May10

Sebelum saya membandingkan 2 hal tersebut, saya ingin menegaskan bahwa kerja kantoran yang saya maksud adalah kerja yang terikat dimana sang pegawai diharuskan datang ke kantor pagi dan pulang sore, sedangkan Freelance adalah bentuk kerja yang lebih fleksibel dimana sang pegawai bisa memilih bekerja di mana saja, kapan saja dan bisa memilih dengan siapa saja

Sudah hampir 3 tahun saya terjun ke dunia freelance (remote working), sedikit banyak saya merasakan beberapa perbedaan yang mendasar diantara keduanya, inilah beberapa daftarnya

Keamanan

Kerja kantoran lebih aman daripada kerja Freelance, paling tidak anda telah dikontrak 1 tahun ke depan, atau yang fresh graduate paling nggak punya kontrak dalam 3 bulan ke depan, so dengan adanya kontrak ini kalau tidak ada hal luar biasa yang terjadi seperti kebangkrutan perusahaan, bencana alam , dll, anda sudah punya bayangan penghasilan dalam jangka panjang, terlebih lagi jika anda sudah berada dalam sebuah perusahaan cukup lama, ada kemungkinan juga anda diangkat menjadi pegawai tetap

Sedangkan kerja freelance, tidak ada yang namanya kontrak, yang ada paling hanya NDA (Non Disclosure Agreement), sebuah perjanjian yang biasanya isinya, anda diminta untuk merahasiakan segala material yang dipunyai oleh client, dalam konteks saya sebagai web developer, saya dilarang untuk menyebarluaskan kode/dokumentasi yang saya tulis ke pihak manapun juga. Seorang freelancer mungkin saja bisa mendapatkan proyek besar berdurasi tahunan, tetapi karena tidak ada kontrak, client bisa dengan mudah memutus kontrak kerja kapan saja, alasan client bisa berbagai macam untuk memberhentikan anda, ada yang mengubah strategi jadi in house development, ada yang kehabisan uang cash, sehingga tidak sanggup lagi membayar anda dan ini yang paling sering, ada yang memberhentikan anda kalau kualitas pekerjaan anda “sedikit saja” tidak sesuai dengan harapan client

Penghasilan

Kerja kantoran penghasilannya stabil, kenaikan penghasilan hanya berlangsung dalam kurun tertentu, yap besar tunjangan per bulan mungkin berbeda, tetapi biasanya selisihnya tidak terlalu signifikan

Kerja freelance penghasilannya labil, harga yang ditentukan dalam sebuah proyek bisa jauh berbeda, belum lagi dalam kurun waktu tertentu anda bisa saja tidak mendapat proyek sama sekali, alias nganggur, tetapi sisi positifnya, jika anda dalam setahun bisa terus mendapatkan proyek, secara keseluruhan penghasilan tahunan seorang freelancer bisa lebih besar ketimbang kerja kantoran dengan jabatan yang sama

Fasilitas

Kerja Kantoran semua fasilitas dan alat yang mendukung pekerjaan biasanya disediakan oleh kantor, bahkan itu juga termasuk fasilitas transportasi atau bahkan asuransi

Kerja Freelance, fasilitas untuk bekerja harus anda beli sendiri. dari mulai kursi, komputer, koneksi internet sampai transportasi, namun walaupun begitu ada sisi positifnya, dengan memfasilitasi diri sendiri, anda jadi bisa memilih fasilitas sesuai dengan kebutuhan, di kantor fasilitas seringkali diseragamkan dan ditentukan oleh manajemen ataupun oleh kesepakatan diantara karyawan, fasilitas yang seragam ini seringkali tidak sesuai kebutuhan pribadi, satu contoh kasus orang biasanya bekerja itu duduk di atas kursi dengan meja di atas komputer, seiring perjalanan freelancing saya, saya menemukan bahwa bekerja dengan cara ini ternyata tidak membuat saya efektif, malah membosankan, alhasil sekarang ini saya lebih nyaman bekerja dengan posisi ganti-ganti, duduk di sofa menghadap TV, tengkurap di atas kasur, atau tengkurap di lantai dengan tangan diganjal guling/bantal (posisi ini adem loh, kena angin sepoi - sepoi, plus bisa bikin suhu laptop menurun, karena lantai keramik merupakan penghantar panas yang efisien), di kantor hal seperti itu hampir mustahil dilakukan, kecuali kalo andalah bossnya :D

Gangguan
Bekerja di kantor relatif tidak banyak gangguan, paling - paling gangguan hanya datang dari kemacetan lalu lintas ketika pergi ke kantor, atau rekan kerja yang mengajak ngobrol gak penting

Sedangkan freelancing, banyak sekali gangguan datang bertubi-tubi, dari mulai rasa malas, TV, game, gangguan dari anggota keluarga, rasa kantuk, koneksi internet (kebetulan di rumah saya cuma tersedia koneksi internet mobile), khusus untuk rasa malas dan kantuk, kalo di kantor walaupun ini sering mendera, tetapi biasanya akan segera menghilang karena atasan selalu mengawasi pekerjaan kita, sedangkan seorang freelancer harus pintar-pintar mengawasi diri sendiri (percaya atau tidak, ketika sedang bekerja saya biasanya memblok sendiri koneksi ke facebook, padahal passwordnya saya yang pegang sendiri kekekek :D )

