Oct19

Suddenly in this morning, my mind was blowing about “how to make loyal employee ?”, not sure why it came, it’s just about dreaming that somehow, in one day i would become a CEO *halah*

Karyawan, Mantsbbs uh ? Saya pernah jadi karyawan yang merasa tidak puas, karena apa yang saya kerjakan saya anggap tidak dihargai dengan baik oleh perusahaaan ybs, Oleh karena itu saya keluar, beruntunglah saya berkecimpung di dunia IT, yang mungkin untuk ukuran negara Indonesia, persaingan kerja di sektor ini belum lah ketat, sehingga cukup mudah bagi saya untuk pindah kerja, Alhamdulillah

Sebetulnya apa yang saya alami ini sudah menjadi wajar bagi teman2 saya di dunia IT, pindah-pindah kerja adalah “kewajiban” , sedikit ndak puas, keluar cari yang baru, apalagi kalau umur masih muda, sedikit saja ditekan, ngambek, pundung lalu resign lah, cari yg baru, internet memang memudahkan para pekerja IT ini mencari pekerjaan baru, dengan mengirim lamaran via internet, setidaknya kita yakin, surat lamaran langsung jatuh ke tangan yg tepat. ok memang tidak semua orang bersikap seperti kutu loncat, namun sy pribadi belum menemuipun teman2 IT yang bekerja lebih dari 5 tahun di suatu perusahaaan, kecuali kalo ybs sudah jadi pegawai tetap

Fakta ini, menganggu pemikiran saya, bagaimana kalo suatu saat nanti saya jadi seorang CEO sebuah perusahaan konsultan IT, akankah saya dihadapkan oleh masalah yang sama ?, kekurangan tenaga kerja yg mumpuni, sulit mencari karyawan yang setia ?, hal pertama yang terpikirkan oleh saya, it’s all about money, saya yakin banyak dari kita karyawan yang tidak puas adalah soal gaji, merasa berhak mendapat gaji yang lebih besar, merasa punya kontribusi yang lebih besar ?, tapi entahlah lama2 saya berpikir betulkah ini merupakan faktor utama ?

Betulkah gaji yang besar, bisa membuat orang lebih setia ?, setelah lama berpikir, saya menemukan jawaban di diri saya sendiri, jawabannya adalah TIDAK, kenapa ?, karena sekitar 3 tahun lalu saya pernah pindah kerja ke perusahaan yang bergaji lebih rendah dari perusahaan sebelumnya, it sounds crazy, keluarga saya saja sampai menentang, bukan, bukannya saya tidak mau uang banyak, tapi waktu itu sy berpikir ada yang lebih penting dari uang, pertama adalah INTERNET, why internet so important ?, apa yang kurang di perusahaan sebelumnya ?, jumlah karyawan ratusan, perusahaan mapan, cukup besar, karier jelas, kenapa saya mau pindah ke perusahaan startup, kecil, bergaji lebih rendah dan karier belumlah jelas ?, ya itu karena di perusahaan sebelumnya akses internet dibatasi, hanya bisa setelah pulang kerja saja, sedangkan di perusahaan berikutnya internet gak dibatasi, bahkan saya sampai rela menginap di kantor hanya untuk INTERNET, internet was fun you know ? we can grab a lot of things on it easily & effectively , bagi seorang pekerja IT internet menjadi wajib karena dengan adanya internet skill kita bisa ter-update dengan cepat

Kedua adalah bisnis inti, saya menilai cara berbisnis perusahaan tsb sangat kotor, sogok sana sogok sini, markup sana markup sini dan berbagai kelicikan lainnya, ini terus terang menganggu saya, bukan karena saya ingin sok suci, tapi saya melihat situasi ini menyebabkan kualitas suatu produk menjadi bias, karena untuk mendapatkan proyek IT, kualitas bukanlah menjadi hal yang utama, yg penting itu, bagaimana perusahaan bisa meningkatkan kualitas KKN dan kualitas menjilat, produk yang OK, itu no ke sekian, toh instansi ybs, sebetulnya TIDAK BENAR2 BUTUH software tsb, imbas bagi programmer yg baru lulus seperti saya… itu artinya saya hanya membuat program yang kulitasnya rendah, ok itu nilainya ratusan juta bahkan miliaran, tapi tetap saja … kualitasnya SUX, ini menjadi masalah, karena kalau terus saya berdiam di situ, bisa2 kemampuan coding saya jadi berkurang, alih2 yang berkembang malah kemampuan KKN atau Korupsi saya, well ini masalah untuk jangka panjang kehidupan saya, karena saya yakin 10-20 tahun ke depan dimana dunia akan semakin mengglobal, informasi yang tersedia dimana-mana dan transparansi jd kewajiban, perusahaan seperti ini akan kolaps dan tumbang, imbasnya saya pun akan tumbang, karena dimana skill per-IT-an *halah* teman-teman saya sudah sangat meningkat dan banyak dicari, skill KKN & Korupsi yg bagus malah tidak berarti apa-apa, sungguh nggak enak menjadi bukan apa-apa di masa tua, suatu ide buruk bukan ?

