Sep28

Kembali gagal menghampiri
Tadinya ingin sekali mencapai Plurk Nirvana
Tapi karena satu dan lain hal akhirnya saya memutuskan saja keluar dari dunia Plurk
Dan akupun terlepas dari kutukan

HOREEEEEEEEEEEEEE

MAKAN-MAKAN

Oiya dan satu lagi mohon maaf kepada semua Plurker, apabila selama berinteraksi dengan saya, ada kata-kata atau ulah yang menyinggung perasaan

Update 19 Oktober 2008 : Saya masih ngeplurk koq, tapi dengan frekeunsi yang jarang, menumpang plurk istri saya emai dengan memakai nickname uceenk

Mar06

It’s true, at least for myself, it has been 3 month i didn’t have a Handphone, my family and friends around me feel astonishment about this, everyone think handphone is cheap, with 200.000 rupiah you got basic functionality of handphone, but i’ve no idea, i still not interisiting to buy it

Saya merasa Hape dan servicenya di negeri ini masih mahal, terutama untuk penggunaan pulsanya, menurut saya cukup gila apabila operator me-charge 1 sms sebesar Rp 0,1 sekalipun, dibandingkan dengan internet messenger jelas sekali itu lebih murah, so untuk kebutuhan komunikasi internet messenger, telah cukup bagi saya, karena keluarga dan teman-teman kebetulan sebagian besar bisa dihubungi via ini

Hape saya terakhir adalah Apple Iphone Nokia CDMA versi jadul keluaran akhir tahun 90-an, yang antena luarnya panjang, saya lupa tipenya, yang jelas berkategori Big size, cukup efektif buat mengusir Anjing, bahkan bisa buat ngusir nyamuk, karena antenanya bisa ditarik - ulur, cobalah lakukan dengan gaya seperti orang menyemprot baygon he he, lagian SUMPAH ini hape sangat unik, sejak saya beli pertengahan tahun 2005, saya belum pernah menemukan pun, entah itu teman, orang di angkot, di stasiun, di mall atau bahkan di stadiun Giuseppe Meazza (loh) yang membawa-bawa hape ini, oleh sebab itu saya selalu merasa NOKIA membuatkannya khusus hanya untuk saya (halah) , dan satu lagi hape ini sangat CANGGIH, karena sejak layarnya pecah, ndak bisa nge-sms, kenapa bisa disebut canggih, karena taukah anda kalo Hape keluaran Jepang yang Full support terhadap SWF Flashlite, setau saya tidak punya fitur SMS, jadi hape jadul saya ini kemampuannya setara dengan Hape keluaran KDDI, DoCoMo atau Softbank di jepang sana (kesimpulan ngasal xixixiix)

Hape ini masuk kuburan 3 bulan lalu, karena sudah 1/2 tahun lebih layarnya pecah, dan susah sekali untuk melakukan sms, alhasil di suatu waktu saya lupa membeli pulsa untuknya, dan akhirnya nomornya expired, mau ganti nomor, koq kayaknya ribed, mesti ke Telkom segala, secara Hape saya nomornya di-inject, lagian saya nggak punya waktu ngurusan ginian, maklum sibuk apalagi kerjaan untuk menjadikan Sheffield United jadi juara European Championship di Pro Eveolution Soccer 2007, makin menyita perhatian saya (loh, ini sibuk kerja apa sibuk maen gim xixixixiix)

Waktu itu sebetulnya saya memutuskan untuk membeli Hape baru, ya minimal yg Rp 200.000 itu, karena tanggung pertengahan bulan, uangnya juga nggak ada, jadinya nggak jadi beli, sy putuskan untuk beli di awal bulannya, tapi lama kelamaan keiinginan tersebut terus memudar dan menyadari bahwa saya banyak melakukan pemborosan dalam penggunaan Hape, apalagi waktu itu di Rumah, saya baru saja memasang internet, jadi merasa kebutuhan komunikasi kok yah malah terpenuhi, ya sudah uangnya nggak jadi dibeliin Hape, mendingan ditabung atau dibeliin RAM atau Harddisk,

so sekarang minatku terhadap Hape malah sama sekali nggak ada, ironis memang karena pekerjaanku 1,5 tahun belakangan ini adalah mengembangkan Aplikasi social networking berbasis Handphone , cucian deh gwe, developer aplikasi Hape tapi nggak punya Hape xixixi

Oiya, kepada teman2 yang kebetulan mencoba mengubungi saya via no lama selama 3 bulan belakangan ini, maafkan saya kalo merasa teracuhkan, terutama kepada Deden yg 2 minggu lalu nge-sms saya dan dengan susah payah membawakan DVD Ichi Rittoru no Namida, tetapi saya nggak datang, karena memang tidak mengetahui adanya sms tersebut

