
Gesekan
Menurut hukum fisika, gesekan akan terjadi bila dua benda saling berbenturan, akibatnya hal ini akan menghasilkan panas dari kedua benda tersebut, nah begitu juga dengan manusia, bila ada 2 manusia yang sering berinteraksi entah itu suami – istri, sahabat dekat, anak-orang tua , karyawan – boss, teman sekantor , tetangga dengan tetangga, gesekan tidak mungin dihindari manakala 2 atau lebih dari yang tersebut di atas berbenturan.Banyak hal yang bisa mengakibatkan gesekan itu terjadi, misalnya dalam kasus orantgtua-anak, panas akan timbul apabila si anak protes akan kebijakan orangtuanya menyekolahkannya di sekolah tertentu sedangkan si anak tidak menyukainya, atau dalam kasus tetangga-tetangga, tetangga tidak terima dengan berisiknya sound system rumah kita
Dalam kehidupan nyata akibat berbenturan tersebut, layaknya yang terjadi dalam hukum fisika suasana panas seringkali timbul, akibatnya seringkali terjadi perasaan yang tidak mengenakan dari kedua belah pihak, apalagi bila salah satu pihak memuncak emosinya, wah entahlah suasana panas yang timbul lama-lama bisa juga terbakar dan juga meledak, kalau sudah begini gesekan yang terjadi akan mengakibatkan tindak kekerasan dalam suatu hubungan, sering kan kita lihat di tayangan Televisi, anak membunuh orangtuanya akabat tidak dibelikan motor, atau karyawan membunuh majikannya karena dendam akbiat dimarahi majikannya habis2-an sehari sebelumnya dan lain sebagainya
Everyday is Valentine Day
Bismillahirrahmanirrahim
Bukan ku bermaksud untuk ikut-ikutan latah mewacanakan hari kasih sayang pada tanggal 14 februari (padahal emang iya
) , tetapi kebetulan saja, ketika bengong (berpikir,red) sepulang kerja kemarin sore, aku tiba2 ingin menulis tentang ini, yeaaah kebetulan juga, pada saat itu dan hari-hari sebelumnya hatiku sedang berbunga-bunga penuh cinta terhadap istriku tersayang, sehingga ada dong relevansinya antara valentine day dan suasana hatiku he he
Valentine day konon kabarnya adalah sebuah hari untuk merayakan kasih sayang, non sense menurutku kalau ada yang bilang valentine day dan mencurahkan kasih sayang itu negatif, masa merayakan dan mencurahkan kasih sayang dikatakan negative, pan ndak lucu, lalu yang positif apa donk ?, merayakan kebencian ?, kejahatan ? atau kesewenang-wenangan ?
Namun apa yang terjadi pada zaman ini tampaknya bertolak belakang dengan makna hari kasih sayang itu sendiri, jika benar kasih sayang diamalkan tiap hari dan dipilih satu hari untuk merayakannya, tentunya berbagai kebencian seharusnya bisa terminimalisir di dunia ini, lalu pertanyaannya mengapa makin banyak saja manusia yang melupakan Tuhan-Nya ?, anak durhaka kepada orangtuanya ?, istri tidak hormat pada suaminya ?, suami benci kepada istrinya ?, seseorang mengkhianati sahabatnnya ?, egois melanda dunia, nafsu duniawi disembah dan dikejar tanpa menghiraukan rasa kasih sayang sedikitpun
Padahal seperti yang kita ketahui, dana yang tercurah untuk merayakan valentine day tidaklah sedikit, setiap tahun ratusan juta uang berputar, orang yang ikut merayakannya juga tiap tahun selalu bertambah, namun mengapa hal itu tetap tidak membuat dunia lebih baik ?
Rasa Syukur
Beberapa hari yang lalu di suatu pagi yang sangat indah (jelas ajah indah, bis pagi itu segalanya dilayanin ma istri tersayang siy he he
), di sebuah jalan bernama pasir koja tepatnya dekat warung nasi kuning dan tukang dagang kacang rebus, tau nggak kalo itu di Bandung (halah), ku bertemu dengan seorang pengemis, dengan wajah memelas ditambah pakaian lusuh serta tangan yang mengiba mengharapkan uluran tangan dari pejalan kaki entah itu 100 rupiah ataupun 200 rupiah atow syukur2 10 miliar yu-es dollar (gubraks)
Dan, pejalan kaki di depanku pun mengulurkan tangannya, maka uang 1000 rupiah pun berpindah tangan dengan gagahnya dari sang pejalan kaki kepada sang pengemis, hmm sebuah perpindahan uang yang byasa yang sama sekali tidak menarik hatiku
lalu berkatalah sang pengemis yang kurasa sangat tulus muncul dari dasar nurani terdalam tanpa embel-embel layaknya koruptor di negeri antah berantah yang mengemis kepada penguasa agar ceruk perut (bisnisnya, red) diamankan
Kehidupan lebih baik ada di mana ?
suatu saat nanti aku akan jadi sarjana ?, maka ketika itulah kehidupanku akan lebih baik
suatu saat nanti aku akan menikah ?, maka ketika itulah kehidupanku akan lebih baik
suatu saat nanti aku akan naik gaji ?, maka ketika itulah kehidupanku akan lebih baik
suatu saat nanti aku akan punya perusahaan ?, maka ketika itulah kehidupanku akan lebih baik
hmm
betulkah pernyataan di atas ?, bisa ya bisa juga tidak tetapi aku bisa pastikan bahwa kebanyakan kehidupan yang lebih baik itu tidak akan pernah terjadi
manusia adalah makhluk yang sangat imajinatif yang sayangnya imajinasinya itu seringkali digunakan untuk menghancurkan dirinya sendiri, imajinasinya seringkali mengalahkan kenyataan, manusia berkhayal bila dia meraih sesuatu maka pastilah hidupnya akan menjadi lebih baik, sayangnya semua bualan dan khayalannya itu hanya terjadi di masa depan, sesuatu yang menurutku absurd dan tidak ada , dan sama sekali tidak bisa dicapai
Allah Sayang Pada Kami Ataukah ?
Yogyakarta 27 Mei 2006 Ketika Pagi Menyelimuti
Kembali bencana meranggas negeriku tercinta ini, Yogyakarta, Solo, Klaten, bantul dan sekitarnya diguncang gempa berkekuata 5,9 skala richter, menurut data yang ku baca di berita pagi ini korban jiwa telah mencapai + 4000 orang
Pahit teramat sangat, mungkin itulah yang dialami oleh saudara2 kita di sana, pun kita yang menyaksikan lewat Televisi bertanya-tanya, mengapa mengapa hal ini terjadi, bukan kah negeri ini sudah sedemikian hancur dengan bencana-bencana sebelumnya, kelaparan, kemiskinan, peraturan pemerintah yang semakin jauh saja, kerusakan moral di mana-mana, tsunami di aceh dan lain sebagainya Baca Selanjutnya…



