Ataukah saya saja yang salah sangka, padahal kebanyakan orang sudah pada mengerti ?, ah entahlah …yang jelas, praduga itu, kan kutuangkan dalam bentuk ulasan kecil yang mohon maaf kalau penjelasannya masih dangkal
Terlahir dari sebuah singkatan tetapi sekarang tidak lagi dipandang singkatan, ia adalah nama dari sebuah klub sepakbola asal negeri Belanda, tapi bukan klub sepakbola yang akan kubahas di sini, disangka sebuah bahasa pemrograman padahal hanyalah sebuah teknologi, lebih spesifik lagi ianya adalah sebuah cara baru bagaimana sebuah web bekerja
Tanpa mengumumkan metoda apa yang dipakai untuk membuatnya, Google mengumumkan aplikasi bernama Google Maps, Gmail dan Google Suggest, ketiganya merupakan produk inovatif yang benar2 “menohok” cara web tradisional bekerja, alih-alih me-reload seluruh halaman untuk sebuah request, ketiga produk tsb malah mengupdate halaman sebagian saja, bahkan tanpa sebuah refresh, inbox email di gmail bisa otomatis bertambah, peta di google maps ketika di-scroll terus-terusan memunculkan gambar-gambar baru tanpa perlu refresh browser… ah teknologi apa ini, Google kembali mencipta teknologi baru ?
Google memang yang membuat ketiga aplikasi tersebut, tapi teknologi yang dipakai bukanlah ciptaan google seorang (apa ratusan orang yak
), sesungguhnya semua komunitas web lah yang mendorong teknologi tersebut ada, google hanya memanfaatkannya, teknologi tersebut dibangun berdasarkan teknologi sebelumnya, dimulai dengan keberadaan (X)HTML & HTTP yang memunculkan web statis, CSS untuk mengatur style daripada layout web, Document Object Model (DOM) untuk membentuk struktur halaman web, Frame untuk menggabungkan bbrp halaman web ke dalam satu halaman, XmlHttpRequest(XHR) yang meyediakan interaksi antara client dan server secara independen (tanpa refresh browser), XML atau JSON yang berfungsi sebagai teknologi standar untuk pertukaran data dan Javascript yang memanipulasi dan mengikat semua teknologi di atas