Sejauh yang kita ketahui, Ruby dibuat di Jepang oleh Yukihiro Matsumoto, dan banyak dari core development team adalah orang-orang Jepang, hal ini bisa menjadi masalah serius bagi komunitas ruby dikarenakan perbedaan bahasa antara core team dan komunitas sangatlah besar, hanya beberapa anggota core team saja yang bisa berbahasa inggris dengan baik, dampaknya diskusi tentang masa depan ruby, perbaikan bug dan penambahan fitur baru hampir semuanya terjadi di milis ruby-dev jepang, ini membuat kita, yang berbahasa inggris tidak mengerti apa-apa yang sedang mereka bicarakan
jadi, kita butuh suatu program yang berfungsi untuk menerjemahkan otomatis secara dua arah
Opini di atas telah saya terjemahkan dan aslinya ada di sini, menurut saya ini menarik, orang-orang jepang ini bukanlah orang bodoh, gimana enggak, wong mereka yang mbikin Ruby koq, cuma saya penasaran aja, kenapa sih mereka ndak belajar bahasa inggris ?, bahkan blog-nya Matz saja berbahasa jepang, maaf linknya lupa tanya aja ke mbah gugle
Ada apa ini, apakah ada konspirasi ?, apakah ini bagian dari rencana Jepang untuk menyebarkan kulturnya ke seluruh dunia, dari anime udah gak aneh, dari j music udah gak aneh juga, nah ini dari dunia IT… hmmm ?, ah, yang jelas saya pernah mendengar mengapa Ruby telat Populer ketimbang Java ?, padahal Ruby dan Java diciptakan hampir berbarengan di awal tahun 90-an, Java telah menjadi populer dari 1 dekade silam, sedangkan Ruby cuma sekarang-sekarang aja, itu pun karena adanya Rails yang untungnya dibikin oleh orang yang bisa berbahasa Inggris, walaupun aslinya dari Denmark, David Heinemeier Hansson
Ya faktor bahasa memang menjadi kendala bagi Ruby untuk mengeliat, tapi menurut saya ini mengherankan, walaupun matz dan kawan2 keukeuh tutup mulut dan hanya ngomong bahasa jepang, akhirnya Ruby bisa spread the world juga, padahal jaman dulu konon kabarnya susah mendapat manual Ruby berbahasa inggris, jadi dengan apa para core developer bisa komunikasi dengan dunia luar, dengan bahasa inggris ?, hmm tidak, dengan bahasa jepang ? hmm kurasa tidak, lalu apa, bahasa indonesia ?, gak mungkin apalagi pake bahasa sunda he he, so dengan apa toh ?, ah alasan yang paling masuk akal kukira mereka bisa komunikasi dengan dunia menggunakan Bahasa ruby itu sendiri, ah ruby… gak salah kalau disebut Programmer’s Best Friend
eh ralat, itu bukan alasan yang masuk akal deng, tetapi alasan yang sentimental, alasan yang masuk akal tentu saja ada orang di dunia luar yg kebetulan bisa bahasa jepang dan membaca tentanng ruby kemudian mencobanya lalu menjadi ketagihan, ybs ini melihat potensi ruby yang besar, lalu mencoba menerjemahkan beberapa manualnya dan mencoba untuk disebarkan ke seluruh dunia, entahlah siapa sebenarnya ybs ini, yang jelas bukan SAYA xixixi
arie
December 28, 2007 11:11 pm
itu karena orang jepang merasa lebih tinggi daripada orang yang berbahasa inggris, mereka lebih memilih berbahasa jepang daripada pakai bahasa inggris. dalam keseharian mereka juga mereka tetap canggih dan mereka tetap dengan gaya jepang mereka. Itulah kenapa orang jepang tetap terus pakai bahasa jepang. Yang saya perhatikan Matz sebetulnya berusaha keras kok untuk berbicara bahasa inggris, dan selalu memohon maaf dengan sangat sangat sopan kepada penutur bahasa inggris bila ada kekurangan dan lain sebagainya dalam hal bahasa bilamana beliau kurang jelas berbicara pakai bahasa inggris dan tetap dia sendiri bilang of course even if i’m like this that’s still not an excuse…. Kalau menurut saya, komunitas Ruby tidak perlu khawatir akan soal bahasa, karena bahasa Ruby akan terus berkembang pesat, banyak yang bilang we’re nice because Matz is nice, Ruby makes us happy. We laugh more than other programmers, dan seterusnya. Dengan perkembangan ruby yang pesat, hubungannya adalah akan banyak juga ruby core team yang paham jepang dan inggris kedua-duanya. terima kasih sudah blogging tentang ini karena sebetulnya saya tertarik ngeblog tentang ini tapi waktu saya yang tidak memungkinkan.