Mar27

Akhir-akhir ini dunia maya indonesia sedang hangat-hangatnya membicarakan tentang pemberlakuan sensor untuk situs-situs yang mempunyai konten pornografi, pada prinsipnya saya setuju, tetapi ada poin-poin yang jujur saja masih menggelisahkan saya tentang bagaimana cara pemerintah memberlakukan hal tersebut, yang paling saya takutkan adalah ide tersebut dimanfaatkan oleh pihak lain yang semata-mata untuk mengeruk keuntungan

Apalagi saya baca di situs Kompas kemarin, pakar telematika itu, mengusulkan kalau semua koneksi internet yang masuk ke indonesia dialihkan kepada satu ISP khusus, yang ISP ini tugasnya memberlakukan rule dan melakukan penyaringan atas suatu website, tampaknya tidak ada yang salah dengan ide ini, namun kalau tidak hati-hati bisa terjadi apa yang namanya monopoli Bandwith, bisa saja pejabat ybs usil dan menaikan tarif bandwith dengan semena-mena, hal seperti itu bisa saja terjadi apalagi contoh monopoli “kejam” seperti ini telah dilakukan oleh pemerintah dengan memberlakukan tarif listrik semena-mena seperti sekarang,

Selain itu juga dari sisi teknis, bila algoritma penyaringannya lemah, ada kemungkinan penyaringan meleset, apalagi kalau algoritmanya hanya menyaring kata saja tanpa melihat konteksnya karena tidak semua situs yang mengandung kata porno adalah situs porno. so dikhawatirkan alih-alih penyaringan tidak tepat sasaran dan malah memblokir situs yang benar-benar bersih

Konsistensi juga diperlukan di sini untuk membuktikan bahwa pemerintah serius, ok lah untuk langkah awal dilakukan penyaringan di internet, namun jangan lupa penyaringan di media lain juga mesti dilakukan seperti majalah, koran, tayangan televisi, bioskop dan VCD/DVD original/ bajakan, lalu bagian paling esensial yang seringkali luput adalah proses edukasi. yap proses edukasi di masyarakat mestinya terus di lakukan, karena jika suatu masyarakat berpendidikan dan punya moral, tanpa ada filter-pun, masyarakatnya akan menjauhi kontent-konten yang tidak berguna seperti itu, setau saya di negara-negara maju konten seperti ini tidak terlalu laris manis dibandingkan di negara-negara berkembang seperti indonesia

Dan terakhir saya berharap mudah-mudahan langkah pemerintah ini bukan langkah kamuflase, untuk menuju penyaringan di bidang lain seperti di bidang politik atau sejenisnya, saya tidak berharap kalau langkah sekarang dijadikan pijakan untuk memblokir situs-situs yang mengkritik atau lawan politik dari pemerintah. saya berdoa mudah2an aksi pemerintah untuk memblokir situs prono ini benar-benar datang dari niat yang baik dan dilakukan dengan aksi yang tulus, ah semoga aamiin

6 Komentar

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Gravatar: You can have a picture at the top of each your comments by getting a Gravatar

waterbomm
March 27, 2008 12:53 pm

bentuk perlawanan ternyata sudah berlaku semenjak hari ini..baru selang 1 hari UU ITE ketok palu.. situs depkominfo udah di deface :D **nyengir

adit
March 27, 2008 3:11 pm

@waterbomm

iya…salah depkominfo sendiri…. lagian bikin situs pake joomla udah gitu ndak dioptimasi pulak

Paman Tyo
March 28, 2008 2:10 am

ya, yang penting edukasi dan pendewasaan masyarakat. misalnya begini… :)

gagahput3ra
March 28, 2008 8:15 pm

Yaaaa…..hari ini udah ngomentarin 15 blog lebih yg mengangkat topik ini :(

Buat yang disini komentar gw spesial: capeee deeeeeh buat si Roy :P

Buat UUnya : No comment

*Yg ngasi comment lg mabok beneran

Supono
March 28, 2008 8:48 pm

Ikut aja

Akhmad Guntar
March 31, 2008 11:24 pm

Klo saya scr pribadi percaya dg pak Nuh. Beliau sdr sih udah tau akan ada gejolak. Tapi itu lah risiko yg perlu ditempuh utk mengupayakan kebaikan. Saya scr pribadi iri dg beliau; sbg seorang pemegang kekuasan, beliau mendapat kesempatan (dan keberanian) utk melakukan kebaikan yg berdampak signifikan bagi banyak orang.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.