Sep21

Sang Pencerah adalah sebuah film semi biografi pendiri Muhammadiyah bernama Muhammad Darwis yang lebih dikenal dengan nama KH Ahmad Dahlan

Saya nonton film ini 2 hari yang lalu setelah banyak teman FB & Twitter memberi tahu bahwa film ini cukup bagus, tetapi saya pribadi cukup sangsi apa benar Film ini akan sebagus itu, apalagi Film ini diproduseri oleh Raam Punjabi yang notabene sering memproduksi film/sinetron dengan kualitas gak jelas, ditambah lagi di 2 Film bertemakan islam sebelumnya seperti Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat-ayat Cinta, terus terang saya tidak begitu suka, saya merasa Islam itu isinya hanya Cinta & Poligami saja, dan kedua tema itu yang terus diekspos sepanjang film, walaupun di bukunya tidak seperti itu, apalagi ketika KCB diangkat ke sinetron, ampun dah ciri khas sinetron banget, semua digambarkan sempurna, yang sholeh, sholeh banget kehidupannya sempurna, yang jahat pun demikian, seolah-olah hidup sangat jelas gambaran hitam & putihnya

Dan setelah kurang lebih 2 jam saya menonton, alhamdulillah keraguan diatas itu sirna, karena plotnya tidak tok hitam-putih, manusia adalah manusia temasuk mereka yang bergelar Kiai bisa saja salah :) , di samping itu memang ada adegan yang menurut saya rada berlebihan, tetapi secara overall, INDONESIA perlu memperbanyak film semacam ini, penuh inpirasi dan mengedukasi, Sang Pencerah mengisahkan tentang pertentangan 2 pemikiran dalam poros islam, dimana yang lama merasa terancam dengan yang baru, dan kebayang tidak oleh anda pertentangan itu berkisar soal Kiblat atau soal Meja kayu ?, zaman sekarang hal ini mungkin terlihat remen temeh, tapi di zaman dahulu, karena ketidaktahuan ilmu geografi, banyak Mesjid di Kauman, Yogyakarta mengarah ke arah yang sembarang, ada yang ke timur, barat, utara dan selatan hanya karena menyesuaikan dengan jalan raya, kasus ini coba diubah oleh KH Ahmad Dahlan, bahkan sampai membuktikan di hadapan Kiai sepuh dengan membawa peta dan kompas, tak disangka bukannya para Kiai itu sadar mereka malah meng-Kafirkan KH Ahmad Dahlan, pun begitu ketika KH Ahmad Dahlan menggunakan meja kayu dan papan tulis untuk mengajar di madrasahnya, diapun dicap Kafir, saling mengkafirkan tidak berhenti di sini, selanjutnya perbedaan pendapat situasinya malah semakin meruncing sehingga salah satu pihak ada yang tega berbuat anarkis terhadap saudaranya sendiri

Ya, kafir adalah kata yang paling sering diucapkan di dalam film ini, saya sempat menitikan air mata, bukan bukan sedih karena apa yang terjadi di masa lalu, tetapi sedih karena yang terjadi hampir 100 tahun lalu itu masih juga terjadi pada masa sekarang, dimana orang karena berbeda pendapat, seringkali memaksakan pendapatnya dan saling mencap Kafir bahkan ada juga yang berperilaku anarkis terhadap saudaranya sendiri yang jelas2 kedua belah pihak meyakini syahadat dan melakukan Shalat. Di atas adalah 2 contoh isu yang dikemukakan di film ini, masih ada isu-isu lain yang jadi bahan pertentangan, kalau penasaran silahkan ditonton saja he he

Selain sedih, perasaan saya juga bercampur dengan rasa senang karena diantara film indonesia yang bertemakan sampah (cinta+horror+esek2), akhirnya tahun ini ada juga film yang bagus, selain plot, grafik yang ditampilkan di film ini juga keren, Hanung Bramantyo saya rasa mahir sekali menampilkan keadaan Yogya zaman dahulu, saya pribadi kebetulan sangat suka sejarah, jadi kalau ada di suatu film yang menampilkan suasana masa lalu dengan background yang aduhai, saya selalu terpukau walaupun diantara bakground itu ada yang dicomot langsung dari Foto statis masa lampau, tetapi entah kenapa yang ditampilkan serasa pas saja, tidak terlalu kelihatan itu adalah sebuah foto

