May07

work at home Sudah 1,5 bulan lamanya aku keluar dari kantor yang dulu, CV Kiranatama, selama hampir 2 tahun itulah aku berkutat dengan namanya pekerjaan outsourcing di perusahaan tsb, aku bersyukur kepada Alloh SWT pernah menjadi bagian dari kiranatama, karena bisa menimba ilmu tentang proses bisnis outsourcing, awalnya aku mempertimbangkan keluar karena aku sering sakit kelelahan dikarenakan jarak tempuh ke kantor yang jauh dan sering juga terjebak kemacetan, jd berpikir, mungkinkah aku bekerja di rumah ?, so maka dari itu sekarang aku mencoba menjadi suami rumahan :D , pindah kuadran dari employee ke self-employee, memutuskan bekerja telecommuting dan mencari proyek outsourcing sendiri.

Banyak hal baru yang dihadapi, awalnya gusar karena ndak punya pekerjaan Full-time, setelah berjibaku selama lebih dari 3 minggu, dapat juga pekerjaan Full-time tetapi remote, senang tentu saja, apalagi mengingat puluhan proposal dan lamaranku yang ditolak. Menggali dan mencari pekerjaan telecommuting tidaklah mudah, apalagi dengan bahasa inggris-ku yang pas-pasan ditambah lagi skill ruby on rails yang baru 1,5 tahun, ragu-ragu, tetapi tetaplah harus dicoba, bismillah aku pun melangkah, dan berkeliaran lah aku di situs2 penyedia telecommuting job/remote job, beberapa yang aku coba, diantaranya adalah

http://www.workingwithrails.com
http://www.linkedin.com
http://jobs.rubynow.com
http://www.guru.com
http://www.odesk.com

Yang paling banyak aku kirim lamaran tentu saja workingwithrails.com, cuma dapat 2 wawancara, 1 dari Singapore dan 1 dari Australia, hasilnya “tidak diketahui”, selama beberapa hari aku menunggu email untuk mendapatkan hasilnya, ah sepertinya keduanya nyuekin daku tanpa satu patah kata pun penolakan, lalu berlanjut ke guru.com dapat 1 wawancara dari Amerika, deal tetapi aku cuma kuat beberapa hari, proyeknya sulit ditambah lagi gajinya juga sangat kecil, so resign deh, lalu beralih ke odesk.com dan melamar pulahan kali ndak ada respon, tetapi setelah aku ngambil test dan lulus ruby on rails, Alhamdulillah akhirnya dapat 2 proyek, keduanya dari Amerika, tetapi satu akhirnya aku lepas, karena khawatir ndak bisa fokus, oiya ini juga ditambah aku membanting harga “secukupnya” ketika melakukan penawaran, dari semua anggota team yang ada di projek tersebut, aku yang dihargai terendah kedua

Ah pikirku nggak masalah dibayar rendah juga, yang penting pengalaman dulu, uang mah belakangan, setelah 2 minggu berjalan ternyata ada kesulitan juga adaptasi, karena “hampir” tidak ada pengawasan, aku belum biasa untuk mengawasi diri sendiri, seringkali pekerjaan ditunda sampai malam hari, pagi dan siang malah dipakai chating atau maen Warcraft, imbasnya rada kewalahan dan capek karena terkadang mesti begadang sampai pagi, untung aja boss belum pernah sekalipun negur, ni sore ini aja aku malah ngeblog…… padahal kerjaan masih buanyak xixixixi, untungnya di team tersebut bukan hanya aku saja yang berasal dari Indonesia, ada teman dekatku yang sudah berkecimpung di dunia outsourcing dari tahun lalu, ternyata satu team dengan daku, ah syukurlah ada teman curhat, setidaknya lebih mudah curhat dengan menggunakan bhs indonesia ketimbang bhs inggris

Salah satu sisi positif bekerja remote adalah waktu lebih fleksibel, terserah kita bekerja kapan saja, tetapi negatifnya, kalau kurang disiplin bisa2 kerjaan numpuk dan akhirnya dikerjakan sampe subuh atau pagi, selain itu masalah terbesar bekerja remote adalah infrastuktur, mesti berinvestasi untuk mempunyai koneksi internet yang bagus, kalo kerja di kantor kita tidak memikirkan hal ini karena memang diurusi sama kantor, tapi kalo kerja remote, mikirin infrastruktur sangatlah penting, jujur aja aku diketawain sama client waktu dia tahu kalo kecepatan inetku cuma 7-9 KBps, dia bilang, it’s so 10 years ago, untung aja dia baik masih nerima aku walaupun koneksiku pas-pasan, paling ndak enak hati kalo internetnya mati, apalagi mati tersebut gara2 di ISP-nya mati lampu, bingung deh mau bilang apa ke client, aku pernah mengalami 2x tentang hal ini, syukurlah client masih sabar dan mengerti

