Sep27

Bermula sabtu lalu, istriku mengeluh sakit, ah kukira wajar2 saja, soalnya setiap kali M, istri memang selalu kesakitan di bagian perutnya tapi entah kenapa besoknya sakitnya ini dibarengi “meriang”, hmm kupikir itu meriang biasa gara2 masuk angin, lalu istriku coba minum obat meriang standar kayak “ultraflu” (nggak bermaksud promosi, kebetulan di rumah adanya itu), hiks ternyata panasnya gak turun2, apalagi kalo malem menggigil padahal sudah dipakaikan selimut entah itu selimut suami (dipeluk, red) atau selimut beneran

Hari seninnya karena meriangnya nggak reda, ya sudah kubawa saja istri ke klinik terdekat, dokter hanya memeriksa sebentar, hanya meriksa tekanan darahnya dan menanyakan pertanyaan2 standar (detailnya aku lupa), kesimpulannya dokter bilang istri ku meriang karena jeleknya cuaca saja, waktu nebus obat kami rada2 tersentak juga, bukan karena jumlah uang yang mesti dibayarkan tetapi karena jumlah obat yang banyak yang berjumlah 7 macam (FYI, di klinik tsb tarifnya flat, jd mo obatnya banyak atau dikit, tarifnya sama, aku rada sedikit kagum juga sih, itu klinik soalnya dimiliki yayasan kristen, mungkin obatnya sudah disubsidi oleh yayasan tsb, entahlah klinik lain seperti itu nggak sih ?, mungkin kalo klinik islam mah malah gratis ?)

Dilihat dari jumlah obat, aku punya firasat jelek, jangan2 istriku sakitnya ” amat serius”, ah kucoba tepis prasangka bodoh itu, ku berharap 1-2 hari ke depan sudah sembuh seperti sedia kala, namun hari-hari berikutnya keadaan semakin memburuk, sariawan mulai membesar, tenggorokan agak bengkak & sakit, mata kalo merem sakit, dada sakit dan muncul batuk-batuk, nafsu makan menurun, hanya bisa makan “energen” saja itupun 1/2 porsi, puncaknya hari selasa malam istri gelisah nggak bisa tidur dan mengalami sesak napas, waktu mengalami sesak napas itu istri mencoba membangunkan aku, aku sendiri tidur terlelap dikarenakan sorenya akupun ikut2an meriang, jd setelah makan obat aku tidur lelap banget, istriku sendiri panik, karena sebelumnya belum pernah mengalami sesak napas seperti itu, dan semakin sulit tenang dengan lelapnya diriku, istri sendiri menceritakan hal itu ketika pagi2 setelah aku bangun

Hari rabu, istri kesulitan makan dan bahkan muntah, obat dari dokter tinggal sekali lagi, aku bingung dan semakin khawatir, akhirnya diputuskanlah untuk dibawa ke rumah sakit santo yusuf, waktu itu diperiksa dulu oleh dokter apakah istri harus rawat inap ataukah hanya rawat jalan, setelah itu dokter masih belum bisa memutuskan karena istri harus periksa darah dulu, periksa darah berlangsung sebentar, tetapi hasilnya harus menunggu selama 1/2 jam, 1/2 jam kemudian hasilnya keluar, lalu langsunglah kami meluncur ke dokter yang tadi dan hiks ternyata doketernya lagi keluar, dan kami menunggu lumayan lama (mungkin sekitar 1 jam), aku sempet gak sabaran & kesal, soalnya muka istri makin pucat dan belon makan siang, akhirnya dokter dateng juga, kita langsung masuk ke ruangannya, dia baca hasilnya dari lab, dan kaget “hah, hb kamu cuma 8 ?, kamu gak suka makan yah, wah ini mah harus di-opname”, aku tidak tau pasti apa artinya hemoglobin 8, yang jelas dari reaksi dokter saat itu aku simpulkan bahwa istriku penyakitnya “serius”

Setelah mengurus tektek bengk administrasi akhirnya, bisa masuk kamar, tepatnya ruangan Fatima kamar no 5, beberapa menit kemudian langsung diinfus, nggak tega juga ngeliat istri diinfus, soalnya 2 kali gagal, dan prosesnya sulit, soalnya urat (apa pembuluh darah yak ?)-nya nggak keliatan, istriku sempet teriak & nangis waktu infus yang kedua, cengkraman ke tanganku pun kuat banget, kelitan sekali istriku kesakitan waktu infus kedua, infus pun gagal masuk karena ketika teriak kondisi psikis istri dalam keadaan tegang, suster bilang infus ketiga mesti di tangan satunya lagi (kanan,red) dan alhamdulillah kali ini selang infus masuk dengan lancar

Sorenya dokter datang dan menginformasikan kpd kami bahwa penyakit istri belum diketahui, kemungkinan Liver ataupun Thypus, mendengar ini aku merinding, ya Alloh, mudah2an bukan liver :( aamiin, hari kamis mesti periksa darah sekali lagi untuk memastikan, untuk itu kemaren malem mulai jam 12 teng istri puasa, dan tadi pagi sudah diambil darahnya, tetapi saat ini ditulis, hasilnya belum kuketahui, ah semoga sakitnya nggak parah dan semoga cepat sembuh, dan dalam kesempatan ini pun aku pun mohon doa kepada teman2 agar istriku bisa sehat seperti sedia kala, aamiin ya rabbal alamin

