Jul10

Baru saja selesai baca buku Anything You Want by Derek Sivers, Buku bagus yang membahas soal Entrepreneur bergaya Derek Sivers

Derek sivers adalah seorang musisi independen dan seorang founder CDBaby.com, CDBaby adalah online store penjualan CD khusus untuk musisi independen yang mulai dia kembangkan dari nol pada tahun 1997 (ya secara harafiah, bahkan dia belajar sendiri pemrograman PHP & MySql dari awal)

Tips-tips yang Derek berikan di buku ini diantaranya

  • Derek berfokus kepada konsumen, apapun yang dilakukannya adalah demi konsumen, jadi ketika ada sebuah perusahaan iklan menawarkan untuk memasang iklan di situs cdbaby.com dia menolaknya, alasan dia karena iklan bukanlah apa yang dibutuhkan oleh pelanggan, jika kita tanya ke pelanggan “hi pelanggan apa kamu senang jika ada iklan ?”, tentu saja pelanggan mana yang mau ada sebuah iklan di sebuah website
  • Derek berfokus kepada kebahagiaan, dan fondasi kebahagiaan menurut dia adalah melakukan sesuatu yg bergairah baginya, jika yang dia inginkan membangun 1 perusahaan kecil dengan tim yg berjumlah sedikit, mengapa harus membuat perusahaan besar ?, pada tahun-tahun awal Derek berdiri sudah banyak orang yang ingin berinvestasi di perusahaanya dengan alasan untuk memaksimalkan profit, bagi Derek bukanlah profit yang utama, melainkan bagaimana dia menikmati untuk menjalankan perusahaan dan menyenangkan para konsumen, jadi arah perusahaan di-drive oleh 2 hal, keinginannya sendiri dan keinginan konsumen, bahkan jika keinginan konsumen membuat situs penjualan CD yang menyaingi dia, “so let it be, i don’t care”, berarti memang CDbaby sudah dibutuhkan lagi, tak masalah begitu kata dia
  • Derek berfokus kepada improvement, dan salah satu untuk meningkatkan improvement adalah Delegasi, kita tidak akan bisa memikirkan improvement kalau segala sesuatu kita kerjakan sendiri, jadi dia membikin sistem delegasi sedemikian rupa secara bertahap sehingga pada suatu saat, jika saja dia meninggalkan perusahaanya dalam 1 tahun, lalu dalam setahun kemudian perusahaaanya akan baik2 saja (yak dan ini dia benar-benar lakukan :D , dia keliling Eropa just for fun)

Pada akhirnya karena dia tidak suka mengatur perusahaan dengan jumlah karyawan yang banyak, dia menjual perusahaanya dan uang yang didapat dikirim ke badan amal khusus untuk pendidikan musik, sekarang yang bersangkutan tinggal di Singapura dan sedang membangun sebuah bisnis baru

Tips-tips buku ini memang padat, Derek merangkum pengalaman 10 tahunnya membangun bisnis ke dalam buku kecil yang saya pribadi cuma selesai membacanya dalam waktu kurang lebih 2 jam saja, beberapa artikel disadur dari beberapa tulisan di blognya dengan pengeditan sedikit kata

Kalau anda seorang entrepreneur saya rasa buku ini cocok buat anda, Seth Godin sendiri juga merekomendasikan buku ini di blognya

Jul07

Manusia sering bertindak tidak logis, sisi emosi kalah dgn sisi logika, misal kita disodorkan manakan enak, secara logika kita sudah tau itu makanan ndak sehat tapi karena emosi pernah merasakan enak, akhirnya makanan itu dilahap juga

Contoh lain kalo lagi berbelanja, kita lihat ada barang bagus, secara logika kita tau nggak terlalu membutuhkan barang tsb, tapi karena dah terlanjur “suka” dgn barang tsb akhirnya dibeli

Sebetulnya lumrah buat manusia bertingkah laku seperti ini, tapi jadi bahaya kalau gara2 perilaku seperti ini kita jadi membenci diri sendiri dan mulai melihat kalau orang lain sepertinya bisa mengatur dirinya lebih baik (pada kenyataanya sebetulnya sama aja he he), kalau kita jatuh kepada tahap ini kita cenderung jadi sulit bersyukur dan imbasnya akan mengurangi tingkat bahagia

Ada sebuah fakta yang menarik, sebuah penelitian dilakukan terhadap orang2 yang otaknya rusak (entah karena stroke atau kecelakaan), yg diteliti adalah orang yg rusak di sisi emosinya saja sedangkan sisi logisnya masih utuh

