Dec29

Laptop tercipta karena keterbatasan Komputer tuk dibawa kemana-mana,
Banyak orang Beli motor karena keterbatasan angkot yang rutenya nggak fleksibel
TV tercipta karena keterbatasan radio yang cuma bisa memberi hiburan lewat telinga

Ketika Steve Wozniak menciptakan sebuah komputer bernama Apple I, bukan berarti dia saat itu adalah orang kaya, TIDAK !!! dia menciptakan Apple I karena dia miskin, karena dia nggak sanggup membeli Micro-computer yang walaupun disebut micro tapi gedenya minta ampun dan harganyapun hampir seharga uang muka rumah, yang dia inginkan dia hanya ingin punya komputer, alhasil di tengah keterbatasan-nya dia berhasil membuat komputer yang lebih kecil,yang chipnya lebih sedikit, yang bahkan monitornya dia buat dari Televisi yang dia punya, komputer kecil ini adalah cikal bakal suatu jenis komputer yang bernama Personal Computer yang berarti komputer murah yang bisa digunakan secara pribadi di rumah, dari hasil jerih payahnya bertahun-tahun kemudian siapa sih yang tidak gemas apabilan melihat ciamiknya komputer Mac ?, the most innovative product yang pernah ada pada zamannya

Ketika Bill Gates dan Paul Allen mendirikan perusahaan software mereka yang namakan Microsoft, apakah pada waktu itu perusahannya diperhitungkan di kancah perkomputeran ?, TIDAK.. mereka cuma sekelompok anak muda yang gila akan komputer, yang cuma pengen ngoprek dan ingin membuat OS (berbasis grafis-> pada saat itu mereka belum membuat OS berbasis GUI) yang bisa digunakan dgn mudah oleh mereka sendiri, dan bahkan pada peluncuran Windows versi pertama saja, tidak banyak orang yang tahu, karena memang OS itu penuh bug, tapi apa yang terjadi ?, hasil kenal lelah berbagai perbaikan dari versi 1.0 menuju versi 2.0 dan menuju versi 3.0 yang akhirnya booming, hebatnya booming itu terus berlanjut sampai sekarang yang sudah jauh lebih canggih yang dinamakan Windows 7, di tengah berbagai keterbatasan toh Microsoft mampu menciptakan OS yang sampai sekarang menjadi legenda, OS yang menguasai dunia yang bahkan setiap orang yang pernah belajar komputer pasti tau akan OS yang user-friendly ini

Ketika Linus Torvald menciptakan Linux untuk pertama kalinya, dia bukanlah siapa2, cuma mahasiswa ingusan yang pengen mempelajari Unix, tapi nggak bisa karena lisensi unix sangat mahal, pada waktu itu sebetulnya ada versi unix yang lebih kecil yang tersedia free, bernama minix, tapi kemampuan minix ini sangat terbatas, sehingga Linus kurang puas, yang dia inginkan adalah mempelajari Unix, alhasil dia bikin clone Unix yang sederhana, dan pertama kali disebarkan secara bebas di mailing-list, sungguh tidak terduga, ternyata banyak orang yang mencobanya, karena masih sangat baru terjadi error di sana-sini, dan karena Linux dirilis secara bebas, beberapa orang malah memperbaiki error-nya langsung saat itu juga, hasil kerja kolektif ini masih berlangsung sampai saat ini yang hebatnya tanpa campur tangan perusahaan komersial, salah satu proyek ajaib open source ini bernama Linux, lahir dari hal yang serba terbatas, tetapi sekarang telah menguasai pangsa pasar OS Server di dunia dan didistribusikan secara FREE!!

