Laptop tercipta karena keterbatasan Komputer tuk dibawa kemana-mana,
Banyak orang Beli motor karena keterbatasan angkot yang rutenya nggak fleksibel
TV tercipta karena keterbatasan radio yang cuma bisa memberi hiburan lewat telinga
Ketika Steve Wozniak menciptakan sebuah komputer bernama Apple I, bukan berarti dia saat itu adalah orang kaya, TIDAK !!! dia menciptakan Apple I karena dia miskin, karena dia nggak sanggup membeli Micro-computer yang walaupun disebut micro tapi gedenya minta ampun dan harganyapun hampir seharga uang muka rumah, yang dia inginkan dia hanya ingin punya komputer, alhasil di tengah keterbatasan-nya dia berhasil membuat komputer yang lebih kecil,yang chipnya lebih sedikit, yang bahkan monitornya dia buat dari Televisi yang dia punya, komputer kecil ini adalah cikal bakal suatu jenis komputer yang bernama Personal Computer yang berarti komputer murah yang bisa digunakan secara pribadi di rumah, dari hasil jerih payahnya bertahun-tahun kemudian siapa sih yang tidak gemas apabilan melihat ciamiknya komputer Mac ?, the most innovative product yang pernah ada pada zamannya
Ketika Bill Gates dan Paul Allen mendirikan perusahaan software mereka yang namakan Microsoft, apakah pada waktu itu perusahannya diperhitungkan di kancah perkomputeran ?, TIDAK.. mereka cuma sekelompok anak muda yang gila akan komputer, yang cuma pengen ngoprek dan ingin membuat OS (berbasis grafis-> pada saat itu mereka belum membuat OS berbasis GUI) yang bisa digunakan dgn mudah oleh mereka sendiri, dan bahkan pada peluncuran Windows versi pertama saja, tidak banyak orang yang tahu, karena memang OS itu penuh bug, tapi apa yang terjadi ?, hasil kenal lelah berbagai perbaikan dari versi 1.0 menuju versi 2.0 dan menuju versi 3.0 yang akhirnya booming, hebatnya booming itu terus berlanjut sampai sekarang yang sudah jauh lebih canggih yang dinamakan Windows 7, di tengah berbagai keterbatasan toh Microsoft mampu menciptakan OS yang sampai sekarang menjadi legenda, OS yang menguasai dunia yang bahkan setiap orang yang pernah belajar komputer pasti tau akan OS yang user-friendly ini
Ketika Linus Torvald menciptakan Linux untuk pertama kalinya, dia bukanlah siapa2, cuma mahasiswa ingusan yang pengen mempelajari Unix, tapi nggak bisa karena lisensi unix sangat mahal, pada waktu itu sebetulnya ada versi unix yang lebih kecil yang tersedia free, bernama minix, tapi kemampuan minix ini sangat terbatas, sehingga Linus kurang puas, yang dia inginkan adalah mempelajari Unix, alhasil dia bikin clone Unix yang sederhana, dan pertama kali disebarkan secara bebas di mailing-list, sungguh tidak terduga, ternyata banyak orang yang mencobanya, karena masih sangat baru terjadi error di sana-sini, dan karena Linux dirilis secara bebas, beberapa orang malah memperbaiki error-nya langsung saat itu juga, hasil kerja kolektif ini masih berlangsung sampai saat ini yang hebatnya tanpa campur tangan perusahaan komersial, salah satu proyek ajaib open source ini bernama Linux, lahir dari hal yang serba terbatas, tetapi sekarang telah menguasai pangsa pasar OS Server di dunia dan didistribusikan secara FREE!!
Terbatas itulah kata dan situasi ajaib yang meyebabkan nobody menjadi somebody, Keterbatasan itulah yang bisa menyebabkan proses kreatif terjadi, kalo contoh di bidang teknologi belum cukup, ingatkah kita bagaimana Nabi Muhammad SAW, mencoba menyebarkan agama islam ?, beliau bahkan lahir dari bangsa yang tidak diperhitungkan, bangsa arab yang jahiliyah, yang kecil, yang boleh dikatakan hampir tidak punya moral dan bahkan tidak dipedulikan oleh kekaisaran Persia di timur dan kekaisaran Romawi di barat, tapi apa yang terjadi ?, dari kegelapan beliau membawa cahaya, berhasil menyebarkan Islam hingga ke seluruh dunia, dari bukan siapa-siapa beliau menjadi salah satu manusia yang paling dihormati oleh pengikutnya dan paling disegani oleh musuhnya , hingga kini ajarannya telah dianut oleh 1/3 populasi manusia bumi
Jadi bersyukurlah kalo kita sekarang hidup dalam keadaan serba terbatas, serba susah, karena dari keterbatasan lah pribadi kita bisa ditempa, proses kreatif lebih efektif dilakukan, Pedang yang tajam tidak lahir dari tempaan yang lembut, ianya mesti dibakar, dipukul berkali-kali agar besi yang kotor dan tak berguna itu bisa sanggup, menyayat angkuhnya zaman..