Kita mungkin mengira orang tersebut akan menjadi superior, karena sisi emosi tidak akan lagi menginterupsi kalau sedang membuat keputusan sehingga dia bisa mengatur dirinya dengan sangat baik

Tapi ternyata hasilnya cukup mengejutkan para peniliti menemukan bahwa, jika di pikiran orang2 ini muncul pertanyaan “apa yang harus saya lakukan sekarang ?”, otak mereka berpikir dengan cepat sehingga mulai memunculkan puluhan solusi logis yg amat sangat baik TETAPI mereka kesulitan memutuskan mana yang harus dipilih untuk dilakukan karena mereka sudah kehilangan sisi emosi, mereka jadi kesulitan untuk menyukai dan tidak menyukai sesuatu

Dengan adanya penelitian tersebut kita paling tidak bisa merasa bersyukur masih memiliki sisi emosi di pikiran kita, kita masih bisa memutuskan sesuatu hal dengan cepat tidak seperti orang2 di atas, so dengan begitu pertimbagkan kembali jika kita sudah terlanjur membenci diri sendiri, apakah kita yakin ingin menghapus sisi emosi dari pikiran kita ?

_______

rangkuman dari bab2 awal Finding The Happiness Hyphothesis : Modern Truth of Ancient Wisdom by Jonathan Hadt

May12

Yak itu adalah cita-cita saya, yeah cita-cita yang sedikit mengherankan memang, apalagi kebanyakan programmer yang saya kenal, kalau ditanya apakah mau menjadi programmer selama seumur hidup ?, kebanyakannya jawabannya adalah tidak !!!, saya bisa memaklumi, apalagi peran programmer boleh dibilang peran/jabatan paling rendah dari keseluruhan proses untuk mengembangkan sebuah software, ibarat orang yang membangun sebuah rumah, peran programmer mirip dengan kuli bangunan yang mengaduk pasir, membuat kusen, memplester batako dll, oleh karena itu tidak heran pula di kalangan pegiat IT, programmer menamakan dirinya “Kuli IT”

Orang yang bekerja, tentu saja ingin penghasilannya besar, beberapa programmer menganggap apabila ada seseorang yang “stuck” hanya jadi programmer saja, itu pertanda orang tersebut kurang berkembang, yak kebanyakan mimpi kolega-kolega saya adalah menjadi system-architect atau bahkan ada yang bermimpi ingin menjadi seorang CIO (Chief Information Officer), sebuah mimpi yang besar, yang kalau bisa dicapai akan mendapatkan sebuah kebanggaan dan juga kekayaan yang lebih besar ketimbang seorang programmer

Lalu pertanyannya, jikalau posisi system-architect demikian mengkilap atau posisi CIO demikian menggiurkan, mengapa saya tidak mau menggapainya ?, apakah karena saya takut tantangan ?, apakah karena saya malas bekerja keras untuk menggapainya ?, hmm jawabannya bisa iya bisa tidak, tetapi yang pasti alasan utama saya ingin tetap menjadi programmer adalah karena saya cinta menulis kode, ratusan kode yang saya tulis merefleksikan hasrat saya, bagi saya baris-baris kode tersebut adalah ibarat baris puisi yang ditulis oleh pujangga yang sedang dimabuk asmara, saya menemukan kebahagian di dalamnya, suatu anugerah yang diberikan Allah SWT kepada saya, apalagi menjadi programmer adalah keinginan saya sejak mengenal komputer. jikalau saya telah menemukan telaga kebahagiaan dari menulis kode ?, mengapa saya harus melepas peran itu demi jabatan yang lebih tinggi ?, jangan salah sangka, bukannya saya tidak mau menjadi CIO ?, kalaupun suatu saat nanti saya mendapat peran yang lebih tinggi, saya tetap tidak akan melepas hobi saya menulis kode, lagipula ada beragam hal yang positif apabila anda tetap mengerjakan pekerjaan “kuli” walaupun jabatan anda sudah lebih tinggi daripada sekadar kuli