Memang dengan kondisi infrastruktur internet indonesia yang payah, hal ini mesti disiasati, minimal Punya koneksi internet 2 macam, 1 utama, 1 cadangan, dalam konteks aku mungkin 2 minggu ke depan aku sudah harus switch ke koneksi speedy yang unlimited, dan untuk cadangan mesti beli HP GPRS, entahlah apa operatornya, mungkin matrix, lalu bagaimana kalau mati lampu ?, hmm mungkin bisa disiasati dengan Laptop (hiks aku lum punya laptop), ketika mati Lampu bisa lari ke hotspot terdekat, ya ya ya…. hotspot gratisan biasanya koneksinya payah……. mana bisa dipake kerja, apalagi setau saya biasanya akses SVN dan SSH diblok, tapi setidaknya dengan lari ke hotspot, messenger kita masih bisa Online, sehingga masih bisa keep in touch dengan boss atau rekan kerja yang lain, yah begitulah aku baru sadar sekarang ternyata bekerja di rumah pun butuh modal yang tidak sedikit

Sisi minus lain bekerja remote biasaya, jarang disediakan tunjangan, walaupun slot bekerja kita 8 jam sehari, tetap saja kita disebut sebagai “kontraktor” dan bukan “karyawan”, jadi perlu menyiasati untuk membuat tunjangan sendiri, misalnya inisiatif mendaftar di asuransi kesehatan, sisi positifnya karena posisi kita kontraktor, kalau mau kita bisa saja mendelegasikan pekerjaan kita ke orang lain alias meng-hire orang lain untuk menjadi karyawan kita, dengan demikian kita punya potensi untuk switch quadran ke business owner, tapi inipun tidaklah mudah karena integritas kita yang jadi taruhannya, jika salah pilih karyawan dan kita tidak bisa membinanya, bisa2 proyek jadi gagal, client kecewa, kita pun menunggak gaji karyawan, untuk hal ini aku belum berani, kalo temanku dia malah sudah punya 5 karyawan, dan uniknya dia belum punya CV atau PT untuk perusahaannya

Sisi minus yang lain adalah perkara bahasa dan mental, dari sisi bahasa seringkali aku kesulitan untuk mengungkapkan suatu ide yang memerlukan deskripsi yang panjang dan detail, alhasil ide kadang tercetus tidak sempurna, menyesal juga tentang hal ini, karena waktu SMP dulu aku membenci pelajaran bhs inggris, dari sisi mental perasaan inferior terkadang suka muncul, tapi ini biasanya akan segera terpulihkan kalo misalnya si bule rekan kerja kita ndak tahu tentang suatu subjek lalu nanya ke kita, pikirku “nah tu dia, bule juga manusia, ndak pinter2 amat koq ^-^”, jd berusaha bersikap biasa saja untuk mengatasi inferior ini

Sisi minus yang lain bekerja remote ini adalah saingannya banyak, terutama dari negara-negara berkembang sepertu India, Filipina, dan juga Negara-negara eropa timur seperti Rusia, Polandia dan Ukraina, apalagi terkadang ada juga yang banting harga edan-edanan, tetapi selama kita tekun dan berpikir positif, kalau kita yakin punya skill dan pengalaman, don’t worry proyek cepat atau lambat akan dapat, sisi positifnya kalau sudah dapat satu, wuiiih senangnya minta ampun, apalagi kalo di odesk segalanya ter-record dengan rapi, jadi history pekerjaan kita bisa jadi alat penawaran yang bagus bila kita akan mencari proyek selanjutnya

Dari sisi keluarga, bekerja di rumah juga memungkinkan kita lebih punya banyak waktu untuk keluarga, jadi sembari bekerja bisa juga bermesraan atau menggoda istri (ups), dan kalau nanti punya anak, mungkin akan punya waktu untuk mengantar atau menjemput anak sekolah, sisi negatifnya istri seringkali mesti mengalah untuk pemakaian komputer, kadang kasihan juga apalagi kami cuma punya 1 komputer, mungkin memang mesti punya rencana untuk membeli komputer khusus untuk bekerja

