Menimbang
- Tarif BBM naik sehingga angkot menjadi mahal
- Saya tidak punya ide lagi untuk menulis sesuatu di blog ini
- Di Cimahi sering mati listrik sampe 12 jam, sehingga saya tidak bisa kerja dan mesti pulang kampung ke kiaracondong buat kerja di komputer adik
- Tarif kereta api tidak naik (setidaknya di Bandung) dan bahkan sampai ada plakat di stasiun kiaracondong yang berbunyi kira-kira begini “Naiklah kereta api, bisa menghemat energi demi anak cucu”
- Saya frustasi install ruby backgrounDRB di windows yang ternyata tidak bisa dilakukan secara native, mesti menginstall cygwin segala macam, haaaa MALAS (apa hubungannya ?
)
Mengingat
- Jadwal yang saya catat di kertas sering hilang
- Saya coba tanya ke mbah gugel hasilnya nihil. pun demikian setali 3 uang dengan website PT KAI
Memutuskan
Dengan ini saya mem-posting jadwal Kereta Api KRD ekonomi jurusan kiaracondong-cimahi di blog, sebagai berikut
tangkuban perahu, sampe di atas, ada penumpang yg turun dan 1 orang penumpang ditagih Rp 60.000 !!!, what a….. masyaAlloh mauahal bangeeeet, qta deg2an ngedengerinnya, gmn entar ke subang wong ke tangkuban perahu ongkosnya aja 60.000, otak cerdasku %peace% pun mulai menghitung, hmm kalo gitu kira2 ongkos ke terminal subang per orang adalah… Rp 100.000, hueeeeeeeee, gubraks…..kita kan Cuma bawa uang 200 rb, kami pun berkeringat dingin sambil mengutuki diri sendiri dalam hati…… huaaaaa betapa bodohnya……… lalu setelah berdiskusi lama dgn istri (hampir tonjok2an—becanda ding), akhirnya ku beranikan Tanya ke supir bahwa aku mencintai nya eh maksudku berapa ongkos ke terminal Subang,… dan ternyata sugoooooooooooi (kereeeeeeeeen)……. Ongkosnya Cuma 20 rb per orang, alhamdulillah legaaaaaa, ternyata matematika tidak bisa digunakan dalam hitung-menghitung ongkos elef……nah itulah mangkanya kurikulum pendidikan qta mesti dirombak, coz matematika di qta tidak kuasa untuk menghitung ongkos elef (loh)