Oct21

Odesk adalah salah satu situs yang menyediakan layanan pekerjaan jarak jauh atau sering disebut juga telecommuting, kebetulan sudah 6 bulan lamanya saya melakoni pekerjaan ini, alhamdulillah saya bersyukur akhirnya impian saya untuk bekerja di rumah terkabul, bukan soal mudah untuk mendapatkan pekerjaan seperti ini, apalagi persaingan sangat ketat, tiap satu proyek paling tidak ada 5-10 orang yang “melamar di pekerjaan tsb”, puluhan kali melamar, puluhan lamaran saya pun ditolak, setelah 3 minggu tanpa pekerjaan akhirnya sy berhasil mendapatkan juga, ya walaupun rate saya yang dapatkan bukan rate yang tertinggi, tapi yang penting bisa masuk adalah suatu anugerah

Nah di tulisan kali ini saya ingin berbagi, strategi atau tips apa sajakah yang telah saya gunakan supaya bisa mendapatkan pekerjaan tersebut

Keyakinan
Saya beragama islam, di islam ada salah satu hadits qudsy yang kira-kira berbunyi “Aku (Alloh SWT) adalah sesuai prasangka hamba-ku terhadapku“, Alloh SWT akan mengabulkan permintaan yang sesuai dengan keinginan, daya juang dan pemikiran hambanya, jika anda ingin mendapatkan sesuatu, anda harus punya keyakinan untuk mendapatkannya, perkara cara bagaimana untuk mendapatkannya itu mah belakangan, kalau sudah yakin dan dilakukan lama kelamaan anda pun akan menemukan berbagai cara yang bahkan belum terpikirkan sebelumnya

Sabar
Sabar di sini bukan berarti pasif alias diam melongo, tapi sabar di sini berarti sabar aktif, kalau belum dapat ya lakukan terus menerus sampai dapat, jangan baru 1-2 hari sudah menyerah, kalau perlu sampai sumber daya yang anda kerahkan habis, saya pribadi seperti yang diceritakan di atas, butuh waktu 3 minggu untuk mendapatkan pekerjaan di odesk, sementara saya sudah keluar dari pekerjaan FULL - TIME saya, dan uang tabungan hanya cukup untuk hidup 1 bulan ke depan, khawatir tentu saja, apalagi saya sudah punya istri, bagaimana mau memberi makan istri, kalau pekerjaan saja belum dapat ?, namun justru itu saya selalu yakin, anugerah biasanya suka datang di saat-saat paling akhir, jadi tenang saja, rezeki mah gak akan kemana selama kita mau berusaha menjemputnya

Skill
saya berani berkata “Tidak perlu skill yang HEBAT, untuk mendapatkan pekerjaan di odesk”, kalau anda sudah bekerja di suatu perusahaan katakanlah menjadi programmer PHP, skill anda sudah cukup sebagai modal untuk mengerjakan proyek-proyek di odesk, jadi jangan dulu menunggu jadi JAGO, kalau sudah punya dasar, nyemplung saja langsung

Percaya Diri
ini berkaitan dengan skill di atas, Pekerjaan di odesk kebanyakan berasal dari luar negeri, Amerika Serikat paling banyak, jika kita mendengar kata luar negeri biasanya perspektif yang ada di kebanyakan kita adalah “Wah, Luar Biasa, orang luar negeri pasti pintar-pintar, saya yang biasa ini gak mungkin lah bisa bekerja sama dengan mereka ,”, anggapan-anggapan seperti ini bisa membuat rendah diri, saya menyarankan hilangkan anggapan-anggapan seperti ini, menurut saya mereka biasa saja, gak ada yang luar biasa, sama sajalah dengan kita-kita, bahkan saya seringkali menemukan Teman-teman saya di Indonesia banyak yang lebih HEBAT dari mereka, jadi nggak usah takut, intinya bule juga manusia, memang benar orang bule pun somehow ada yang sangat-sangat cerdas, tapi biasanya jabatan di team juga tinggi seperti Leader Programmer, System Architect atau bahkan Sang pemilik projek, jd santai saja kalo skill anda masih rata-rata, pede aja lagi. sekedar info minimal anda bisa dapat $6-$10/jam dengan skill rata2 ini, kalo pengalaman kerja remoting anda ini sudah menanjak, anda bisa dapat $15 - $25 per jam, tapi kalo benar2 jago/ahli/expert/ninja, saya punya teman programmer ruby yang ratenya $55/jam, tapi ya kalo yang terakhir ini dia dapat pekerjaanya bukan lewat odesk, tapi tentunya masih telecommuting juga

