Sep25

acara sabtu kemaren berjalan dengan lancar kecuali alimoel rada telat sekitar 40 menit ngejemput sayah+istri tersayang ke kontrakan

ya sudah karena mo ramadhan dengan terpaksa sayah+istri tercinta mesti memaafkan sang jupentini itu , so ali, nt tenang aza, kami maafkan kok

salanjutnya ternyata para istri (t rifa + t niknik), sudah menunggu di stadion, ya terpaksaklah kami sebagai anggota baru diospek duluw, sungkeman dulu + dimandiin kembang + minta doa restu + minta dwit(loh) kpd mereka (boong deng, yg kayak gini aza dipercaya )

actually, ya byasalah kami mengubrul2 tentang keadaan myqers family terkini, the topics are about DeLon (Dedeknya Athlon) & Deli (Dedenya ALi) yang sedang mendekam di peyut masing2 sang ibu, sedangkan satu lagi DeNan (dedeknya Adnan) blum ikut jadi topik karena mungkin masih di alam mimpi he he

mendengar para umahat bercerita, kayaknya seneng banget yah berproses punya beybi, but kesenangan itu juga tidak lepas dari perjuangan, karena mendengar cerita mereka, perjuangan hamil itu ndak mudah loh, untung aza Ali, AThlon plus istri sabar sehingga kehamilan mereka masih baik2 saja, he he mayan lah jadi pelajaran bwat Aditya Happy Ever After Family ^_^ (yg mo tau dgn detil, disarankan utk ikutan myqers family )

so, ku berharap anak yg mereka lahirkan menjadi anak yg shaleh/shalehah aamiin

selanjutnya adalah MAQAN-MAQAN, eh olahraga maxutte, terjadi diskusi sengit, kami hampir saja berantem memutuskan apakah hari ini akan renang atau lari (dramatisir : on) , tapi karena oom Athlon dan Ali gak bawa celana ganti, ya sutra sayah dengan ikhlas menyetujui untuk lari di stadion……. , emi terkasih tadinya mo ikut lari, tapi dikarenakan ibu2 hamil itu tidak ada yg ngejagain dan dikhwatirkan tiba2 ngebrojol ^_^, akhirnya istri sayah dengan senang hati menemani teh niknik + t rifa

Kang athlon cuma kwat lari 2 putaran (pagi2 sekalee dya dah lari 2 putaran juga soale), aku & ali lari 3 putaran, di putaran terakhir kami sprint, nah dikarenakan sayah adalah orang yang amat sangat rendah hati sekalee, maka sayah memutuskan untuk mengalah sajah, tibatan ali nanti ceurik truss pundung bisa berabe dah, soale banyuwangi jauh men, nganterin ke sananya males heuehueh

sesudah lari, akhirnya acara yg ditunggu2 datang JUGA, ng ing eng dudududududu (suara genderanng), LADIES AND GENTLEMAN acara berikutnya yaitu MAKAN-MAKAN –Woro woro.. — (huuuuuuuuu, dirimpukin orang2 sekampung) , kami makan2 di warung masakan padang……..wweeeh enak tenan, apalagi bareng MyQers Family, kenikmatan makan menjadi tiada duanya deh, di tengah2 itu sayah dan istri berbincang-bincang sejenak

(telah diedit dan disensor, bagian mesranya secara menyesal tidak sayah sampaikan di sini-off the record)
istri : kang, kok kita duduknya misah yak
swami : yah biarin, kan memang mejanya gak cukup bwat 8 orang (jangan lupa Delon & Deli)
istri : ooh mungkin kita dan mereka berbeda
swami : berbeda apanya, honey ?
istri : ini liat ada garis pembatasnya ?
swami : maksud loh ?
istri : ya ini adalah garis pembatas kewarasan

guak guak guak, istri + sayah cekikikan

swami : (sedang mikir), lhmm jangan2 yang gak waras+gila kita dunk
istri : emang
swami : loh *)*)&^%%^#$%$&^*^%*^#!@&*%()^#)^*#^

setelah makan, MyQers family berdiskusi sebentar mengenai acara selanjutnya (nanti ajah tak kasih tau, pokok’e kezutan aja), lalu akhirnya mereka pulang juga……., nah mereka gak tau ketika pulang kami berdua punya rencana jahat .., yaitu masih lapaaaaaar, en makan lagi deh, makan es buah berdua saja di tengah2 sinar mentari yang terik… hmmmmmmmmmmmm nigmaaaaaaaad

note : bukannya promosi ataw apa, aseli loh Es Buah (buah2anya lengkap lagee) Sip, di gerlong yang deket bakso akhwat itu enak banged, makin nikmad kalo dimakan ketika cwaca terik dan didampingi istri tersayang

so, THE END

Sep18

menurutku cuma satu

NDAK BOLEH EGOIS … why, here the explanation

btw, entar kalo ada yg kurang daku apdet deh

tidak memberi nafkah kepada istri itu termasuk egois—> (ukuran nafkah tergantung kemampuan diri, RASUL SAW tidak pernah menjabarkan nafkah itu harus dalam bentuk Yu Es Dollar ataupun Rupiah Image Hosted by ImageShack.us)

tidak bersabar akan perilaku sang istri itu termasuk EGOIS

tidak mendidik istri dengan hikmah dan kelembutan itu termasuk EGOIS

tidak memberinya nafkah batin selama minimal 6 bulan (apa 3 bulan yah, tolng cek, sy lupa haditsnya) itu termasuk EGOIS

tidak turut serta dalam mendidik anak itu termasuk EGOIS

tidak bersikap garing dan kaku itu termasuk EGOIS (maxutte, romantis dikit napa, gombal itu bumbu spy RT ceriya selalu)