so, SMANGAAAAAAD
*artikel ini cuma buat motivasi diri sendiri, soalnya saya sekarang sedang punya suatu rencana, tapi karena keterbatasan, rada takut untuk mengeksekusinya*
Reliable, mungkin itulah kata-kata yang tepat mengapa CentOS menjadi pilihan saya untuk menangani Production Server, dibanding Distro Lain (misalnya Fedora), CentOS mungkin kurang “bleeding-edge” a.k.a up to date dibandingkan Fedora, tetapi karena kurang up to date itulah kelebihan CentOS, distro yang bleeding-edge mempunyai satu kekurangan, karena cepatnya rilis cycle suatu paket, terkadang mengorbankan sisi testing, ada beberapa bagian yang luput dari test, sehingga jika kita memakainya bisa menyebabkan crash system, pada Fedora saya pernah mengalami ini, sedangkan di CentOS update pake relatif jarang, mengapa ?, karena paket yang dirilis harus ditest secara menyeluruh dan harus benar-benar stabil, tidak sekadar “bleeding-edge” saja
Saya menggunakan Fedora untuk 2 kebutuhan yaitu kebutuhan Server Pribadi dan juga untuk OS di desktop, server pribadi saya gunakan untuk belajar, untuk otak-atik kalo perlu sampai kacau balau, dan kalau sudah kacau saya ingin kembali ke keadaan semula saya bisa reinstallnya dengan mudah (di production server tentu saja saya nggak bisa melakukan ini, gila namanya kalau itu dilakukan ^_^) , Fedora juga sering saya gunakan untuk proxy pribadi, kebetulan kalau sedang pake Fren Mobi terkadang ada beberapa website yang terblok, dengan adanya proxy pribadi ini tentu saja saya terbantu untuk mengakses situs yang terblok tersebut.
Powerful dan Secure, itulah yang saya rasakan ketika menggunakan Mac OSX untuk bekerja, buat saya boleh dibilang Mac OSX adalah perpaduan antara Secure-nya *nix dengan kemudahan MS Windows, selain itu tentu saja saya juga jatuh cinta kepada Mac OSX karena desainnya yang cantik, bukan hanya di luar, tetapi di dalam OS ini benar-benar intuitif, ada banyak fungsi-fungsi yang ditempuh hanya dengan sedikit klik, selain itu hanya Textmate yang ada di MacOSX, textmate ini adalah software andalan saya untuk bekerja, karena saya merasa dengan menggunakan textmate produktivitas saya lebih bagus ketimbang pake IDE lain (netbeans atau scite)
Sebetulnya di antara keluarga windows, Windows 98 SE adalah favorit saya, desainnya lebih cantik dan juga di zamannya sangat powerful, boleh dibilang bagi saya tidak ada yang menandingi Windows 98 SE pada waktu itu. Namun pada saat sekarang tentu saja bagi saya hampir mustahil untuk menggunakan Windows 98 SE, apalagi mengingat aktivitas saya di Windows biasanya untuk hiburan, bermain game2 terbaru ataupun memutar Film Blu-ray, Windows 98 SE tentu saja tidak bisa melakukan hal itu. Nah oleh karena itu pilihan jatuh terhadap Windows XP, lebih ringan dari Vista dan lebih cocok untuk hiburan ketimbang Windows 98 SE. tetapi walaupun begitu, dalam waktu dekat sepertinya saya akan mempensiunkan Windows XP, OS Microsoft yang terbaru Windows 7 tampak menjanjikan, banyak review yang bilang Windows ini lebih ringan dari Vista, dan saya tidak akan muluk-muluk menginstall Windows 7 versi ultimate, saya kira saya berencana menginstall Windows 7 Home Basic saja, saya tidak suka efek Aero di versi ultimate, bagi saya memory yang dialokasikan buat Aero bisa dihemat dan dipergunakan apabila saya sedang maen game