Feb29

Sudah beberapa bulan lamanya aku jatuh cinta kepada mongrel untuk menangani tugas-tugas harian web server terutama dalam lingkungan “development” Ruby on Rails, tadi siang aku menemukan bahwa ada solusi web server lain yang menarik untuk dicoba namanya adalah Thin, Pembuatnya Marc-Andre Cournoyer, mengklaim bahwa Thin lebih cepat dari mongrel

Thin ini sepenuhnya dibuat oleh Bahasa pemrograman Ruby dengan menggunakan beberapa library, diantaranya adalah Rack, EventMachines dan Ragel, versi terakhir dari thin adalah versi 0.7.0 dengan codename Spherical Cow, untuk menginstallnya cukup mudah, tinggal ketik perintah “sudo gem install thin” (tentu saja jika di windows sudonya dihilangkan)

Klik di sini kalau masih penasaran …

Feb27

pernah mengalami error yang seperti ini ?

ActiveRecord::RecordNotFound in UsersController#blah

Couldn’t find User with ID=900

ini adalah error ketika active record tidak menemukan kolom data yang id-nya 900, dalam kasus saya, error ini terjadi karena user mengakses url http://localhost:3000/users/blah/900

codenya ada di UsersController.rb sebagai berikut :

Klik di sini kalau masih penasaran …

Apa itu webrick ?

Webrick adalah salah satu web server yang dibuat sepenuhnya menggunakan ruby dan termasuk standard library bagi ruby itu sendiri, webrick biasanya digunakan hanya untuk lingkungan development saja, bagi anda pengguna rails atau yang baru coba-coba dengan rails, mungkin masih ingat betapa mudahnya untuk menjalankan web server untuk rails tanpa perlu menginstall web server tambahan seperti apache atau web server lainnya, tinggal ketik “ruby script/server” di console maka webrick akan berjalan TANPA PERLU KONFIGURASI APAPUN

Nah di buku ruby manapun atau saran dari ruby evangelist siapapun, pasti akan berkata “Jangan pake webrick sebagai production server”, karena memang bakal tidak efisien dan webrick tidak dirancang untuk menangani request banyak dalam satu waktu, para Ruby Jedi Master (halah) biasanya akan merekomendasikan mongrel, nginx, lighttpd, apache atau litespeed sebagai solusi Production Server

Namun apa yang saya temukan barusan cukup membuat saya terheran-heran, ada sebuah situs yang menggunakan webrick sebagai production server, kalau situs kacangan sih masih mending kan kita bisa menduga “ah mungkin web masternya belum tau kalo webrick ndak cocok dibikin production server”, tapi ini adalah situs yang terkenal di kalangan rubyist, bagaimana tidak, saya berani bertaruh, para rubyist hampir dipastikan pernah mengunjungi situs ini paling tidak sekali selama hidupnya (halah), ya situs ini adalah http://www.ruby-doc.org/, surganya dokumentasi tentang ruby, silahkan cek kebenarannya di www.web-sniffer.net

jd penasaran, apa ya alasan mereka menggunakan Webrick ?, ya sapa tau bisa sy tiru :D

Note : apache mah linknya ndak usah dicantumkan yak, ^_^

Jan09

Saat ini saya menggunakan Fedora 7 “moonshine”, secara default semua users selain root di fedora tidak diberikan akses sudoers, nah lalu bagaimana caranya agar account kita bisa mengoperasikan sudo

beginilah caranya

masuk sebagai root lalu buka /etc/sudoers dengan GNU nano atau editor lainnya

tambahkan kode sebagai berikut Klik di sini kalau masih penasaran …

Dec28

Sejauh yang kita ketahui, Ruby dibuat di Jepang oleh Yukihiro Matsumoto, dan banyak dari core development team adalah orang-orang Jepang, hal ini bisa menjadi masalah serius bagi komunitas ruby dikarenakan perbedaan bahasa antara core team dan komunitas sangatlah besar, hanya beberapa anggota core team saja yang bisa berbahasa inggris dengan baik, dampaknya diskusi tentang masa depan ruby, perbaikan bug dan penambahan fitur baru hampir semuanya terjadi di milis ruby-dev jepang, ini membuat kita, yang berbahasa inggris tidak mengerti apa-apa yang sedang mereka bicarakan

jadi, kita butuh suatu program yang berfungsi untuk menerjemahkan otomatis secara dua arah

Opini di atas telah saya terjemahkan dan aslinya ada di sini, menurut saya ini menarik, orang-orang jepang ini bukanlah orang bodoh, gimana enggak, wong mereka yang mbikin Ruby koq, cuma saya penasaran aja, kenapa sih mereka ndak belajar bahasa inggris ?, bahkan blog-nya Matz saja berbahasa jepang, maaf linknya lupa tanya aja ke mbah gugle

Ada apa ini, apakah ada konspirasi ?, apakah ini bagian dari rencana Jepang untuk menyebarkan kulturnya ke seluruh dunia, dari anime udah gak aneh, dari j music udah gak aneh juga, nah ini dari dunia IT… hmmm ?, ah, yang jelas saya pernah mendengar mengapa Ruby telat Populer ketimbang Java ?, padahal Ruby dan Java diciptakan hampir berbarengan di awal tahun 90-an, Java telah menjadi populer dari 1 dekade silam, sedangkan Ruby cuma sekarang-sekarang aja, itu pun karena adanya Rails yang untungnya dibikin oleh orang yang bisa berbahasa Inggris, walaupun aslinya dari Denmark, David Heinemeier Hansson

Klik di sini kalau masih penasaran …