Birokrasi
Organisasi kantor biasanya bertingkat-tingkat. Dalam melakukan suatu pekerjaan, kita juga dituntut untuk berhubungan dengan banyak orang, sisi baiknya networking anda dengan cepat meluas, sisi buruknya kalo ada konflik yang terjadi dengan rekan kerja atau anda terlibat intrik politik kantor, situasi bisa jadi sangat tidak mengenakan, alih-alih anda seharusnya fokus dengan pekerjaan, malah terganggu dengan adanya masalah ini

Organisasi di pekerjaan Freelance relatif lebih datar, anda biasanya berhubungan dengan client anda langsung, kalaupun organisasi yang menyewa jasa anda cukup besar dan punya rantai komando yang bertingkat, tetap saja anda relatif jarang berhubungan dengan orang yang diatasnya atau orang dari divisi lain, paling-paling anda hanya berhubungan dengan penanggung jawab proyek saja, lalu pertanyaanya, dalam konteks saya sebagai web developer, bukankahkah membuat web perlu kerjasama dengan team lain?, tentu saja jawabnya iya, tetapi saya pribadi punya suatu kebijakan di mana saya tidak akan menulis kode kalau desain User Interface dan spesifikasi detail belum ada, kebijakan ini menyebabkan saya jarang menghadapi desainer lain & programmer lain secara langsung dan juga bisa menyebabkan saya fokus terhadap scope pekerjaan saya sebagai programmer, jadi masing-masing team bertanggung jawab terhadap pekerjaannya sendiri-sendiri, kalaupun ada konflik kode antar team bisa diselesaikan langsung dengan menghubungi orang yang bersangkutan, tanpa perlu melibatkan meeting dengan semua anggota team, yang kalau di kantor hal tersebut biasanya memakan waktu berjam-jam, seriously meeting buat saya adalah bagaikan duri dalam daging, sebisa mungkin saya selalu menghindarinya

Waktu & Tempat

Kerja di kantor, waktu dan tempat sudah ditentukan, sedangkan freelancing biasanya fleksibel

Bagi orang yang cenderung suka diatur, bekerja di tempat & waktu yang ditentukan biasanya jadi lebih produktif dan lebih fokus, sebaliknya orang yang tidak suka diatur, malah menemukan produktifitas ketika diberi kebebasan memilih waktu & tempat untuk bekerja, tetapi fleksibilitas juga ada sisi negatifnya, jika kebabalasan tidak jarang anda seharian malah bermain game, facebookan atau twitter-an sehingga lupa akan pekerjaan

Saya pribadi kalau bosan kerja di rumah, bisanya suka pergi ke dan bekerja di rumah orangtua, atau yang lebih ekstrem pernah juga bekerja pada saat mudik lebaran di rumah mertua

Kesimpulan

Bekerja freelancing menawakan kebebasan dalam banyak hal tetapi meyimpan potensi resiko yang lebih besar sedangkan kerja kantoran menawarkan kebebasan yang sedikit, tetapi mendatangkan resiko yang sedikit pula. tidak ada yg lebih baik atau lebih buruk dari 2 pilihan di atas, tergantung minat anda mana yang lebih cocok

Saya pribadi tentu saja, sangat menikmati bekerja secara freelance ini, apalagi sejak dulu saya memang punya cita-cita untuk bekerja di rumah, sekarang saya tidak pernah sedikitpun terpikir untuk kembali lagi bekerja di kantor, walaupun jujur saja, sebagai Freelancer perasaan saya selalu terombang-ambing seperti roller coaster, pernah mengalami tiba2 diberhentikan sehingga mental jatuh ke tahap yang terendah, pernah mengalami sepi proyek alias menganggur, pernah juga sangat sibuk karena kebanyakan client

Nah menurut anda apa saja perbedaan dalam Kerja kantoran dan Freelance ?, apa sisi baik dan buruknya ? silahkeun monggo komentar di sini :D

Apr20

How To Avoid Bad Day

1. sit at the front your Laptop with Mac OS X or Fedora Linux in it
2. check email & pivotal tracker
3. git pull origin master
4. run cucumber test & see it failed
5. git branch cool_branch
6. write some rspec test
7. write bunch of code and make sure all test is passed
8. git commit -m “yay, i created some cool feature” -a
9. git push origin cool_branch
10. git checkout master
11. git merge cool_branch
12. resolve it yourself if you find a conflict
13. git push origin master
14. tell you’re boss if you have done

How to Ruin a Good Day

1. sit at the front of your PC with Windows XP in it
2. play Dragon Age, and not stop untill the game is finished

ah, thank’s God, Finally i posted an article on this blog after i abandoned it for almost 3 months !!!, although i have to admit, this “How To” may not suitable for everyone, well at least it works really well for me :D

