About Me

Aditya Agustyana, 24 tahun yang sekarang ditemani pujaan hati Emiriza, lelaki yang rela tenggelam di lautan Ruby dan Rails, lelaki yang berangan, kagum pada Apple tapi belum punya, lelaki yang bangga tanah lahir Kiaracondong, lelaki yang berharap banyak cita-cita tapi introvert, lelaki yang hobi menggali emas web outsourcing, lelaki yang etc etc dan ada kontak di aditya titik jamop pada gmail titik com

The Apple Way

You can't do it by yourself, no matter how smart you are. Markets move too quickly, technologies grow too complex, and too many smart people are investing too much time and money in innovation. And, by the way, lots of those smart people are working in teams, trying to beat you out. (Steve Jobs)

Certificate

oDesk Certified Ruby on Rails Developer oDesk Certified Redhat Linux 9.0 General Administrator


March 31, 2008 9:07 am

Internet Connection Sharing di Fedora 8 menggunakan Firestarter

Di rumah kebetulan ada 2 komputer, satu yang dipakai adik dinamakan NUGOT satu yang dipakai saya & istri dinamakan EMAI, kedua-duanya memakai OS Fedora 8 dengan desktop KDE, nah sejak saya berlangganan internet 3 bulan yang lalu, NUGOT dan EMAI selalu sharing dengan cara “tradisional” alias “manual” alias “old skul” alias “whatever”, ya artinya jika NUGOT ingin memakai internet, maka kabel inet yang menancap di EMAI mesti dicopot dan dipindahkan ke kamar sebelah, begitu pula sebaliknya jika EMAI ingin memakai internet, maka kabel yang ditancapkan ke NUGOT mesti dilepas dan dipindahkan ke EMAI….. AMAT SANGAT PRAKTIS DAN CERDAS bukan ? xixiixixi (loh)

Nah, karena seringnya kabel UTP tersebut dilepas-colok, akhirnya konektornya patah, oleh karena itu saya pun mulai memikirkan untuk membuat jaringan kecil di rumah, awalnya tadinya saya akan membeli router, cuma karena belum gajian TM saya batal membeli router, setelah tanya sana sini akhirnya ketemu solusi murah, teman saya Rudi Skorpi, menyarankan saya untuk menggunakan ICS (Internet Connection Sharing), so langkah berikutnya tanya ke paman google dan setelah dari kemarin siang otak-atik, akhirnya pagi ini ICS bisa nyala dengan baik, inilah hasilnya

Baca Selanjutnya…



March 27, 2008 11:56 am

Menyoal sensor konten porno

Akhir-akhir ini dunia maya indonesia sedang hangat-hangatnya membicarakan tentang pemberlakuan sensor untuk situs-situs yang mempunyai konten pornografi, pada prinsipnya saya setuju, tetapi ada poin-poin yang jujur saja masih menggelisahkan saya tentang bagaimana cara pemerintah memberlakukan hal tersebut, yang paling saya takutkan adalah ide tersebut dimanfaatkan oleh pihak lain yang semata-mata untuk mengeruk keuntungan

Apalagi saya baca di situs Kompas kemarin, pakar telematika itu, mengusulkan kalau semua koneksi internet yang masuk ke indonesia dialihkan kepada satu ISP khusus, yang ISP ini tugasnya memberlakukan rule dan melakukan penyaringan atas suatu website, tampaknya tidak ada yang salah dengan ide ini, namun kalau tidak hati-hati bisa terjadi apa yang namanya monopoli Bandwith, bisa saja pejabat ybs usil dan menaikan tarif bandwith dengan semena-mena, hal seperti itu bisa saja terjadi apalagi contoh monopoli “kejam” seperti ini telah dilakukan oleh pemerintah dengan memberlakukan tarif listrik semena-mena seperti sekarang,

Selain itu juga dari sisi teknis, bila algoritma penyaringannya lemah, ada kemungkinan penyaringan meleset, apalagi kalau algoritmanya hanya menyaring kata saja tanpa melihat konteksnya karena tidak semua situs yang mengandung kata porno adalah situs porno. so dikhawatirkan alih-alih penyaringan tidak tepat sasaran dan malah memblokir situs yang benar-benar bersih

Konsistensi juga diperlukan di sini untuk membuktikan bahwa pemerintah serius, ok lah untuk langkah awal dilakukan penyaringan di internet, namun jangan lupa penyaringan di media lain juga mesti dilakukan seperti majalah, koran, tayangan televisi, bioskop dan VCD/DVD original/ bajakan, lalu bagian paling esensial yang seringkali luput adalah proses edukasi. yap proses edukasi di masyarakat mestinya terus di lakukan, karena jika suatu masyarakat berpendidikan dan punya moral, tanpa ada filter-pun, masyarakatnya akan menjauhi kontent-konten yang tidak berguna seperti itu, setau saya di negara-negara maju konten seperti ini tidak terlalu laris manis dibandingkan di negara-negara berkembang seperti indonesia

