadi membesar (kata temanku loh), so kalau sudah begini Bukan tidak mungkin kita akan benar2 menikmati INDAHNYA surga dunia . Aamiin

So Kesimpulannya, TETAP SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT :)

Note

*Perlu dicatat, saya tidak bermaksud untuk menyalahkan proses Ta’aruf, mengapa ?, karena jika kita melakukan pacaran dalam waktu yang sangat lama sekalipun, hal tsb tidak menjamin terungkapnya semua kepribadian si Dia yang sebenarnya.
**Alhamdulillah, akhirnya bisa juga daku menghubung-hubungkan Sepakbola dan Pernikahan
***Tulisan kecil ini sekedar mengingatkan diriku, Alhamdulillah, jika hal di atas bermanfaat pula bagi rekan2

Referensi :

Indahnya Pernikahan Dini (M Fauzhil Adhim)
Film Kiamat Sudah Dekat (Dedi Mizwar)
Being Happy, Kiat Hidup Tenteram Dan Bahagia (Andrew Mathews)
Temenku (Namanya Dirahasiakan), dan sumber lainnya