Dari sisi akting, tercatat hanya 2 Aktor saja yang penampilannya luar biasa, yaitu Lukman Sardi sebagai KH Ahmad Dahlan dan Slamet Rahardjo sebagai Kiai penghulu masjid besar Kesultanan Yogyakarta (uh saya lupa namanya siapa ), peran mereka sangat pas, saya bisa melihat nuansa orang jawa-islam yang kental dalam akting-akting mereka, sedangkan aktor lainnya performanya biasa-biasa saja karena memang peran mereka pun bukan merupakan tokoh kunci, tapi ada satu aktris yang performanya mengecewakan, yaitu Zaskia Mecca, dia memerankan tokoh yang cukup penting dari Film ini yaitu sebagai istri dari KH Ahmad Dahlan, tapi saya merasa penampilannya lurus-lurus saja, gak bagus & gak jelek, logat jawanya pun tidak keluar, bicara bahasa jawanya pun jarang, huft seharusnya akting dia bisa lebih bagus dari itu, entahlah saya sedikit mencium nepotisme di sini apalagi kebetulan Zaskia adalah istrinya Hanung Bramantyo yang notabene adalah sutradara film ini

Akhir kata, saya rasa ini film yang amat layak anda tonton, tontonlah di bioskop jangan di DVD bajakan, semoga dengan anda nonton di bioskop bisa memotivasi produser-produser film lainnya untuk memproduksi film-film sejenis yang berkualiats, saya bisa membayangkan kalau di masa depan akan ada film tentang Buya Hamka atau tokoh-tokoh lain yang bukan saja menghibur tapi bisa mencerahkan

My Rating :
Akting :7
Grafik : 9
Plot : 8
overall : 8/10

Dec28

Waktu pertama kali nonton Avatar saya tidak berani untuk menulis FULL REVIEW tentang film ini karena pada waktu itu gambar yang disajikan membuat saya sedikit tidak siap dan malah terbengong-bengong kagum dengan visualisasi yang disajikan James Cameron

Dan sekarang setelah nonton untuk yang kedua kalinya, saya siap untuk menulis review lengkap, ada beberapa scene yang tadinya membuat saya bingung, setelah nonton untuk yang kedua kalinya menjadi jelas, terutama scene yang awal-awal

Jadi film tentang apakah Avatar itu ? , Avatar adalah Film yang bercerita tentang dunia Pandora, salah satu planet yang mengorbit di sistem tata surya Alpha Centauri A, pada saat itu manusia sudah sangat maju sehingga dengan kecanggihannya mereka bisa menjelah ke luar angkasa, nah dikisahkan manusia pergi ke Pandora dan menetap di sana dengan harapan bisa menambang suatu mineral berharga bernama unobtanium. nah sayangnya unobtanium ini berada jauh di bawah tanah yang diatasnya dikuasai oleh makhluk hidup berbentuk seperti manusia namun berkulit biru bernama Na’vi. nah dari sini konflik dimulai, bagaimana cara manusia menambang mineral tersebut sementara bangsa Na’vi menolak untuk menyerahkan tanahnya kepada manusia ?

Itulah sekilas sinopsis avatar dan terlihat bahwa ini bukanlah Avatar yang The Last Airbender itu ?, ini avatar-nya James Cameron, James Cameron jugalah sutradara Film Titanic dan terminator 2, dari sini sudah jelas mengapa filmnya ditunggu, bahkan dari awal tahun sudah sangat digembar-gemborkan oleh berbagai media, namun walaupun begitu masih saja ada beberapa penonton yang ketika masuk bioskop salah menduga kalau-kalau yang akan dia tonton adalah film tentang Legend of Aang

