Jul30

Assalamu’alaikum wr wb

Apa kabar wahai kawan-kawan penduduk Jakarta, bagaimana keadaan anda hari ini ?, saya berdoa mudah-mudahan anda bersabar dengan kemacetan seperti yang mungkin anda alami pagi ini, entah anda pengguna motor, busway, KRL, Bajaj, metro mini, taxi, Toyota Camry atau bahkan mungkin Ferrari … aamiin

Di hari yang cerah ini, saya bukanlah siapa-siapa, bukan pula pejabat pemerintah, saya adalah rakyat biasa yang peduli kepada anda, mohon izinkanlah saya berbicara kepada anda dari hati ke hati

Seperti yang kita ketahui bersama kawan, orang yg lulus kuliah di negeri ini, KEBANYAKAN tidak punya pilihan lain selain bekerja di Jakarta, pun begitu pula orang yg tak berpendidikan, dari desa ke kota KEBANYAKAN memilih jakarta tuk mencari nafkah, kita ini negara merdeka wahai kawan, sebetulnya engkau bebas memilih dimana saja engkau bekerja

Tetapi entah kenapa mengapa kebebasan memilih untuk mencari nafkah selalu bermuara kepada satu kota, JAKARTA, indonesia terlalu luas, saya tidak percaya kalau Alloh SWT menurunkan rizkinya hanya di satu kota, saya hanya percaya keenganan kita untuk menjemput rizki yg membuat rizki tak dapat dijemput, menyebarlah wahai kawan menyebar, jangan dikira di daerah lain engkau tidak bisa makmur wahai kawan

Silahkan saja kawan protes kepada pemerintah kota Jakarta, pemerintah memang banyak kekurangan, tapi satu contoh tahukah seberapa banyak traffic KRL Jakarta - Bogor ?, jikalau pemerintah 100% tak peduli, traffic KRLnya tidak sebanyak itu, traffic KRL di jalur itu sudah melebihi kapasitas, sedikit saja pegawai stasiun lalai, taruhannya adalah TABRAKAN, di daerah situ bukan kereta saja yang harus ditambah, tapi RELNYA juga harus ditambah, jadi empat. Pernahkah engkau membayangkan berapa biaya yang harus dihabiskan untuk membangun hal itu, belum lagi proyek sebesar ini membuka ruang korupsi, nanti kalau itu terjadi kawan protes kembali, bukankah itu melelahkan kawan ?, padahal bukankah lebih mudah jika kawan keluar dari Jakarta, cari nafkah di kota lain, stress kawan berkurang, macet pun tak merindui anda lagi

Mungkin kawan bingung, pekerjaan apa yang kawan bisa dapat di daerah lain, hey jika kawan adalah muslim, cukuplah kita teladani bahwa Rasulullah SAW juga berniaga sejak dari kecil, ya bisnis kawan, bisnis, bagi saya akar permasalahan kemacetan jakarta bukanlah banyaknya penduduk, tetapi terlalu sedikit warga negeri ini yang mencari nafkah dari perniagaan, dan yang namanya perniagaan kita lebih bebas untuk membuka dimana saja, bahkan jika anda tetap tinggal di Jakarta, perniagaan membuat anda tidak sering kemana-mana, oke kalaupun bisnis anda mengharuskan anda kemana-mana, tapi anda tetap punya pilihan jam berapa saja anda pergi, sehingga bisa menghindari jam sibuk kota, apalagi kalau anda membuka bisnis tersebut di dekat rumah anda sendiri, wah klop sudah

Akhir kata, wahai kawan-kawanku di Jakarta, saya menulis ini bukanlah sebagai tanda protes kepada anda, tetapi saya bertujuan menulis ini untuk menyemangati anda, saya ingin berbagi bahwa hidup tanpa kemacetan itu nikmat, saya sudah hampir tidak pernah lagi menemukan kemacetan kecuali hari Sabtu ketika saya ingin berenang ke Sabuga, Bandung, dan tahukah kawan, ironisnya macetnya Bandung hari tersebut, itu karena anda-anda juga pada datang ke sini (nah kalo bagian ini kawan, beneran saya protes kepada anda huehue)

Salam Hangat

Kirconboy
(Telecommuting Evangelist - Penggiat bekerja jarak jauh/bekerja dari rumah)

2 Komentar

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Gravatar: You can have a picture at the top of each your comments by getting a Gravatar

Eko SW
August 29, 2010 6:58 pm

hahaha. tulisan yg menyentil u/ temen2 di jakarta.
Terus kang!

Dhedhe Boreno
October 14, 2010 9:48 am

sebenarnya permasalahannya bukan karena jakartanya tapi karena dari dulu pembangunan hanya dipusatnya disatu pulau tanpa memperhatikan ataupun memperbaiki infrastruktur daerah yg ada di indonesia, memangnya indonesia hanya pulau jawa memangnya kota diindonesia hanya jakarta sahaja masih banyak kota2 diluar jawa yg lebih baik dari jakarta tapi karena pemerinta banyak yg dari jawa makanya pembangunan hanya fokus disini…sorry klo saya terlalu sinis dan mengarah ke RASIS tapi realitanya seperti itu…

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.