Baru aja dapat pelajaran yg menarik dari seseorang, katakanlah ybs namanya Asep, Asep ini seorang pengusaha, dia bercerita suatu saat pelanggannya berkata spt ini
“Sep diantara orang2 yg pernah nawarin servicenya ke sayah, service yg kamu tawarkan teh bukan yg termurah, bukan juga yang kualitas terbaik, kamu juga bukanlah yang paling berpengalaman, tapi kenapa sampai skrng sy teh seneng sama service kamu ?, karena sejauh ini kamu orangnya paling enak diajak ngobrol, paling menyenangkan buat diajak kerja bareng, kalau kata orang bule depok mah kamu teh orangnya Personable (yg terakhir ini mah sy deng yg nambahin, gak ada kata2 ini sebenarnya hahaha)”
Itu Asep, seorang pengusaha kecil dan menengah, di perusahaan kelas dunia, ada zappos.com, perusahaan IT terkenal di amerika yg menjual sepatu, yg menarik zappos terkenal bukan karena sepatunya, sepatunya mungkin biasa2 aja, sama aja lah kualitasnya seperti sepatu yg dijual di toko biasa, tetapi zappos terkenal karena kualitas customer-servicenya, pernah ada seseorang yang menelpon lama sekali ke customer service, tahukah apa yg dia bicarakan ?, orang ini curhat mengenai masalah keluarganya, gak ada sama sekali hubungannya dgn sepatu, tapi si customer service melayaninya sepenuh hati seakan-akan dia akan membeli sepatu, orang tsb pada akhirnya memang nggak beli sepatu, tetapi dia terpuaskan dgn layanan kelas satu tsb, berita itu otomatis akan tersebar dari mulut ke mulut ke teman-temannya, imbasnya teman-temannya sangat mungkin untuk beli sepatu dari zappos hanya karena customer-servicenya yg “Personable”
Terus terang kedua cerita ini bikin si sayah merinding & merenung, dipikir2 bener juga he he, jd teringat Rasulullah SAW, kenapa ketika berdagang, beliau termasuk enterpreneur yg sukses, dagangannya mungkin bukan kualitas terbaik, bukan yang termurah, bukan pula yang paling berpengalaman (Rasul berdagang umurnya di bawah 20), sederhana saja, dagangan beliau sangat laku karena Akhlak-nya no1, Pribadinya paling menyenangkan dari semua pedagang pada zamannya
