About Me

Aditya Agustyana, 24 tahun yang sekarang ditemani pujaan hati Emiriza, lelaki yang rela tenggelam di lautan Ruby dan Rails, lelaki yang berangan, kagum pada Apple tapi belum punya, lelaki yang bangga tanah lahir Kiaracondong, lelaki yang berharap banyak cita-cita tapi introvert, lelaki yang hobi menggali emas web outsourcing, lelaki yang etc etc dan ada kontak di aditya titik jamop pada gmail titik com

The Apple Way

You can't do it by yourself, no matter how smart you are. Markets move too quickly, technologies grow too complex, and too many smart people are investing too much time and money in innovation. And, by the way, lots of those smart people are working in teams, trying to beat you out. (Steve Jobs)

Certificate

oDesk Certified Ruby on Rails Developer oDesk Certified Redhat Linux 9.0 General Administrator


February 23, 2007 3:22 pm

Belajar – mengajar berbasiskan diskusi

Sungguh prihatin melanda Professor Richard Feynman (Nobelis Fisika asal USA) ketika beliau berkunjung ke Brasil dan mengajar di suatu universitas negeri itu, mahasiswa – mahasiwa yang diajar oleh Feynman ketika itu adalah calon-calon lulusan S2 yang tentunya bisa dibilang orang – orang yang memiliki intelektualitas tinggi, tentu saja ketika pertama kali Feynman datang, dia merasa senang karena setiap kali dia mengajukan pertanyaan tentang suatu rumus, mahasiswanya dapat menjawabnya dengan sangat tepat alias akurat

Lalu kalau begitu, apa yang kemudian membuat Feynman gusar, ternyata setelah diselidiki, para mahasiswanya memiliki pemahaman yang dangkal akan subjek yang dipelajarinya, yang mereka miliki adalah kemampuan menghapal yang yahud, pantas saja, feyman membatin, jawaban mereka selalu akurat persis seperti yang ada di dalam buku teks

Lebih jauh lagi, ternyata sistem pengajaran yang berlaku di universitas itu adalah satu arah, dosen menulis, mahasiswa mencatat, pendiktean berlaku di sini, itu artinya, jika dosen menuliskan suatu teori yang mengatakan “cabe itu rasanya pedas”, maka mahasiswanya akan menghapal hal itu dengan akurat, namun jika di saat yg lain ditanya, “bagaimana rasanya rendang sapi yang merupakan masakan padang favorit saya, pedaskah ?, mereka akan menjawab tidak tahu, karena sejauh yang mereka hapalkan, “yang pedas itu cabe bukan rendang” (dezigh), mengerti maksudku ?, yep pemahaman berada di luar jangkauan mereka, mereka tidak memahami cabe itu seperti apa sebagaimana mereka tidak memahami rumus-rumus fisika yang telah mereka pelajari selama ini

Pengajaran satu arah seringkali bukan merupakan sebuah transfer ilmu karena objek yang diajar tidak diajarkan untuk berpikir, berpikir juga sih, berpikir untuk mencatat………. Nyatet juga pan mesti mikir, walaupun kebanyakan pake otak bawah sadar ^_^, dan yang membuatku dan juga Feynman tambah risau (cieeeeeeeeeee nyamain diri sama Feynman, - mode narsis akut : activate) adalah metode pembelajaran satu arah bisa menyebabkan guru/tutor merasa superior, dia bisa merasa satu-satunya jalan kebenaran dan satu-satunya sumber ilmu hanyalah berasal dari dirinya, akibatnya fatal, guru yang seperti ini akan sulit sekali untuk menerima kritik, koreksi atau perbedaan pendapat antara dia dan muridnya, muridnya kelak pun akan kesulitan untuk berbeda pendapat, karena dia sudah terlalu sering diajarkan bahwa suatu masalah hanya dipecahkan dari suatu sudut pandang saja dan itu Mutlak Benar. Baca Selanjutnya…



February 16, 2007 3:19 pm

Kaya Fasilitas = Pendidikan Indonesia Akan Maju ?

Dalam perspektif matematika, Saya merasa “kurang sreg” dengan persamaan tersebut di atas, walaupun banyak orang yang meyakini bila anggaran pendidikan kita dinaikan menjadi 20%, maka pendidikan akan menjadi lebih baik, jika pendidikan dasar 9 tahun menjadi gratis maka akan banyak para pelajar kita yang akan menjadi ilmuwan berkaliber internasional…

Hmm begitukah ?, tentunya… aku setuju dan SANGAT SETUJU bila infrastruktur bisa menjadi alat bantu untuk keberhasilan pendidikan, namun sepertinya ada sesuatu yg esensial yang kurang kita perhatikan untuk membangun sistem pendidikan yg lebih baik

