Fase1, Naek angkot St Hall – Lembang
Pergi jam 09.30 WIG, tidak ada sesuatu yg mencurigakan, kami dgn senang hati menikmati perjalanan sampai ke Terminal Lembang
Fase2, Naek Elef (bener gak sih nulisnyah) Lembang – Subang
Heuheuehu, di sinilah baru terjadi hal2 aneh, ternyata setelah ditanyain ke supir, tegalkoneng letaknya jauh dari terminal subang, ke sana mesti 3 kali anek angkot (subang – pujasera, pujasera – purwadadi, purwadadi – patokbeusi) dan satu kali naek ojek (patokbeusi – tegalkoneng), udah gitu yg bikin sayah heran, elef ini dalam pertengahan jalan berbelok menuju
tangkuban perahu, sampe di atas, ada penumpang yg turun dan 1 orang penumpang ditagih Rp 60.000 !!!, what a….. masyaAlloh mauahal bangeeeet, qta deg2an ngedengerinnya, gmn entar ke subang wong ke tangkuban perahu ongkosnya aja 60.000, otak cerdasku %peace% pun mulai menghitung, hmm kalo gitu kira2 ongkos ke terminal subang per orang adalah… Rp 100.000, hueeeeeeeee, gubraks…..kita kan Cuma bawa uang 200 rb, kami pun berkeringat dingin sambil mengutuki diri sendiri dalam hati…… huaaaaa betapa bodohnya……… lalu setelah berdiskusi lama dgn istri (hampir tonjok2an—becanda ding), akhirnya ku beranikan Tanya ke supir bahwa aku mencintai nya eh maksudku berapa ongkos ke terminal Subang,… dan ternyata sugoooooooooooi (kereeeeeeeeen)……. Ongkosnya Cuma 20 rb per orang, alhamdulillah legaaaaaa, ternyata matematika tidak bisa digunakan dalam hitung-menghitung ongkos elef……nah itulah mangkanya kurikulum pendidikan qta mesti dirombak, coz matematika di qta tidak kuasa untuk menghitung ongkos elef (loh)
Fase 3, Naek Angkot Terminal Subang – Pujasera
Kembali di angkot ini pun para penumpang, supir + kenek sepertinya bersekongkol pada kami sehingga membuat kami hamper putus asa, betapa tidak mental kami yang SEJATINYA kuat banget seperti baja (narsis :p) akhirnya perlahan2 lumer gara2 mereka bercerita, tegalkoneng itu jauh banget dan medan yg ditempuh pun sulit
Huaaa……. Bayangan kesulitan kembali terngiang, apalagi setelah kami membayar ongkos angkot ini, gileeeeeeeee per orang 7000 bo’, mantaaaaaaaaaabs lah, sekeren-kerennya angkot Bandung, ndak ada yg bayarannya sampe segitu he he
Fase 4, Naek Angkot Pujasera – Purwodadi
Situasi di angkot ini pun hampir sama seperti di atas, huaaa terus terang aku makin khawatir apalagi daku ngebawa anak orang (istri, red), ya sudahlah kami putuskan kalau nyampe purwodadi terlebih dahulu shalat dan sedikit ngeganjel perut pake batu eh roti
Fase 5 naek ojek
Setelah shalat, kami kebingungan nyari2 angkot Puwodadi-Patokbeusi, coz angkotnya sih ada but penumpangnya kosong, setelah tanya2 ke makhluk setempat, ternyata tuh angkot ngetemnya lama + jalan yg diambil ke patokebeusi-pun memutar….. setelah berpikir keras ditambah lagi rayuan pula kelapa eh tukang ojek, akhirnya kami naek ojek langsung ke tujuan alias tegalkoneng alias ke walimahannya T Ela
Siip lagh, ternyata eh ternyata jauuuuuuuuuuuuuh banged, dari purwodadi ke pantura kami masih menikmati perjalanan, yg parah itu adalah ketika berbelok memasuki kawasan tegalkoneng, oalah gersang sekali, di sekeliling qta yang ada hanyalah sawah kering ditambah jalanan yg berdebu, setelah 30 menit di kawasan gersang, masih belum ada tanda2 bahwa kawasan ini berpenghuni, sejauh mata memandang yang ada hanyalah sawah kering dan sungai2, ditambah lagi manusia pada kemanaaaaaaaaaaaaaa ?, ketemu 1 manusia, kami terkejut, ternyata ojek berhenti dan yg bikin kami deg2an ½ mati…. SI TUKANG OJEK MALAH NANYA2 ALAMAT KE ORANG TSB, oalah……….. dasar tukang ojek dudulz, kirain mereka dah apal tempatnya, taunya kami dijadikan bahan eksperimen hiks, sekitar 3 kali kami menanyakan alamat ke orang2 di tengah kawasan gersang, aku udah capek banget, ditambah muka yg kotor kena debu, begitu pula istri punggunngnya pegal dan gamisnya kotor kena debu, setelah 1 jam-an berojek ria, akhirnya mulailah tampak rumah penduduk, karena daku kapok nanya ke orang2 di situ, lebih baik daku call ajah marsha, dia pun akhirnya memberi instruksi, en akhirnya daku nyampe dengan selamat eh maksudnya dengan istri, ALHAMDULILLAH
Hiks, teman2 pada menertawakan kami (ada juga yg iba), kami disuruh balik lagi coz memang kami datengnya telat…….. tapi tiada yg dapat menghapuskan rasa capek kami selain, senyum sumringah kedua mempelai, ah kakakku SUBHANALLAH, akhirnya kami bisa melihat walimahan kalian….. kami pun tersenyum melihat raja-ratu sehari, dan beberapa menit kemudian ”kriuk kriuk” perut kami diminta diisi makanan, dan untunglah makanan pada jamuan resepsi walimah belumlah abis, maka tancaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaap GAS ^_^
Moral of the Story : mangkanya jangan sok2 jagoan pake rute sendiri, kan udah dibilangin sama T Ela, lebih baek naek bis ke leuwipanjang dan turun di Cikampek, hmm, oleh karena itu nurut kepada petuah orang yg lebih tua adalah tindakan bijaksana
Media Muslim Info
December 3, 2006 5:58 am
Maaf nih.. salam kenal aja
Mas mbak udah pernah denger www.mediamuslim.info ??
jika belum, yuk kunjungi www.mediamuslim.info sekarang juga….
ooh ya… silahkan kalau berkenan menambahkan link tersebut pada situs ini ( www.mediamuslim.info dan lainnya ). Terima Kasih Banyak. semoga kami menjadi referensi yang menyenangkan bagi anda