Jan09

Baru aja dapat pelajaran yg menarik dari seseorang, katakanlah ybs namanya Asep, Asep ini seorang pengusaha, dia bercerita suatu saat pelanggannya berkata spt ini

“Sep diantara orang2 yg pernah nawarin servicenya ke sayah, service yg kamu tawarkan teh bukan yg termurah, bukan juga yang kualitas terbaik, kamu juga bukanlah yang paling berpengalaman, tapi kenapa sampai skrng sy teh seneng sama service kamu ?, karena sejauh ini kamu orangnya paling enak diajak ngobrol, paling menyenangkan buat diajak kerja bareng, kalau kata orang bule depok mah kamu teh orangnya Personable (yg terakhir ini mah sy deng yg nambahin, gak ada kata2 ini sebenarnya hahaha)”

Itu Asep, seorang pengusaha kecil dan menengah, di perusahaan kelas dunia, ada zappos.com, perusahaan IT terkenal di amerika yg menjual sepatu, yg menarik zappos terkenal bukan karena sepatunya, sepatunya mungkin biasa2 aja, sama aja lah kualitasnya seperti sepatu yg dijual di toko biasa, tetapi zappos terkenal karena kualitas customer-servicenya, pernah ada seseorang yang menelpon lama sekali ke customer service, tahukah apa yg dia bicarakan ?, orang ini curhat mengenai masalah keluarganya, gak ada sama sekali hubungannya dgn sepatu, tapi si customer service melayaninya sepenuh hati seakan-akan dia akan membeli sepatu, orang tsb pada akhirnya memang nggak beli sepatu, tetapi dia terpuaskan dgn layanan kelas satu tsb, berita itu otomatis akan tersebar dari mulut ke mulut ke teman-temannya, imbasnya teman-temannya sangat mungkin untuk beli sepatu dari zappos hanya karena customer-servicenya yg “Personable”

Terus terang kedua cerita ini bikin si sayah merinding & merenung, dipikir2 bener juga he he, jd teringat Rasulullah SAW, kenapa ketika berdagang, beliau termasuk enterpreneur yg sukses, dagangannya mungkin bukan kualitas terbaik, bukan yang termurah, bukan pula yang paling berpengalaman (Rasul berdagang umurnya di bawah 20), sederhana saja, dagangan beliau sangat laku karena Akhlak-nya no1, Pribadinya paling menyenangkan dari semua pedagang pada zamannya

Sep21

Sang Pencerah adalah sebuah film semi biografi pendiri Muhammadiyah bernama Muhammad Darwis yang lebih dikenal dengan nama KH Ahmad Dahlan

Saya nonton film ini 2 hari yang lalu setelah banyak teman FB & Twitter memberi tahu bahwa film ini cukup bagus, tetapi saya pribadi cukup sangsi apa benar Film ini akan sebagus itu, apalagi Film ini diproduseri oleh Raam Punjabi yang notabene sering memproduksi film/sinetron dengan kualitas gak jelas, ditambah lagi di 2 Film bertemakan islam sebelumnya seperti Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat-ayat Cinta, terus terang saya tidak begitu suka, saya merasa Islam itu isinya hanya Cinta & Poligami saja, dan kedua tema itu yang terus diekspos sepanjang film, walaupun di bukunya tidak seperti itu, apalagi ketika KCB diangkat ke sinetron, ampun dah ciri khas sinetron banget, semua digambarkan sempurna, yang sholeh, sholeh banget kehidupannya sempurna, yang jahat pun demikian, seolah-olah hidup sangat jelas gambaran hitam & putihnya

Dan setelah kurang lebih 2 jam saya menonton, alhamdulillah keraguan diatas itu sirna, karena plotnya tidak tok hitam-putih, manusia adalah manusia temasuk mereka yang bergelar Kiai bisa saja salah :) , di samping itu memang ada adegan yang menurut saya rada berlebihan, tetapi secara overall, INDONESIA perlu memperbanyak film semacam ini, penuh inpirasi dan mengedukasi, Sang Pencerah mengisahkan tentang pertentangan 2 pemikiran dalam poros islam, dimana yang lama merasa terancam dengan yang baru, dan kebayang tidak oleh anda pertentangan itu berkisar soal Kiblat atau soal Meja kayu ?, zaman sekarang hal ini mungkin terlihat remen temeh, tapi di zaman dahulu, karena ketidaktahuan ilmu geografi, banyak Mesjid di Kauman, Yogyakarta mengarah ke arah yang sembarang, ada yang ke timur, barat, utara dan selatan hanya karena menyesuaikan dengan jalan raya, kasus ini coba diubah oleh KH Ahmad Dahlan, bahkan sampai membuktikan di hadapan Kiai sepuh dengan membawa peta dan kompas, tak disangka bukannya para Kiai itu sadar mereka malah meng-Kafirkan KH Ahmad Dahlan, pun begitu ketika KH Ahmad Dahlan menggunakan meja kayu dan papan tulis untuk mengajar di madrasahnya, diapun dicap Kafir, saling mengkafirkan tidak berhenti di sini, selanjutnya perbedaan pendapat situasinya malah semakin meruncing sehingga salah satu pihak ada yang tega berbuat anarkis terhadap saudaranya sendiri