Kita kembali ke review, dari segi cerita tidak ada hal yang baru yang ditawarkan Avatar, ceritanya menurut saya sederhana dan sangat terlihat hitam-putihnya, namun begitu bukan berarti kita akan bosan menontonnya, ada beberapa moral cerita yang menurut saya menarik, yaitu tentang isu lingkungan hidup, dan juga disinggung pula mengenai spiritualitas tentang alam, tema ini sangat cocok disajikan kepada manusia zaman sekarang yang cenderung tidak peduli terhadap alam dan mencemooh kearifan lokal terhadap hutan

Pada sisi visualisasi, well di sinilah hebatnya avatar, James Cameron berhasil menyajikan dunia Pandora dengan luar biasa indah, grafis yang dihasilkan benar-benar top-notch, menonton alam Pandora seperti saya melihat alam mimpi warna-warni yang penuh fantasi, benar-benar memanjakan mata, pamer teknologi CGI (Cinematic Graphic Imagery) benar-benar diekspos di sini, dunia nyata dan real serasa menyatu, pemandangan ketika di hutan, di atas pohon, dia atas tebing, tumbuhan dan binatang yang beraneka warna, serasa nyata dan bahkan emosi yang ditampilkan oleh bangsa Na’vi pun mampu ditampilkan secara alami, tatapan matanya ketika sedih, raut muka ketika marah ada semua di sini, dan ini membuat saya bertanya-tanya, bagaimana caranya James Cameron membuat hal seperti itu ?, oh iya pamer visualisasinya bukan hanya tentang alam saja, adegan ketika bangsa Na’vi berperang dengan manusia pun nggak kalah bagusnya membuat jantung berdegap-degap, mungkin alur perangnya mudah ditebak bagaimana akhirnya, tetapi cara perangnya itu yang saya pikir termasuk unik di dunia 3D, Mesin vs Monster, semua elemen peperangan lengkap ada di sini dari mulai bahan peledak, misil, pesawat canggih, robot, binatang yang seperti harimau, kelelawar raksasa, badak raksasa dipadu dengan panorama yang fantastis, MANTAB

Dari sisi acting ada satu hal yang membuat saya tertarik, adalah peran Neytiri yang sangat signifikan di film ini, padahal ybs bukanlah aktor utama, dia adalah tokoh perempuan yang bukan hanya sekedar pemanis mata saja, di sini dia berperan sangat heroik, sebagai putri dari kepala suku yang pada akhirnya bertanggungjawab atas keselamatan kaumnya, peran signifikan yang lainnya juga bisa dilihat ketika ending, dimana dia yang membunuh penjahat utama dan menyelamatkan Jake Sully yang merupakan tokoh utama

Dari sisi musik, well cukup mendukung walaupun nggak terlalu luar biasa, terutama ketika perang, musik ini bisa membawa sedikit ketegangan, oiya di soundtrack-nya kalo anda perhatikan, disitu terselip suara Gamelan yang notabene berasal dari indonesia, bangga juga ada musik yang berasal dari indonesia muncul di situ

overall, Avatar menurut saya boleh dibilang adalah film terbaik tahun ini, sedikit unggul di atas Star Trek, sangat direkomendasikan tuk ditonton terutama untuk memanjakan mata :)

Plot : 8/10
Acting : 9/10
Music : 8/10
Graphic : 11/10 :-P

Oct26

Abis nonton film Confessions of Shopaholic, jadi sedikit terinspirasi mengenai uang dan hutang

