Jul07

Manusia sering bertindak tidak logis, sisi emosi kalah dgn sisi logika, misal kita disodorkan manakan enak, secara logika kita sudah tau itu makanan ndak sehat tapi karena emosi pernah merasakan enak, akhirnya makanan itu dilahap juga

Contoh lain kalo lagi berbelanja, kita lihat ada barang bagus, secara logika kita tau nggak terlalu membutuhkan barang tsb, tapi karena dah terlanjur “suka” dgn barang tsb akhirnya dibeli

Sebetulnya lumrah buat manusia bertingkah laku seperti ini, tapi jadi bahaya kalau gara2 perilaku seperti ini kita jadi membenci diri sendiri dan mulai melihat kalau orang lain sepertinya bisa mengatur dirinya lebih baik (pada kenyataanya sebetulnya sama aja he he), kalau kita jatuh kepada tahap ini kita cenderung jadi sulit bersyukur dan imbasnya akan mengurangi tingkat bahagia

Ada sebuah fakta yang menarik, sebuah penelitian dilakukan terhadap orang2 yang otaknya rusak (entah karena stroke atau kecelakaan), yg diteliti adalah orang yg rusak di sisi emosinya saja sedangkan sisi logisnya masih utuh

Kita mungkin mengira orang tersebut akan menjadi superior, karena sisi emosi tidak akan lagi menginterupsi kalau sedang membuat keputusan sehingga dia bisa mengatur dirinya dengan sangat baik

Tapi ternyata hasilnya cukup mengejutkan para peniliti menemukan bahwa, jika di pikiran orang2 ini muncul pertanyaan “apa yang harus saya lakukan sekarang ?”, otak mereka berpikir dengan cepat sehingga mulai memunculkan puluhan solusi logis yg amat sangat baik TETAPI mereka kesulitan memutuskan mana yang harus dipilih untuk dilakukan karena mereka sudah kehilangan sisi emosi, mereka jadi kesulitan untuk menyukai dan tidak menyukai sesuatu

Dengan adanya penelitian tersebut kita paling tidak bisa merasa bersyukur masih memiliki sisi emosi di pikiran kita, kita masih bisa memutuskan sesuatu hal dengan cepat tidak seperti orang2 di atas, so dengan begitu pertimbagkan kembali jika kita sudah terlanjur membenci diri sendiri, apakah kita yakin ingin menghapus sisi emosi dari pikiran kita ?

_______

rangkuman dari bab2 awal Finding The Happiness Hyphothesis : Modern Truth of Ancient Wisdom by Jonathan Hadt

Nov01

Less is More (Anonymous)

Salah satu kunci kebahagiaan adalah melakukan sedikit dari seharusnya

Orang yang sukses secara finansial adalah orang yang bisa mengeluarkan sedikit pengeluaran, sehingga dia bisa menabung dan suatu saat membangun bisnis dari tabungannya, menambah pendapatan tidak secara otomatis akan membuat cashflow positif. seringkali yang terjadi ketika pendapatan bertambah, orangpun tergoda untuk menambah pengeluaran (misal gaji naik, seketika itu juga langsung ambil kredit mobil)

Orang yang ingin kurus adalah orang yang bisa mengurangi asupan makanannya, apapun teknik diet yang dipakai, dengan sedikit makan, cepat atau lambat akan menyebabkan turun berat badan, tapi ada orang yang bilang, “ah tidak perlu mengurangi asupan makanan, yang penting olahraga yang banyak biar output lebih besar dari input”, teorinya sih memungkinkan, tetapi yang sering terjadi adalah ketika orang menambah porsi olahraga dia juga malah tergoda untuk menambah porsi makan

Orang yang ingin bahagia dalam bekerja adalah orang yang bisa mengurangi jam kerjanya tanpa mengurangi pendapatannya, orang yang bisa menurunkan jam kerja adalah orang yang efisien, semakin efisien semakin tinggi nilai seseorang, seperti yang saya bilang di tulisan ini, kerja terus menerus tanpa istirahat yang cukup simpy akan membuat anda bosan, nah kemudian bagaimana solusinya supaya bisa menurunkan jam kerja ?, silahkan tunggu di artikel berikutnya :-P

Oct28

Baru dapat ilmu baru, orang yang produktif adalah bukan orang yang bisa bekerja selama 24 jam sehari, orang yang produktif justru adalah orang yang bekerja dengan sedikit waktu tapi punya dampak yang besar

Kerja terus menerus tidak akan menyebabkan produktif, justru akan menyebabkan tidak tersisa ruang bagi kita untuk melakukan improvement serta akan menimbulkan kelelahan yang luar biasa

Ide-ide justru muncul pada saat kita relaks dan relaks bisa dapat dari tidur yang cukup (termasuk tidur siang), ketenangan (misal Shalat), hubungan yang sehat (misal becanda dengan istri :D ) , renang dan bermain Game

Jadi buat saya orang yang bisa membuat balance segalanya, itulah yang akan membuat dia produktif, tubuh ini perlu asupan yang variatif, asupan yang sama diisi terus menerus simply akan membuat tubuh mati, mati dalam kebosanan :-P