1. Memotivasi bawahan
saya ingat beberapa tahun lalu punya atasan yang jabatan resmi beliau adalah CTO (Chief Technology Officer), dia membawahi 2 orang system analyst, 4 orang programmer dan 1 orang web desainer, dari skema ini terlihat perusahaan kami tidaklah besar, tetapi walaupun begitu, menurut pandangan saya cukuplah bagi beliau berperan hanya memimpin team, mengevaluasi sistem dan mengarahkan bawahannya, tidak perlulah beliau turun jauh ke bawah, tetapi apa yang waktu itu terjadi ?, beliau juga ikut urun rembug memecahkan masalah kode, ikut menulis kode juga side-by-side dengan kami dalam satu ruangan yang sama, ketika aplikasi mau rilis, beliau juga tidak sungkan-sungkan untuk ikut lembur, kode yang beliau tulis mungkin tidaklah sebanyak yang kami tulis, tetapi kehadiran beliau di tengah-tengah kami bagi saya, sangat memotivasi. saya lebih respek kepada pemimpin yang ikut terjun ke lapangan, daripada hanya pemimpin yang ongkang-ongkang kaki yang cuma bisanya menyuruh-nyuruh saja

2. Lebih mengerti permasalahan yang dihadapi para “kuli”
ini terkait dengan no 1, seorang pemimpin di organisasi perusahaan software IT, apabila ikut terjun coding, akan lebih mengerti permasalahan yang dihadapi oleh programmer, dengan demikian empati yang bersangkutan menjadi lebih besar, imbasnya dalam menghadapi persoalan akan lebih seirama dengan programmer, ini menjadi problem-solver yang efektif, sesuai dengan tujuan perusahaan software IT yang didirikan untuk menjadi problem-solver dengan masalah bisnis yang ada. Empati yang kecil dari atasan sebaliknya alih-alih menjadi problem-solver, malah bisa menjadi problem-creator. Bayangkan saja apabila boss anda marah-marah tanpa mengerti permasalahan yang ada ?, yang dia mau hanya ingin software selesai dibangun pada waktunya ?, apakah tipe seperti ini akan menjadi problem-solver atau sebaliknya problem-creator ?

3. Lebih didengar oleh bawahan

Berapa banyak system analyst yang “dilecehkan” para programmernya, ketika dia berencana membangun aplikasi dengan sebuah bahasa pemrograman tetapi sang system analyst tersebut sama sekali tidak menguasai bahasa pemrograman tersebut ? well jawabannya : saya tidak tahu pasti berapa, tetapi saya pernah mengalami berada dalam team seperti ini, system analyst tersebut tidak dianggap, malah alhasil desain aplikasi lebih di-drive oleh para programmernya, situasi sedikit kacau balau, karena setiap kali diskusi sering ada “gap” komunikasi antara system analyst dan para programmernya. so jika saja si system analyst memahami bahasa pemrograman tersebut dan cara terbaik dalam memahami sebuah bahasa pemrograman adalah dengan menulis kodenya, dia akan lebih dihormati oleh programmernya, imbasnya dia akan lebih didengar sehingga tim pun menjadi lebih solid

Contoh-contoh di atas adalah contoh pengalaman saya di perusahaan kecil, lalu bagaimana dengan perusahaan besar ?, adakah pemimpinnya yang tetap menulis kode walaupun telah menjabat jabatan paling tinggi, well saya akan coba membuat daftarnya
1. Jonathan Sachs (Lotus Development co-founder)

Pernah mendengar Lotus 1-2-3 ?, kalo iya anda sudah tentu tahu bahwa Lotus 1-2-3 demikian sukses pada era 80-an sampai awal 90-an, mungkin kalo disamakan dengan zaman sekarang, boleh dibilang kepopuleran Lotus 1-2-3 sama dengan kepopuleran Twitter :D . Jonathan Sachs bersama Mitchell Kapor menemukan Lotus Development Corporation, peran Jonathan Sachs awalnya adalah seorang programmer, sampai perusahaan tersebut besar dan dia membawahi ratusan karyawan dia tetap saja masih ikut menulis kode

2. Matt Mullenweg (Automattic & Wordpress founder)

ini sih sudah nggak perlu saya jelaskan lagi, kalo anda blogger anda tentu mengetahui siapa sebenarnya yang bersangkutan ?, ya dia adalah penemu wordpress, sebuah platform blog yang sangat populer, Matt sekarang adalah CEO Automattic, perusahaan yang bergerak di belakang wordpress, walaupun sekarang sudah menjadi CEO, Matt masih berkontribusi untuk menulis kode wordpress
3. Paul Graham (Viaweb & YCombinator founder)

