
Jangan menamai anak anda dengan nama seorang seleb blog
Nama adalah doa, demikianlah kita diajarkan, jadi wajar2 saja, kalo ada orangtua menamai anaknya seperti nama seseorang yang terkenal, dengan harapan si anak paling tidak menyamai atau bahkan melebihi “prestasi” dari nama seseorang tersebut, dari Mulai nama “Muhammad” yang seorang Rasul, Abu bakar seorang sahabat Rasul sampe nama2 pahlawan, tokoh politik terkenal , artis, pemain sepakbola atau Klub sepakbola (eh ini bener loh, dulu waktu SMP saya punya teman yang namanya Milan, lengkapnya Milan Suhendra, hey bro, di mana maneh ayeuna ???)
Nah begitupun dengan seorang blogger, mungkin cita2 anda menjadi seleb blog tidak tercapai, sehingga terbesit niat di hati ingin mempunyai anak bernama Enda Nasution, Priyadi , Edratna, Wimar Witoelar dsb-nya, dengan harapan suatu hari kelak anak anda dapat meneruskan cita2 anda, so dengan begitu anda bisa tersenyum di dalam kubur (hayyah), ketika melihat anak anda berhasil menjadi seleb blog
Lack of blogging
what a pathetic of me, for one month i can’t post anything on my blog, it seems my brain need to be rebooted, hey someone out there, can you suggest me how to find “brain rebooting services”
?, this day is boring day since i’m not clear enough to understood my tasks, big boss have already leaved perhaps go to client to promote our product
so i decide to blogging, but i don’t have such great idea to write on ( ok type not write), it seems interesting if i write about web 2.0 concept, unfotunately i’m not sure how to write that since i don’t have much experience making web 2.0 site, what i know about web 2.0 is “maximize users participating” and make web as platform so because of that, the product is NOT the software but the service itself, costumers are enjoying the service that we deliver, also to maximize users participating, web 2.0 site often use AJAX/RIA (Rich Internet Application) technology, the question is what about indonesia ?, have indonesia already adapted web 2.0 technology ? hmm i think you should give sharingphoto.com & kronologger.com a try
another topic that made me crazy is about “why great turn based RPG game “only” available on Playstation console not PC ?”, i don’t know why big game publisher such as square-enix or konami didn’t want release their RPG game in PC, they will make more money if they release their games in 2 platform instead 1 platform ?, ok there are nice RPG game that already converted to PC, Final Fantasy VII, VIII, Grandia 2, Breath of Fire 4 but it isn’t MUCH ?, how about Final Fantasy IX, X, X-2, XII, Suikoden I-V, Xenosaga, Kingdom Hearts etc ?…
and then &(**&%&$%(&&)&%%##@$&&)*&(&^&$
so..rr..y, my bra…in st…uck aga…in, ca…n’t fi..n…ish, thi..s un…sef..ul a…r..t…icle
CIMENG (Correct If My English WroNG)
Lomba Blog Ganesha 2007 - Bukukan Blogmu Inspirasikan Dunia ?
http://innovabook.blogspot.com/2007/07/bukukan-blogmu.html —> ini linknya
Ada temen yang ngajakin untuk ikutan lomba blog yang diselenggarakan penerbit Ganesha, , jujur saja lomba-lomba seperti ini bisa membuat dunia blog indonesia semakin berwarna dan semakin maju, awalnya sih aku tertarik, namun ketika tahu yang menyelenggarakan adalah penerbit buku, waaah agak kecewa juga he he, dengan menyesal aku memutuskan untuk ndak ikut, kenapa ? di samping tulisanku jelek bin kacau, aku punya semacam idealisme yang berbunyi blog adalah blog, bukan buku, blog adalah cermin kemerdakaan dunia penulisan, seandainya aku menang di lomba tersebut, tentu saja materi-materi yang ada di blog ini akan di-edit oleh editor dan yang lebih miris lagi ada kemungkinan juga kalau materi-materi yang tercantum di blog akan dihapus dan dipindahkan ke buku, so kemerdekaan yang diusung akhirnya akan hilang digerus oleh “idealisme” penerbit
Lagipula menurutku menjadi blogger professional lebih berpotensial daripada menjadi penulis professional, karena apa ?, cakupan blog itu luas, bisa mencapai ke penjuru afrika dan juga gratis, sedangkan buku,tidak gratis, cakupannya lokal kecuali anda beruntung dikontrak oleh Wiley & Sons atau O’reilly
Namun dibalik itu semua, aku tidak bermaksud berkampanye “jangan ikutan lomba itu”, tidak sama sekali tidak , bagi mereka yang ingin menjajal kualitas tulisannya, gak ada salahnya kok kalau ikutan lomba seperti itu, malah mungkin hal itu sangat positif, aku menulis tulisan ini hanya ingin menyampaikan pandangan intuitif ku saja, bahwa blog dalam banyak hal lebih baik daripada penulisan buku
So pada akhiirnya maaf kalo ada salah kata, aku memang blogger kacangan, tapi terus terang saja ku ingin merdeka !!! he he
peace ah …
My Friendster Profile
Assalamu’alaikum Wr Wb
Gi gak punya bahan ngeblog nih, ya udah deh ngeposting profileku di FS aja ah
________________________________
Schools (Other):
SD Terang II Bandung, SD Malaka Jaya 07 Pagi Jaktim, SD KebonGedang XIII Bandung, SLTPN Negeri 27 Bandung, SMKN 6 Bandung, STMIK Bandung (1 Sem), Quantum E-Commerce College Bandung (Web Developer)
Occupation:
Ruby on Rails Programmer
Companies:
S3 Computer Bandung, PT Sigma Cipta Utama Cabang Bandung, PT Intechactive Indonesia, CV Kiranatama [Sekarang]
Affiliations:
Dunia Maya
Hobbies and Interests:
All About Computer, Baca Buku, Sepakbola, Main Game, Browsing, Cari Temen, Bikin Program
Menonaktifkan Moderasi Di Blogsome
“loh komentar saya kok tidak muncul, barusan kan saya sudah mengirim komentar”
itulah kata-kata yang biasanya muncul dalam benak ketika kita memberi suatu komentar pada suatu artikel di blog,nah mengapa bisa begitu ?, hal itu disebabkan bahwa komentar-komentar yang telah terkirim harus diapprove oleh Admin (yang mempunyai blog, red)
nah, khusus untuk blogsome, secara default memang moderasi komentar adalah aktif, itu artinya Admin (yg mempunyai blog, red) harus meng-approve satu per satu komentar yang masuk sebelum dimunculkan. tentunya pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mengesalkan apabila komentar yang masuk sangat banyak, belum lagi dari sisi pembaca, mereka harus menunggu dulu komentarnya di-approve oleh admin, ini tentunya bisa mengurangi kenyamanan si pembaca, imbasnya di kemudian hari si pembaca akan malas untuk mengunjungi blog kita
lalu, bagaimana cara agar moderasi bisa dinonaktifkan, berikut ini adalah langkah-langkah mudah untuk menonaktofkan moderasi di blogsome
- Masuk ke modus admin
- Klik menu options —-> discussion
- Kosongkan kotak An administrator must approve the comment (regardless of any matches below) dan Comment author must have a previously approved comment
- Klik Update Options

hmm, mudahkan ?, so hari geene, postingan masih dimoderasi




