Sep07

Yah judulnya memang rada bombastis, tapi emang sengaja sih, supaya dapat perhatian yang lebih dari pembaca he he, artikel ini terinspirasi dari artikel teman saya Didiet tentang Frugal Living, intinya Frugal Living adalah hidup sesederhana mungkin, alias pengeluaran jauh lebih kecil daripada pemasukan

Ada banyak alasan mengapa orang-orang menerapkan hidup seperti ini, salah satu yang menurut saya penting adalah supaya kita bisa memberi lebih banyak. Dengan pengeluaran sedikit, otomatis sisa uang yang tersisa bisa banyak, sisa ini bisa diberikan kepada orang yang suatu saat membetuhkan terutama lagi kalau yang membutuhkan itu Saudara/Orangtua

Di bawah ini adalah beberapa hal yang bisa saya terapkan untuk menjalani Frugal Living, diantaranya

  • Jangan beli barang secara kredit, alias jangan pernah berhutang untuk beli barang yang konsumtif, kenapa ?, karena di situasi ekonomi yang gonjang-ganjing ini masa depan tidak ada yang tau, cukup banyak dari kita di tengah perjalanan kreditnya, karena sesuatu hal tidak bisa membayar cicilan, sebaliknya gunakan uang cash, saya selalu berusaha menabung untuk beli apapun secara cash, bahkan untuk membeli rumah pun, saya masih sekuat tenaga untuk tidak mengambil kredit, saya masih punya impian untuk membelinya cash
  • Kemana-mana naik kereta KRD, untuk jarak pendek di Bandung selama suatu tempat dekat dengan rel kereta, saya akan memilih memakai KRD-Ekonomi, yah memang tidak nyaman, tapi saya suka, selain cepat juga sangat murah, hanya dengan Rp 1000 saja, anda bisa menempuh perjalanan puluhan kilometer, selain itu KRD adalah tempat perenungan yang bagus buat saya, tempat di mana saya bisa bersyukur bahwa kehidupan saya ternyata masih lebih baik dibandingkan para pengemis dan pedagang itu
  • Jangan beli motor, bahkan kalau anda punya uang cash untuk membelinya, saya menolak untuk beli karena saya nggak bisa naik motor *eh*, ya ya ya ini alasan konyol ^_^, tapi saya juga punya alasan serius mengapa tidak mau membeli/mencicil motor, bagi saya transportasi jarak dekat yang ideal itu transportasi publik, selain, sekali jalan bisa menampung banyak orang, ini juga bisa menekan kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan, sejak motor booming di indonesia sudah tidak terhitung lagi kabar kecelakaan yang melibatkan motor baik dari saudara, teman, teman istri dan lain-lain. Memakai motor secara jangka panjang juga berbahaya, terutama yang disebabkan oleh angin bisa mengakibatkan penyakit paru-paru
  • Jangan punya Handphone, bagi saya HP itu candu, banyak dari kita yang tidak hati2, mengeluarkan pengeluaran bulanan yang cukup banyak untuk membayar biaya pulsa yang digunakan untuk komunikasi yang tidak penting, saya lebih suka pakai telepon rumah, telepon rumah biasanya digunakan untuk hal-hal yang penting, kita tidak bisa mengirim sms dengan telepon rumah, sms adalah cara mudah untuk menghabiskan uang, sms memang murah, tapi dengan murahnya itu ironisnya kebanyakan kita sulit untuk mengendalikannya. alhasil ini menguntungkan operator telekomunikasi, karena sms sejauh ini adalah pendapatan utama bagi operator telekomunikasi di indonesia untuk mengeruk keuntungan. Saya pribadi sudah lebih 1,5 tahun ini tidak punya handphone, sekarang sebetulnya sudah punya itupun dipaksa, dikasih 2 bulan yang lalu oleh Ayah, dan apa yang terjadi ?, tetap saja tidak saya pakai (kecuali jam-nya :D ), alhasil nomor nya sudah masuk masa tenggang he he
  • Gunakan internet untuk mendapatkan deal bisnis, bukan hanya untuk deal-deal proyek IT, teman adik saya yang masih kuliah, bahkan bisa mendapatkan proyek tentang akunting lewat internet, tanpa tatap muka dengan sang pemberi proyek, bahkan sama sekali tidak perlu mengeluarkan biaya untuk transportasi, bahkan lebih jauh lagi, dia dapat proyeknya dari Amerika Serikat yang tentu saya dibayar dengan $US, di dunia barat proses seperti ini sudah lumrah dijalani, dan dikenal dengan nama Telecommuting
  • Jangan beli baju kecuali butuh, salah satu indikasi saatnya beli baju/celana adalah ketika membuka lemari, baju yang akan anda gunakan sudah mulai sempit, sementara 1-2 potong yang lainnya berada di cucian. Dan saya paling tidak suka beli baju karena event2 tertentu, misalnya lebaran, bukan apa-apa saya selalu heran koq, orang-orang mau-maunya berbelanja dalam masa ramai, berdesak-desakan di pasar atau bahkan di mall, sudah begitu dalam keadaan shaum kena macet pula, terakhir kali diajak berdesak-desakan ria di toko2 itu ketika saya SD, diajak ibu dan sepupu, keliling-keliling toko, masuk sana-masuk sini, bikin pusing & capek. saya sih berpikir, lebih mudah kalau beli bajunya jauh sebelum bulan Ramadhan, kan enak belinya nggak usah berdesak-desakan gitu
  • Jangan beli barang pengganti kalau barang tersebut belum benar2 rusak, kalo dalam kasus saya biasanya itu terjadi pada dompet, tas, sepatu, dan sandal, tas kalo belum sobek dan talinya belum putus ndak akan saya ganti, bahkan ketika SMP tas saya yang ada tanda tangan Hermawan (Kiper Bandung Raya) ^_^, sempat putus talinya saya jahit kembali, sepatu walaupun bolong dan haknya nggak karuan (miring2 & tipis), kalo masih bisa dipake ya tetap saya pake ndak diganti, alhasil dalam hidup saya, saya sangat jarang beli barang2 tersebut. barang-barang di atas memang kelihatan remeh temeh, dan dari segi harga kita semua yang bekerja pasti mampu untuk membelinya, tapi akan repot manakala kalau sudah kecanduan atau ingin mengikuti trend, tidak sadar sudah beli puluhan pasang sandal/sepatu/dompet/tas yang paling mutakhir dalam kurun waktu setahun
  • Sebisa mungkin tetap di rumah, kemana-kemana itu perlu biaya dan yang lebih penting lagi berpergian itu berkontribusi terhadap kemacetan dan polusi udara, berbagai hal kalau mau sebetulnya bisa dilakukan di rumah, bahkan bekerja pun bisa dilakukan di rumah. Beruntunglah, dari kecil saya memang tidak terlalu suka berpergian, waktu saya lebih banyak dihabiskan di rumah ketimbang di luar
  • Jangan merokok, ini sih sudah pasti, kecanduan adalah cara jelek untuk menghabiskan uang, lebih jelek lagi karena kita tidak bisa mengendalikan apa-apa atasnya dan yang jelek dari yang terjelek dalam merokok adalah merokok di tempat umum, sudah merusak dirinya, merusak orang lain pula *_*