Dahulu kala Eropa pernah berada di suatu zaman yang gelap dan bodoh, saking bodohnya mereka berpendapat bahwa mandi bisa menipiskan kulit, penipisan kulit dapat menyebabkan kuman dan penyakit masuk ke tubuh, jadi waktu itu mereka berpikir, semakin jarang mandi maka akan semakin sehat, nah logika yang terbalik bukan bila dibandingkan dengan pengetahuan sekarang, justru dengan mandi lah badan menjadi lebih sehat dan lebih bersih, namun seiring dengan waktu mereka menyadari kebodohan mereka, apalagi bila melihat tetanganya, kekhalifahan islam, di kota-kota islam seperti Cordoba, Baghdad dan Konstatinopel (sekarang Istanbul), ilmu pengetahuan dan agama berkembang pesat, waktu itu boleh dikatakan kota-kota tersebut adalah pusat keilmuan di muka bumi ini, hal itulah yang menyebabkan banyak masyarakat eropa yg “iri”, dengan keterbatasan yg ada mereka munculkan semangat belajar dan bertekad “dalam langkah awal”, untuk datang ke pusat-pusat belajar tersebut, bukan sekedar belajar biasa, mereka belajar dengan keras, sampai-sampai ada yang menetap sepanjang hidupnya di kota-kota tersebut, penerjemahan besar-besaran kitab-kitab klasik pun tak luput dari perhatian, banyak literatur-literatur islam yang merupakan pondasi ILMU pengetahuan, mereka “kunyah dan cerna”, bukan… bukan sekedar untuk disimpan rapat-rapat dalam lambung pikiran sendiri melainkan dikeluarkan dalam bentuk yang lebih matang dan diberikan ke anak cucunya agar masyarakatnya pun bisa keluar dari lembah kegelapan. Dan hasilnya bisa kita lihat sekarang, …… MEREKA BERHASIL, walaupun ada satu ilmu yg luput mereka serap yaitu ISLAM itu sendiri

Baca Selanjutnya…



May 22, 2006 1:56 am

Belajar Lupa Kepada Penghuni Surga

Bismillahirrahmanirrahim

Di suatu hari yang cerah, di depan halaman rumah, sekelompok anak2 berusia 4 sampai 6 tahun sedang bermain-main, tiba-tiba datang satu anak lain membawa mainan mobil remote control baru pemberian ayahnya, teman-temannya yang lain tentu saja segera mendekatinya, mereka ingin melihat dan memainkan mainan mobil remote control itu, tentu saja si empunya mainan itu meminjamkan mainan itu kepada teman-temannya secara bergiliran.Pada awalnya, peminjaman berjalan dengan lancar, namun ketika giliran anak ketiga, maka mulailah terjadi friksi, anak kedua merasa waktunya belum habis dalam memainkan mainan itu sedangkan anak ketiga merasa waktunya sudah selesai bagi anak kedua untuk memainkan mobil tersebut. Si empunya yang kebetulan lebih dekat ikatan emosinya dengan anak kedua membela anak kedua, lantas mudah ditebak perkelahian pun terjadi dengan menghasilkan tangisan pilu bagi anak ketiga. Si anak ketiga ini pulang ke ibunya sambil menangis dan dengan polosnya menceritakan kejadian itu pada ibunya.

Keesokan harinya merekapun bermain seperti biasa, si anak ketiga tetap membaur dengan teman-temannya dan sepertinya lupa akan kejadian yang kemarin, menarik untuk disimak betapa rasa sakit hatinya hilang begitu saja tanpa bekas dalam waktu 24 jam. Dia tetap ceria seperti sedia kala seolah-olah kejadian kemarin yang sangat menyakiti hatinya tidak pernah terjadi. Baca Selanjutnya…



September 05, 2005 3:08 am

10 Macam Kecerdasan

Kecerdasan Verbal Linguistik
Jenis kecerdasan ini berhubungan dengan membaca , menulis dan bahasa termasuk menulis puisi, sajak dan bercerita., kecerdasan ini juga disebut kecerdasan kata-kata

Kecerdasan Numerik
Kecerdasan ini ditemukan kepada orang-orang yang suka bermain dengan angka-angka. Mereka sangat suka sekali dengan data-data statistik. Mereka juga mudah memecahkan persoalan matematika dan mereka juga biasanya pemikir yang rasional dan tenang.

Kecerdasan Ruang / Visual
Kalau dengan mencoret-coret anda bisa lebih mendengarkan pelajaran di kelas. Atau jika anda selalu melihat benda-benda yang ingin di foto. Kecerdasan ini terbiasa melihat pola, desain dan ruang. Ini ditemukan pada banyak seniman, arsitek dan koreografer yang bisa memvisualisasikan objek 2/3 dimensi menjadi nyata

Kecerdasan Musikal
Apakah anda seorang yang menikmati atau bahkan menciptakan suatu harmoni suara ?, maka anda termasuk ke dalam orang yang cerdas secara musikal. Kecerdasan ini berhubungan dengan suara, ritme dan rima

Baca Selanjutnya…



Komentar Terbaru

Kalender

  • July 2008
    M T W T F S S
    « Jun    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  

Just Try To Be a Bloggrammer @ Aditya Agustyana 2005-2008, Design By : ThemeStudio