May18

Kebetulan lagi pengen posting yang rada narsis hehe :D

Ini Desktop sekarang, running di atas Linux Fedora 8 “Werewolf”, KDE 3.2 dengan Themes Azenis

Azenis KDE Desktop

Klik gambar tsb untuk melihat versi Full Screen-nya

Ini pengalaman pertama saya ngeganti themes di KDE, ternyata lumayan ribet, mesti install ini itu, misal superKaramba, KDM theme manager, Kbfx dll, but i really enjoy it, walaupun banyak yg bilang ngeganti themes di GNOME lebih mudah ketimbang KDE, tetep saja sy nggak akan pindah ke GNOME, entahlah pokoke gak suka aja sama GNOME :D (ya ya ya, ahlesyan gak logis)

Nah sekarang kita beralih ke MP3 Playlist, ini adalah beberapa musik favorit yang sekarang sedang saya mainkan, sebagian besar berasal dari soundtrack Anime, running dengan menggunakan Amarok tentu saja, btw daftarnya sy ketik manual aja yak …. :D , (ya ya ya, saya tau tanpa lastfm widget adalah basbang)

  1. Aka to Kuro - Ali Project (Noir)
  2. Ash Like Snow - The Brillian Green (Gundam 00)
  3. Atashi ga Alice Datta Koro - Ali Project (Rozen Maiden Overture)
  4. Baragoku Otome - Ali Project (Rozen Maiden Overture)
  5. Colors- Flow (Code Geass)
  6. D-technolife - UVERworld (Bleach)
  7. Daybreak’s Bell - L’Arc en Ciel (Gundam 00)
  8. Gesshouku Grand Guignol - Ali Project (Avenger)
  9. Happy Material - Yuri Shiratori (Mahou Sensei Negima)
  10. Hikari no Rasenritsu - Kukui (Rozen Maiden Traumend)
  11. Kaidoku Funou - Jinn (Code Geass)
  12. Kotodama - Ali Project (Shigofumi)
  13. Motteke! Sera Fuku - Aya Hirano (Lucky Star)
  14. O2 - Orange Range (Code Geass R2)
  15. Tomorrow’s Way Accoustic Version - Yui (Not Anime)
  16. Toumei Shelter - Shimotsuki Haruka (Rozen Maiden)

Lagu tsb semuanya beat-nya cepat dan jedag-jedug, kecuali Tomorow’s Way dan Hikari no Rasenritsu yang beat-nya lambat, so playlist ini cocok bagi mereka yang ingin joget2 pleus teriak2 nggak karuan, atau juga sekedar ingin membangkitkan semangat yang sedang melempem

Nov20

Musik rekaman adalah musik yang kita dengarkan yang berasal dari alat elektronik yang biasa disimpan dalam format CD, Kaset, MP3 atau lain2

Sedangkan musik murni adalah musik yang kita dengarkan secara langsung yang berasal dari Alat musik tersebut

Catatan : Di Atas ini adalah klarifikasi dariku saja apa yang aku maksud dengan musik rekaman & musik murni

Aku bukanlah seorang professional yang tau seluk beluk musik, bukan pula penikmat musik yang fanatik yang mesti mendengarkan musik tiap hari atau seseorang yang merasa malu kalau tidak tahu trend musik, bukan pula seseorang yang bisa memainkan alat musik, hubunganku dengan musik hanya sebatas suka, kalo enak ya didengar kalaupun nggak denger musik dalam satu hari ya nggak apa2

Tetapi sekitar 2 jam yang lalu, aku mendapati pengalaman jiwa yang tidak akan terlupakan yang mungkin bagi sebagian besar orang lain pengalaman seperti itu adalah biasa2 saja, tidak lebih dari 2 menit aku mendengarkan suara gesekan biola yang memainkan lagu kokoro no tomo yang dulu pernah dinyanyikan oleh Mayumi Itsuwa, bukan lagu kokoro no tomo yang membuat aku terkesan, jiwaku tersentuh karena memang sudah lama aku tidak mendengarkan suara musik secara langsung, terlebih lagi suara Biola yang konon kabarnya termasuk alat musik yang sulit dipelajari, dan yang lebih mengejutkan lagi suara cantik nan elegan itu keluar dari seorang pengamen jalanan yang berada di perempatan JL Gatot Subroto, Bandung