Sep27

Bermula sabtu lalu, istriku mengeluh sakit, ah kukira wajar2 saja, soalnya setiap kali M, istri memang selalu kesakitan di bagian perutnya tapi entah kenapa besoknya sakitnya ini dibarengi “meriang”, hmm kupikir itu meriang biasa gara2 masuk angin, lalu istriku coba minum obat meriang standar kayak “ultraflu” (nggak bermaksud promosi, kebetulan di rumah adanya itu), hiks ternyata panasnya gak turun2, apalagi kalo malem menggigil padahal sudah dipakaikan selimut entah itu selimut suami (dipeluk, red) atau selimut beneran

Hari seninnya karena meriangnya nggak reda, ya sudah kubawa saja istri ke klinik terdekat, dokter hanya memeriksa sebentar, hanya meriksa tekanan darahnya dan menanyakan pertanyaan2 standar (detailnya aku lupa), kesimpulannya dokter bilang istri ku meriang karena jeleknya cuaca saja, waktu nebus obat kami rada2 tersentak juga, bukan karena jumlah uang yang mesti dibayarkan tetapi karena jumlah obat yang banyak yang berjumlah 7 macam (FYI, di klinik tsb tarifnya flat, jd mo obatnya banyak atau dikit, tarifnya sama, aku rada sedikit kagum juga sih, itu klinik soalnya dimiliki yayasan kristen, mungkin obatnya sudah disubsidi oleh yayasan tsb, entahlah klinik lain seperti itu nggak sih ?, mungkin kalo klinik islam mah malah gratis ?)

Dilihat dari jumlah obat, aku punya firasat jelek, jangan2 istriku sakitnya ” amat serius”, ah kucoba tepis prasangka bodoh itu, ku berharap 1-2 hari ke depan sudah sembuh seperti sedia kala, namun hari-hari berikutnya keadaan semakin memburuk, sariawan mulai membesar, tenggorokan agak bengkak & sakit, mata kalo merem sakit, dada sakit dan muncul batuk-batuk, nafsu makan menurun, hanya bisa makan “energen” saja itupun 1/2 porsi, puncaknya hari selasa malam istri gelisah nggak bisa tidur dan mengalami sesak napas, waktu mengalami sesak napas itu istri mencoba membangunkan aku, aku sendiri tidur terlelap dikarenakan sorenya akupun ikut2an meriang, jd setelah makan obat aku tidur lelap banget, istriku sendiri panik, karena sebelumnya belum pernah mengalami sesak napas seperti itu, dan semakin sulit tenang dengan lelapnya diriku, istri sendiri menceritakan hal itu ketika pagi2 setelah aku bangun

Hari rabu, istri kesulitan makan dan bahkan muntah, obat dari dokter tinggal sekali lagi, aku bingung dan semakin khawatir, akhirnya diputuskanlah untuk dibawa ke rumah sakit santo yusuf, waktu itu diperiksa dulu oleh dokter apakah istri harus rawat inap ataukah hanya rawat jalan, setelah itu dokter masih belum bisa memutuskan karena istri harus periksa darah dulu, periksa darah berlangsung sebentar, tetapi hasilnya harus menunggu selama 1/2 jam, 1/2 jam kemudian hasilnya keluar, lalu langsunglah kami meluncur ke dokter yang tadi dan hiks ternyata doketernya lagi keluar, dan kami menunggu lumayan lama (mungkin sekitar 1 jam), aku sempet gak sabaran & kesal, soalnya muka istri makin pucat dan belon makan siang, akhirnya dokter dateng juga, kita langsung masuk ke ruangannya, dia baca hasilnya dari lab, dan kaget “hah, hb kamu cuma 8 ?, kamu gak suka makan yah, wah ini mah harus di-opname”, aku tidak tau pasti apa artinya hemoglobin 8, yang jelas dari reaksi dokter saat itu aku simpulkan bahwa istriku penyakitnya “serius”

Setelah mengurus tektek bengk administrasi akhirnya, bisa masuk kamar, tepatnya ruangan Fatima kamar no 5, beberapa menit kemudian langsung diinfus, nggak tega juga ngeliat istri diinfus, soalnya 2 kali gagal, dan prosesnya sulit, soalnya urat (apa pembuluh darah yak ?)-nya nggak keliatan, istriku sempet teriak & nangis waktu infus yang kedua, cengkraman ke tanganku pun kuat banget, kelitan sekali istriku kesakitan waktu infus kedua, infus pun gagal masuk karena ketika teriak kondisi psikis istri dalam keadaan tegang, suster bilang infus ketiga mesti di tangan satunya lagi (kanan,red) dan alhamdulillah kali ini selang infus masuk dengan lancar

Sorenya dokter datang dan menginformasikan kpd kami bahwa penyakit istri belum diketahui, kemungkinan Liver ataupun Thypus, mendengar ini aku merinding, ya Alloh, mudah2an bukan liver :( aamiin, hari kamis mesti periksa darah sekali lagi untuk memastikan, untuk itu kemaren malem mulai jam 12 teng istri puasa, dan tadi pagi sudah diambil darahnya, tetapi saat ini ditulis, hasilnya belum kuketahui, ah semoga sakitnya nggak parah dan semoga cepat sembuh, dan dalam kesempatan ini pun aku pun mohon doa kepada teman2 agar istriku bisa sehat seperti sedia kala, aamiin ya rabbal alamin