Terbatas itulah kata dan situasi ajaib yang meyebabkan nobody menjadi somebody, Keterbatasan itulah yang bisa menyebabkan proses kreatif terjadi, kalo contoh di bidang teknologi belum cukup, ingatkah kita bagaimana Nabi Muhammad SAW, mencoba menyebarkan agama islam ?, beliau bahkan lahir dari bangsa yang tidak diperhitungkan, bangsa arab yang jahiliyah, yang kecil, yang boleh dikatakan hampir tidak punya moral dan bahkan tidak dipedulikan oleh kekaisaran Persia di timur dan kekaisaran Romawi di barat, tapi apa yang terjadi ?, dari kegelapan beliau membawa cahaya, berhasil menyebarkan Islam hingga ke seluruh dunia, dari bukan siapa-siapa beliau menjadi salah satu manusia yang paling dihormati oleh pengikutnya dan paling disegani oleh musuhnya , hingga kini ajarannya telah dianut oleh 1/3 populasi manusia bumi

Jadi bersyukurlah kalo kita sekarang hidup dalam keadaan serba terbatas, serba susah, karena dari keterbatasan lah pribadi kita bisa ditempa, proses kreatif lebih efektif dilakukan, Pedang yang tajam tidak lahir dari tempaan yang lembut, ianya mesti dibakar, dipukul berkali-kali agar besi yang kotor dan tak berguna itu bisa sanggup, menyayat angkuhnya zaman..

so, SMANGAAAAAAD

*artikel ini cuma buat motivasi diri sendiri, soalnya saya sekarang sedang punya suatu rencana, tapi karena keterbatasan, rada takut untuk mengeksekusinya*

Dec28

Waktu pertama kali nonton Avatar saya tidak berani untuk menulis FULL REVIEW tentang film ini karena pada waktu itu gambar yang disajikan membuat saya sedikit tidak siap dan malah terbengong-bengong kagum dengan visualisasi yang disajikan James Cameron

Dan sekarang setelah nonton untuk yang kedua kalinya, saya siap untuk menulis review lengkap, ada beberapa scene yang tadinya membuat saya bingung, setelah nonton untuk yang kedua kalinya menjadi jelas, terutama scene yang awal-awal

Jadi film tentang apakah Avatar itu ? , Avatar adalah Film yang bercerita tentang dunia Pandora, salah satu planet yang mengorbit di sistem tata surya Alpha Centauri A, pada saat itu manusia sudah sangat maju sehingga dengan kecanggihannya mereka bisa menjelah ke luar angkasa, nah dikisahkan manusia pergi ke Pandora dan menetap di sana dengan harapan bisa menambang suatu mineral berharga bernama unobtanium. nah sayangnya unobtanium ini berada jauh di bawah tanah yang diatasnya dikuasai oleh makhluk hidup berbentuk seperti manusia namun berkulit biru bernama Na’vi. nah dari sini konflik dimulai, bagaimana cara manusia menambang mineral tersebut sementara bangsa Na’vi menolak untuk menyerahkan tanahnya kepada manusia ?

Itulah sekilas sinopsis avatar dan terlihat bahwa ini bukanlah Avatar yang The Last Airbender itu ?, ini avatar-nya James Cameron, James Cameron jugalah sutradara Film Titanic dan terminator 2, dari sini sudah jelas mengapa filmnya ditunggu, bahkan dari awal tahun sudah sangat digembar-gemborkan oleh berbagai media, namun walaupun begitu masih saja ada beberapa penonton yang ketika masuk bioskop salah menduga kalau-kalau yang akan dia tonton adalah film tentang Legend of Aang

Kita kembali ke review, dari segi cerita tidak ada hal yang baru yang ditawarkan Avatar, ceritanya menurut saya sederhana dan sangat terlihat hitam-putihnya, namun begitu bukan berarti kita akan bosan menontonnya, ada beberapa moral cerita yang menurut saya menarik, yaitu tentang isu lingkungan hidup, dan juga disinggung pula mengenai spiritualitas tentang alam, tema ini sangat cocok disajikan kepada manusia zaman sekarang yang cenderung tidak peduli terhadap alam dan mencemooh kearifan lokal terhadap hutan