Komunikasi
Komunikasi, baik itu ketika melamar, wawancara sampai sudah bekerja, tentu saja menggunakan bahasa inggris, tapi ada satu hal yang ingin saya ceritakan, bahwa bahasa inggris saya ini lebih jelek dari istri saya, selama ada google translate atau kalo dalam kasus saya paling sering menggunakan http://kamus.orisinil.com, jangan khawatir soal komunikasi, anda nggak perlu lulus TOEFL untuk bisa mendapatkan pekerjaan di odesk (ya kalo sudah lulus, WOW itu lebih baik, kemungkinan anda dapat pekerjaan berarti lebih besar dari saya), passive english sudah cukup, saya pribadi, grammarnya masih acak-acakan, bahkan suatu saat client pernah bilang, “adit, your grammar is little bit weird” atau yg lebih kasar lagi ” your english SUCK”, langsung dipecat ?, err nggak juga, ya mungkin mereka sedikit kecewa, tapi yang penting toh dengan kemampuan pas-pasan seperti ini saya bisa bertahan ?, apalagi kalo anda jago cas cis cus + grammar yang oke punya, wah client mungkin bisa sangat senang, karena anda bisa diajak ngobrol APA AJA, soal anak , soal keluarga, soal liburan, soal keadaan indonesia, soal BALI, ngegosip, de el el. btw client juga manusia, OOT waktu conference juga suka dilakukan hihi

ada lagi TIPS tambahan, kalo skill active english anda pas-pasan, lalu tiba2 client minta voice call via skype, saya biasanya menolak ini, bilang saja “sorry, my connection is not so fast to communicate via skype“, dengan bilang gini paling resikonya malu saja, karena biasanya client bakal nanya, berapa kecepatan di sana , lalu saya jawab 128 - 384 kbps, dia paling bilang “WHAT, it’s so 10 years ago ...” lalu dia biasanya mengurungkan niat untuk Voice Call :D , yeah strategi ini memang sedikit licik hihi, tapi anda nggak bohong, emang internet indonesia jelek koq, so bersyukurlah punya inet jelek kek gini, bisa jadi alasan he he :p

Ikut Testing/Punya Sertifikat
Mengikuti test itu bahkan lebih penting daripada mengisi CV, baik itu test dari luar seperti dari brainbench.com, sertifikasi resmi seperti yg dikeluarkan vendor atau dari internal odesk sendiri, lulus test ini bisa berarti banyak, saya tidak pernah dapat tawaran interview satu kalipun sebelum saya lulus test Ruby on Rails, English dan Red Hat, kebanyakan calon client memang mewajibkan “calon pelamar” untuk lulus dalam test tertentu, oiya test di odesk.com menurut saya terhitung relatif susah, dalam kasus saya test Ruby on Rails, kalo anda khatam di luar kepala manual Rails, bisa dipastikan anda akan mudah lulus, tapi kalo tidak.. wah sulit, saya aja gagal 2x, tapi di yang ketiga kali saya punya ide, kenapa nggak siapkan berbagai ebook pendukung ketika melakukan test, nyontek ajah :-P , cheating ?, hmm gak juga, toh gak ada larangan buat nyontek ke ebook atau ke internet, so akhirnya saya lulus, itu pun dengan nilai yang masih pas-pasan

Curriculum Vitae
Seperti melamar biasa, tulis CV selengkap mungkin, tentunya lengkap di sini adalah yang relevan dengan skill yang anda ingin jual, supaya lebih meyakinkan, bisa juga memakai gambar, pekerjaan seperti apa yang pernah anda buat, CV yang lengkap meningkatkan peluang anda untuk bisa diterima, di odesk ini sudah disediakan form khusus jd kita tinggal masukin saja datanya, btw ini juga gak wajib sih, teman saya ada yg bisa dapat pekerjaan odesk dengan CV kosong melompong, ya dia sudah ikut test, nilai di testing memang lebih penting daripada CV yang isinya segambreng. Walaupun, nulis CV tentu saja itu lebih baik drpd nggak sama sekali

