Oct18

menikah, siapa yang tidak ingin, sebuah kebahagian berlomba fastabiqul khairat untuk mendapatkan CINTA-NYA, di dalamnya ada tawa, perjuangan, tangis, doa dan segala harapan menggunung yang terbalut “perjanjian yang berat”

maka terkadang irilah para jojoba datang menerpa, ianya bermimpi keindahan dimana harapan kan surga dunia kan menghampiri, untuk itulah mereka ikhtiar, ada yang dimudahkan dimana gaun walimah datang tanpa perlu usaha ekstra, ada pula yang perlu berjuang penuh semangat layaknya jundi-jundi terbaris siap siaga mengejar musuh dan dengan darah mendidih kan membantai kezaliman dengan susah payah sehingga lelah pun akhirnya terengkuh, akadpun bergulir dan senyumpun merekah, alhamdulillah

namun kita berada di dunia inilah kehidupan yang mana ujian tidak hanya kutub positif melainkan kutub negatif pun terkadang menghampiri orang-orang tegar yang usaha telah melebur dalam urat darah bahkan jiwa, tapi impian tak pula datang, haruskah mengeluh menangis termenung dan diam membiarkan syetan tertawa, ah kita lupa rencana Alloh SWT pastilah sempurna, biarlah kesabaran menemukan muaranya, boleh jadi DIA tidak menginginkan kita menderita, bukankah banyak juga mereka yang berumah tangga tetapi masalah datang menerpa menghempas dan bahkan ada pula yang terkena bencana di mana iman menghilang dan tergadai hanya demi sang kekasih dunia

biarlah bila segala usaha telah dicoba, namun sang pasangan hati belum juga datang, tidak usahlah murung, berdoalah mendekatlah pada-Nya, biarlah kekasih abadi sang pemilik CINTA kan selalu menemani, semoga dengan begitu yang MAHA AGUNG kan memberikan pasangan mulia, kalau tidak di dunia ya di surga kelak

doaku teruntuk bagi mereka yang menunggu, semoga bisa bersabar, aamiin. ingatlah, yang dihargai oleh Alloh SWT hanyalah taqwa, jadi dapatilah taqwa itu jangan yg lain

Sep18

menurutku cuma satu

NDAK BOLEH EGOIS … why, here the explanation

btw, entar kalo ada yg kurang daku apdet deh

tidak memberi nafkah kepada istri itu termasuk egois—> (ukuran nafkah tergantung kemampuan diri, RASUL SAW tidak pernah menjabarkan nafkah itu harus dalam bentuk Yu Es Dollar ataupun Rupiah Image Hosted by ImageShack.us)

tidak bersabar akan perilaku sang istri itu termasuk EGOIS

tidak mendidik istri dengan hikmah dan kelembutan itu termasuk EGOIS

tidak memberinya nafkah batin selama minimal 6 bulan (apa 3 bulan yah, tolng cek, sy lupa haditsnya) itu termasuk EGOIS

tidak turut serta dalam mendidik anak itu termasuk EGOIS

tidak bersikap garing dan kaku itu termasuk EGOIS (maxutte, romantis dikit napa, gombal itu bumbu spy RT ceriya selalu)

tidak mau mendengar pembicaraan istri itu juga termasuk EGOIS (just listen okay, jangan menyela ketika dya berbicara, bagi wanita sharing/berbicara itu lebih penting dari apapun)

tidak turut serta dan tidak mau terlibat tuk membantu istri dalam urusan rumah tangga termasuk EGOIS (sekali-kali nyuci baju atow nyuci piring gak akan meruntuhkan izzah kita di mata istri, believe me)

dan yg paling important TIDAK MEMPERLAKUKANNYA SEBAGAI PEMBANTU, layaknya Rasulullah SAW, beliau selalu memuliakan istrinya, jadi laki2 yg tidak memuliakan istri termasuk EGOIS

terakhir

mengajarinya PHP atau Ruby On Rails (loh) Image Hosted by ImageShack.us

______________________________________________________

btw,aku masih belajar nich dan mudah2an ku bisa spt itu, doakan aku yah prends aamiin

IMHO Image Hosted by ImageShack.us

Sep08

Image By Guntar

sederhana saja, harmoni itu yang didambakan dalam pernikahan, 2 kutub berbeda menyatu , bukan untuk menyelisihi tapi untuk saling mengisi, bukan untuk saling membuka aib, tapi untuk saling menutup aib, bukan untuk saling menjatuhkan tapi saling membantu tuk mencapai cita tertinggi ridha ilahi

pepatah menngatakan saling asah, saling asih, saling asuh, bila suami adalah pemimpin maka wajiblah dia mendidik sang istri, dengan [hanya] kata2 dan perintah bijakkah itu ?, bukankah Rasul mengajarkan lelaki yang baik adalah lelaki yang paling lembut pada istrinya ?, maka penelitian berbicara dengan contoh manusia bisa cepat belajar, maka contohkanlah dengan akhlah mulia sehingga dari situ kan muncul sikap patuh

jika suami menginginkan jadi raja di keluarga maka perlakukan sang istri jadi ratunya, bukan sebaliknya malah jadi pembantu, karena sakinah ma wadah wa rahmah ajaran Rasul sederhananya adalah bukan ketimpangan tapi sekufu menuju keadilan, begitu pula sang istri jika menginginkan jadi ratu dalam rumah tangga maka perlakukanlah suami sebagai qawwan, tinggikanlah ia jangan direndahkan

mengharmonikan sifat dua insan bukanlah hal yang mudah, berjuta kesenangan Image Hosted by ImageShack.us dan beratus kepahitan datang menerpa, itulah mengapa mitsaqan ghaliza ditimpakan, maka berdoalah, mohonlah pertolongan, berjuanglah, agar keluarga yang dibina mencerminkan perilaku surga

ah semoga, aamiin