Nov30

Baru-baru ini saya mendengar, khususnya di Jakarta bahwa pemda DKI akan memberlakukan waktu masuk sekolah untuk para siswa, pada pukul 06.30 pagi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, well saya bukan orang Jakarta tetapi saya juga mendukung hal ini dengan beberapa catatan

Menurut saya setiap masalah mesti dipecahkan dengan berbagai pengorbanan, dalam konteks peraturan di atas, berarti hanya siswa saja yang dituntut untuk berkorban, padahal yang sejauh saya ketahui, masalah kemacetan di negeri ini bukan hanya disebabkan oleh para siswa, para pekerja pun ikut andil berkontribusi terhadap kemacetan, seperti banyaknya pengguna mobil pribadi ataupun motor pribadi, demikian pula dengan angkutan umum, yang seringkali demi mengejar setoran malah ngetem di sembarang tempat, demikian juga oknum aparat yang juga seringkali “kalah” dengan sopir angkot-angkot tersebut, tidak bisa menindak dengan tegas entah kenapa ?

Saya sendiri sebagai pekerja tidak akan menyoroti hal-hal lain di luar peran seorang karyawan, saya mengusulkan kita sebagai pekerja pun sebetulnya bisa ikut andil untuk meredam kemacetan, salah satunya adalah dengan memperbanyak bekerja secara jarak jauh, atau lazim disebut remote/telecommuting working, memang tidak semua jenis pekerjaan bisa dilakukan di rumah terutama pekerjaan yang berkaitan dengan fisik, lalu pekerjaan seperti apa yang bisa dilakukan secara jarak jauh ?, kalau sebagian besar waktu kerja anda dilakukan di depan komputer ataupun telepon, sangat bisa diusahakan kalau pekerjaan itu bisa juga dilakukan secara jarak jauh, intinya pekerjaan yang berkaitan dengan komputer, telekomunikasi dan informasi, kalau mau, sebetulnya bisa dilakukan secara jarak jauh

Klik di sini kalau masih penasaran …

Nov17

Saya sedikit heran, dunia bisnis komputer berlomba-lomba untuk menyuguhkan komputer yang lebih canggih, yang lebih banyak fitur, yang lebih tinggi speknya, tidak adakah satu perusahaan yang berbuat sebaliknya ?, menyediakan komputer yang sederhana, yang hanya mampu mengerjakan kebutuhan dasar, inovasi menurut saya bukan hanya melakukan sesuatu lebih banyak, tapi mengurangi sesuatu pun bisa jadi itu sebuah bentuk inovasi, contohnya :

Komputer Mengetik

Fitur :

  • OS dimodifikasi sehingga hanya dibuat untuk melayani pekerjaan seperti mengetik dokumen dan membuat spreadsheet serta mencetaknya
  • Hardware seperti monitor, printer dan CPU sudah terintegrasi
  • Software di dalamnya hanya word processor dan spreadsheet sederhana saja
  • Word Processor hanya menyediakan TAB, CAPS LOCK, spasi, Bold, Italic, Underline, lalu Font cuma satu, yang standard aja Time News Roman, lalu costumisasi hanya di sisi pembesaran/pengecilan ukuran huruf, ukuran kertas yang disediakan cuma Envelope, A4 dan FOLIO aja, margin kiri, kanan, bawah, atasnya di-FIX-kan, jadi tidak ada pengaturan buat hal tersebut
  • Spreadsheetsnya juga sederhana, selain dari fitur Word Processor di atas, hanya ditambahkan fitur perhitungan, Kali, Bagi, Tambah, Kurang udah selesai, siapa yang butuh lebih dari itu ?, standard deviasi, HLOOKUP, VLOOKUP ?, seberapa sering sih kita pakek fitur advance di spreadsheets ?, apalagi kalau buat usaha kecil, mereka nggak butuh itu
  • Tidak ada kostumisasi atau install software/driver tambahan, menurut saya hal seperti itu yang bisa membuat komputer sulit dipelajari orang awam, port yang disediakan hanya 3, USB buat keyboard, mouse dan flashdisk

Implikasinya :

  • Kebutuhan spesifikasi Hardware rendah
  • Harga yang murah, bisa membuat pengeluaran perusahan jadi efisien
  • Karena minim fitur dan sederhana, seharusnya bisa lebih mudah dipelajari bagi orang awam
  • Software sudah terintegrasi, sehingga otomatis menghindari pembajakan software

Target Pasar:
Usaha kecil, seriously mereka butuh pencatatan bisnis yang terorganisir, tapi segan membeli komputer karena harganya mahal dan mereka nggak butuh dengan apa itu internet, DUAL CORE, Game, multimedia dll ketika bekerja

Inspirasi :
Asus EEEPC dan OLPC, lihat kan mereka laku keras ?, seharusnya bisa dibuat hal yang mirip untuk PC-nya

Ini menurut saya ceruk pasar yang belum terjamah, hitung-hitung mengisi gap pasar yang kosong diantara kalkulator dan PC modern, lagipula sekarang zaman krisis, di zaman krisis ini produk yang bisa memberikan dampak efisiensi terhadap perusahaan, menurut saya akan laku keras, so adakah yang mau terjun ke pasar ini?

