Hal-hal di bawah ini adalah cara saya mempraktekan DRY (don’t repeat yourself) di Ruby on Rails
- pertama, pertimbangkan untuk menyimpan kode di model
- kedua, pertimbangkan lagi untuk menyimpan kode di model
- ketiga, pertimbangkan lagi untuk menyimpan kode di model
- kelima, kalo benar-benar nggak bisa, pertimbangkan tuk disimpan sebagai render partial
- keenam, kalo gak bisa dijadikan render partial pertimbangkan tuk disimpen di helper
- ketujuh, kalo nggak bisa disimpan di helper silahkan simpan di controller
Tambahan, ada 2 hal lagi tempat penyimpanan kode yang khusus di Ruby on Rails, di lib dan vendor directory, jika anda ingin membuat fungsi spesifik yang bisa tersedia di semua model atau controller atau view, anda bisa membuat module atau class dibawah directory lib, nah module atau class ini nantinya bisa anda include-kan di Controller, Model atau Helper sesuai dengan keinginan anda
Dan bilamana anda merasa lib tersebut layak dipublikasikan kepada umum, anda juga bisa mendistribusikannya sebagai ruby on rails plugin atau rubygem yang nantinya bisa disimpan di directory vendor
Jadi, begitulah cara saya mempraktekan konsep DRY secara praktis, tentang teorinya dan mengapa harus begitu silahkan cari saja artikelnya banyak bertebaran di internet
didin
April 3, 2009 6:01 pm
???? kagak ngarti kang…. (>_