Waktu Kerja
Kalau anda mau serius melakukan telecommuting work, saran saya jangan ambil pekerjaan yang part time (2-4 jam/hari), ambil saja yang full time (6-8 jam/hari), kenapa ?, kerjaan part time itu kebanyakan nggak lama durasinya dan juga tasknya seringkali tidak tersedia tiap hari, ini menurut saya merugikan, karena kita digaji per jam, kalo tidak dapat task sehari, anda tidak dapat uang sama sekali, kalo yang full time itu durasinya lama dan tasknya juga ada setiap hari, saya pribadi mendapatkan pekerjaan yg setahun dengan 35-40 jam per pekan (durasi paling lama di odesk) , yang tentu saja kalo client masih memerlukan durasinya bisa diperpanjang

Rate/Gaji
Jangan ragu untuk menetapkan harga berapa anda layak dibayar, sebutkan saja, jangan terlalu banting harga, untuk programmer kalo nggak kepepet jangan lah sampe menurunkan harga sampai $6-$7/jam, ini terlalu murah, kata saudara saya, di Amerika gaji segitu adalah gaji seorang pemetik anggur hihi, jadi programmer digaji segitu menurut saya kurang layak … $15/jam saja menurut saya bagi si bule itu sudah sangat murah, kalo pun si bule menawar, ya $9 tetapkan saja sbg batas minimal, jangan kurang dari itu … kemurahan, nah kalo sebagai data entry/SEO/blogger,di odesk dapat $6/jam itu udah tinggi, $4/jam adalah rata2, kalau mau banting harga ya $2/jam saja, di bawah segitu hmm terlalu murah, sebagai catatan seringkali dalam perspektif client, rate adalah representasi dari skill, kalo anda menghargai diri anda terlalu murah, client bisa menganggap skill anda pun rendah, percayalah bagi client seringkali kualitas itu no 1, kalo anda expert, saya rasa mereka tetap mau untuk membayar mahal anda

Koneksi Internet
jelas sekali, oiya kerja telecommuting lebih mementingkan internet yg stabil ketimbang yang cepat tapi sering down, bukan apa-apa, memalukan kalau sedang conference tapi tiba-tiba internet down, kalo sekali - dua kali si gpp, lah kalo sering ini bahaya, karena availability itu sangat penting, mencerminkan integritas dan komitmen anda, kalo anda orang cimahi, saya merekomendasikan untuk memakai jasa wastama

Ijazah
Gelar Sarjana, Doktor, Professor de el el, SAMA SEKALI GAK PERLU, sy sudah beberapa kali ikut interview, dan tidak sekalipun ditanyakan di Universitas mana anda lulus, berapa IPK anda, lulus jurusan mana ?, see bahkan anak SMA pun bisa dapet kerjaan via odesk :-p

Daftar Ke Odesk
ya iyalah, masa ya iya dong, Anak itu amanah, masa amadong ( :D ), sudah jelas kan gak mungkin bisa dapet kerjaan di odesk, kalo gak daftar, tenang aja, gak dipungut bayaran koq, alias Gratis tis tis

Berdoa
ini jurus terakhir, berdoa membiarkan anda terus berpikir positif dan meningkatkan pengharapan, minta juga doa kepada istri/suami atau orangtua anda, pengharapan dari orang sekeliling anda, menurut saya bisa memicu motivasi dan semangat anda, selebihnya biarkanlah Kuasa Alloh SWT yang memutuskan :) , oiya bagi anda yang berminat menceburkan diri di dunia telecommuting, saya juga berdoa semoga anda cepat-cepat dapat proyek aamin, mari kita bersama-sama harumkan nama Indonesia di percaturan dunia *halah*, percayalah indonesia bisa lebih baik dari india

Catatan :

  1. Saya rasa tulisan ini berlaku juga untuk situs penyedia layanan telecommuting work yang lain, karena saya spesifik nongkrongnya di odesk, jd tulisan saya pun spesifik
  2. Kalau anda sudah diterima, saya menghimbau janganlah memalukan nama Indonesia, bukan soal skill, tapi biasanya lebih ke perilaku dan integritas anda, selalu laporan ke boss status anda minimal per hari, kalo mau liburan bilang mau izin liburan, kalo mau resign bilang juga mau resign, kalo ada tugas yang nggak bisa, bilang juga NGGAK BISA, sehingga tugas tsb bisa langsung diserahkan ke team lain dan anda bisa mendapat tugas yang sesuai dengan kemampuan anda, kalau mati listrik, email boss esoknya, kalo misalnya gak bisa menghadiri conference, bilang juga sebelumnya, ngetik email itu mudah koq, nggak sulit. kenapa saya bilang seperti ini ?, karena saya sangat menyesalkan beberapa kolega saya dari Indonesia yang kabur begitu saja dan tidak memberi kabar apapun ke client, ini bisa membuat client gusar dan marah, iya bule itu memang nggak peduli kita berasal dari negara mana dan jarang menggenalisir, tapi kalo yang melakukan ini semakin banyak, saya khawatir orang indonesia bisa di blacklist, karena saya pernah melihat requirement pekerjaan di odesk yang menyatakan begini “India Programmer, don’t apply please“, nah kalau itu terjadi terhadap indonesia siapa yang akan rugi ?, KITA SEMUA *curhat*