Sebetulnya Saya sendiri belum bisa hidup sepenuhnya menerapkan Frugal Living 100%, ada beberapa hal yang bisa belum saya lepas, terutama yang terkait dengan komputer dan film, soal komputer ini diakibatkan beberapa tahun lalu boss mengenalkan saya dengan produk Apple, apple ini hargannya memang sedikit premium, tapi karena kadung cinta, designnya itu terlalu elegan, benar-benar nggak bisa saya lupakan, setelah sekian tahun menabung akhirnya terbeli juga, sebetulnya bagi seorang developer ini sudah termasuk berlebih, untuk kategori frugal menurut saya seorang developer cukup dengan memakai PC intel pentium III, memory 512, OS distro linux, atau kalo memang kerjanya sangat mobile, seorang developer cukup saja memakai Netbook atau Laptop 2nd

Kedua tentang Film, nggak terlalu maniak sih, cuma yah bagaimana lagi ini satu-satunya hiburan buat saya & keluarga, namun selera saya tentang film gak mau setengah-setengah, mesti maunya nonton di bioskop dan kalo filmnya bagus saya nggak segan-segan untuk membeli DVD aslinya dan kalau nggak dapat DVD aslinya, saya cari yang bajakan, tapi bukan sekadar bajakan, saya cari yang BLURAY-RIP, ini bajakan kualitas mantap dengan harga yang lumayan, walaupun kalo mau nonton Bluray saya mesti pulang ke kircon, karena hanya komputer di sana yang bisa memainkannya, sebetulnya saya bisa saja hidup frugal dengan FILM, tinggal tunggu saja beberapa tahun, toh cepat atau lambat, film tersebut akan tayang di TV indonesia, tentu saja dengan harga yang gratis