Nah terakhir tentu saja sisi minus di bagian penghasilan, kalo di odesk penghasilan biasanya berpindah tangan sampai beberapa kali, dari odesk lalu ke payment provider, dari payment provider barulah nyampe ke Bank ataupun ATM dan itu dalam jangka waktu berminggu-mingu, jika boss kita membayar gaji kita hari ini, maka uang tersebut paling cepat bisa diterima 3 minggu kemudian dengan dipotong beberapa kali, tetapi walaupun begitu penghasilan bersihnya masih lebih …………… eh cek sendiri deh di odesk…, berapa minimal uang yang diterima kontraktor tiap jam/bulan-nya :D

So kesimpulannya, walaupun ada banyak sisi minus, overall aku sangat bahagia dengan situasi ini, soalnya sisi positifnya lebih banyak ketimbang minusnya, cita-cita personal mungkin aku akan terus berjibaku sampai benar2 bisa jadi business owner ataupun investor, sedangkan cita-cita secara keseluruhan, aku ingin membagi ilmu tentang outsourcing/telecommuting ini ke teman-teman di indonesia dengan harapan Indonesia bisa melebihi india di bidang IT, indonesia punya potensi dan kultur kurang lebih sama dengan India, jd punya modal untuk menyaingi india aamiin, dan tak lupa seperti kata orang bijak kalau ada kemauan pasti di situ ada FABULA NOVA CRYSTALLIS FINAL FANTASY XIII (loh - maklum terobsesi sama gim ini :D ), ah kalo bayi mungkin aku baru mulai belajar berdiri, menjadi dewasa adalah langkah panjang, so mohon doanya …. SEMANGAAAAAAAD

May Ruby Be With You ^_^

Note : Image is courtesy of Workathomeus

25 Komentar

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Gravatar: You can have a picture at the top of each your comments by getting a Gravatar

Donny Reza
May 8, 2008 8:40 am

Ow, saya juga pengen euy jadi freelancer gitu, enaknya nggak terikat waktu kerja dan bisa ngerjain hal-hal lain. Bisa dibikin efisien waktunya. Cuma ya itu, gk selalu dapat project kalau belum dikenal :) )

waterbomm
May 8, 2008 10:18 am

ohh gitu tho sekarang… kerjanya remote :D berarti sekarang kaya kalong donk?
malem berkeliaran, kalo pagi tidur :D hihi…

anak? mana??? :D amin moga cepet..

zahra
May 8, 2008 10:51 am

yah…yah…lagi-lagi yayang musti ngalah klo soal kompie…

btw atu lagi hon…amerika selatan juga bnyk yg outsourcing/telecommuting juga :P

vemo
May 9, 2008 3:25 pm

kerja remote, gimana?harus ol terus atau mengerjakannya secara off line baru kemudian di kirim

adit
May 9, 2008 3:35 pm

@vemo

tergantung kesepakatan……, kalo di projek sy yang skrng, wajib online itu sekitar jam 9.30 malam sekitar 1-2 jam, untuk briefing tugas dari boss

selebihnya….. ya terserah, tapi personally sy selalu usahakan online terus, minimal 8 jam per hari

sawali tuhusetya
May 9, 2008 5:01 pm

info ttg dunia kerja yang bagus, mas, bisa jadi alternatif bagi mereka yang memiliki keahlian di bidang IT.

edratna
May 9, 2008 10:52 pm

Bekerja di rumah memang nyaman, waktu fleksibel, tapi memerlukan kedisiplinan yang tinggi, karena godaan juga mudah.
Saya sekarang juga banyak bekerja di rumah, namun kayaknya kenikmatan ini akan berkurang dan mulai lebih banyak urusan yang harus dikerjakan di luar rumah.

adit
May 10, 2008 12:06 am

@edratna

betul bu banyak godaaanya…. mesti banyak belajar untuk disiplin dan me-manage diri sendiri

Yanto
May 12, 2008 9:53 am

Wah mantafs neeh bung adit.

