It’s true, at least for myself, it has been 3 month i didn’t have a Handphone, my family and friends around me feel astonishment about this, everyone think handphone is cheap, with 200.000 rupiah you got basic functionality of handphone, but i’ve no idea, i still not interisiting to buy it
Saya merasa Hape dan servicenya di negeri ini masih mahal, terutama untuk penggunaan pulsanya, menurut saya cukup gila apabila operator me-charge 1 sms sebesar Rp 0,1 sekalipun, dibandingkan dengan internet messenger jelas sekali itu lebih murah, so untuk kebutuhan komunikasi internet messenger, telah cukup bagi saya, karena keluarga dan teman-teman kebetulan sebagian besar bisa dihubungi via ini
Hape saya terakhir adalah Apple Iphone Nokia CDMA versi jadul keluaran akhir tahun 90-an, yang antena luarnya panjang, saya lupa tipenya, yang jelas berkategori Big size, cukup efektif buat mengusir Anjing, bahkan bisa buat ngusir nyamuk, karena antenanya bisa ditarik - ulur, cobalah lakukan dengan gaya seperti orang menyemprot baygon he he, lagian SUMPAH ini hape sangat unik, sejak saya beli pertengahan tahun 2005, saya belum pernah menemukan pun, entah itu teman, orang di angkot, di stasiun, di mall atau bahkan di stadiun Giuseppe Meazza (loh) yang membawa-bawa hape ini, oleh sebab itu saya selalu merasa NOKIA membuatkannya khusus hanya untuk saya (halah) , dan satu lagi hape ini sangat CANGGIH, karena sejak layarnya pecah, ndak bisa nge-sms, kenapa bisa disebut canggih, karena taukah anda kalo Hape keluaran Jepang yang Full support terhadap SWF Flashlite, setau saya tidak punya fitur SMS, jadi hape jadul saya ini kemampuannya setara dengan Hape keluaran KDDI, DoCoMo atau Softbank di jepang sana (kesimpulan ngasal xixixiix)