permalink : http://adityakircon.blogsome.com/2009/09/07/hidup-miskin/

May16

Tulisan ini terinspirasi dari blog ini tepatnya di gambar ini

Waktu kecil saya terus terang saja, selalu bingung kalau melihat ada yang merokok, dan suka berpikir, “apa sih yang dinikmati orang itu ?, memangnya bisa mbikin kenyang”, dalam pikiran kekanakan saya merokok adalah hal yang paling tidak masuk akal yang dilakukan orang dewasa, saya masih lebih bisa menerima orang Dewasa main layangan ketimbang ada orang Dewasa merokok, terlebih lagi saya sering dikasih gelasan kenur gratis bila bermain layangan besama paman saya dulu (haha dasar anak kecil, jd kalo waktu itu saya dikasih rokok secara gratis, mungkin saya akan menilai merokok adalah kegiatan cukup masuk akal ) :D

Menginjak remaja, masa-masa pencarian jati diri, saya sedikit tahu bahwa merokok itu berbahaya, di sekeliling saya sebetulnya teman-teman saya banyak yang ngerokok bahkan ada pula yang ngeganja, bukannya sy tidak tertarik, ada keinginan juga mencicipi, tetapi pembicaraan sebagian besar selalu berakhir seperti ini

friend : dit garpit ?
saya : errr, henteu ah (sedikit ragu2, 1/2 mau, 1/2 tidak)
friend : ah maneh mah nga roko wae teu wani !!!
saya : tertawa kecil

senyap, sekian detik kemudian

friend: tapi alus ketang dit, entong lah maneh mah entong ngaroko, engke bisi katagihan
saya : oh ….

Anda ndak ngerti pembicaraan di atas ?, kasihan sekali, makanya belajar Bahasa Sunda :D , ocehan tersebut diawali dengan teman menawarkan rokok kpd saya yang kemudian saya tolak, awalnya biasanya teman akan mencela saya karena sy bermental cupu, tetapi beberapa detik kemudian mereka malah menyarankan saya untuk tidak coba-coba merokok dengan alasan ketagihan

Nah loh begimane ini standar ganda, sejak saat itu saya selalu mengasihani orang yang merokok, betapa tidak kebanyakan mereka sebetulnya menyadari kalau itu racun bagi diri mereka sendiri, ironisnya kalau racun tikus mudah dihindari (kecuali kalau anda tikus :D ), tetapi kalau racun rokok ini sulit karena tampaknya sekali-dua kali anda merokok maka pada saat itu pula lah jiwa anda terperangkap dan sulit keluar lagi

Saat ini ketika saya dewasa, sebagian rasa kasihan saya kadang bermigrasi menjadi benci, entahlah apakah ini karena bangsa indonesia sudah sedemikian krisis, saya sering menemukan orang merokok tak tahu malu di dalam angkot, dulu terus terang saja,dulu saya hampir nggak pernah mendapatkan situasi ini, ok lah orang merokok itu memang hak pribadi dia, tubuh-tubuh dia mungkin nggak gitu ngaruh terhadap orang lain, tapi kalau dalam area publik apalagi dalam angkot yang sangat sempit, apa perokok itu tidak menyadari kalau perokok pasif lebih besar terkena dampak negatifnya ketimbang rokok aktif, mereka pikir Bumi ini adalah milik mereka ?, benar-benar tidak punya respek terhadap orang yant tidak merokok, ini bukankah sama saja dengan pencurian paru-paru ?, so seperti yang kita ketahui pencurian organ, ilegal di negara ini dan ada dampak hukumnya, nah pertanyaanya kira2 perokok tersebut bisa dituntut nggak yah ?

Side Quest (emangnya gim RPG :D )

saya punya tips jitu bagaimana berhenti dari merokok, cobalah biarkan anda terkena penyakit paru-paru parah, katakanlah paru-paru basah, ayah saya yang perokok berat akhirnya berhenti gara-gara penyakit ini, batuk terus-terusan beberapa hari sampai tulang punggungnya sakit, napasnya pun sulit kami sangat khawatir dan bahkan ayah sampai turun berat bedanya beberapa kilo, ayah saya yang sedikit gendut, menjadi kurus kerontang gara-gara penyakit ini, setelah terapi 6 bulan akhirnya sembuh, itupun beruntung kami dikasih tau oleh teman agar memakai theraphy herbal, lumayan harganya mahal tapi terbukti jitu, beberapa bulan kemudian, bibi saya (umurnya masih muda mungkin 40-an) terkena juga penyakit yang sama beliau memang perokok juga, dan takdirnya tidak seberuntung ayah saya, beliau akhirnya meninggal pada masa-masa terapi :-(

