Akhir-akhir ini dunia maya indonesia sedang hangat-hangatnya membicarakan tentang pemberlakuan sensor untuk situs-situs yang mempunyai konten pornografi, pada prinsipnya saya setuju, tetapi ada poin-poin yang jujur saja masih menggelisahkan saya tentang bagaimana cara pemerintah memberlakukan hal tersebut, yang paling saya takutkan adalah ide tersebut dimanfaatkan oleh pihak lain yang semata-mata untuk mengeruk keuntungan
Apalagi saya baca di situs Kompas kemarin, pakar telematika itu, mengusulkan kalau semua koneksi internet yang masuk ke indonesia dialihkan kepada satu ISP khusus, yang ISP ini tugasnya memberlakukan rule dan melakukan penyaringan atas suatu website, tampaknya tidak ada yang salah dengan ide ini, namun kalau tidak hati-hati bisa terjadi apa yang namanya monopoli Bandwith, bisa saja pejabat ybs usil dan menaikan tarif bandwith dengan semena-mena, hal seperti itu bisa saja terjadi apalagi contoh monopoli “kejam” seperti ini telah dilakukan oleh pemerintah dengan memberlakukan tarif listrik semena-mena seperti sekarang,
Selain itu juga dari sisi teknis, bila algoritma penyaringannya lemah, ada kemungkinan penyaringan meleset, apalagi kalau algoritmanya hanya menyaring kata saja tanpa melihat konteksnya karena tidak semua situs yang mengandung kata porno adalah situs porno. so dikhawatirkan alih-alih penyaringan tidak tepat sasaran dan malah memblokir situs yang benar-benar bersih
Konsistensi juga diperlukan di sini untuk membuktikan bahwa pemerintah serius, ok lah untuk langkah awal dilakukan penyaringan di internet, namun jangan lupa penyaringan di media lain juga mesti dilakukan seperti majalah, koran, tayangan televisi, bioskop dan VCD/DVD original/ bajakan, lalu bagian paling esensial yang seringkali luput adalah proses edukasi. yap proses edukasi di masyarakat mestinya terus di lakukan, karena jika suatu masyarakat berpendidikan dan punya moral, tanpa ada filter-pun, masyarakatnya akan menjauhi kontent-konten yang tidak berguna seperti itu, setau saya di negara-negara maju konten seperti ini tidak terlalu laris manis dibandingkan di negara-negara berkembang seperti indonesia
Dan terakhir saya berharap mudah-mudahan langkah pemerintah ini bukan langkah kamuflase, untuk menuju penyaringan di bidang lain seperti di bidang politik atau sejenisnya, saya tidak berharap kalau langkah sekarang dijadikan pijakan untuk memblokir situs-situs yang mengkritik atau lawan politik dari pemerintah. saya berdoa mudah2an aksi pemerintah untuk memblokir situs prono ini benar-benar datang dari niat yang baik dan dilakukan dengan aksi yang tulus, ah semoga aamiin