
Musik Rekaman Vs Musik Murni
Musik rekaman adalah musik yang kita dengarkan yang berasal dari alat elektronik yang biasa disimpan dalam format CD, Kaset, MP3 atau lain2
Sedangkan musik murni adalah musik yang kita dengarkan secara langsung yang berasal dari Alat musik tersebut
Catatan : Di Atas ini adalah klarifikasi dariku saja apa yang aku maksud dengan musik rekaman & musik murni
Aku bukanlah seorang professional yang tau seluk beluk musik, bukan pula penikmat musik yang fanatik yang mesti mendengarkan musik tiap hari atau seseorang yang merasa malu kalau tidak tahu trend musik, bukan pula seseorang yang bisa memainkan alat musik, hubunganku dengan musik hanya sebatas suka, kalo enak ya didengar kalaupun nggak denger musik dalam satu hari ya nggak apa2
Tetapi sekitar 2 jam yang lalu, aku mendapati pengalaman jiwa yang tidak akan terlupakan yang mungkin bagi sebagian besar orang lain pengalaman seperti itu adalah biasa2 saja, tidak lebih dari 2 menit aku mendengarkan suara gesekan biola yang memainkan lagu kokoro no tomo yang dulu pernah dinyanyikan oleh Mayumi Itsuwa, bukan lagu kokoro no tomo yang membuat aku terkesan, jiwaku tersentuh karena memang sudah lama aku tidak mendengarkan suara musik secara langsung, terlebih lagi suara Biola yang konon kabarnya termasuk alat musik yang sulit dipelajari, dan yang lebih mengejutkan lagi suara cantik nan elegan itu keluar dari seorang pengamen jalanan yang berada di perempatan JL Gatot Subroto, Bandung
Aku lantas bertanya-tanya, mengapa aku terkesan ?, bukankah aku sering mendengarkan suara biola dari mp3 atau dari game2 macam Final Fantasy dan semacamnya, ya aku akui aku memang suka dengan suara Biola, tetapi kesan yang aku alami sangat berbeda bila ku mendengar Biola itu dari MP3/CD atau alat elektronik lainnya, argggh yang jelas kesan dalam tersebut membuat aku terus2-an berpikir di sisa perjalanan dan ingin sekali untuk mem-blog-kannya, Ah aku yang amatiran ini mencoba menerka-nerka mengapa ?
Jangan menamai anak anda dengan nama seorang seleb blog
Nama adalah doa, demikianlah kita diajarkan, jadi wajar2 saja, kalo ada orangtua menamai anaknya seperti nama seseorang yang terkenal, dengan harapan si anak paling tidak menyamai atau bahkan melebihi “prestasi” dari nama seseorang tersebut, dari Mulai nama “Muhammad” yang seorang Rasul, Abu bakar seorang sahabat Rasul sampe nama2 pahlawan, tokoh politik terkenal , artis, pemain sepakbola atau Klub sepakbola (eh ini bener loh, dulu waktu SMP saya punya teman yang namanya Milan, lengkapnya Milan Suhendra, hey bro, di mana maneh ayeuna ???)
Nah begitupun dengan seorang blogger, mungkin cita2 anda menjadi seleb blog tidak tercapai, sehingga terbesit niat di hati ingin mempunyai anak bernama Enda Nasution, Priyadi , Edratna, Wimar Witoelar dsb-nya, dengan harapan suatu hari kelak anak anda dapat meneruskan cita2 anda, so dengan begitu anda bisa tersenyum di dalam kubur (hayyah), ketika melihat anak anda berhasil menjadi seleb blog
Dunia TI masa depan, kita tidak lagi membeli melainkan menyewa
Di Indonesia rupanya profesi peramal banyak dihargai ketimbang profesi scientist, so maka dari itu aku ikut2-an meramal juga, siapa tau bisa menyaingi mama lauren (halah)
Dimulai entah siapa yang mempopulerkan istilah SaaS. Software as a Service, software sebagai sebuah service, software yang dikirimkan kepada pengguna sebagai sebuah fungsi bukan produk itu sendiri, setelah aku membaca beberapa karakteristik SaaS, aku menyadari bahwa SaaS ini akan menjadi kunci perkembangan software di masa depan
Tentang apa itu SaaS, aku tidak akan menjelaskan detailnya secara teknis, coba refer ke Wikipedia.com atau google untuk menemukan hal itu, namun aku membayangkan suatu saat nanti di masa depan kebutuhan akan Bandwidth sama dengan kebutuhan kita akan listrik saat ini, kecepatannya pun akan menjadi sangat cepat, mungkin beberapa giga per detik sanggup melebihi kecepatan akses HARDDISK di masa ini, jika infrastruktur ini sudah sedemikian menglobal, aku berani bertaruh bahwa Vendor Software tidak akan lagi menjual produknya (melisensikannya, red) tetapi hanya menyewakannya
Sebetulnya untuk beberapa aplikas,i hal ini sudah terjadi, google menyewakan Google Docs & Spreadsheet-nya kepada kita, apakah Google Docs & Spreadsheet tsb terinstall di Harrdisk kita ?, jelas tidak ?, yang ditawarkan google hanya fungsional dari sebuah software saja, sedangkan programnya tetap diam mendekam di sebuah server yang letaknya entah ada di mana (mungkin di afrika, asia, eropa, amerika atau bahkan planet Mars), jelas bukan perbedaannya dengan software tradisional macam Microsoft Office ?, untuk menjalankan M$ Office kita membutuhkan programnya di komputer kita, membeli lisensinya dan menginstallnya, jika program tersebut rusak entah karena apa (virus, spyware atau kerusakan registry) siapa yg mesti membetulkan, kita sendiri hiks, atau maksimal kita memanggil tukang service untuk membereskan hal tersebut
Lack of blogging
what a pathetic of me, for one month i can’t post anything on my blog, it seems my brain need to be rebooted, hey someone out there, can you suggest me how to find “brain rebooting services”
?, this day is boring day since i’m not clear enough to understood my tasks, big boss have already leaved perhaps go to client to promote our product
so i decide to blogging, but i don’t have such great idea to write on ( ok type not write), it seems interesting if i write about web 2.0 concept, unfotunately i’m not sure how to write that since i don’t have much experience making web 2.0 site, what i know about web 2.0 is “maximize users participating” and make web as platform so because of that, the product is NOT the software but the service itself, costumers are enjoying the service that we deliver, also to maximize users participating, web 2.0 site often use AJAX/RIA (Rich Internet Application) technology, the question is what about indonesia ?, have indonesia already adapted web 2.0 technology ? hmm i think you should give sharingphoto.com & kronologger.com a try
another topic that made me crazy is about “why great turn based RPG game “only” available on Playstation console not PC ?”, i don’t know why big game publisher such as square-enix or konami didn’t want release their RPG game in PC, they will make more money if they release their games in 2 platform instead 1 platform ?, ok there are nice RPG game that already converted to PC, Final Fantasy VII, VIII, Grandia 2, Breath of Fire 4 but it isn’t MUCH ?, how about Final Fantasy IX, X, X-2, XII, Suikoden I-V, Xenosaga, Kingdom Hearts etc ?…
and then &(**&%&$%(&&)&%%##@$&&)*&(&^&$
so..rr..y, my bra…in st…uck aga…in, ca…n’t fi..n…ish, thi..s un…sef..ul a…r..t…icle
CIMENG (Correct If My English WroNG)