Jun04

Menurut hukum fisika, gesekan akan terjadi bila dua benda saling berbenturan, akibatnya hal ini akan menghasilkan panas dari kedua benda tersebut, nah begitu juga dengan manusia, bila ada 2 manusia yang sering berinteraksi entah itu suami – istri, sahabat dekat, anak-orang tua , karyawan – boss, teman sekantor , tetangga dengan tetangga, gesekan tidak mungin dihindari manakala 2 atau lebih dari yang tersebut di atas berbenturan.Banyak hal yang bisa mengakibatkan gesekan itu terjadi, misalnya dalam kasus orantgtua-anak, panas akan timbul apabila si anak protes akan kebijakan orangtuanya menyekolahkannya di sekolah tertentu sedangkan si anak tidak menyukainya, atau dalam kasus tetangga-tetangga, tetangga tidak terima dengan berisiknya sound system rumah kita

Dalam kehidupan nyata akibat berbenturan tersebut, layaknya yang terjadi dalam hukum fisika suasana panas seringkali timbul, akibatnya seringkali terjadi perasaan yang tidak mengenakan dari kedua belah pihak, apalagi bila salah satu pihak memuncak emosinya, wah entahlah suasana panas yang timbul lama-lama bisa juga terbakar dan juga meledak, kalau sudah begini gesekan yang terjadi akan mengakibatkan tindak kekerasan dalam suatu hubungan, sering kan kita lihat di tayangan Televisi, anak membunuh orangtuanya akabat tidak dibelikan motor, atau karyawan membunuh majikannya karena dendam akbiat dimarahi majikannya habis2-an sehari sebelumnya dan lain sebagainya

Banyak hal bisa membuat gesekan terjadi dalam suatu hubungan, namun yang pasti kesemuanya akan terjadi karena ada perbedaan, tidak ada manusia yang sama di dunia ini bahkan kembar identik sekalipun, kalau tidak percaya coba saja teliti sidik jarinya, samakah ?, , bila kita kaji lebih jauh lagi, di dalam Al-qur’an surat Al Hujurat ayat 13 Alloh SWT menegaskan

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Dari ayat ini kita menyadari bahwa Sang Pencipta memang sengaja menciptakan kita berbeda, jadi kita tidak usah heran apabila kita sering menemukan perbedaan dalam suatu hubungan, perbedaan adalah hal yang lumrah, justru akan aneh apabila ada 2 orang yang benar2 sama

Namun entahlah, seringkali banyak dari kita menghindari kenyataan di atas, kita menganggap perbedaan mesti diminimalisir, kalau perlu dihilangkan sehingga gesekan tidak terjadi. Sepertinya ini memang bisa dijadikan satu solusi untuk mencegah gejolak yang timbul akibat suatu gesekan, tetapi kita seringkali lupa, panas yang dihasilkan oleh suatu gesekan dalam dunia Fisika, bisa menjadi energi yang bermanfaat, tidak sellamanya panas akan membuat kebakaran hebat, bila semuanya terkontrol dan dimenej dengan baik panas yang timbul justru bisa menjadi energi yang bermanfaat bagi umat manusia

Nah berangkat dari hal tersebut, aku berpikir bahwa perbedaan tidak mestilah diminimalisir, sudah saatnya bagi kita memaksimalkan perbedaan, dengan bijak saya rasa kita bisa melihat potensi dari perbedaaan masing2 lalu bisa menghasilkan panas yang bermanfaat. Dalam dunia ilmiah ini sudah terjadi, Ilmu pengetahuan yang tersaji di hadapan kita saat ini adalah akibat diskusi panjang bahkan perdebatan hebat antara sesama ilmuawan, pola tesis – antitesis – sintesis - tesis lagi, sudah sedemikian lumrah dalam dunia ilmiah, banyak ilmuwan yang mati-matian mempertahankan pendapatnya dan juga mati-matian mencari data dari penelitian untuk meyakinkan dirinya bahwa pendapatnya sesuai dengan kenyataan namun satu hal yang sering membuat aku takjub bahwa, kebanyakan ilmuwan walaupun mempunyai pendapat yang beserberangan sangat tajam, hubungan pribadi mereka baik2 saja, bahkan saling menghormati dan tidak mencibir pendapat masing-masing, aku belum pernah mendengar bahwa ilmuwan saling bunuh dikarenakan yang satu pendukung mekanikan Newton sdangkan yang satu lagi mendukung Mekanika Quantum

Demikianlah banyak hal dari Ilmu yang ada sekarang adalah hasil dari gesekan-gesekan yang positif dan berdasakan dari hal tersebut maka kurasa tidak semua gesekan mesti kita hilangkan, beberapa yang berpotensi justru mesti kita ambil manfaatnya. so ?