Dan terakhir saya berharap mudah-mudahan langkah pemerintah ini bukan langkah kamuflase, untuk menuju penyaringan di bidang lain seperti di bidang politik atau sejenisnya, saya tidak berharap kalau langkah sekarang dijadikan pijakan untuk memblokir situs-situs yang mengkritik atau lawan politik dari pemerintah. saya berdoa mudah2an aksi pemerintah untuk memblokir situs prono ini benar-benar datang dari niat yang baik dan dilakukan dengan aksi yang tulus, ah semoga aamiin



March 25, 2008 9:20 am

Review : Code Geass (bagian 2)

Catatan : postingan ini merupakan lanjutan dari bagian pertama

Anime ini dibuat oleh Sunrise bekerjasama dengan kelompok pembuat manga CLAMP, CLAMP sendiri hanya bertanggungjawab dalam pembuatan karakter designnya, ciri khas CLAMP memang menonjol pada anime ini, karakter yang tinggi kurus, ganteng + cantik, mirip-mirip dengan karakter Pada Tsubasa Reservoir Chronicle yang juga dibuat oleh CLAMP.

Saya pribadi sebetulnya tidak terlalu banyak berharap banyak terhadap anime buatan Sunrise selain Gundam, saya selalu menganggap Sunrise selalu menomor-satukan Gundam ketimbang anime lainnya, tetapi suprise buat saya, seperti Code Geass memang digarap serius oleh Sunrise. ini terbukti di beberapa situs, Code Geass menyabet penghargaan sebagai Anime Terbaik 2007

Satu hal yang membuat saya begitu terkagum dengan Code Geass adalah minimnya originalitas, kurangnya originalitas semestinya berpengaruh negatif dan bisa menimbulkan kebosanan kepada anime tersebut, tetapi apa yang saya rasakan justru sebaliknya, Sunrise pintar dalam meramu elemen-elemen cerita itu yang merupakan gabungan dari beberapa anime, kalau jeli anda bisa merasakan gabungan beberapa konsep cerita yang berasal dari Death Note, Gundam Seed Series dan Final Fantasy VII

Baca Selanjutnya…



8:58 am

Review : Code Geass (bagian 1)

Warning : di postingan ini akan ada banyak spoiler, bagi yang tidak suka sebaiknya tidak membacanya dan dipersilahkan meninggalkan postingan ini

Beberapa waktu yang lalu, baru saja saya menyelesaikan season 1 anime Code Geass : Lelouch of Rebellion, ok ini memang Basi secara Code Geass ditayangkan pada tahun 2007 lalu. Anime ini dimulai ketika Lelouch sang tokoh utama mendapatkan Geass secara tidak sengaja dari seorang “penyihir”1 bernama CC, Geass ini merupakan kekuatan supranatural yang berfungsi untuk mengontrol total secara paksa seseorang, Lelouch tinggal membuka matanya dan memerintahkan seseorang untuk bertindak atas perintahnya, Geass ini punya kelemahan karena hanya dipakai satu kali untuk satu orang

Kesempatan besar ini dimanfaatkan oleh Lelouch untuk membalas dendam ibunya yang terbunuh secara misterius di rumahnya sendiri, ketika itu Lelouch masih kecil, ibu Lelouch adalah seorang Lady dan merupakan salah satu istri dari Emperor Britania, saat kejadian tersebut yang jadi korban bukan hanya ibunya, adiknya Lelouch, Nunally pun bernasib sama, hanya bedanya Nunally bisa diselamatkan walaupun akhirnya matanya buta dan tubuhnya mengalami cacat sehingga tidak bisa berjalan, kesedihan Lelouch tidak berhenti sampai di sini, tanpa alasan yang jelas ayahnya mengusirnya dari Homeland (mungkin inggris ?), menghapus identitasnya, menganggapnya mati dan membuang Lelouch beserta Nunally ke area 11

Baca Selanjutnya…



March 10, 2008 11:22 am

Homer Goes To Linux

aseli ngakak ngeliat ini, memangnya Tux mirip Homer yah ?, sejauh ini saya punya 2 persepsi tentang gambar tsb

1. Linux tidak cukup pintar untuk memudahkan end user
2. Linux bahkan bisa digunakan oleh end user yang bodoh sekalipun

menurut anda ?

gambar diambil dari sini The History of Tux : The Linux Penguin



Komentar Terbaru

Kalender

  • March 2008
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  

Just Try To Be a Bloggrammer @ Aditya Agustyana 2005-2008, Design By : ThemeStudio