Ya, kafir adalah kata yang paling sering diucapkan di dalam film ini, saya sempat menitikan air mata, bukan bukan sedih karena apa yang terjadi di masa lalu, tetapi sedih karena yang terjadi hampir 100 tahun lalu itu masih juga terjadi pada masa sekarang, dimana orang karena berbeda pendapat, seringkali memaksakan pendapatnya dan saling mencap Kafir bahkan ada juga yang berperilaku anarkis terhadap saudaranya sendiri yang jelas2 kedua belah pihak meyakini syahadat dan melakukan Shalat. Di atas adalah 2 contoh isu yang dikemukakan di film ini, masih ada isu-isu lain yang jadi bahan pertentangan, kalau penasaran silahkan ditonton saja he he

Selain sedih, perasaan saya juga bercampur dengan rasa senang karena diantara film indonesia yang bertemakan sampah (cinta+horror+esek2), akhirnya tahun ini ada juga film yang bagus, selain plot, grafik yang ditampilkan di film ini juga keren, Hanung Bramantyo saya rasa mahir sekali menampilkan keadaan Yogya zaman dahulu, saya pribadi kebetulan sangat suka sejarah, jadi kalau ada di suatu film yang menampilkan suasana masa lalu dengan background yang aduhai, saya selalu terpukau walaupun diantara bakground itu ada yang dicomot langsung dari Foto statis masa lampau, tetapi entah kenapa yang ditampilkan serasa pas saja, tidak terlalu kelihatan itu adalah sebuah foto

Dari sisi akting, tercatat hanya 2 Aktor saja yang penampilannya luar biasa, yaitu Lukman Sardi sebagai KH Ahmad Dahlan dan Slamet Rahardjo sebagai Kiai penghulu masjid besar Kesultanan Yogyakarta (uh saya lupa namanya siapa ), peran mereka sangat pas, saya bisa melihat nuansa orang jawa-islam yang kental dalam akting-akting mereka, sedangkan aktor lainnya performanya biasa-biasa saja karena memang peran mereka pun bukan merupakan tokoh kunci, tapi ada satu aktris yang performanya mengecewakan, yaitu Zaskia Mecca, dia memerankan tokoh yang cukup penting dari Film ini yaitu sebagai istri dari KH Ahmad Dahlan, tapi saya merasa penampilannya lurus-lurus saja, gak bagus & gak jelek, logat jawanya pun tidak keluar, bicara bahasa jawanya pun jarang, huft seharusnya akting dia bisa lebih bagus dari itu, entahlah saya sedikit mencium nepotisme di sini apalagi kebetulan Zaskia adalah istrinya Hanung Bramantyo yang notabene adalah sutradara film ini

Akhir kata, saya rasa ini film yang amat layak anda tonton, tontonlah di bioskop jangan di DVD bajakan, semoga dengan anda nonton di bioskop bisa memotivasi produser-produser film lainnya untuk memproduksi film-film sejenis yang berkualiats, saya bisa membayangkan kalau di masa depan akan ada film tentang Buya Hamka atau tokoh-tokoh lain yang bukan saja menghibur tapi bisa mencerahkan

My Rating :
Akting :7
Grafik : 9
Plot : 8
overall : 8/10

Dec29

Laptop tercipta karena keterbatasan Komputer tuk dibawa kemana-mana,
Banyak orang Beli motor karena keterbatasan angkot yang rutenya nggak fleksibel
TV tercipta karena keterbatasan radio yang cuma bisa memberi hiburan lewat telinga