17 Komentar

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Gravatar: You can have a picture at the top of each your comments by getting a Gravatar

neng yuke
September 27, 2007 11:38 am

ya allah, adit!!..
cepet sembuh ya ci tetehnya… mudah mudahan adit bisa sabar ngadepin ini semua, jangan lupa jaga kondisi adit juga. Jangan sampai jaga sang istri, kesehatan Adit juga ga di jaga.. Nanti kalau dua-duanya sakit repot…
Salam hangat ya buat istri, semoga tabah dan cepat sembuh, juga banyak rejeki.. aminnnn…
Ini kan bulan yang pernuh barokah, jadi jangan khawatir, dan jangan berhenti berdoa, juga berusaha.. aminnnnn…

rizal
September 27, 2007 12:22 pm

Ya Allah, Rob sekalian manusia, yang maha gagah dan sempurna, semoga Engkau hilangkan penderitaannya dan Engkau sembuhkan dia, Ya Allah yang maha penyembuh. Tidak ada kesembuhan melainkan hanya kesembuhan yang datang dari Engkau, kesembuhan yang akan Engkau ridhoi. didalam tangan Mu semua kebajikan dan Engkau maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Cukup kita berpegang kepada Allah dari segala sesuatu, Allah mengalahkan segala sesuatu, tidak terhenti sesuatu kerana perintah Allah, tidak ada daya dan kekuatan, hanya daya dan kekuatan Allah yang maha tinggi dan maha besar.

La haula wala quwwata illabillah

Philip
September 27, 2007 2:42 pm

Semoga cepat sembuh!

HB= Haemoglobin , sel darah merah
Makin rendah warna darah makin pucat, penyebabnya bisa macam2.

Kalau memang gak yakin ama dokternya, kau berhak cari pendapat kedua dari dokter yang lain. Jangan tunggu sampai parah ya!

wadiyo
September 27, 2007 3:59 pm

Assalamu’alaikum,

Semoga cepat sembuh dan diberi kesabaran dalam menjalaninya. Amin

wassalam

idrus firmansyah
September 27, 2007 5:31 pm

Assalamualaikum

adnan sing sabar nya, mungkin ieu teh cobaan jang adnan jeung istri. Insya Allah … Allah tidak akan memberikan cobaan yang tidak sangggup diemban ku adnan jeung istri.

ti idrus … sing geura damang jeung sehat deui emi teh ^_^

Wassalamualaikum

Niwatori
September 28, 2007 4:07 am

mugia si teteh sing enggal damang, aminnn

hendra
September 28, 2007 8:58 am

Semoga cepat sembuh ya. Syafakillah…

cahyo
September 28, 2007 10:20 am

jangan segan2 untuk cari second opinion mas alias jangan percaya sama satu dokter. dokter kan juga manusia. semoga cepat sembuh ya istrinya…

Heri
September 28, 2007 10:37 am

Assalamualaikum…
wah kayaknya kita pernah kenal ya ?? HEHE…
di SSG angkatan V kan dulunya ??

if (true){
puts “Kumaha damang?? di kircon na di mana kang? heri di lemah hegar.. kalo tahu kan bisa ketemuan ato sekalian ngajarin saya ruby nya.. :D
}else{
puts “Pa Kabar ? salam kenal.. dan moga-moga istrinya di beri kesehatan dari segala penyakit.. sabar ya kang…”
}

http://www.friendster.com/aageboi

sugiarto
October 1, 2007 1:41 pm

cing geura damang atuh nya, cing seeur ngado’a.

andi
October 1, 2007 3:36 pm

Moga lekas sembuh , buat tetehnya.
buat adit sabar aja ya.. na. :D

BARRY
October 2, 2007 4:30 am

Semoga cepat sembuh ya. Ada keluarga yang ikut menungguin di sana? Semoga adit sehat juga.

adit
October 2, 2007 9:37 am

makasih atas doa dan perhatian kawan2 semua, alhamdulillah emi sekarang udah sembuh, hari ahad kemaren udah bisa pulang

JangAAN
October 3, 2007 11:24 am

Alhamdulillah tos damang mah Kang Adnan… Kedah langkung ati-ati di na milih tuangeun, tong telat emam…

dhany
October 3, 2007 1:53 pm

udah baikan mamahnya..?
mudah-2n lebaran udah sehat semua
salam kenal

edratna
November 1, 2007 6:16 am

Adit,
Yang penting isteri sudah ditangani dokter, dan sesuai prosedurnya dua hari pertama diteliti lebih dulu, karena ada berbagai penyakit yang gejala awalnya mirip dan baru beberapa hari terlihat dengan jelas. Saya, anak, dan suami pernah dirawat, dan akhirnya memahami prosedur rumah sakit, mengapa mereka berhati-hati …karena ada berbagai penyakit yang gejala awalnya mirip. Bahkan telah terjadi perubahan strain, kalau dulu gejala typhus diawali dengan panas tinggi, sekarang tak selalu demam tinggi.

Hb 8 rendah sekali, syukurlah sudah ditangani dokter. Sebaiknya, lain kali, jika sakitnya terasa berat, pas cek dokter sekaligus minta periksa laboratorium, tapi ada juga penyakit tertentu yang gejalanya cepat sekali.

Mudah2an cepat sembuh ya.

budi sulis
December 4, 2007 3:03 pm

Salam kenal, Mas. Semoga sekarang sudah sembuh ya istrinya

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.