Oct19

Suddenly in this morning, my mind was blowing about “how to make loyal employee ?”, not sure why it came, it’s just about dreaming that somehow, in one day i would become a CEO *halah*

Karyawan, Mantsbbs uh ? Saya pernah jadi karyawan yang merasa tidak puas, karena apa yang saya kerjakan saya anggap tidak dihargai dengan baik oleh perusahaaan ybs, Oleh karena itu saya keluar, beruntunglah saya berkecimpung di dunia IT, yang mungkin untuk ukuran negara Indonesia, persaingan kerja di sektor ini belum lah ketat, sehingga cukup mudah bagi saya untuk pindah kerja, Alhamdulillah

Sebetulnya apa yang saya alami ini sudah menjadi wajar bagi teman2 saya di dunia IT, pindah-pindah kerja adalah “kewajiban” , sedikit ndak puas, keluar cari yang baru, apalagi kalau umur masih muda, sedikit saja ditekan, ngambek, pundung lalu resign lah, cari yg baru, internet memang memudahkan para pekerja IT ini mencari pekerjaan baru, dengan mengirim lamaran via internet, setidaknya kita yakin, surat lamaran langsung jatuh ke tangan yg tepat. ok memang tidak semua orang bersikap seperti kutu loncat, namun sy pribadi belum menemuipun teman2 IT yang bekerja lebih dari 5 tahun di suatu perusahaaan, kecuali kalo ybs sudah jadi pegawai tetap

Fakta ini, menganggu pemikiran saya, bagaimana kalo suatu saat nanti saya jadi seorang CEO sebuah perusahaan konsultan IT, akankah saya dihadapkan oleh masalah yang sama ?, kekurangan tenaga kerja yg mumpuni, sulit mencari karyawan yang setia ?, hal pertama yang terpikirkan oleh saya, it’s all about money, saya yakin banyak dari kita karyawan yang tidak puas adalah soal gaji, merasa berhak mendapat gaji yang lebih besar, merasa punya kontribusi yang lebih besar ?, tapi entahlah lama2 saya berpikir betulkah ini merupakan faktor utama ?

Betulkah gaji yang besar, bisa membuat orang lebih setia ?, setelah lama berpikir, saya menemukan jawaban di diri saya sendiri, jawabannya adalah TIDAK, kenapa ?, karena sekitar 3 tahun lalu saya pernah pindah kerja ke perusahaan yang bergaji lebih rendah dari perusahaan sebelumnya, it sounds crazy, keluarga saya saja sampai menentang, bukan, bukannya saya tidak mau uang banyak, tapi waktu itu sy berpikir ada yang lebih penting dari uang, pertama adalah INTERNET, why internet so important ?, apa yang kurang di perusahaan sebelumnya ?, jumlah karyawan ratusan, perusahaan mapan, cukup besar, karier jelas, kenapa saya mau pindah ke perusahaan startup, kecil, bergaji lebih rendah dan karier belumlah jelas ?, ya itu karena di perusahaan sebelumnya akses internet dibatasi, hanya bisa setelah pulang kerja saja, sedangkan di perusahaan berikutnya internet gak dibatasi, bahkan saya sampai rela menginap di kantor hanya untuk INTERNET, internet was fun you know ? we can grab a lot of things on it easily & effectively , bagi seorang pekerja IT internet menjadi wajib karena dengan adanya internet skill kita bisa ter-update dengan cepat