Pada sisi visualisasi, well di sinilah hebatnya avatar, James Cameron berhasil menyajikan dunia Pandora dengan luar biasa indah, grafis yang dihasilkan benar-benar top-notch, menonton alam Pandora seperti saya melihat alam mimpi warna-warni yang penuh fantasi, benar-benar memanjakan mata, pamer teknologi CGI (Cinematic Graphic Imagery) benar-benar diekspos di sini, dunia nyata dan real serasa menyatu, pemandangan ketika di hutan, di atas pohon, dia atas tebing, tumbuhan dan binatang yang beraneka warna, serasa nyata dan bahkan emosi yang ditampilkan oleh bangsa Na’vi pun mampu ditampilkan secara alami, tatapan matanya ketika sedih, raut muka ketika marah ada semua di sini, dan ini membuat saya bertanya-tanya, bagaimana caranya James Cameron membuat hal seperti itu ?, oh iya pamer visualisasinya bukan hanya tentang alam saja, adegan ketika bangsa Na’vi berperang dengan manusia pun nggak kalah bagusnya membuat jantung berdegap-degap, mungkin alur perangnya mudah ditebak bagaimana akhirnya, tetapi cara perangnya itu yang saya pikir termasuk unik di dunia 3D, Mesin vs Monster, semua elemen peperangan lengkap ada di sini dari mulai bahan peledak, misil, pesawat canggih, robot, binatang yang seperti harimau, kelelawar raksasa, badak raksasa dipadu dengan panorama yang fantastis, MANTAB

Dari sisi acting ada satu hal yang membuat saya tertarik, adalah peran Neytiri yang sangat signifikan di film ini, padahal ybs bukanlah aktor utama, dia adalah tokoh perempuan yang bukan hanya sekedar pemanis mata saja, di sini dia berperan sangat heroik, sebagai putri dari kepala suku yang pada akhirnya bertanggungjawab atas keselamatan kaumnya, peran signifikan yang lainnya juga bisa dilihat ketika ending, dimana dia yang membunuh penjahat utama dan menyelamatkan Jake Sully yang merupakan tokoh utama

Dari sisi musik, well cukup mendukung walaupun nggak terlalu luar biasa, terutama ketika perang, musik ini bisa membawa sedikit ketegangan, oiya di soundtrack-nya kalo anda perhatikan, disitu terselip suara Gamelan yang notabene berasal dari indonesia, bangga juga ada musik yang berasal dari indonesia muncul di situ

overall, Avatar menurut saya boleh dibilang adalah film terbaik tahun ini, sedikit unggul di atas Star Trek, sangat direkomendasikan tuk ditonton terutama untuk memanjakan mata :)

Plot : 8/10
Acting : 9/10
Music : 8/10
Graphic : 11/10 :-P

Dec13

Tidak dipungkiri memilih suatu Sistem Operasi, menginstallnya lalu mempelajarinya adalah suatu proses yang menyenangkan, saya pribadi memilih OS sebisa mungkin memilih berdasarkan kebutuhan, tetapi tidak dipungkiri juga sebagai manusia saya kadang memilih OS berdasarkan subjektifitas semata, benci atau suka terhadap Sistem Operasi tertentu tanpa berdasarkan alasan yang logis, seperti ketidaksukaan saya terhadap Distro Linux turunan Debian, ya dulu memang saya punya pengalaman jelek terhadap distro ubuntu, kalau tidak salah waktu zamannya Ubuntu Breezy Badger dimana waktu itu saya punya pengalaman kesulitan dalam menginstall (baca : compile) agar support mp3 dan gagal, karena Trauma sampai sekarang saya tidak pernah lagi mencoba menginstall ubuntu, padahal yang saya ketahui dari berbagai artikel di internet, Ubuntu terbaru (Karmic Koala) sudah sangat user-friendly, tetapi tetap saja hal itu tidak membuat saya tertarik… haha aneh memang saya ini

Di atas adalah sekilas dualisme motivasi saya dalam memilih Sistem Operasi, dan dibawah ini saya ingin berbagi, apa Sistem Operasi favorit saya saat ini dan mengapa saya menggunakannya