Nov12

Warning : banyak spoiler di tulisan kali ini, so bagi yang tidak suka sebaiknya tidak membaca postingan ini

Judul lengkapnya adalah Dyah Pitaloka : Korban Ambisi Politik Gajah Mada, buku ini bercerita tentang kehidupan Dyah Pitaloka pada saat menjelang kematiannya di tengah berkecamuknya perang bubat antara kerajaan Sunda (Pajajaran) dan kerajaan Majapahit. Novel ini ukurannya cukup kecil dengan dimensi 11 x 17,5 cm dan hanya berisi 326 halaman, tidak terlalu terkenal dan bukan pula merupakan best seller, saya membelinya hanya karena waktu itu tidak membawa uang yang cukup untuk beli Novel Gajah Mada, dan ditambah lagi waktu itu Gramedia sedang diskon besar-besaran, dengan uang Rp 12.000 saya sudah mendapatkan novel mungil ini

Namun tak dinyana, setelah beberapa minggu tertelantarkan, akhir pekan lalu saya iseng membacanya untuk mengisi waktu di malam hari karena saya tidak bisa tidur, dan ternyata WOW.. novelnya bagus sekali, apalagi Hermawan Aksan, sang penulis sangat lihai dalam menggambarkan situasi kerajaan Sunda, betapa waktu itu kerajaan Sunda sangat makmur, memiliki tanah dan pemandangan indah, penggambaran istana kerajaan pun sangat berkesan, membuat saya ingin melihatnya, entahlah apakah Kedaton Surawisesa saat ini masih ada ?, kesan indah juga diperkuat karena beberapa jam sebelumnya saya baru saja pulang dari Bekasi, selama di perjalanan ke Bandung saya melihat pemandangan dan baru menyadari kalo pemandangan tersebut indah malah setelah baca novel ini, begitulah sang penulis mampu mebangkitkan jiwa romantis saya akan Negeri Para Dewa ini (Tanah Sunda sering disebut Parahyangan, hyang berarti Dewa), DIRGAHAYU NEGERI SUNDA :D

Klik di sini kalau masih penasaran …

Nov07

Apa itu Favicon ?

Favicon (baca : “Fav - eye- con”) adalah gambar kecil yang muncul di tab atau di sebelah kiri address bar suatu browser, favicon biasanya berfungsi sebagai identitas atau bahkan logo bagi suatu website atau blog



Favicon google di address bar firefox

Favicon google di tab firefox

Identitas blog saya, batu ruby *narsis*

Tidak sulit untuk membuat favicon dan meletakannya di website atau blog, kita hanya perlu sebuah gambar, mengecilkan ukurannya sampai 16x16 pixel lalu menyimpannya dalam format .ico, anda bisa memakai program gratis nan ringan seperti IrfanView untuk melakukan hal tersebut, silahkan download IrfanView di sini

Setelah anda mendapatkan file ico-nya, maka file ico tersebut harus anda upload ke server anda, lalu bagaimana kalau anda tidak punya server atau tempat hosting sendiri ?, anda tinggal cari hosting yang gratis, nah sayangnya hosting-an gambar gratis yang sudah sangat dikenal seperti imageshack atau photobucket tidak men-support file bereknstensi ico ini, beruntunglah penulis menemukan beberapa hosting gambar gratis yang men-support file ico, diantaranya adalah picpanda.com atau iconj.com

Lalu icon yang telah di-upload pathnya di copas dan masukan ke html di antara tag head sebagai berikut

<link rel=\"SHORTCUT ICON\" href=\"http://www.picpanda.com/contoh.ico\">

Silahkan di-save lalu coba test dari browser dengan terlebih dahulu menghapus cookies dan cache agar favicon yang lama terhapus, oiya ini beberapa browser yang sudah support favicon Mozilla Firefox 1+, IE 7+, Opera 7+, Konqueror 3+, Safari 1+ dan Google Chrome