Sep11

Ataukah saya saja yang salah sangka, padahal kebanyakan orang sudah pada mengerti ?, ah entahlah …yang jelas, praduga itu, kan kutuangkan dalam bentuk ulasan kecil yang mohon maaf kalau penjelasannya masih dangkal

Terlahir dari sebuah singkatan tetapi sekarang tidak lagi dipandang singkatan, ia adalah nama dari sebuah klub sepakbola asal negeri Belanda, tapi bukan klub sepakbola yang akan kubahas di sini, disangka sebuah bahasa pemrograman padahal hanyalah sebuah teknologi, lebih spesifik lagi ianya adalah sebuah cara baru bagaimana sebuah web bekerja

Tanpa mengumumkan metoda apa yang dipakai untuk membuatnya, Google mengumumkan aplikasi bernama Google Maps, Gmail dan Google Suggest, ketiganya merupakan produk inovatif yang benar2 “menohok” cara web tradisional bekerja, alih-alih me-reload seluruh halaman untuk sebuah request, ketiga produk tsb malah mengupdate halaman sebagian saja, bahkan tanpa sebuah refresh, inbox email di gmail bisa otomatis bertambah, peta di google maps ketika di-scroll terus-terusan memunculkan gambar-gambar baru tanpa perlu refresh browser… ah teknologi apa ini, Google kembali mencipta teknologi baru ?

Google memang yang membuat ketiga aplikasi tersebut, tapi teknologi yang dipakai bukanlah ciptaan google seorang (apa ratusan orang yak :D ), sesungguhnya semua komunitas web lah yang mendorong teknologi tersebut ada, google hanya memanfaatkannya, teknologi tersebut dibangun berdasarkan teknologi sebelumnya, dimulai dengan keberadaan (X)HTML & HTTP yang memunculkan web statis, CSS untuk mengatur style daripada layout web, Document Object Model (DOM) untuk membentuk struktur halaman web, Frame untuk menggabungkan bbrp halaman web ke dalam satu halaman, XmlHttpRequest(XHR) yang meyediakan interaksi antara client dan server secara independen (tanpa refresh browser), XML atau JSON yang berfungsi sebagai teknologi standar untuk pertukaran data dan Javascript yang memanipulasi dan mengikat semua teknologi di atas

Kita perlu sebuah nama yang mudah diingat untuk merepresentasikan teknologi baru ini, awalnya banyak orang dengan banyak versi menyebut hal tersebut dengan javascript remoting, web remote procedure call atau dynamic update, tetapi pada 25 Februari 2005 Jesse James Garret merilis suatu essay berjudul “A New Approach to Web Applications”, dalam artikel itu garis besarnya dia menjelaskan bahwa user interaksi di web sekarang sudah seperti aplikasi desktop, sebuah cara baru yang membuat user interaksi di web menjadi semakin kaya

Bagaimana interaksi di aplikasi desktop bisa merambah ke web ?. ini ada beberapa contohnya : pada aplikasi shopping cart kita hanya melakukan drag & drop untuk menambahkan barang yang akan dibeli ke dalam daftar belanja, pada saat loading data kita pun bisa melihat animasi dalam bentuk bar bergerak yang menandakan data sedang diproses, pada saat posting di forum diskusi kita terkejut postingan kita tiba2 muncul di paling akhir padahal halaman tidak melakukan reload sepenuhnya bahkan kita bisa melakukan crop & resize image di sebuah aplikasi web,

Contoh-contoh yang dibangun menggunakan teknologi itu oleh kawan-kawan di Adaptive path dinamakan Asynchronous Javascript & XML disingkat AJAX, asynchronous berarti halaman web tidak perlu menunggu respon dari user untuk bekerja, dengan kata lain kita tidak sepenuhnya perlu memencet tombol refresh, mengklik suatu link atau memencet tombol submit di form untuk melihat halaman web kita berubah/bekerja

Selain itu tidak hanya Javascript & XML saja yang membentuk Ajax, banyak teknologi lain yang bisa membentuk Ajax, diantaranya sebagian telah penulis sebutkan di paragraf 3 di atas, jadi
Pada akhirnya Ajax sekarang tidak bisa lagi dipahami sebagai sebuah singkatan, karena bila mengacu kepada singkatan hanya 3 teknologi saja yang terlibat, padahal seperti yang sebelumnya kita ketahui Ajax juga bisa melibatkan banyak teknologi, sudahlah cukup bahwa Ajax ialah sebuah cara baru bagaimana web bekerja, janganlah terjebak ke hal kecil seperti pengertian literal yang pernah dicetuskan oleh Garret, dan satu hal lagi jangan pula menyangka kalau Ajax adalah sebuah bahasa pemrograman, beberapa orang yang baru mengenal Ajax (termasuk saya) pada awalnya menyangka bahwa Ajax adalah bahasa pemrograman baru