tidak mau mendengar pembicaraan istri itu juga termasuk EGOIS (just listen okay, jangan menyela ketika dya berbicara, bagi wanita sharing/berbicara itu lebih penting dari apapun)

tidak turut serta dan tidak mau terlibat tuk membantu istri dalam urusan rumah tangga termasuk EGOIS (sekali-kali nyuci baju atow nyuci piring gak akan meruntuhkan izzah kita di mata istri, believe me)

dan yg paling important TIDAK MEMPERLAKUKANNYA SEBAGAI PEMBANTU, layaknya Rasulullah SAW, beliau selalu memuliakan istrinya, jadi laki2 yg tidak memuliakan istri termasuk EGOIS

terakhir

mengajarinya PHP atau Ruby On Rails (loh) Image Hosted by ImageShack.us

______________________________________________________

btw,aku masih belajar nich dan mudah2an ku bisa spt itu, doakan aku yah prends aamiin

IMHO Image Hosted by ImageShack.us

Sep13

Beberapa hari yang lalu di suatu pagi yang sangat indah (jelas ajah indah, bis pagi itu segalanya dilayanin ma istri tersayang siy he he Image Hosted by ImageShack.us ), di sebuah jalan bernama pasir koja tepatnya dekat warung nasi kuning dan tukang dagang kacang rebus, tau nggak kalo itu di Bandung (halah), ku bertemu dengan seorang pengemis, dengan wajah memelas ditambah pakaian lusuh serta tangan yang mengiba mengharapkan uluran tangan dari pejalan kaki entah itu 100 rupiah ataupun 200 rupiah atow syukur2 10 miliar yu-es dollar (gubraks)

Dan, pejalan kaki di depanku pun mengulurkan tangannya, maka uang 1000 rupiah pun berpindah tangan dengan gagahnya dari sang pejalan kaki kepada sang pengemis, hmm sebuah perpindahan uang yang byasa yang sama sekali tidak menarik hatiku

lalu berkatalah sang pengemis yang kurasa sangat tulus muncul dari dasar nurani terdalam tanpa embel-embel layaknya koruptor di negeri antah berantah yang mengemis kepada penguasa agar ceruk perut (bisnisnya, red) diamankan

“nuhun pisan jang,alhamdulillah moga ujang bagea, moga digampangkan rezekina ku Alloh, moga salamet dunia akherat” (terima kasih sekali, pemuda, semoga pemuda bahgia, semoga rezekinya dimudahkan oleh Alloh SWT, semoga selamat dunia akhirat), OTOMATIIIS terucaplah kata aamiin yang tulus dari sang pejalan kaki sambil mengangguk tanda hormat pada orangtwa

heh, ku terkesiap, jiwa dan otakku serasa tersentak, pikiran2 lalu berkelebat, frame kehidupan yang baru kulihat barusan terasa sangat cantik dan sepertinya mencoba mengajari banyak hal pada diriku, ku jadi teringat penghasilan yang telah kudapatkan selama ini melaluwi boss dan perush tercintah , “gubraks”, gwe paraaaaaaaaah banget, hahaha, i’m exactly kufur nikmat, selama ini daku slalu saja mencak-mencak (tentunya dalam hati kekek) kepada boss ataupun perusahaan, selalu saja merasa kekurangan gaji, padahal mungkin penghasilanku jauuh di atas penghasilan orangtwa itu,nah kerennya aku sama sekali tidak pernah mendoakan boss ataupun perusahaan tempatku bernaung, pengemis saja yg mendapatkan uwang 1000 rupiah, dengan lancarnya mengucap terima kasih+bonus mendoakan kepada orang yg memberinya…

entahlah, menurut pendapatku kita sering “belum tepat” memaknai rasa syukur, rasa syukur semestinya tidak hanya ditujukan langsung kepada maha penguasa, tapi kepada sang perantara (wasilah) pun merupakan kemestian, kita sering lupa “ngasih brownies amanda” kepada orang-orang yang telah berkorban demi kita, pun begitu kita sering lupa berterima kasih atau syukur2 ngedoain boss atau perush kita bernaung agar maju, kalaupun gaji kita gak naik2, ya byarlah toh doa kita untuk boss atow perusahaan tercintah yakinlah didengar oleh ALLOH SWT, kaloupun tidak di dunia PASTI Alloh SWT kan membalas kebaykan kita di akhirat

lebih dari itu, kita juga sering lupa berterimakasih kepada orang yang paling BANYAAAAAAAAAAK, berkorban untuk kita, kedwa orangtua, pernahkah kita berterimakasih kepadanya ?, mendoakannya ?, nurut padanya ?, ngasih brownies ?, mengecup tangannya ?, atau mengabulkan keinginannya ?, aaaahhhhhh, astaghfirullahaladzim

STOP OOT, nah kembali ke urusan boss dan urusan kantor, mulai skrng ndaak ada salahnya kan kalo nerima slip or amplop gaji (di sini ndak pake transfer ATM he he) langsung mengucap terima kasih dan ngedoain boss or perushnya,remember : berdoa dan berterimakasih itu sangat mudah dilakukan but powerfull untuk membuat pikiran selalu positip

hmm akhirnya aku menyebrang jalan, kembali ke dunia nyata dan meninggalkan pikiran2 yg berkelebat tadi, “waaa, loh sang pengemis ke mana, et dah daku tadi ngasih wang ke dya kagak yah ? “, haah daku lupa, mo balik lagi, jam telah menunjukan tanda terlambat, ahhh payah……. so, ku hanya bisa berdoa untuknya, semoga ketulusan doa bliaw bisa menjadi kendaraannya menuju surga kelak aamin