About Me

Aditya Agustyana, 24 tahun yang sekarang ditemani pujaan hati Emiriza, lelaki yang rela tenggelam di lautan Ruby dan Rails, lelaki yang berangan, kagum pada Apple tapi belum punya, lelaki yang bangga tanah lahir Kiaracondong, lelaki yang berharap banyak cita-cita tapi introvert, lelaki yang hobi menggali emas web outsourcing, lelaki yang etc etc dan ada kontak di aditya titik jamop pada gmail titik com

The Apple Way

You can't do it by yourself, no matter how smart you are. Markets move too quickly, technologies grow too complex, and too many smart people are investing too much time and money in innovation. And, by the way, lots of those smart people are working in teams, trying to beat you out. (Steve Jobs)

Certificate

oDesk Certified Ruby on Rails Developer oDesk Certified Redhat Linux 9.0 General Administrator


May 16, 2008 8:02 am

Silahkan Merokok Dengan Bebas Jika Bumi Telah Menjadi Milik Anda

Tulisan ini terinspirasi dari blog ini tepatnya di gambar ini

Waktu kecil saya terus terang saja, selalu bingung kalau melihat ada yang merokok, dan suka berpikir, “apa sih yang dinikmati orang itu ?, memangnya bisa mbikin kenyang”, dalam pikiran kekanakan saya merokok adalah hal yang paling tidak masuk akal yang dilakukan orang dewasa, saya masih lebih bisa menerima orang Dewasa main layangan ketimbang ada orang Dewasa merokok, terlebih lagi saya sering dikasih gelasan kenur gratis bila bermain layangan besama paman saya dulu (haha dasar anak kecil, jd kalo waktu itu saya dikasih rokok secara gratis, mungkin saya akan menilai merokok adalah kegiatan cukup masuk akal ) :D

Menginjak remaja, masa-masa pencarian jati diri, saya sedikit tahu bahwa merokok itu berbahaya, di sekeliling saya sebetulnya teman-teman saya banyak yang ngerokok bahkan ada pula yang ngeganja, bukannya sy tidak tertarik, ada keinginan juga mencicipi, tetapi pembicaraan sebagian besar selalu berakhir seperti ini

friend : dit garpit ?
saya : errr, henteu ah (sedikit ragu2, 1/2 mau, 1/2 tidak)
friend : ah maneh mah nga roko wae teu wani !!!
saya : tertawa kecil

senyap, sekian detik kemudian

friend: tapi alus ketang dit, entong lah maneh mah entong ngaroko, engke bisi katagihan
saya : oh ….

Anda ndak ngerti pembicaraan di atas ?, kasihan sekali, makanya belajar Bahasa Sunda :D , ocehan tersebut diawali dengan teman menawarkan rokok kpd saya yang kemudian saya tolak, awalnya biasanya teman akan mencela saya karena sy bermental cupu, tetapi beberapa detik kemudian mereka malah menyarankan saya untuk tidak coba-coba merokok dengan alasan ketagihan

Nah loh begimane ini standar ganda, sejak saat itu saya selalu mengasihani orang yang merokok, betapa tidak kebanyakan mereka sebetulnya menyadari kalau itu racun bagi diri mereka sendiri, ironisnya kalau racun tikus mudah dihindari (kecuali kalau anda tikus :D ), tetapi kalau racun rokok ini sulit karena tampaknya sekali-dua kali anda merokok maka pada saat itu pula lah jiwa anda terperangkap dan sulit keluar lagi

Saat ini ketika saya dewasa, sebagian rasa kasihan saya kadang bermigrasi menjadi benci, entahlah apakah ini karena bangsa indonesia sudah sedemikian krisis, saya sering menemukan orang merokok tak tahu malu di dalam angkot, dulu terus terang saja,dulu saya hampir nggak pernah mendapatkan situasi ini, ok lah orang merokok itu memang hak pribadi dia, tubuh-tubuh dia mungkin nggak gitu ngaruh terhadap orang lain, tapi kalau dalam area publik apalagi dalam angkot yang sangat sempit, apa perokok itu tidak menyadari kalau perokok pasif lebih besar terkena dampak negatifnya ketimbang rokok aktif, mereka pikir Bumi ini adalah milik mereka ?, benar-benar tidak punya respek terhadap orang yant tidak merokok, ini bukankah sama saja dengan pencurian paru-paru ?, so seperti yang kita ketahui pencurian organ, ilegal di negara ini dan ada dampak hukumnya, nah pertanyaanya kira2 perokok tersebut bisa dituntut nggak yah ?

Side Quest (emangnya gim RPG :D )

saya punya tips jitu bagaimana berhenti dari merokok, cobalah biarkan anda terkena penyakit paru-paru parah, katakanlah paru-paru basah, ayah saya yang perokok berat akhirnya berhenti gara-gara penyakit ini, batuk terus-terusan beberapa hari sampai tulang punggungnya sakit, napasnya pun sulit kami sangat khawatir dan bahkan ayah sampai turun berat bedanya beberapa kilo, ayah saya yang sedikit gendut, menjadi kurus kerontang gara-gara penyakit ini, setelah terapi 6 bulan akhirnya sembuh, itupun beruntung kami dikasih tau oleh teman agar memakai theraphy herbal, lumayan harganya mahal tapi terbukti jitu, beberapa bulan kemudian, bibi saya (umurnya masih muda mungkin 40-an) terkena juga penyakit yang sama beliau memang perokok juga, dan takdirnya tidak seberuntung ayah saya, beliau akhirnya meninggal pada masa-masa terapi :-(



12 Comments »

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Gravatar: You can have a picture at the top of each your comments by getting a Gravatar

  1. Gravatar Image

    apalagi kalo merokoknya ditempat umum.. kaya di bis.. huargghhh!!!!
    **hajar yang merokok!

