Jan23

huh, the title quite long isn’t it ?, yeah that’s because there’s a lot of options how to make postgresql working in Mac OSX environment (i’m used Mac OSX 10.5.8), the most common and easy way to install it is via macports, sadly i wasn’t going into that way,because my Apache + PHP installation came from MAMP, not macports, and also my postgresql installation came from EnterpriseDB. yeah install using this way would be pain in the ass, but only complaining wouldn’t solve something, so let’s start doing something real

1. Ruby + Rubygems

i assume you already have ruby installed, below is my configurations

aditmac:~ adit$ ruby -v
ruby 1.8.7 (2009-06-12 patchlevel 174) [i686-darwin9]
aditmac:~ adit$ gem -v
1.3.3

so at least you need to install ruby 1.8.x or rubygems 1.3.x

2. Install MAMP + EnterpriseDB Postgresql

download MAMP at here
download EnterpriseDB Postgresql at here
install DMG is easy, so i don’t need to explain how to do that :)

3. Install and config phpPgAdmin

download phpPgAdmin at here
extract the file, copy phpPgAdmin onto htdocs directory on MAMP installation

cp -R Downloads/phpPgAdmin-4.2.2 /Applications/MAMP/htdocs/
cd /Applications/MAMP/htdocs
mv phpPgAdmin-4.2.2 phpPgAdmin

edit phpPgAdmin configurations, file is located at /Applications/MAMP/htdocs/phpPgAdmin/conf/config.inc.php

set $conf[’extra_login_security’] to false
set $conf[’owned_only’] to true

please keep in mind, this configurations should be APPLIED for localhost or development environment only, don’t use this configs for production environment because it’s very less secure

access phpPgAdmin

make sure your PostgreSql daemon is running, in finder, just click Applications/PostgreSql 8.4/Start Server
make sure your Apache daemon is running, you can start it via MAMP control panel
go to http://localhost/phpPgAdmin/, you can login using postgres username

4. Install postgres rubygems

add postgres path onto your environment variable

go to your home diretory and edit .profile file
add “/Library/PostgreSQL/8.4/bin” onto export PATH

example of my .profile file looks like this

export PATH=/usr/bin:/opt/local/bin:/opt/local/sbin:/Library/PostgreSQL/8.4/bin:$PATH
export SVN_EDITOR=/usr/bin/nano
# Finished adapting your PATH environment variable for use with MacPorts.

export MANPATH=/opt/local/share/man:$MANPATH
# Finished adapting your MANPATH environment variable for use with MacPorts.

# Setting PATH for MacPython 2.6
# The orginal version is saved in .profile.pysave
PATH=”/Library/Frameworks/Python.framework/Versions/2.6/bin:${PATH}”
export PATH

reload your profile, assume you are on your home directory, execute this

. ./.profile
echo $PATH

install postgres rubygems

sudo gem install postgres

5. Check whether postgres rubygems works well alongside Ruby on Rails
create dummy rails app

rails dummy

edit dummy/config/database.yml, it should looks like this

development:
  adapter: postgresql
  database: dummy_development
  username: postgres
  password: some_password
	
test:
  adapter: postgresql
  database: dummy_test
  username: postgres
  password: some_password
	
production:
  adapter: postgresql
  database: dummy_production
  username: postgres
  password: some_password

in your RAILS_ROOT, execute

rake db:create:all

go to your phpPgAdmin,and if you see something like this

congratz, it means your installation was succeed

Dec13

Tidak dipungkiri memilih suatu Sistem Operasi, menginstallnya lalu mempelajarinya adalah suatu proses yang menyenangkan, saya pribadi memilih OS sebisa mungkin memilih berdasarkan kebutuhan, tetapi tidak dipungkiri juga sebagai manusia saya kadang memilih OS berdasarkan subjektifitas semata, benci atau suka terhadap Sistem Operasi tertentu tanpa berdasarkan alasan yang logis, seperti ketidaksukaan saya terhadap Distro Linux turunan Debian, ya dulu memang saya punya pengalaman jelek terhadap distro ubuntu, kalau tidak salah waktu zamannya Ubuntu Breezy Badger dimana waktu itu saya punya pengalaman kesulitan dalam menginstall (baca : compile) agar support mp3 dan gagal, karena Trauma sampai sekarang saya tidak pernah lagi mencoba menginstall ubuntu, padahal yang saya ketahui dari berbagai artikel di internet, Ubuntu terbaru (Karmic Koala) sudah sangat user-friendly, tetapi tetap saja hal itu tidak membuat saya tertarik… haha aneh memang saya ini

