Tepatnya adalah 73,4126984126984 % atau setara dengan 370 halaman dari 504 halaman sudah aku membaca buku Maryamah Karpov : Mimpi-Mimpi Lintang, dan saya bersedih ……… bukan karena ceritanya sedih (saya belum tau endingnya bagaimana ?), tapi sedikit lagi jatah bacanya habis, imbasnya diam-diam aku malah berharap Andrea bikin buku ke 5, tentu saja dengan genre yang sama
Lalu tentang judul Maryamah Karpov dan subjudul Mimpi-Mimpi Lintang, banyak orang yang sepertinya bingung akan hal ini, akupun pada awalnya seperti itu, kok seperti tidak ada hubungannya antara judul dan isi, tapi setelah baca banyak, hmm ternyata itu adalah metafora, kata “Maryamah Karpov” mewakili sisi cerita dimana Andrea menceritakan pribadi-pribadi orang melayu pedalaman dan kebudayaanya, dan salah satu kebiasaan unik orang melayu itu adalah kebiasaan mereka menjuluki nama orang, seperti satu contohnya mak cik Maryamah itu, yang jago main catur, sehingga orang-orang meyandingannya dengan seorang maestro catur Anatoli Karpov, jadilah seumur hidup mak cik Maryamah dipanggil dengan nama Maryamah Karpov, sebetulnya bisa saja judulnya diganti misalnya dengan “Rustam Simpan Pinjam”, kata tersebut juga bisa mewakili isi cerita, tapi yah bagi telinga orang indonesia kata Maryamah Karpov tentu lebih menjual ketimbang Rustam Simpan Pinjam
Sedangkan untuk kata “Mimpi-Mimpi Lintang” awalnya aku mengartikan secara tekstual pula, aku menebak buku ini akan banyak menceritakan mimpi-mimpi seorang Lintang yang cerdas tapi putus sekolah itu, namun kenyataanya di cerita ini disebutkan bahwa Lintang sudah mapan, sudah jadi juragan kopra dan punya beberapa anak buah, bagi seseorang yg sudah “sukses” kata “mimpi-mimpi” sudah kurang relevan lagi dilekatkan padanya, lalu pertanyaan selanjutnya, apa maksud Andrea memberi subjudul “Mimpi-Mimpi Lintang” ?, so setelah baca lebih dalam arti “Mimpi-Mimpi Lintang” itu ternyata menceritakan Petualangan Andrea yang boleh dibilang berbahaya, bahkan Andrea mengatakan bahwa petualangannya tersebut lebih berbahaya ketimbang berkeliling Eropa dan Afrika, karena di petualangan kali ini kemungkinan besar Andrea akan berhadapan dengan Bajak Laut dan daerah yang tidak tersentuh yang disebut Batuan. Kata “Lintang” di sini sendiri aku rasa lebih tepat bila diartikan garis Lintang, garis vertikal yang membelah bumi yang mewakili penjelajahan samuadera, petualangan Andrea ini memang sepenuhnya disandarkan kepada “Mimpi-Mimpi Lintang” sebuah nama kapal tradisional berbobot 3 Ton yang dibuat oleh tangan Andrea sendiri dengan dibantu rumus-rumus fisika yang diberikan oleh Lintang
So kesimpulannya, aku salut dengan pemilihan Judul bukunya, sangat mewakili dengan apa yang diceritakan Andrea di buku ini, hanya memang memandang judulnya tidak bisa dengan cara terkstual, mesti melihat dengan kacamata metafora, dengan begitu akan jelas terlihat bahwa cerita di buku ini memang terbagi dalam 2 kategori besar,
- Menceritakan kebudayaan orang-orang melayu pedalaman
- Petualangan besar Andrea mengarungi samudera yang ganas dan penuh bajak laut hanya sekedar mencari A Ling, dengan apa ?, tentu saja denga menaiki Mimpi-Mimpi Lintang”
nah satu hal yang belum ku pahami, kenapa Andrea menyusupkan Nurmi di cover depan ?, ya nurmi memang muncul beberapa kali di novel ini, namun tanpa ada Nurmi pun, cerita utama aku rasa akan berjalan tanpa gangguan sedikit pun, apakah cover Nurmi ini sebuah metafora yang mewakili jalan cerita ?, kalo iya ?, terus terang, aku belum menemukan jawabannya ?, dan kalau engkau Kawan mengetahuinya, maka sudilah engkau membaginya di kolom komentar ini
note : image is courtesy of Kuncoro
Alex
December 20, 2008 11:30 pm
Saya malah belum baca Maryamah Karpov itu. Sempat lihat di toko buku di samping toko sendiri, tapi… belum
minatsempat beli