    Comment by waterbomm — May 16, 2008 @ 10:06 am


  2. Gravatar Image

    terus gi mana dong yang kerja di pabrik rokok dan retailler-nya?

    apa biarkan aja mereka nganggur?

    Comment by rolikoer — May 16, 2008 @ 2:46 pm


  3. Gravatar Image

    @rolikoer

    sudah baca dengan lengkap semuanya bro ?, poin yang ingin saya sampaikan adalah silahkan merokok asal jangan sampai menganggu orang apalagi kalau merokok di area publik,

    menurut saya sudah sepantasnyalah yang merokok seharusnya respek terhadap yang tidak merokok

    jd tidak ada hubunganya dengan pabrik rokok dan retailer …

    Comment by adit — May 16, 2008 @ 3:35 pm


  4. Gravatar Image

    SOal merokok di tempat umum, saya sebetulnya berharap banyak pada perempuan untuk bersuara lebih banyak. Beda aja kalau cowok yang negur, bawaannya teh nasteng pisan. Kalo ke cewek, para perokok biasanya suka malu sendiri …

    Comment by Donny Reza — May 16, 2008 @ 7:02 pm


  5. Gravatar Image

    Buset! Trik jitunya kena paru-paru basah? :shock:

    Ada-ada saja :lol:

    Ehm… ya, saya sendiri perokok lho, Dit. A faithfully smoker since 1994 *halahh…*

    Tapi belakangan ini sudah lumayan menurun. Setidaknya rokok saya tidak setinggi dulu, makin menurun kualitasnya. Dari Sam Soe turun ke Marloboro ke Luck Strike trus ke A Mild sekarang ini.

    Cuma, biar pun saya perokok, saya ndak suka orang merokok semena-mena. Kalo naik bus atau ditempat publik, saya lihat dulu, ada yang tidak merokok apa nggak di dekat saya. Apalagi ibu-ibu dan anak-anak, misalnya. Saya memilih ngunyah permen karet. Kalau udah pengen benar merokok, sayanya yang minggat. Lha, masamnya bibir saya ndak bisa jadi alasan buat nzalimi orang dengan asap saya itu, kan? :mrgreen:

    Paling kesal kalo liat orang merokok di ruangan ber-AC. Itu nista benar egonya. Udah rokok itu berbahaya, dikepul-kepul di ruangan ber-AC pulak lagi :(

    Pokoke Respect Non-Smoker deh ;)

    Comment by alex® — May 17, 2008 @ 1:55 am


  6. Gravatar Image

    Sebenarnya saya juga pingin berhenti merokok…tapi susah banget Mas

    Comment by Kang Sadi — May 17, 2008 @ 9:29 am


  7. Gravatar Image

    sy g keberatan sama orang merokok mau sebanyak apa dan dimana saja.. asal saya gak disitu :) .. oke, serius.. beberapa orang yang merokok di tempat publik dan mengganggu kalo saya tegur, eh malah masang muka wtf dan ngedumel, beberapa lagi mohon maaf dan dengan sopan matiin rokoknya, beberapa lagi gak tau apa yang harus dilakukan dan akhirnya telan bulat2 rokok tsb..

    Comment by bluekurv — May 17, 2008 @ 4:25 pm


  8. Gravatar Image

    alhamdulillah dah 3 tahun sikses berheti merokok
    tp skr kambuh lagi :(

    Comment by aLe — May 17, 2008 @ 5:04 pm


  9. Gravatar Image

    hehe..dilematis. Bagi perokok maupun pabrik rokok. Dilematis yang selalu jadi alasan..
    Klo keinginan kuat, bisa kok.
    Ingat, jangan pernah ada kata “tapi”..misal: “saya pengen berhenti merokok..tapi..”, itu yang akan membuat Anda membatasi kemampuan diri anda untuk berhenti merokok. Serius. Bapak saya bisa kok berhenti merokok dan banyak orang bisa berhenti merokok. Jadi, ayo yang udah punya niat, tindak lanjuti niatnya ya..

    Comment by esa — May 19, 2008 @ 4:35 pm


  10. Gravatar Image

    Kalo semua berhenti merokok dan pabrik rokok tutup, banyak pengangguran
    dan petani tembakau merana

    Comment by vemo — May 21, 2008 @ 9:46 am


  11. Gravatar Image

    Biarbagaimana… berhenti merokok tetap susah. Semuanya memang tergantung pada niatan kuat dari dalam diri sendiri

    Comment by Fortynine — May 29, 2008 @ 9:53 pm


  12. Gravatar Image

    alhamdulillahh beberapa bulan terakhir ini aku berhasil berenti ngerokok , ya memang kudu sakit dl :( ( (sayangnya begitu) setelah susah bernafas, beuh niat berhenti merokok semakin bulet, yang asalnya lonjong berubah jadi bulet.
    Jadi sebelum kalian merasakan sakitnya dada… nah saya sarankan untuk ga usah merokok… Tapi kalau ada yg merokok di dalem angkot, sikat ajahhhhh… bener bener ga sopan..
    FYI niat saya untuk gemuk bisa berhasilll… horee… Bravo NON SMOKER…

    Comment by neng yuke — May 30, 2008 @ 9:19 am


RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Komentar Terbaru

Kalender

  • May 2008
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

Just Try To Be a Bloggrammer @ Aditya Agustyana 2005-2008, Design By : ThemeStudio