Sekitar satu tahun lalu saya sudah mendengar tentang kehebatan manajemen Toyota terutama dalam memproduksi mobil, namun baru minggu kemarin sempat untuk membeli salah satu bukunya, yang berjudul How Toyota Became #1 yang ditulis oleh David Magee, Prinsip-prinsip yang diterapkan oleh Toyota di seluruh pabriknya di dunia mejadi sesuatu yg menarik tatkala prinsip-prinsip tersebut bersifat universal dan menurut saya bisa diterapkan di segala bidang selain otomotif
Buku ini dimulai dengan keinginan Sakichi Toyoda pada akhir abad 19, untuk memperbaiki efisiensi mesin tenun yang digunakan oleh Ibunya,menurutnya mesin tekstil yang dipakai ibunya itu tidak efisien, dengan modal usaha dan kerja keras, akhirnya dia bisa menciptakan mesin yang lebih efisien sekaligus membuat senang ibunya dan para tetangga dan bersamaan itulah dia mendirikan perusahaan pembuat mesin tenun Toyoda Loom Works dan Belakangan diganti menjadi Toyoda Automatic Loom Works
Semangat yang diusungnya adalah perbaikan terus menerus, dalam usahanya itu bahkan dia sampai menyuruh anaknya ke Inggris untuk belajar kepada Pabrik Tekstil bernama Platt Brothers, Kiichiro sang anak, juga dikirim ke Detroit untuk mempelajari arti efisiensi di pabrik milik Ford dan dia terkesan dengan fakta yang ada di sana, sehingga alih-alih membuat mesin tekstil baru, keluarga Toyoda malah menjual paten mesin tekstilnya ke Platt Brothers lalu uangnya dijadikan modal untuk mendirikan Toyota Automatic Works
Mereka mendirikan Toyota sama sekali tidak mempunyai pengetahuan atas mesin mobil, namun dengan sikap positif dan perbaikan terus menerus tanpa kenal lelah, mereka akhirnya bisa eksis, kaizen mereka menyebutnya, dimana hal-hal yang berkaitan dengan pemborosan/sampah dihilangkan satu persatu dengan biaya sekecil-kecilnya, budaya Toyota juga mengajarkan jika ada suatu kesalahan dalam proses produksi, maka dengan segera proses produksi tersebut dihentikan, dicari akar masalah dengan memakai prinsip 5 why, lalu diperbaiki
Klik di sini kalau masih penasaran …