Di atas adalah sekilas dualisme motivasi saya dalam memilih Sistem Operasi, dan dibawah ini saya ingin berbagi, apa Sistem Operasi favorit saya saat ini dan mengapa saya menggunakannya

1. Linux CentOS 5 - Production Server

Reliable, mungkin itulah kata-kata yang tepat mengapa CentOS menjadi pilihan saya untuk menangani Production Server, dibanding Distro Lain (misalnya Fedora), CentOS mungkin kurang “bleeding-edge” a.k.a up to date dibandingkan Fedora, tetapi karena kurang up to date itulah kelebihan CentOS, distro yang bleeding-edge mempunyai satu kekurangan, karena cepatnya rilis cycle suatu paket, terkadang mengorbankan sisi testing, ada beberapa bagian yang luput dari test, sehingga jika kita memakainya bisa menyebabkan crash system, pada Fedora saya pernah mengalami ini, sedangkan di CentOS update pake relatif jarang, mengapa ?, karena paket yang dirilis harus ditest secara menyeluruh dan harus benar-benar stabil, tidak sekadar “bleeding-edge” saja

2. Linux Fedora 10 “Cambridge” - Personal Server/Desktop

Saya menggunakan Fedora untuk 2 kebutuhan yaitu kebutuhan Server Pribadi dan juga untuk OS di desktop, server pribadi saya gunakan untuk belajar, untuk otak-atik kalo perlu sampai kacau balau, dan kalau sudah kacau saya ingin kembali ke keadaan semula saya bisa reinstallnya dengan mudah (di production server tentu saja saya nggak bisa melakukan ini, gila namanya kalau itu dilakukan ^_^) , Fedora juga sering saya gunakan untuk proxy pribadi, kebetulan kalau sedang pake Fren Mobi terkadang ada beberapa website yang terblok, dengan adanya proxy pribadi ini tentu saja saya terbantu untuk mengakses situs yang terblok tersebut.

3. Mac OSX 10.5 “Leopard” - Mobile Computing + Coding

Powerful dan Secure, itulah yang saya rasakan ketika menggunakan Mac OSX untuk bekerja, buat saya boleh dibilang Mac OSX adalah perpaduan antara Secure-nya *nix dengan kemudahan MS Windows, selain itu tentu saja saya juga jatuh cinta kepada Mac OSX karena desainnya yang cantik, bukan hanya di luar, tetapi di dalam OS ini benar-benar intuitif, ada banyak fungsi-fungsi yang ditempuh hanya dengan sedikit klik, selain itu hanya Textmate yang ada di MacOSX, textmate ini adalah software andalan saya untuk bekerja, karena saya merasa dengan menggunakan textmate produktivitas saya lebih bagus ketimbang pake IDE lain (netbeans atau scite)

4. MS Windows XP SP2 - Entertainment

Sebetulnya di antara keluarga windows, Windows 98 SE adalah favorit saya, desainnya lebih cantik dan juga di zamannya sangat powerful, boleh dibilang bagi saya tidak ada yang menandingi Windows 98 SE pada waktu itu. Namun pada saat sekarang tentu saja bagi saya hampir mustahil untuk menggunakan Windows 98 SE, apalagi mengingat aktivitas saya di Windows biasanya untuk hiburan, bermain game2 terbaru ataupun memutar Film Blu-ray, Windows 98 SE tentu saja tidak bisa melakukan hal itu. Nah oleh karena itu pilihan jatuh terhadap Windows XP, lebih ringan dari Vista dan lebih cocok untuk hiburan ketimbang Windows 98 SE. tetapi walaupun begitu, dalam waktu dekat sepertinya saya akan mempensiunkan Windows XP, OS Microsoft yang terbaru Windows 7 tampak menjanjikan, banyak review yang bilang Windows ini lebih ringan dari Vista, dan saya tidak akan muluk-muluk menginstall Windows 7 versi ultimate, saya kira saya berencana menginstall Windows 7 Home Basic saja, saya tidak suka efek Aero di versi ultimate, bagi saya memory yang dialokasikan buat Aero bisa dihemat dan dipergunakan apabila saya sedang maen game

Terakhir, ini masih rencana, saya masih ingin membangun sebuah barebone PC untuk kebutuhan multimedia storage server di rumah, PC 2nd low-end dengan Harddisk besar mungkin 2 - 4 Tera, tempat untuk menyimpan koleksi Film Blu-ray, DVD, MP3, Master Game dan juga sebagai Backup file2 penting, saya masih bingung OS apa yang cocok untuk storage server kecil-kecilan, sejauh ini saya tertarik terhadap OpenFiler Linux atau Fedora 12 versi LXDE, tetapi walaupun begitu saya masih mencari alternatif lainnya, nah kawan mungkin ada yang bisa ngasih saran ?