Kedua adalah bisnis inti, saya menilai cara berbisnis perusahaan tsb sangat kotor, sogok sana sogok sini, markup sana markup sini dan berbagai kelicikan lainnya, ini terus terang menganggu saya, bukan karena saya ingin sok suci, tapi saya melihat situasi ini menyebabkan kualitas suatu produk menjadi bias, karena untuk mendapatkan proyek IT, kualitas bukanlah menjadi hal yang utama, yg penting itu, bagaimana perusahaan bisa meningkatkan kualitas KKN dan kualitas menjilat, produk yang OK, itu no ke sekian, toh instansi ybs, sebetulnya TIDAK BENAR2 BUTUH software tsb, imbas bagi programmer yg baru lulus seperti saya… itu artinya saya hanya membuat program yang kulitasnya rendah, ok itu nilainya ratusan juta bahkan miliaran, tapi tetap saja … kualitasnya SUX, ini menjadi masalah, karena kalau terus saya berdiam di situ, bisa2 kemampuan coding saya jadi berkurang, alih2 yang berkembang malah kemampuan KKN atau Korupsi saya, well ini masalah untuk jangka panjang kehidupan saya, karena saya yakin 10-20 tahun ke depan dimana dunia akan semakin mengglobal, informasi yang tersedia dimana-mana dan transparansi jd kewajiban, perusahaan seperti ini akan kolaps dan tumbang, imbasnya saya pun akan tumbang, karena dimana skill per-IT-an *halah* teman-teman saya sudah sangat meningkat dan banyak dicari, skill KKN & Korupsi yg bagus malah tidak berarti apa-apa, sungguh nggak enak menjadi bukan apa-apa di masa tua, suatu ide buruk bukan ?

Di samping ketiga alasan di atas, saya punya pemikiran yang lebih penting lagi bagaimana karyawan bisa betah, kuncinya adalah Investasi, investasi apa ?, nanam uang di pasar modal ?, WHAT THE PLURK about pasar modal, i absolutely not interested about it (no offense for you who works depend on it, it’s only about my personal preference), saya adalah salah satu yang percaya akar semua keuntungan adalah ILMU, dengan ilmu bahkan uang yang hilang pun bisa dicari, didik diri sendiri adalah salah satu cara meraih keuntungan jangka panjang, ingin karyawan setia ?, beri dia pendidikan apalagi kalo memberi pendidikan kpd seseorang yg ndak punya apa-apa lalu membuat dia menjadi penuh ilmu dan berkualitas, kalo pun itu karyawan pada akhirnya keluar, kalau dia manusia normal, dia akan mengingat apa yang akan kita berikan dan akan menceritakan hal tsb kemana-mana, kalaupun dia tidak ingat, masih ada saksi manusia yang melihat perbuatan kita, dia akan cerita kemana-mana, imbasnya reputasi pun akan terangkat, kalaupun tidak ada manusia yang sama sekali ingat, kita sendiri yang ingat, bukan, bukan untuk mengingat dampak buruk yang terjadi, tapi dengan mengingat bahwa kita pernah berguna bagi orang lain, give something that really matters to someone, akan membahagiakan kita, sikap bahagia ini akan memicu sikap positif di diri dan sikap positif akan berpengaruh terhadapa kinerja kita dan orang di sekeliling, so that’s why Ulama always says, “on every kindness God really seeing us everywhere”

so itulah beberapa alasan yang bisa membuat karyawan yang setia, diuurutkan dari paling yang nggak penting

1.Uang
2.Fasilitas Perusahaan
3.Moral
4.Pendidikan

so ada yg bisa memberi tambahan ?

note : saya kira bukan di bidang IT saja kita bisa dengan mudah dapat pekerjaan, di bidang apapun kalo anda punya skill, saya yakin anda akan banyak dicari orang koq

Oct12

Ketika saya terkagum-kagum dengan google translate yang telah mendukung bahasa indonesia, tiba-tiba saya punya pemikiran, wah asyik sekali apabila ada sebuah aplikasi instant messenger yang memanfaatkan hal ini, dengan kata lain melalui google translate kita bisa membuat chatting di IM menjadi “multi bahasa” (sy merasa istilah ini kurang tepat)

Jadi kalo kita berbicara dengan orang jepang, mereka tetap menggunakan tulisan jepang, tetapi tulisan itu akan muncul di sisi kita dengan bahasa indonesia, demikian juga sebaliknya apabila kita mengetik pakai bahasa indonesia, tulisan yang sampai di sana pun adalah tulisan Jepang, tentu saja dengan memanfaatkan google translate, entah via API-nya (udah ada kah ?) atau lewat parsing html-nya langsung, kira2 siapa yg berminat bikin ini ?, kira2 bahasa pemrograman yg digunakan apa yah ? ERLANG ?

atau ada ide lain ?

*ps : dengan adanya aplikasi spt ini, menurut saya KITA bisa dapat proyek IT dari jepang bahkan sebelum KITA bisa bahasa jepang :D