Kita di Indonesia seperti biasa, agak terlambat untuk mengadopsi sebuah teknologi, bila di “luar” sana Ajax sudah menjadi trend, di sini hanya sebagian kecil saja yang baru mengadopsi Ajax, ah daripada mengeluh akan ketertinggalan lebih baik kita mulai “ngoprek” toh itu bisa menjadi keuntungan minimal kan kita bisa menjadi trend setter di negeri sendiri he he, becanda denk tentulah keuntungan sesungguhnya bukan hanya mengikuti trend semata, lebih dari itu teknologi dibuat agar manusia bisa lebih mudah & efesien melakukan sesuatu, untuk itu kukira tidak ada salahnya bila kita menimba ilmu tersebut, tujuannya agar kontribusi kita terhadap kehidupan adalah nyata, sebagai web programmer hanya itu yang berharap bisa ku lakukan, sangat disayangkan bukan bila kita tidak ikut terlibat evolusi di dalamnya ? akhir kata Let’s Ajaxify Your Life ^-^

note : ditulis pada saat berjibaku dengan jQuery, sebuah Ajax Framework yang pada awalnya kubenci tapi sekarang kok mulai tumbuh benih2 cinta yak, gmn nih mulai ketagihan padahal masih banyak yang belum dimenegerti, btw ada yang punya eBook-nya, bagi dunk (ups) :D

referensi
Professional Ajax 2nd Edition
Ajax on Rails

Sep07

Biasanya ketika sebelum bekerja ada beberapa hal yang mesti kucek, dari mulai ticket di trac, update SVN repo, re-load database proyek, ngecek apakah live server masih running sampai cek email baik yang pribadi maupun yang kantor, nah tadi pagi ketika melihat ticket ada beberapa hal yang belum kumengerti, so karena melihat big boss online, ya sudah aku tanyakan langsung deh bbrp hal itu, terjadilah obrolan bla bla bla

Ternyata apa yang kutanyakan itu bukan pekerjaan yang “high priority”, boss dah ngirim email semalam bahwa kerjaan lain ditunda dulu, dan mesti ngerjain yang ini, “urgent”, oke deh kalo gitu tinggalkan trac dan cabut ke inbox email google, benar saja udah ada deskripsi tugas ku, bla bla bla udah terpampang di situ, ya udah update repo dulu, buka textmate dan mulai kerja

Setelah sekian lama, kolega ku, desainer flash berbakat itu (Rizki) ngontak, dit dah baca email, itu ada perubahan, pas diliat iya bener aja ada beberapa perubahan, waaah untung aja diingetin, kalo gak, bisa ngerjain pekerjaan yang gak sesuai dengan job desc, hiks jd berpikir, rizki kan nggak mungkin ngingetin aku setiap hari bila ada email yang masuk, jd ngebayangin ahhhh seandainya GTalk udah dirilis di Mac, mungkin bakal ada semacam notifier bila ada email yang masuk.

Nah di tengah2 bayangan dan harapan semu itu, tiba2 ada temen (Miaz) ngasih info kalo Google Desktop udah integrasi ke Sun Star Office, truss aku jawab, wah aku gak pake google desktop, tapi karena dia ngasih link, ya sudah aku klik saja, secara aku juga pengen tau, eh tiba2 link itu menuju ke page Google Desktop untuk Mac OS, dan dipaket Google Desktop itu ada beberapa aplikasi, dan salah satunya yang paling kubutuhkan ada di situ, yaitu google notifier, ya sudah tanpa pikir panjang langsung download dan Install deh he he,

Ah akhirnya google notifier berhasil diinstall, so skrng gak bakal telat lagi deh kalau ada yang ngirim email. eh ngomong2 sepertinya Google Notifier tidak support multiple account ya ?, atau saya saja yang nggak tau cara konfigurasinya ?

download google desktop for mac :
http://www.google.com/mac.html

Sep06

Asep Wozniak : hi, bro udah pernah nongton deathnote belum ?
Boga Lakon : udah, mang kenapa ?
Asep Wozniak : there are unique dialogue
Boga Lakon : hmm unik….oh iya daku tau, yg ini bukan

— Sub Chat Strip —
Yagami Light : L tau tidak kalau shinigami suka apel ?
L : (dalam hati, lo gak tau kalo gwe juga pake apple…….)
— End of Sub —

Asep Wozniak : iya betul yg itu, hebat kan …. ?
Boga Lakon : iya pilem death note emang keren
Asep Wozniak : wrong man , i mean not the movie ?
Boga lakon : hah bukan pelemnya, lalu apaan dunk yg hebat ?
Asep Wozniak : ajegile, lu gak nyadar yak, keren kan, Apple bukan hanya ada di dunia nyata, tapi di dunia shinigami juga ada, lu gak tau sih, shinigami jaman sekarang kan kalo nulis deathnotenya di MacBook, mangkanya jd orang jangan ndeso, masa dah punya akses internet tapi masih KETINGGALAN INFORMASI, huh payah
Boga Lakon : oh gitu yak (*tersinggung), ngomong2 deathnote for Mac gratis gak ?,
Asep Wozniak : nggak tau, coba aja tanya ke si RYUK he he
Boga Lakon : (*makin tersinggung) cari ah… *googling*

5 menit kemudian

Boga Lakon horeee dapet, serial + programnya, install ah *senengnya
Asep Wozniak : eh bro gwe bagi dunk …., kirim ke imel gwe yah
Boga Lakon waah, sorry, percuma … dikau nggak akan bisa makenya
Asep Wozniak : bisa koq, cara makenya pasti gampang, tinggal ngetik nama duank kan
Boga Lakon : makenya emang gampang, dikau nggak akan bisa make soale barusan gwe udah ngetik di sopwer itu — Asep Wozniak meninggal karena kaget 10 detik setelah menerima pesan ini —
Asep Wozniak : _&^##(*($$)%@)T&%)#_@))@)&)@)@&)@ ……………

promosi Apple emang ada di mana2 bahkan di iklan promag, sampoerna & poldan mig juga nongol, ah dunia emang nggak nyambung, apa hubungannya coba obat atau rokok dengan komputer ….. ?, dan yang lebih parah lagi daku yakin pihak Apple nggak membayar sepeserpun untuk muncul di iklan2 tsb, ah enaknya Apple …. ^_^