neng yuke
May 12, 2008 11:27 am

hihi.. semangat dit… berjuang..
/me juga kan lagi berguru ama adit..hihih sstthh

indrio
May 13, 2008 10:03 pm

Waaah, artikel yg panjang banget buat gw bro :-d, so gw fast reading aja deh.
But intinya gw tangkep kok … gw jg seperti loe skr ini beberapa bulan yg lalu bro. but sepertiy yg loe bilang itu tadi .. sulit untuk belajar disipilin kalau nda ada yg ngawasin, but ini lah tantangan bagi kedewasaan dan profesionalisme kita.
Bagi2x job donk :-) )

arie
May 15, 2008 11:56 pm

hwa itu istrinya kalo make’ kompie adit apa mo jadi rubyist juga (spek komp ketinggian), mending pake komp yg spek rendah aja, trus abis gitu konekin eeh malah keterusan maenan jabber deh lo ceting aja bedua # ngeloyor..

zahra
May 19, 2008 1:57 am

@arie

haha…saia mah mbung dikasi spek rendah…mo nya spek gim :D

LynxLuna
May 30, 2008 9:23 pm

Kang adith, gambare dah ama proyeknya. Masih maen kereta ni yee~… Sukses terus deh… doain ane jugag yah… :D

wadiyo
June 2, 2008 11:50 am

thanks info-nya bro,
aku juga lagi nyoba, tetapi belum ada yg nyanthol,
bagi tips-nya dong.

thanks

dark_ipl
July 15, 2008 7:59 am

waw.. ternyata susah juga ya buat dapetin klien.. :D

pengen juga sambil kuliah jadi freelance programmer.. ;)

kerja online
August 28, 2008 9:39 pm

Hello..mas

Mo nanya..apakah proyek kerja selain IT ada nggak ya? seperti data entry, atau typist….trus lama nggak ya baru bisa dapat job kalo masih pemula di odesk atau yang lainnya…

thanks

adit
August 29, 2008 12:56 am

@kerja_online

selain kerjaan IT tentu aja ada, kayak accounting, data entry , manajemen de el el

kalo lama tidaknya, tergantung kompetensi mas sendiri, saran sy kalo mo cepet dapet projek, ikutan testing yg sesuai dengan keahlian mas

etaine
September 11, 2008 12:38 pm

alo mas.. nice article

yg saya mo nanya, test nya ada dimana mas? test nya kayak apa ya yg ruby on rails? thx ya mas

adit
September 11, 2008 12:43 pm

@etaine

di bagian kanan atas situs odesk ada kolom search, nah pilih test lalu ketikan ruby on rails

semua soal test diodesk berbentuk pilihan ganda, jumlahnya kalo gak salah 40-an , dan mesti selesai dalam tenggat waktu tertentu

etaine
September 11, 2008 5:33 pm

ternyata harus sign up dulu ya, trus ternyata ada macem2 test ya, thx ya mas untuk info nya..

doain saya jg sukses kayak mas ya hehehe, sekali lagi makasih ya mas

keep posting~!

dee
September 12, 2008 9:29 pm

Hi…hi…
saya juga kerja di odesk…baru 2 - 3 proyek dapet, lumayan juga sich saya pakai paypal transfer ke rekening tarik di atm, prosesnya nggak sampai berminggu minggu. Walaupun saya gak jago -jago amat,heran juga saya dapat kerjaan di odesk….
Lam Kenal

Bambang
October 29, 2008 10:36 am

Dear Adit,

Sy sdh bekerja lewat odesk selama 1 tahun terakhir. ada 3 buryer yg hire sy tapi yg aktif (walau kadang2 vacum) cuma 1. Income sih not bad since this is a part time job. Pertanyaan sy gimana caranya dpt full time job. Saat ini secara berkesinambungan sy berusaha utk memperbaiki kemampuan sy di dunia virtual employment ini. Kalo ada ph number sy mau kontak dg anda, siapa tahu kita bisa bikin virtual ouotsourcing company.

Thanks.

adit
October 29, 2008 10:53 am

@bambang

yap kerjaan part-time itu memang biasanya ndak long-term

di tulisan ini http://adityakircon.blogsome.com/2008/10/21/tips-mendapatkan-pekerjaan-di-odesk/ sy menyarankan kalo ingin dapat full time job, ya sediakan waktu pula buat full time ….. dalam kasus sy, sy benar2 keluar dari perusahaan yg lama … dan waktu yg ada digunakan untuk benar2 fokus mencari kerjaan2 full time

hendrik
November 7, 2008 2:04 am

wah menarik,,saya ingin mencobanya

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.