Viaweb mungkin terdengar asing di telinga orang indonesia, namun kalo saya sebut Yahoo Store, anda mungkin pernah mendengar produk tersebut, yak Viaweb adalah sebuah platform web dimana orang bisa membuat toko online sendiri secara instan, di indonesia tipe website seperti ini baru trend tahun-tahun belakangan ini (contoh : tokopedia.com, tokobagus.com, krazymarket.com) sementara Paul Graham membangun Viaweb di akhir tahun 90-an dan dengan cepat menjadi populer, kepopulerannya diendus oleh Yahoo dan akhirnya Yahoo membelinya dan mengubahnya menjadi Yahoo Store
Sekarang Paul Graham membidani perusahaan bisnis inkubator yang fokus dalam mendidik dan mencetak founder perusahaan IT bernama YCombinator!, di tengah-tengah kesibukan mendidik para calon pengusaha IT yang sukses, Paul Graham masih tetap menulis kode, diantaranya yang paling dia kuasai adalah menulis dalam bahasa pemrograman yang menurut saya eksotis, yaitu LISP

4. Max Levchin (Paypal CTO/Co-founder)

Max-Levchin hanya tertarik terhadap security programming terutama dalam bidang kriptografi, dan dia memang awalnya membuat perusahaan yang fokus terhadap bidang security, terutama security di Handheld-device, cuma karena bisnis di Handheld ini terlihat mandek, yang bersangkutan malah switch dan mengubah perusahaannya menjadi Paypal, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembayaran online, Paypal dengan cepat populer terutama sering digunakan dalam transaksi Ebay, dari luar Paypal terlihat sebagai perusahaan yang bergerak di bidang finansial, tetapi Max sendiri berkata lain, dia malah bilang “Paypal sebenarnya adalah perusahaan security yang berpura-pura menjadi perusahaan Finansial”, yak paypal menjadi populer karena terkenal keamanannya terutama dalam menghadapi fraud, Paypal akhirnya dibeli oleh Ebay, Max sendiri sekarang mamimpin Divisi paypal di Ebay dan masih concern terhadap permasalahaan security programming yang ada di paypal

5. Ben & Mena Trott (Six Apart Founder)

Pasangan suami istri ini adalah penemu Six Apart, sebuah perusahaan IT yang menelurkan produk-produk blog, diantaranya yang paling terkenal adalah MovableType (MT), mereka berdua murni seorang Geek, yang menulis kode MT di apartemen yang kecil yang mereka sewa, mereka sangat terobsesi dengan blog, sampai-sampai dalam pengembangan MT mereka pernah bekerja tak kenal henti, sabtu - minggu tetap coding, ketika MT mulai membesar dan orang-orang menyarankan mereka sebaiknya membuat perusahaan, mereka malah kebingungan, Mena bilang dia dan suaminya adalah tipe orang yang nggak pernah keluar rumah yang hanya fasih berhubungan dengan komputer, membuat sebuah perusahaan adalah sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan, tetapi karena MT sedemikian populer, dengan “terpaksa” mereka membuat perusahaan dan me-launch versi MT yang berbayar bernama TypePad. sekarang SixApart telah mempunyai ratusan karyawan dan bahkan telah punya cabang di Jepang dan Eropa, di tengah-tengah kesibukan sebagai pemimpin SixApart mereka masih tetap ikut menulis kode, hasrat mereka bukan untuk membuat perusahaan, hasrat mereka hanyalah menulis kode dan menulis kode

6. Joel Spolsky (Fog Creek Software Founder)

kalau anda seorang web programmer dan anda tidak mengenal siapa orang ini, menurut saya kebangetan he he, tips-tipsnya mengenai programming dan arsitektur software di blognya Joel on Software sangat terkenal diantara para Geeks, Joel Spoelsky selain seorang Blogger yang terkenal dia adalah juga seorang penemu Fog Creek software, produk utamanya adalah software issue & bug tracking berbasis web yang dikenal dengan nama FogBugz, di tengah-tegah kesibukannnya sebagai seorang CEO Fog Creek dia masih tetap meluangkan waktunya untuk tetap menulis kode

Dan masih banyak lagi orang yang menulis kode program walaupun telah menjabat jabatan yang lebih tinggi, di bidang lain, di Indonesia saya teringat dengan Bob Sadino, dia walaupun sekarang telah menjadi luar biasa kaya, tetapi dia masih tetap rutin mendatangi Kem Chicks, turun langsung berinteraksi dengan pelanggan
So bagaimana dengan anda wahai programmer ?, maukah anda menjadi programmer seumur hidup ?, silahkeun komentar di sini :D

Referensi : Founders at Work: Stories of Startups Early Days