
Forza Italia - Sebuah Analisis Euro 2008
Horeee, Euro 2008 kembali akan digelar, luapan emosi siap merajalela dimana-mana, tentu saja kita berharap itu semua minus dengan emosi negatif seperti kekerasan atau kerusuhan, Expect Emotion, begitulah kira2 slogan yang didambakan masyarakat pencinta sepakbola seluruh dunia dan suatu kebetulan juga karena alasan emosional ini, saya menjagokan Italia sebagai kampiun Euro kali ini
- walaupun ada tim yang kaya pengalaman dan penuh konsistensi seperti Jerman, saya tetap menjagokan Italia
- walaupun ada tim yang sedang naik daun dengan CR7-nya seperti Portugal, saya tetap menjagokan Italia
- walaupun ada tim yang punya duet striker mematikan Torres dan Villa di Spanyol, saya tetap menjagokan Italia
- walaupun ada tim yang agresif dengan barisan gelandang yahud, Robben - Van Der Vart - Sneijder di Belanda saya tetap menjagokan Italia
- walaupun ada tim yang sedikit adem ayem tapi berpotensi meledak seperto Prancis dengan Ribery - Benzema-nya saya tetap menjagokan Italia
- walaupun ada beberapa kuda hitam seperti Rusia, Ceska, Duo Tuan Rumah dan Yunani yang siap menerkam , hati saya tetap di Italia
- dan seandainya Persib Bandung lolos ke euro 2008 pun saya tetap mendukung Ita… eh nggak deng teteup Persib Bandung aja, kan Persib teh NU AING (loh)
oke, sekarang kita singkirkan alasan emosional bin sentimental yang hanya berputar pada rasa suka, fanatisme dan cinta, mari kita sedikit berhitung, faktor-faktor logis apakah yang bisa membuat Italia Juara ?, ini dia
Madrid Fantastik
Fenomena Real Madrid musim ini adalah tipikal juara sejati, bagaimana tidak, madrid memulai musim ini dengan keadaan compang-camping, sempat terpuruk baik di peringkat La Liga , champions ataupun Copa del rey, tapi akhirnya dengan besutan pelatih bertangan dingin Fabio Capello, moral anak-anak Los Blancos bisa terangkat, terutama di 1/3 musim terakhir, determinasi Beckham, Ruujte, Raul dkk membuat semua orang berdecak kagum
Di partai terakhir, kembali mental juara berbicara, sempat tertinggal 1-0 di babak pertama, plus keluarnya Ruujte dan Beck akibat cedera sempat membuat aku khawatir, apalagi Barca sudah menang telak di kandang Gimnastic Tarragona, dan yang lebih parah lagi permainan Madrid kurang berkembang, semua pemain seperti tergesa-gesa ingin mencetak GOL, namun akhirnya keajaiban datang, jelinya Capello memasukan Higuain, Guti dan Reyes akhirnya bisa mematahkan kebuntuan
Bermula ketika higuain mengoper kepada Raul Gonzales di sisi kiri pertahanan Mallorca, Raul dengan cerdik bisa melewati bek Madrid, dan akhirnya melepaskan umpan manis kepada Reyes yang tidak terjaga, GOL, kedudukan 1-1, setelah gol tersebut ketegangan berada pada puncaknya, baik bagi pendukung Madrid ataupun pendukung Barca. namun di menit ke 80 akhirnya sebuah tandukan Mahamadou Diarra menjadi GOL, ini membuat Madrid sedikit di atas angin, dan puncaknya pada menit ke 83 Reyes membuat Gol yang sangat ciamik, tendangan kaki kirinya melesat secara melengkung ke tiang jauh gawang Mallorca, dan Pesta pun dimulai, Madrid juara , sebaliknya Gol penutup Zambrotta untuk Barcelona dirayakan oleh air mata oleh pendukungnya
Congratz untuk Madrid, btw moga2 musim depan Capello bisa bertahan
*photo by soccernet.com
Die Party Ist Beginnz
Die Party Ist Beginnz (bener gak sih nulisnyah),9 Juni 2006 Pukul 23.00 Waktu Indonesia Bagian Kiaracondong, genderang perang akan ditabuh, Pesta terbesar sedunia akan digelar, Piala Dunia 2006 akan resmi dibuka