Ketika Steve Wozniak menciptakan sebuah komputer bernama Apple I, bukan berarti dia saat itu adalah orang kaya, TIDAK !!! dia menciptakan Apple I karena dia miskin, karena dia nggak sanggup membeli Micro-computer yang walaupun disebut micro tapi gedenya minta ampun dan harganyapun hampir seharga uang muka rumah, yang dia inginkan dia hanya ingin punya komputer, alhasil di tengah keterbatasan-nya dia berhasil membuat komputer yang lebih kecil,yang chipnya lebih sedikit, yang bahkan monitornya dia buat dari Televisi yang dia punya, komputer kecil ini adalah cikal bakal suatu jenis komputer yang bernama Personal Computer yang berarti komputer murah yang bisa digunakan secara pribadi di rumah, dari hasil jerih payahnya bertahun-tahun kemudian siapa sih yang tidak gemas apabilan melihat ciamiknya komputer Mac ?, the most innovative product yang pernah ada pada zamannya

Ketika Bill Gates dan Paul Allen mendirikan perusahaan software mereka yang namakan Microsoft, apakah pada waktu itu perusahannya diperhitungkan di kancah perkomputeran ?, TIDAK.. mereka cuma sekelompok anak muda yang gila akan komputer, yang cuma pengen ngoprek dan ingin membuat OS (berbasis grafis-> pada saat itu mereka belum membuat OS berbasis GUI) yang bisa digunakan dgn mudah oleh mereka sendiri, dan bahkan pada peluncuran Windows versi pertama saja, tidak banyak orang yang tahu, karena memang OS itu penuh bug, tapi apa yang terjadi ?, hasil kenal lelah berbagai perbaikan dari versi 1.0 menuju versi 2.0 dan menuju versi 3.0 yang akhirnya booming, hebatnya booming itu terus berlanjut sampai sekarang yang sudah jauh lebih canggih yang dinamakan Windows 7, di tengah berbagai keterbatasan toh Microsoft mampu menciptakan OS yang sampai sekarang menjadi legenda, OS yang menguasai dunia yang bahkan setiap orang yang pernah belajar komputer pasti tau akan OS yang user-friendly ini

Ketika Linus Torvald menciptakan Linux untuk pertama kalinya, dia bukanlah siapa2, cuma mahasiswa ingusan yang pengen mempelajari Unix, tapi nggak bisa karena lisensi unix sangat mahal, pada waktu itu sebetulnya ada versi unix yang lebih kecil yang tersedia free, bernama minix, tapi kemampuan minix ini sangat terbatas, sehingga Linus kurang puas, yang dia inginkan adalah mempelajari Unix, alhasil dia bikin clone Unix yang sederhana, dan pertama kali disebarkan secara bebas di mailing-list, sungguh tidak terduga, ternyata banyak orang yang mencobanya, karena masih sangat baru terjadi error di sana-sini, dan karena Linux dirilis secara bebas, beberapa orang malah memperbaiki error-nya langsung saat itu juga, hasil kerja kolektif ini masih berlangsung sampai saat ini yang hebatnya tanpa campur tangan perusahaan komersial, salah satu proyek ajaib open source ini bernama Linux, lahir dari hal yang serba terbatas, tetapi sekarang telah menguasai pangsa pasar OS Server di dunia dan didistribusikan secara FREE!!

Terbatas itulah kata dan situasi ajaib yang meyebabkan nobody menjadi somebody, Keterbatasan itulah yang bisa menyebabkan proses kreatif terjadi, kalo contoh di bidang teknologi belum cukup, ingatkah kita bagaimana Nabi Muhammad SAW, mencoba menyebarkan agama islam ?, beliau bahkan lahir dari bangsa yang tidak diperhitungkan, bangsa arab yang jahiliyah, yang kecil, yang boleh dikatakan hampir tidak punya moral dan bahkan tidak dipedulikan oleh kekaisaran Persia di timur dan kekaisaran Romawi di barat, tapi apa yang terjadi ?, dari kegelapan beliau membawa cahaya, berhasil menyebarkan Islam hingga ke seluruh dunia, dari bukan siapa-siapa beliau menjadi salah satu manusia yang paling dihormati oleh pengikutnya dan paling disegani oleh musuhnya , hingga kini ajarannya telah dianut oleh 1/3 populasi manusia bumi

Jadi bersyukurlah kalo kita sekarang hidup dalam keadaan serba terbatas, serba susah, karena dari keterbatasan lah pribadi kita bisa ditempa, proses kreatif lebih efektif dilakukan, Pedang yang tajam tidak lahir dari tempaan yang lembut, ianya mesti dibakar, dipukul berkali-kali agar besi yang kotor dan tak berguna itu bisa sanggup, menyayat angkuhnya zaman..

so, SMANGAAAAAAD

*artikel ini cuma buat motivasi diri sendiri, soalnya saya sekarang sedang punya suatu rencana, tapi karena keterbatasan, rada takut untuk mengeksekusinya*