Oct13

Merebut pangsa pasar, berkompetisi, membuat produk berkualitas adalah cara elegan untuk mencegah pesaing bisa berjaya. sedangkan protes, hmm itu tidak salah tetapi menurut saya tidak punya pengaruh signifikan selain menguntungkan yang diprotes karena strategi Viral Marketingnya berjalan dengan mulus

Nah saya tidak tahu mengapa sih sepertinya kita ini sulit atau bahkan tidak mau berkompetisi ?, tidakkah umat Islam akan bangga apabila punya Film Box Office sekelas The Lords of The Rings yang judulnya Menculik kedigdayaan Umar bin Abdul Aziz misalnya, atau film yang berjudul Menculik Cordoba, ketika Ekonomi Islam berjaya di Eropa ?, jikalau umat islam punya Film Director sekelas Steven Spielberg, yakinlah kita bisa membuat film EPIC yg juga mencerahkan yang bisa terpatri lama di otak kita, jika umat islam punya orang sekelas James Cameroon, yakinlah dia akan menduduki jabatan2 penting di dunia Film sehingga bisa memberi pendidikan dan pengaruh kepada masyarakat kalau Film tipikal seperti “menculik titik2 yang pemainnya di impor dari jepang itu” hampir dipastikan adalah sampah

Tahun tahun belakangan ini awalnya saya senang dengan munculnya beberapa film bernafaskan islam, suatu langkah awal yang bagus buat bersaing, tapi makin ke sini entahlah kualitasnya jadi berkurang dan malah lebih mirip Shitnetron, ah miris memang

Yah begitulah, semuanya ironis ya, termasuk saya, menghimbau untuk tidak protes dengan cara protes, ah sudahlah lebih baik saya coding lagi, karena cuma di dunia web developer saya mampu berkompetisi

permalink : http://adityakircon.blogsome.com/2009/10/13/tak-mau-berkompetisi/

Oct05

Sebetulnya saya udah penasaran banget pengen nonton Film ini, makin penasaran manakala banyak yang bilang film ini bagus, cuma sialnya, di Bandung Star Trek baru dirilis baru-baru ini, padahal di Jakarta Star Trek udah muncul dari pertengahan Juni. Saya bukan trekker (FANS STAR TREK), saya tidak punya gambaran cerita Star Trek itu tentang apa, dulu waktu kecil sebetulnya tau kalau Star Trek Series ditayangin di RCTI, sayangnya saya tidak ingat ceritanya bagaimana, yang saya tau hanya karakter Jean Luc-Picard yang botak, Data sang robot dan pesawat Enterprise yang legendaris itu

Pada saat nonton pun, jujur saja, saya seperti nonton film yang benar-benar baru, kemana Kapten yang botak itu ?, lah koq namanya lain ? (James T Kirk), belakangan saya baru tau bahwa Star Trek The Movie ceritanya diambil dari timeline Star Trek yang original. Di indonesia, setau saya series ini tidak begitu populer, apalagi waktu itu ditayangkan terbalik, Star Trek : The Next Generation (Jean Luc Picard - RCTI) dulu, baru deh Star Trek Original (James T Kirk - SCTV), padahal di Amerika sana, yang ditayangkan tentu saja Star Trek Original terlebih dahulu

Cerita Star Trek The Movie berkisah tentang awal-awal kru USS Enterprise terbentuk, dimana James T Kirk dan Spock bertemu, James Kirk muda adalah seorang remaja berandalan yang ugal-ugalan, namun walaupun begitu dia sangat cerdas, dia adalah anak George Kirk, seorang pahlawan Armada Bintang (Starfleet) yang mati mengorbankan nyawanya demi para krunya. James Kirk ini awalnya tidak mau masuk ke Armada Bintang, namun ditantang oleh Christopher Pike (Captain USS Enterprise) apakah dia hanya ingin hidup biasa-biasa saja atau ingin hidup menjelajah bintang dan menyamai kepahlawanan ayahnya ?, Sedangkan Spock adalah makhluk “blasteran”, Ayahnya seorang Vulcan, sedangkan ibunya seorang manusia. Para Vulcan adalah ras yang sangat mengagungkan logika, dan Spock pun dididik dengan cara ini, namun walaupun begitu terkadang Spock tidak bisa mengendalikan sisi emosionalnya, ini mengkhawatirkan bagi para Vulcan, dan akhirnya pada akhir studi Spock menolak tawaran untuk tetap di akademi dan dia memilih ke bumi, bertemu nenek moyang ibunya dan bergabung dengan Armada Bintang.

