Dec28

Sejauh yang kita ketahui, Ruby dibuat di Jepang oleh Yukihiro Matsumoto, dan banyak dari core development team adalah orang-orang Jepang, hal ini bisa menjadi masalah serius bagi komunitas ruby dikarenakan perbedaan bahasa antara core team dan komunitas sangatlah besar, hanya beberapa anggota core team saja yang bisa berbahasa inggris dengan baik, dampaknya diskusi tentang masa depan ruby, perbaikan bug dan penambahan fitur baru hampir semuanya terjadi di milis ruby-dev jepang, ini membuat kita, yang berbahasa inggris tidak mengerti apa-apa yang sedang mereka bicarakan

jadi, kita butuh suatu program yang berfungsi untuk menerjemahkan otomatis secara dua arah

Opini di atas telah saya terjemahkan dan aslinya ada di sini, menurut saya ini menarik, orang-orang jepang ini bukanlah orang bodoh, gimana enggak, wong mereka yang mbikin Ruby koq, cuma saya penasaran aja, kenapa sih mereka ndak belajar bahasa inggris ?, bahkan blog-nya Matz saja berbahasa jepang, maaf linknya lupa tanya aja ke mbah gugle

Ada apa ini, apakah ada konspirasi ?, apakah ini bagian dari rencana Jepang untuk menyebarkan kulturnya ke seluruh dunia, dari anime udah gak aneh, dari j music udah gak aneh juga, nah ini dari dunia IT… hmmm ?, ah, yang jelas saya pernah mendengar mengapa Ruby telat Populer ketimbang Java ?, padahal Ruby dan Java diciptakan hampir berbarengan di awal tahun 90-an, Java telah menjadi populer dari 1 dekade silam, sedangkan Ruby cuma sekarang-sekarang aja, itu pun karena adanya Rails yang untungnya dibikin oleh orang yang bisa berbahasa Inggris, walaupun aslinya dari Denmark, David Heinemeier Hansson

Ya faktor bahasa memang menjadi kendala bagi Ruby untuk mengeliat, tapi menurut saya ini mengherankan, walaupun matz dan kawan2 keukeuh tutup mulut dan hanya ngomong bahasa jepang, akhirnya Ruby bisa spread the world juga, padahal jaman dulu konon kabarnya susah mendapat manual Ruby berbahasa inggris, jadi dengan apa para core developer bisa komunikasi dengan dunia luar, dengan bahasa inggris ?, hmm tidak, dengan bahasa jepang ? hmm kurasa tidak, lalu apa, bahasa indonesia ?, gak mungkin apalagi pake bahasa sunda he he, so dengan apa toh ?, ah alasan yang paling masuk akal kukira mereka bisa komunikasi dengan dunia menggunakan Bahasa ruby itu sendiri, ah ruby… gak salah kalau disebut Programmer’s Best Friend

eh ralat, itu bukan alasan yang masuk akal deng, tetapi alasan yang sentimental, alasan yang masuk akal tentu saja ada orang di dunia luar yg kebetulan bisa bahasa jepang dan membaca tentanng ruby kemudian mencobanya lalu menjadi ketagihan, ybs ini melihat potensi ruby yang besar, lalu mencoba menerjemahkan beberapa manualnya dan mencoba untuk disebarkan ke seluruh dunia, entahlah siapa sebenarnya ybs ini, yang jelas bukan SAYA xixixi

8 Komentar

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Gravatar: You can have a picture at the top of each your comments by getting a Gravatar

arie
December 28, 2007 11:11 pm

itu karena orang jepang merasa lebih tinggi daripada orang yang berbahasa inggris, mereka lebih memilih berbahasa jepang daripada pakai bahasa inggris. dalam keseharian mereka juga mereka tetap canggih dan mereka tetap dengan gaya jepang mereka. Itulah kenapa orang jepang tetap terus pakai bahasa jepang. Yang saya perhatikan Matz sebetulnya berusaha keras kok untuk berbicara bahasa inggris, dan selalu memohon maaf dengan sangat sangat sopan kepada penutur bahasa inggris bila ada kekurangan dan lain sebagainya dalam hal bahasa bilamana beliau kurang jelas berbicara pakai bahasa inggris dan tetap dia sendiri bilang of course even if i’m like this that’s still not an excuse…. Kalau menurut saya, komunitas Ruby tidak perlu khawatir akan soal bahasa, karena bahasa Ruby akan terus berkembang pesat, banyak yang bilang we’re nice because Matz is nice, Ruby makes us happy. We laugh more than other programmers, dan seterusnya. Dengan perkembangan ruby yang pesat, hubungannya adalah akan banyak juga ruby core team yang paham jepang dan inggris kedua-duanya. terima kasih sudah blogging tentang ini karena sebetulnya saya tertarik ngeblog tentang ini tapi waktu saya yang tidak memungkinkan.

EKo SW
December 31, 2007 9:12 am

Kang adhit, kalau mulai koding Ruby kudu mulai dari mana ya?
Saya lg pakai Netbeans 6.0. Ada dukunga Rubynya deh

Antum pakai yg mana?

Ohya, simak jg putri saya disini : http://alfath-ks-ramadhan.blogspot.com/

Hehehe

EKo SW
December 31, 2007 9:16 am

Bagus bgt.
Ane mo mulai buat CBT pakai Ruby. Di Netbeans 6.0 dah ada dukungan Ruby lho.
Antum pakai yg mana nih???

aLe
December 31, 2007 10:42 pm

wah, templetnya keren ;)

thanks atas sharing nya.

adit
January 2, 2008 9:27 am

@eko

iya netbeans memang udah ndukung ruby, tapi secara pribadi sy lebih suka menggunakan textmate, netbeans memang powerful cuma sayangnya boros memory hiks

kalo ruby & rails nya udah terinstall, mas eko bisa baca2 di buku agile development with rails, atau di buku2 lainnya, atau bisa juga gabung di milis id-ruby

waterbomm
January 2, 2008 4:14 pm

ohh gitu tho..

hemm.. coba orang indonesia sikapnya kaya orang jepang ya.. pasti keren.. :D

dudu
January 23, 2008 1:55 am

Mas ada tutorial yang pake bahasa Indonesia ga y?
hehe gaptek nih pake English, bisanya cuma copy, paste, shutdown hehehe

kojack
February 1, 2008 2:17 am

ngiring nimrung
kumargi urang urang sunda kumaha upami urang sunda nu ngiringan dina core ruby ngusulkeun ngango bahasa sunda manawi engke kapayuna aya ruby atanapi bahasa pemograman nu ngange bahasa sunda heuheuheu

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.