Di samping ketiga alasan di atas, saya punya pemikiran yang lebih penting lagi bagaimana karyawan bisa betah, kuncinya adalah Investasi, investasi apa ?, nanam uang di pasar modal ?, WHAT THE PLURK about pasar modal, i absolutely not interested about it (no offense for you who works depend on it, it’s only about my personal preference), saya adalah salah satu yang percaya akar semua keuntungan adalah ILMU, dengan ilmu bahkan uang yang hilang pun bisa dicari, didik diri sendiri adalah salah satu cara meraih keuntungan jangka panjang, ingin karyawan setia ?, beri dia pendidikan apalagi kalo memberi pendidikan kpd seseorang yg ndak punya apa-apa lalu membuat dia menjadi penuh ilmu dan berkualitas, kalo pun itu karyawan pada akhirnya keluar, kalau dia manusia normal, dia akan mengingat apa yang akan kita berikan dan akan menceritakan hal tsb kemana-mana, kalaupun dia tidak ingat, masih ada saksi manusia yang melihat perbuatan kita, dia akan cerita kemana-mana, imbasnya reputasi pun akan terangkat, kalaupun tidak ada manusia yang sama sekali ingat, kita sendiri yang ingat, bukan, bukan untuk mengingat dampak buruk yang terjadi, tapi dengan mengingat bahwa kita pernah berguna bagi orang lain, give something that really matters to someone, akan membahagiakan kita, sikap bahagia ini akan memicu sikap positif di diri dan sikap positif akan berpengaruh terhadapa kinerja kita dan orang di sekeliling, so that’s why Ulama always says, “on every kindness God really seeing us everywhere”

so itulah beberapa alasan yang bisa membuat karyawan yang setia, diuurutkan dari paling yang nggak penting

1.Uang
2.Fasilitas Perusahaan
3.Moral
4.Pendidikan

so ada yg bisa memberi tambahan ?

note : saya kira bukan di bidang IT saja kita bisa dengan mudah dapat pekerjaan, di bidang apapun kalo anda punya skill, saya yakin anda akan banyak dicari orang koq

6 Komentar

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Gravatar: You can have a picture at the top of each your comments by getting a Gravatar

sofwan
October 19, 2008 10:46 pm

Ada sisi lain yang menurut saya penting di lihat, yaitu, tidak hanya pindah perusahaan, tetapi pindah kuadran pekerjaan, menjadi Wiraswasta atau Self Employee. Di IT, hal itu sangat memungkinkan dan memang harus di dukung penuh ilmu dan skill yang memadai. Tetapi, sepanjang kita dengan skill yang ada mampu untuk memberikan product/jasa yang di butuhkan customer, maka kita sudah dapat melakukan bisnis.
Inti nya, terus meningkatkan ilmu dan skill dan tidak hanya melihat menjadi karyawan saja. Sisi menjadi Wiraswasta atau Self Employee adalah suatu hal yang penting juga.

adit
October 20, 2008 9:09 am

@sofwan

saya menulis ini BUKAN dari perspektif karyawan tapi perspektif seorang pengusaha, bagaimana cara membuat karyawan yang setia ? , bagaimana mencegah karyawan mumpuni untuk tidak kabur begitu saja ?

mbelGedez™
October 20, 2008 5:52 pm

Sayah jadikeun karyawan inih setara, partener kerja.

Niscaya soal duwit adalah hal nomer sekiyan….

Donny Reza
October 24, 2008 10:44 am

See…?!!
You persis banget sama i … i juga seperti you … kapan-kapan sepertinya you dan i perlu kolaborasi ya? :p

*mode meneer: on*

warsono
June 21, 2009 8:07 pm

yupp saya juga pernah merasakan hal sama di dunia konsultan,,,,,,,,,,, KKN nya gila2an,,,,,,,,,,,,,,,, ampe pernah berfikir…………. berkah ga nih uang…….xixiixixix……………akhirnya saya tinggal aja.

Meily
March 10, 2010 12:03 pm

Anda benar.
Saya juga orang IT, dan sekarang memutuskan untuk pindah padahal baru 5 bulan, why? Karena perusahaan dengan seenaknya memindahkan saya ke bagian GA. Wah bayangin orang IT disuruh jadi orang GA.
Soal duit itu nomor 2, karena gapok saya disini ya besar, tapi terusin di GA? No way. Saya tipe yang stick to the profession. Saya mencari ilmu. Dulunya dioutsource, tapi ilmunya dah mandek begitu aja, saat mencari ilmu dan tentu duit lebih, malah dapetnya begini.
Jadi suasana kerja yang kondusif dan sportif juga penting. Dan kalo jadi bos, jangan mihak, biarin aja kalo karyawan berselisih suruh selesaikan sendiri, dengan demikian backstabbing juga gak ada. Saya pernah ngalamin dibackstab saat jadi konsultan dulu, hanya karena sentimen. Dan ini terjadi lagi. Sentimen yang tidak jelas karena apa.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.