Sebagai sebuah film bioskop yang diadaptasi dari film seri, saya kagum dengan independensi film ini, anda bisa menikmati film ini tanpa perlu tau film series originalnya seperti apa, dan yang bikin saya kagum adalah kebetulan film ini bercerita tentang Alternate Universe, dimana orang-orang star trek dari masa depan tidak sengaja masuk ke masa lalu dan mengubah tatanan sejarah di masa lalu, jadi walaupun orang-orang di masa depan dan masa lalu adalah sama, takdir dan history yang mereka bangun bisa berbeda. ini sangat menarik, Selain membuat ceritanya terlepas dari cerita originalnya, ini juga memungkinkan untuk memunculkan sekuel-sekuel selanjutnya yang ceritanya sama sekali baru

Kagum yang kedua, di berbagai sisi, film ini sangat pas dan berimbang, saya tidak bosan dengan joke-jokenya, saya tidak bosan dengan aksinya, saya tidak bosan perangnya dan saya tidak bosan dengan spesial efeknya, tidak seperti Transformers II yang banyak dialog nggak penting atau adegan aksinya yang maksa dipanjang2-in, begitu pun dengan Angel & Demons yang hanya memperbanyak adegan aksi saja, sementara kedalaman cerita terabaikan dan kurang greget

Kagum yang ketiga adalah joke, asli ngakak di tengah serius itu bisa bikin ketawa maksimal, saya kagum dengan susupan kelucuan di film ini, selain terkesan nggak dibuat-buat, joke pun bisa menjadi penyegar di kala “menurunnya alur film”, jadi nonton film ini serasa diobok2, perasaan dibuat naik-turun kayak Roller Coaster. salah satu joke favorit saya adalah ketika para awak men-starter USS Enterprise pertama kali, semua kru dengan bagiannya masing-masing telah menyiapkan pesawat untuk berangkat, di tengah muka yang serius dan mesin mulai menyala, tapi anehnya pesawat nggak mau jalan, dan setelah ditelusuri, ternyata seorang kadet lupa untuk melepas rem tangan …. grrr saya pun ngakak gak ketulungan

Kagum yang keempat adalah cerita, what a nice story, banyak plot keren yang terjadi di film ini, dan lebih dari semua itu kebanyakan unpredictable, terus motif setiap karakter & latar belakangnya terjelaskan dengan jelas mengapa mereka berbuat begitu ?, mengapa Nero ingin menghancurkan seluruh federasi, mengapa Prime Spock tidak dibunuh segera setelah dia ditangkap ?, mengapa Pesawat Narada adalah pesawat penambangan bukan pesawat perang ?, Mengapa Prime Spock membohongi James Kirk agar dia segera pergi ke Enterprise ?

Sisanya selain itu musik dan spesial efek, ya kalo ini sih kualitasnya standard (sama dengan Star Wars : Revenge of The Sith lah), hanya satu spesial efek yang bikin hati saya teriak “Gila KEREN ABIEEZ, KEREN KEREN BANGET PUOOOL” adalah waktu kemunculan pesawat Narada lalu berperang dengan USS Kelvin

Kesimpulannya

  1. Rating 9,5/10
  2. Damn, pengen nonton lagi *_*
  3. Mesti Beli DVD Aslinya, mudah2an November ini udah tersedia *h2c*
  4. The Best movie this year so far, satu2nya yang mungkin menggeser Star Trek adalah Avatar yg bertema Sci-Fi angkasa juga, dirilis nanti akhir tahun, avatar ini hype-nya dari awal tahun udah gila2-an, yah kita liat aja entar sebagus mana Avatar itu

Permalink : http://adityakircon.blogsome.com/2009/10/05/ulasan-star-trek-the-movie/

