Jun14

Sillicon Valley itu bukanlah tempat, tapi itu mindset, kata-kata tersebut saya kutip dari perkataan Ari Awan, ketika saya mendengar podcast mengenai startup yang saya unduh dari sini, sebuah pemikiran yang menarik tersebut jadi mengingatkan saya bahwa yang paling penting dalam membangun bisnis itu bukanlah infrastruktur atau banyaknya uang (representasi tempat), tetapi yang harus selalu kita fokus adalah bagaimana meningkatkan kapasitas mental & pikiran (representasi dari mindset) kita agar bisnis kita selalu berkembang.

Kalau ada orang bilang Membangun bisnis itu tidak perlu modal uang, menurut saya itu benar adanya, iya karena modal yang paling penting itu sudah ada dalam diri, diberikan gratis oleh yang Maha Kuasa, seandainya anda mendapatkan uang 1 triliun dari langit dan anda tidak punya skill apapun mengenai bisnis, percayalah uang itu akan hilang cepat atau lambat. mengapa saya berani bilang seekstrim itu ?, karena saya sudah terlalu banyak melihat perusahaan jatuh karena kurangnya kompetensi pemimpinnya, satu contoh kasus terdekat saya punya saudara yang mendapatkan bisnisnya dari warisan ayahnya, ketika ayahnya dulu masih hidup, bengkelnya sedemikian sukses, bahkan saking suksesnya pernah diundang untuk datang oleh Presiden Soeharto dulu, sebuah bengkel yang diakui secara nasional tentulah punya uang yang sangat banyak, tetapi ketika diwariskan kepada anaknya, perlahan-lahan bisnis bengkel itu meredup dan akhirnya sekarang sudah tutup, kita lihat dia kurang apa ?, modal banyak, sudah punya pelanggan yang eksis, infrastruktur bengkel pun besar ?, tapi tetap saja bangkrut karena tidak adanya skill yang cukup dari pemimpinnya untuk membuat bisnis tersebut bertahan

Jadi kalo kita saat ini sedang atau mau membangun bisnis dan mengeluh karena kekurangan modal, kekurangan infrastruktur dan selalu membayangkan “jika saja punya modal uang lebih banyak, jika saja punya infrasturktur yang mumpuni, bisnis anda akan menjadi lebih baik”, percayalah menurut saya pikiran seperti itu adalah ilusi, yang sebenarnya terjadi adalah bukan infrastruktur atau modal uang yang kurang, melainkan kekuatan skill, mental dan pikiran anda yang masih lemah

Rasanya saya sudah berulang kali menceritakan, bagaimana komputer Apple dulu tercipta ?, Steve Wozniak pembuatnya bukanlah orang kaya, dia pertama kali menciptakan Apple I dengan menggabungkan beberapa parts elektronik di rumahnya, termasuk TV-nya yang dia jadikan monitor, dengan kemampuan teknis yang mumpuni tanpa infrastruktur dan uang yang banyak pun anda bisa membangun sebuah produk handal, ditambah lagi dengan kemampuan marketing Steve Jobs yang pantang menyerah, singkat cerita kita lihat bagaimana suksesnya Apple sekarang ?, perusahaan paling Inovatif yang pernah ada di dunia

Jangan salah sangka, saya sama sekali tak berniat menafikan Infrastruktur, saya cuma ingin menegaskan bahwa ada yang lebih penting dan yang lebih mendesak untuk dikembangkan, prioritasnya adalah lihat dulu modal di dalam diri sebelum anda melihat modal yang diluar, jangan terbalik seperti yang kita sering lakukan modal dalam diri diabaikan sementara terlalu fokus memikirkan dengan modal yang ada di luar, percayalah kalo modal di dalam diri anda sudah kuat, bahkan orang-orang akan dengan sendirinya berlomba-lomba menanamkan uang di perusahan anda, see ? pada tahap ini anda bahkan sudah tidak perlu merogoh kocek sendiri untuk mengembangkan bisnis

Well akhir kata, saya sendiri sebetulnya belumlah jadi pebisnis handal, tulisan di atas sejatinya adalah penyemangat buat diri sendiri dan ditulis dengan semagat berbagi, mungkin saja ada yang tertarik dengan topik serupa dan berguna buatnya, jadi kawan menurut anda sudahkah anda menemukan Silicon Valley anda di dalam diri ?

3 Komentar

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Gravatar: You can have a picture at the top of each your comments by getting a Gravatar

Sigit Ary
June 15, 2010 3:48 pm

TRims mas.. very inspiring article. Saya jadi tahu apa itu Silicon Valley. Mungkin suatu saat saya akan bahas di blog saya.. trims ;)

Ade Malsasa Akbar
June 23, 2010 12:18 pm

Halo, mas Aditya. Masih ingat saya?

Hehehe, sekarang saya yang meniru mas. Saya sudah mulai menyosialisasikan pemakaian bahasa Indonesia untuk mengganti istilah TI yang bahasa Inggris. Yang paling saya ingat itu “pranala”.

Terima kasih atas semangat dan inspirasinya.

andry sianipar
July 18, 2010 11:11 pm

Hello Mas -
salam hangat dari pulau Bali…
wah.. ilmu baru lagi neeh…
saya simak dulu ya…

http://andrysianipar.com

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.