Aug24

Beberapa waktu yang lalu di milis id-mac, ada yang bilang bahwa baterai Macbook itu dalam selang waktu tertentu dianjurkan untuk dikalibrasi untuk memaksimalkan performace baterai, jujur ini info yang baru buat saya, oleh karena itu langsung saja saya tanya kepada Mr Google apa dan bagaimana kalibrasi itu, dan inilah penjelasannya

Baterai sebetulnya mempunyai prosessor internal yang bertugas untuk mengukur berapa banyak energi yang ada di dalam baterai. Baterai sangat perlu di rekalibrasi dari waktu ke waktu agar menjaga pengukuran berapa banyak energi tersisa tetap akurat dan juga membuat baterai selalu bekerja dalam efisiensi yang maksimal. Anda dianjurkan melakukan prosedur ini ketika pertama kali menggunakan Macbook dan setiap beberapa bulan sekali. jika Anda selalu mencolokan Magsafe ke Macbook dan sangat jarang menggunakan energi di baterai, anda dianjurkan untuk mengkalibrasinya sebulan sekali. Website www.apple.com/batteries punya banyak informasi yang berguna terkait dengan baterai dan menawarkan iCal calendar untuk mengingatkan Anda mengkalibrasi baterai. Cukup penjelasannya, di bawah ini adalah langkah-langkah bagaimana untuk kalibrasi baterai

  1. colok Magsafe (Power Adaptor) ke MacBook-mu lalu tunggu sampai baterai benar-benar 100% penuh, ini ditandai dengan lampu indikator di ujung colokan Magsafe yang berubah menjadi warna hijau
  2. Biarkan Magsafe tetap terkonek sampai kira-kira 2 jam. dalam waktu ini Macbook tetap boleh digunakan untuk bekerja seperti biasa, asalkan Magsafe tetap terkonek
  3. Setelah 2 jam, cabut kabel Magsafe dan tetap nyalakan Macbook sampai baterai benar-benar habis, anda tetap bisa menggunakan Macbook seperti biasa dalam rentang waktu ini, ketika isi baterai sudah sedikit, Mac akan memberi peringatan dalam bentuk pop-up, bahwa sisa baterai tinggal sedikit lagi
  4. Ketika pop-up tersebut muncul klik OK, lalu segera setelah itu jangan lupa save apapun yang sedang anda kerjakan, setelah ini, tetap biarkan Macbook menyala sampai isi baterai habis dan Macbook masuk ke mode “sleep” dengan sendirinya
  5. Pastikan baterai macbook habis dengan cara apakah anda masih bisa menyalakan lewat tombol power dekat keyboard di kanan atas, kalo benar-benar sudah tidak nyala, biarkan tetap dalam keadaan seperti itu selama 5 jam atau lebih
  6. Setelah 5 jam, colokan kembali Magsafe dan nyalakan Macbook, lalu biarkan sampai baterai menjadi penuh

Kalibrasi selesai, dan performansi baterai akan maksimal deh ^_^

Note :
Di milis id-mac, pengguna baru sering bertanya bagaimana cara untuk mencabut baterai, sehingga ketika Magsafe tercolok, listrik tidak terlebih dahulu melewati baterai, so dengan cara ini mereka beralasan ini akan membuat baterai awet, namun sesungguhnya dari pihak Apple sendiri SANGAT TIDAK MENYARANKAN hal tersebut ,karena bisa berakibat memperpendek umur komponen di dalamnya (circuit board, RAM, prosessor dll), keberadaan baterai justru berfungsi untuk mencegah kerusakan komponen dalam Macbook dan memperpanjang usianya. so untuk itulah mengapa, di Macbook keluaran terbaru, baterai tidak mudah untuk dicabut, ini untuk mencegah para pengguna yang “iseng” ingin “menghancurkan” Macbooknya sendiri dengan cara mencabut baterai

Sumber :
1. Milis id-mac
2. Apple Support