Jun30

Saya sudah menunggu-nunggu film itu terutama karena terkesan oleh Transformers 1 (T1) yang menurut saya almost perfect, nonton hari minggu kemaren dan saya terkejut juga, yang nonton membludak, saya dapet tiket sehari sebelumnya nitip sama adik ipar, yah walaupun dapat kursinya sedikit kurang ideal, dapat di pinggir, tapi ya itu masih lebih baik daripada di depan, lagipula mengingat banyak orang yang antri dan dapat tiketnya sangat sulit, saya bersyukur bisa nonton film ini, oiya seumur-umur kenal dengan bioskop baru kali ini sy ngeliat antrian yg gila abis, pintu belum dibuka pun penonton pada ga sabar nungguin BERDIRI di depan pintu, ketika melihat hal tsb, saya bertanya-tanya dalam hati, wah ini film mesti lebih bagus dari yang pertama , kalo nggak semangat penonton yang sangat tinggi ini bisa pudar dengan sia-sia kalau filmnya jelek

Dan hasilnya, bagi saya sendiri sih filmnya lumayan bagus, termasuk nggak rugi untuk ditonton berkali-kali, cuma ya maaf2 aja T2 ini tidak lebih bagus dari T1, Sound dan Special effectnya memang sangat luar biasa tapi yah ada sedikit hal-hal yang mengganjal di hati, ini diantaranya

The Fallen yang maha dahsyat dan bahkan bisa membuat Megatron jadi kacung, matinya cuma gitu aja, what a ?, padahal kemunculan dia sangat-sangat keren dan sangat berkuasa, jahat dan gelap, sayang sekali kemantiannya terlalu mudah dan agak dipaksakan

Adegan di Mesir yang kejar-kejaran antara Witchwicky yang ingin menemui Optimus terlalu lama, saya jadi terus terngiang-ngiang dalam hati, oh TIDAK witchwicky itu manusia, sangat sulit bertahan keluar dari kepungan decepticons dalam waktu yg lama, lebih prefer kalo witchwiky itu naek seorang Autobots, naek Bumblebee misalnya atau nggak dia naik Arcee sedangkan Mikaela naek motor yang satu lagi, kalo gak salah saudaranya Arcee (lupa namanya), jadinya kalau begini dia bakal ketemu dengan Optimus-nya bisa lebih cepat

Terlalu banyak adegan “syuur” yang menurut saya nggak penting, terutama Alice yang aggresif itu, keberadaan Alice berubah jadi human bagi saya tidak masalah, karena memang setau saya di versi kartunnya ada bbrp robot yang bisa mengambil bentuk manusia, tapi saya lebih prefer kalo dia itu lebih dingin, jadi sekali ketemu Witchwicky harusnya langsung hajar aja lah, tanpa ada embel-embel merayu yang bagi saya agak berlebihan

Rada sebal dengan angkatan perang amerika, mereka benar-benar bersombong ria di film ini ^_^, ok saya akui angkatan perang amerika memang advance, tapi ya masa bisa mengalahkan Devastator yang naujubilah gedenya sekali tembak, lebih prefer kalo mereka itu assist aja, alias tembakan2-nya cuma melemahkan devastator, sisanya devastator lebih asyik dibantai oleh keroyokan Autobots, siapa kek Ironhide + The Twins + Sideswipe misalnya

Megatron agak kurang menggigit, waktu kebangkitannya terus “menganiaya” star scream terus terbang langsung ke “kandangnya” The Fallen sih keren, tapi ya adegan fighting terakhirnya gitu doank, sedih, apa mungkin dia masih terlalu lemah ?, kekurangan parts yang mumpuni ?, padahal kalo merasa lemah ya jangan nyerang dulu, istirahat dulu aja napa barang beberapa hari (LOL)

Yak itu tadi di atas adalah sisi negatifnya, nah sekarang saya coba review beberapa sisi positifnya

Kocak abis, terutama The Twins dan si Leo, waktu adegan si Leo pingsan kesetrum di kamar mandi, absolutly AWESOME, gila seluruh bioskop pada ketawa ngakak, mana ketawanya lama lagi, juga decepticons “piarannya” Mikaela parah banget, dia itu decepticons, tapi koq kelakuannya amat-sangat bodoh, bisa-bisanya nginjek jebakan tikus (LOL), dan lucu juga ada presiden Obama disebut :D