ini beberapa hal yang berkelabat di pikiran saya

  • Hindari hutang, terutama hutang yang digunakan untuk membeli barang konsumtif
  • Hanya rumah, satu-satunya barang yang boleh dihutangin, kecuali kalo punya uang kontan untuk membelinya, maka silahkan beli kontan
  • Orang bilang tidak apa-apa berhutang untuk tujuan bisnis, saya sih tidak setuju, terutama kalau bisnis itu baru saja dibangun, bisnis paling bagus didanai oleh diri sendiri atau minimal oleh para co-foundernya, Bisnis yang didanai oleh orang lain, akan menyebabkan para co-founder kehilangan kontrol atas bisnisnya, kita tidak bisa lagi merencanakan dan menargetkan sesuatu sesuai dengan yang diinginkan, alih-alih apa yang kita putuskan selalu harus disetujui oleh orang yang memberi hutang tersebut
  • Jangan punya kartu kredit, jangan tergiur sekalipun customer service merayu gila-gilaan, jangan pula tergiur dengan teman, kalau teman punya kartu kredit, itu tidak berarti kita harus punya juga, kalo ada yang bilang fungsi kartu kredit adalah untuk emergency itu nggak sepenuhnya benar juga, pakai kartu debit untuk tujuan emergency, sekarang sudah banyak penerbit bank yang mengeluarkan kartu debit berlogo VISA atau Mastercard
  • Rumus beli barang = Bayar Kontan atau Tidak beli sama sekali, gak punya motor ?, ada angkot, gak punya HP keren ?, HP murah skrng banyak , gak punya laptop ?, masih ada PC, gak punya PC ? masih ada warnet, gak mau pake HP murah dan masih tetep pengen HP keren, paksakan nabung
  • Kredit = mengorbankan kenyamanan masa depan dengan kenyamanan masa sekarang
  • Kredit bagai merokok, pertama kali menghisap tidak terasa apa-apa, selanjutnya terus ketagihan sampai-sampai jumlah tagihan 50% dari penghasilan bulanan, atau lebih buruk lagi jumlah tagihan menyamai penghasilan bulanan, kalo sudah begini hidup bisa terasa tidak enak, yang ada malah stress he he
  • Ada uang lebih, sebisa mungkin investasikan, kalaupun misalnya kita cuma punya uang lebih Rp 100.000, jangan dipikir itu tidak bisa digunakan buat investasi, tabunglah atau konversikan ke barang berharga seperti emas, dan jika uangnya mencukupi untuk investasi, bisa investasi di Reksadana Syariah (ada loh Reksadana yg minimal cuma 1 jt, malah denger2 ada juga yg dibawah itu), uang hasil investasi jangan digunakan untuk apa-apa, tapi gunakan untuk investasi lagi, begitu seterusnya sampai kalau perlu anda bisa naik haji hanya dengan uang investasi ini
  • Ada uang lebih, gunakan untuk shadaqoh, berikan dari orang yang terdekat (saudara, tetangga) samapai yang terjauh, shodaqoh itu menyebabkan uang mengalir di sekeliling kita, dan kalau ada uang mengalir di sekeliling kita, orang-orang di sekeliling kita kesejahteraanya bisa meningkat, imbasnya kejahatan yang berkaitan dengan masalah sosial bisa menurun, so Shodaqoh bisa menjadi Asuransi sosial, pas dengan ajaran islam kalau Shodaqoh bisa menghindarkan kita dari musibah
  • Terus biarkan uang mengalir dan jangan dibiarkan diam menetap, 2 cara mengalirkan uang adalah dalam bentuk Investasi dan Shodaqoh, uang yang kita alirkan akan memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai Simpanan Kekayaan Harta & Simpanan kekayaan sosial, uang yang mengalir dari investasi dan shodaqoh cepat atau lambat kan kembali ke diri kita, dari investasi kalo untung hasilnya bisa datang dalam bentuk uang, kalo rugi hasilnya datang dalam bentuk pelajaran, dari shodaqoh hasilnya datang dalam bentuk Asuransi sosial, bisa juga datang dari rasa senang membantu yang kesusahan, kalaupun pada akhirnya Asuransi sosial tidak terbentuk, ya paling tidak kita telah menabung pahala
  • Tabungan bukan berfungsi untuk menyimpan kekayaan, tabungan digunakan untuk tujuan konsumtif pengganti kredit untuk membeli barang, jangan gunakan tabungan untuk menyimpan kekayaan, kalau tabungan digunakan untuk menyimpan kekayaan, kita akan merugi, karena nilai uang akan berkurang tergerus oleh inflasi

so itulah pendapat saya, bagaimana dengan anda ?, apa sikap atau visi anda tentang uang dan hutang ? silahkan dibagi di sini

permalink : http://adityakircon.blogsome.com/2009/10/26/inspirasi-acak-mengenai-uang-dan-hutang/