Aku lantas bertanya-tanya, mengapa aku terkesan ?, bukankah aku sering mendengarkan suara biola dari mp3 atau dari game2 macam Final Fantasy dan semacamnya, ya aku akui aku memang suka dengan suara Biola, tetapi kesan yang aku alami sangat berbeda bila ku mendengar Biola itu dari MP3/CD atau alat elektronik lainnya, argggh yang jelas kesan dalam tersebut membuat aku terus2-an berpikir di sisa perjalanan dan ingin sekali untuk mem-blog-kannya, Ah aku yang amatiran ini mencoba menerka-nerka mengapa ?

Biang keroknya menurutku adalah musik rekaman, Ya aku yakin aku selama ini telah tenggelam dengan musik2 rekaman, mendengarkan musik rekaman membuat aku tidak bisa menangkap “jiwa” dari musik aslinya, kita ketahui musik rekaman telah melalui beberapa proses produksi yang memungkinkan musik tersebut berubah dari suara aslinya, atau dalam kata lain akan menurun kualitasnya, analoginya seperti makan Ikan, kesegaran Ikan berangsur-angsur akan Hilang bila semakin banyak diproses, entah itu pengawetan, pengasinan, pendinginan atau pembusukan alami yang terjadi dari tiap detiknya

Sebetulnya ketika mendengarkan suara emas Laruku via Winamp atau iTunes, pada dasarnya itu bukan suara Hyde (Vokalis laruku, red) yang asli, melainkan suara yang diproduksi speaker, tidak lebih….. ya itu cuma suara Speaker yang jedag-jedug, gelombang yang keluar tidak PERSIS sama dengan gelombang suara yang dikeluarkan oleh Hyde , oleh karena itu aku menyimpulkan jiwa yang keluar dari situ bukanlah jiwa yang manusiawi, seperti ada jiwa yang kaku di situ, kalaupun kita menikmatinya, ku rasa itu adalah kenikmatan yang dipaksakan, karena memang kita tidak punya pilihan lain, bayangkan saja, musik rekaman tersedia di mana-mana dan sangat mudah untuk diakses, sementara Musik Murni sangat sulit untuk diakses dan sifatnya terbatas oleh waktu dan tempat, bahkan penyanyi itu sendiri dalam hidupnya kurasa lebih banyak mendengarkan Musik Rekaman ketimbang Musik Murni

Dengan demikian, terjawablah sudah itulah mengapa musik sepertinya lebih nikmat bila didengarkan dari sumber aslinya, lebih manusiawi, lebih mengena di jiwa, lebih kaya rasa dan pokoke nikmat nikmat mat. Terus terang saja, mendengarkan itu membuatku tersadar, ternyata musik itu sangat sangat indah, dan membuatku berpikir suatu saat nanti ingin mendengarkan konser musik secara langsung, yang aku bayangkan adalah mendengarkan konser entah apa, yang penting ada biolanya atau piano, dan suara yang dikeluarkan juga bukan berasal dari speaker (ada juga kan, konser musik tetapi suaranya keluar dari sepaker, ini mah percuma mendingan dengerin mp3nya ajah di rumah), bareng sama istri tercinta atau anak2 mungkin, aahh mimpi yang indah bukan ? ^-^

* Dan kubuka iTunes, nyalakan lagu Life yang dinyanyikan YUI, tenggelam kembali dengan kekauan elektronis, YUI dalam hidupku mungkin tidak akan pernah kudengarkan suara aslinya,Life=Hidup , ah tidak sebegitu hidup pabila itu keluar dari speaker…