1. Linux CentOS 5 - Production Server

Reliable, mungkin itulah kata-kata yang tepat mengapa CentOS menjadi pilihan saya untuk menangani Production Server, dibanding Distro Lain (misalnya Fedora), CentOS mungkin kurang “bleeding-edge” a.k.a up to date dibandingkan Fedora, tetapi karena kurang up to date itulah kelebihan CentOS, distro yang bleeding-edge mempunyai satu kekurangan, karena cepatnya rilis cycle suatu paket, terkadang mengorbankan sisi testing, ada beberapa bagian yang luput dari test, sehingga jika kita memakainya bisa menyebabkan crash system, pada Fedora saya pernah mengalami ini, sedangkan di CentOS update pake relatif jarang, mengapa ?, karena paket yang dirilis harus ditest secara menyeluruh dan harus benar-benar stabil, tidak sekadar “bleeding-edge” saja

2. Linux Fedora 10 “Cambridge” - Personal Server/Desktop

Saya menggunakan Fedora untuk 2 kebutuhan yaitu kebutuhan Server Pribadi dan juga untuk OS di desktop, server pribadi saya gunakan untuk belajar, untuk otak-atik kalo perlu sampai kacau balau, dan kalau sudah kacau saya ingin kembali ke keadaan semula saya bisa reinstallnya dengan mudah (di production server tentu saja saya nggak bisa melakukan ini, gila namanya kalau itu dilakukan ^_^) , Fedora juga sering saya gunakan untuk proxy pribadi, kebetulan kalau sedang pake Fren Mobi terkadang ada beberapa website yang terblok, dengan adanya proxy pribadi ini tentu saja saya terbantu untuk mengakses situs yang terblok tersebut.

3. Mac OSX 10.5 “Leopard” - Mobile Computing + Coding

Powerful dan Secure, itulah yang saya rasakan ketika menggunakan Mac OSX untuk bekerja, buat saya boleh dibilang Mac OSX adalah perpaduan antara Secure-nya *nix dengan kemudahan MS Windows, selain itu tentu saja saya juga jatuh cinta kepada Mac OSX karena desainnya yang cantik, bukan hanya di luar, tetapi di dalam OS ini benar-benar intuitif, ada banyak fungsi-fungsi yang ditempuh hanya dengan sedikit klik, selain itu hanya Textmate yang ada di MacOSX, textmate ini adalah software andalan saya untuk bekerja, karena saya merasa dengan menggunakan textmate produktivitas saya lebih bagus ketimbang pake IDE lain (netbeans atau scite)

4. MS Windows XP SP2 - Entertainment

Sebetulnya di antara keluarga windows, Windows 98 SE adalah favorit saya, desainnya lebih cantik dan juga di zamannya sangat powerful, boleh dibilang bagi saya tidak ada yang menandingi Windows 98 SE pada waktu itu. Namun pada saat sekarang tentu saja bagi saya hampir mustahil untuk menggunakan Windows 98 SE, apalagi mengingat aktivitas saya di Windows biasanya untuk hiburan, bermain game2 terbaru ataupun memutar Film Blu-ray, Windows 98 SE tentu saja tidak bisa melakukan hal itu. Nah oleh karena itu pilihan jatuh terhadap Windows XP, lebih ringan dari Vista dan lebih cocok untuk hiburan ketimbang Windows 98 SE. tetapi walaupun begitu, dalam waktu dekat sepertinya saya akan mempensiunkan Windows XP, OS Microsoft yang terbaru Windows 7 tampak menjanjikan, banyak review yang bilang Windows ini lebih ringan dari Vista, dan saya tidak akan muluk-muluk menginstall Windows 7 versi ultimate, saya kira saya berencana menginstall Windows 7 Home Basic saja, saya tidak suka efek Aero di versi ultimate, bagi saya memory yang dialokasikan buat Aero bisa dihemat dan dipergunakan apabila saya sedang maen game

Terakhir, ini masih rencana, saya masih ingin membangun sebuah barebone PC untuk kebutuhan multimedia storage server di rumah, PC 2nd low-end dengan Harddisk besar mungkin 2 - 4 Tera, tempat untuk menyimpan koleksi Film Blu-ray, DVD, MP3, Master Game dan juga sebagai Backup file2 penting, saya masih bingung OS apa yang cocok untuk storage server kecil-kecilan, sejauh ini saya tertarik terhadap OpenFiler Linux atau Fedora 12 versi LXDE, tetapi walaupun begitu saya masih mencari alternatif lainnya, nah kawan mungkin ada yang bisa ngasih saran ?