Dec29

Laptop tercipta karena keterbatasan Komputer tuk dibawa kemana-mana,
Banyak orang Beli motor karena keterbatasan angkot yang rutenya nggak fleksibel
TV tercipta karena keterbatasan radio yang cuma bisa memberi hiburan lewat telinga

Ketika Steve Wozniak menciptakan sebuah komputer bernama Apple I, bukan berarti dia saat itu adalah orang kaya, TIDAK !!! dia menciptakan Apple I karena dia miskin, karena dia nggak sanggup membeli Micro-computer yang walaupun disebut micro tapi gedenya minta ampun dan harganyapun hampir seharga uang muka rumah, yang dia inginkan dia hanya ingin punya komputer, alhasil di tengah keterbatasan-nya dia berhasil membuat komputer yang lebih kecil,yang chipnya lebih sedikit, yang bahkan monitornya dia buat dari Televisi yang dia punya, komputer kecil ini adalah cikal bakal suatu jenis komputer yang bernama Personal Computer yang berarti komputer murah yang bisa digunakan secara pribadi di rumah, dari hasil jerih payahnya bertahun-tahun kemudian siapa sih yang tidak gemas apabilan melihat ciamiknya komputer Mac ?, the most innovative product yang pernah ada pada zamannya

Ketika Bill Gates dan Paul Allen mendirikan perusahaan software mereka yang namakan Microsoft, apakah pada waktu itu perusahannya diperhitungkan di kancah perkomputeran ?, TIDAK.. mereka cuma sekelompok anak muda yang gila akan komputer, yang cuma pengen ngoprek dan ingin membuat OS (berbasis grafis-> pada saat itu mereka belum membuat OS berbasis GUI) yang bisa digunakan dgn mudah oleh mereka sendiri, dan bahkan pada peluncuran Windows versi pertama saja, tidak banyak orang yang tahu, karena memang OS itu penuh bug, tapi apa yang terjadi ?, hasil kenal lelah berbagai perbaikan dari versi 1.0 menuju versi 2.0 dan menuju versi 3.0 yang akhirnya booming, hebatnya booming itu terus berlanjut sampai sekarang yang sudah jauh lebih canggih yang dinamakan Windows 7, di tengah berbagai keterbatasan toh Microsoft mampu menciptakan OS yang sampai sekarang menjadi legenda, OS yang menguasai dunia yang bahkan setiap orang yang pernah belajar komputer pasti tau akan OS yang user-friendly ini

Ketika Linus Torvald menciptakan Linux untuk pertama kalinya, dia bukanlah siapa2, cuma mahasiswa ingusan yang pengen mempelajari Unix, tapi nggak bisa karena lisensi unix sangat mahal, pada waktu itu sebetulnya ada versi unix yang lebih kecil yang tersedia free, bernama minix, tapi kemampuan minix ini sangat terbatas, sehingga Linus kurang puas, yang dia inginkan adalah mempelajari Unix, alhasil dia bikin clone Unix yang sederhana, dan pertama kali disebarkan secara bebas di mailing-list, sungguh tidak terduga, ternyata banyak orang yang mencobanya, karena masih sangat baru terjadi error di sana-sini, dan karena Linux dirilis secara bebas, beberapa orang malah memperbaiki error-nya langsung saat itu juga, hasil kerja kolektif ini masih berlangsung sampai saat ini yang hebatnya tanpa campur tangan perusahaan komersial, salah satu proyek ajaib open source ini bernama Linux, lahir dari hal yang serba terbatas, tetapi sekarang telah menguasai pangsa pasar OS Server di dunia dan didistribusikan secara FREE!!

Terbatas itulah kata dan situasi ajaib yang meyebabkan nobody menjadi somebody, Keterbatasan itulah yang bisa menyebabkan proses kreatif terjadi, kalo contoh di bidang teknologi belum cukup, ingatkah kita bagaimana Nabi Muhammad SAW, mencoba menyebarkan agama islam ?, beliau bahkan lahir dari bangsa yang tidak diperhitungkan, bangsa arab yang jahiliyah, yang kecil, yang boleh dikatakan hampir tidak punya moral dan bahkan tidak dipedulikan oleh kekaisaran Persia di timur dan kekaisaran Romawi di barat, tapi apa yang terjadi ?, dari kegelapan beliau membawa cahaya, berhasil menyebarkan Islam hingga ke seluruh dunia, dari bukan siapa-siapa beliau menjadi salah satu manusia yang paling dihormati oleh pengikutnya dan paling disegani oleh musuhnya , hingga kini ajarannya telah dianut oleh 1/3 populasi manusia bumi

Jadi bersyukurlah kalo kita sekarang hidup dalam keadaan serba terbatas, serba susah, karena dari keterbatasan lah pribadi kita bisa ditempa, proses kreatif lebih efektif dilakukan, Pedang yang tajam tidak lahir dari tempaan yang lembut, ianya mesti dibakar, dipukul berkali-kali agar besi yang kotor dan tak berguna itu bisa sanggup, menyayat angkuhnya zaman..

so, SMANGAAAAAAD

*artikel ini cuma buat motivasi diri sendiri, soalnya saya sekarang sedang punya suatu rencana, tapi karena keterbatasan, rada takut untuk mengeksekusinya*