Special Effect mantabs, couldn’t agree more, dapet nilai 10 deh, yah emang sisi ini sih yang memang dieksplor habis-habisan oleh Michael Bay, sangat keren, lebih bagus dari special effect T1, dan lebih mudah saya ikuti daripada Special Effect di T1 yang pace-nya cepet banget

Pembukaan film yang pas kejar-kejaran di Shanghai itu mantabs, lebih bagus dari pembukaan T1, lebih menegangkan dan kejar-kejarannya keren banget

Devastator ciamik nian, terutama waktu penggabungan dari beberapa mobil itu loh, terus Soundwave juga keren, tanpa tedeng aling-aling dia hack gitu aja satelit amerika, bener-bener intel sejati, tersembunyi, nggak menonjolkan diri, bekerja di belakang layar dan nggak terdeteksi sama sekali, ini masih lebih bagus daripada intel decepticons di T1, nyuri data di Air Force One tapi ketahuan ~_~, Starscream juga keren, pengecut, cuma muter-muter di angkasa ngasih perintah, tapi ya itu bagus memang seperti itulah starscream, ingat tanpa saran dia untuk retreat, Decepticons mungkin bisa benar-benar abis di tangan Autobots

DAN ini yang SANGAT SANGAT KEREN TOTALLY 1000% AWESOME, 4 THUMBS UP, adegan perkelahian Optimus Prime di hutan melawan Megatron-Starescream-satu lagi namanya lupa, very memorable, waktu Optimus Prime ditusuk dari belakang juga, OMG, scene yang sedih tapi juga sekaligus senang Optimus yang sangat kuat itu bertarung habis-habisan NGELUARIN SELURUH JURUSNYA, berkorban nyawa demi menyelamatkan Witchwicky

Segitu mungkin reviewnya, secera keseluruhan film ini saya kasih rating 8/10, oiya saya juga memikirkan versi ending alternatif yang mungkin bisa membuat pertarungan antara Autobots dan Decepticons lebih seimbang, saya lebih suka Witchwicky itu ketika di musium tidak membangkitkan JetFire, tapi membangkitkan salah satu primes, mungkin Vector Prime, bisa diceritakan dia hanya mengorbankan nyawa separuhnnya ketika saudara-saudaranya mengunci Matrix of Leadership, jadi alih-alih terkunci selamanya di bawah Istana (apa tuh namanya) untuk melindungi Matrix of Leadership, dia hanya terkunci di sebuah Pesawat Raptor, dan bisa dibangkitkan oleh serpihan AllSpark yang dibawa oleh Witchwicky, nah tugas Witchwicky berhenti di sini, so dengan begini aksi heroik seorang manusia bisa tampak tidak terlalu berlebihan

Kemudian, Vector Prime akan melawan The Fallen dan Optimus Prime melawan Megatron. Vector Prime bertarung secara heroik dengan The Fallen, Vector Prime agak kewalahan, karena sebagian partsnya dikasih ke Optimus Prime, tapi walaupun begitu The Fallen bisa dikalahkan dengan cara Vector Prime mengorbankan dirinya dengan mengunci The Fallen lalu meledakan diri bersama, so dengan demikian keduanya mati dengan layak, sedangkan Optimus Prime sendiri ketika melawan Megatron, tentu saja Optimus Prime lebih kuat karena mendapatkan sedikit parts dari Vector Prime yang notabene bukan robot biasa. Megatron tentu saja karena sifatnya yang ngotot abis, ya ndak akan mundur. tapi ketika The Fallen hancur, Starscream menadatanginya dan menyarankan dia untuk retreat, Starscream-Megatron-Soundwave kabur, bumi damai kembali seperti semula

Begitulah cerita alternate saya, entahlah apa bisa sesuai dengan original versionnya yang kartun itu, saya soalnya nggak mengikuti secara tuntas sih, wong waktu itu masih SD, cuma ngikutin berantem-berantemnya aja, sementara kedalaman cerita dan masing-masing karakternya nggak begitu paham