Pembukaan ini akan diawali oleh pertandingan Jerman vs Kostarika, dalam pertandingan ini sang jenderal lapangan tengah Jerman, Michael Ballack dikabarkan cedera dan kabarnya tempatnya akan diisi oleh Sebastian Kehl ataupun Tim Borrowski
Tentu saja tim jerman khawatir tentang hal ini, walaupun Jerman tampil di depan publiknya sendiri, pertandingan pembukaan Piala Dunia selalu menjadi pertarungan yang tidak mudah bagi tim unggulan, ibarat khitbah yang membuka jalan menuju pernikahan para insan yang terlibat pastilah dalam keadaan was-was dan tegang, begitu pula perasaan para pemain Jerman dan supproternya, apalagi jerman dituntut untuk bisa mengatasi tekanan mental dan dituntu untuk menang mengingat secara materi tim ini lebih unggul ketimbang kosta rika
Baca Selanjutnya…
Milan Kalah Hiks Hiks Hiks
Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa hiks hiks hiks, mengecewakan, payah dan tanpa determinasi……, mana nih Milan yg biasanya maen SABAR ?, Kaka’ tiba2 melempen, seedorf terlalu-berhati-hati, Pirlo yg biasanya bisa ngatur Irama pertandingan seperti kehilangan sentuhannya……. Nesta, knp sih lo ?, gi kena virus VMJ yeh, masa bola bisa kecolongan geetuh….., Sheva…. knp bisanya cuma lari2 ke kiri dan ke kanan, cuma GILA doank yg menurutku bermain normal….
Fiorentina sendiri menurutku tidak bermain luar biasa, mereka hanya memanfaatkan kelemahan Milan yg konsentrasinya terbagi dua dgn Liga Champion ……, but walaupun begitu daku tidak khawatir, inga’ inga’ …….. kegagalan adalah pengalaman yg paling berharga…… jadi daku yakin Milan masih bisa ngerebut scudetto toh sisa pertandingan masih banyak………, lagian sy yakin, kemarin Fiorentina maennya pake DukunTM
so tetap, FORZA MILAN, HIDUP PERSIB VIVA VIKING
piss ah
Jika Realita Tak Seindah Harapan
Bismillahirrahmanirrahim
Layaknya pertandingan Sepakbola, kita selalu mengharapkan kemenangan terhadap Tim yang kita cintai, bagi mereka yang Blind of Love (baca : Fanatik Buta, red), kekalahan atau seri yang dialami oleh tim kesayangannya akan mengakibatkan penderitaan kejiwaan berkepanjangan yang imbasnya akan menjalar terhadap perbuatan anarkis (kerusuhan, red) ataupun skeptis (bunuh diri
). tapi bagi mereka yang cintanya proporsional, kekalahan atau seri memang membuat mereka kecewa, tapi kekecewaan tsb tidak dipendam dan dibiarkan berlalu dikarenakan dia mengerti bahwa tidak selamanya hidup itu INDAH, so bagi orang bertipe seperti ini mereka bersikap ikhlas dan bermotto positif , “Enjoy Yourself, Throw Useless Things, And Football Support Must Go On”
Nah begitupula dengan menikah, proses ta’aruf pra akad yang dilakukan relatif singkat, menyebabkan terbentuknya sosok pasangan yang ideal bagi kita, informasi2 yang kita terima selama taaruf biasanya lebih banyak tentang kebiasaaan2 si dia yang terlihat oleh umum, tetapi karakter si Dia yang paling dasar tidak banyak terungkap, kalaupun terungkap kebanyakan porsinya sangat kecil*
Persepsi yang ideal menggiring kita pada gambaran2 indah keluarga dakwah. Suami dipersepsikan bermental Super dan pribadi istimewa layaknya Rasulullah SAW (AC Milan aja yg jelas2 tim super, pernah kalah juga tuh),Istri dipersepsikan layaknya Ibunda Fathimah yang tanpa cela mengabdi pada suami.Hal ini bisa mengakibatkan dampak yang fatal, kerusuhan bisa saja meletus pabila harapan2 itu berlawanan dengan fakta yang ditemukan di lapangan eh maksudnya di rumah.



