Image By Guntar
sederhana saja, harmoni itu yang didambakan dalam pernikahan, 2 kutub berbeda menyatu , bukan untuk menyelisihi tapi untuk saling mengisi, bukan untuk saling membuka aib, tapi untuk saling menutup aib, bukan untuk saling menjatuhkan tapi saling membantu tuk mencapai cita tertinggi ridha ilahi
pepatah menngatakan saling asah, saling asih, saling asuh, bila suami adalah pemimpin maka wajiblah dia mendidik sang istri, dengan [hanya] kata2 dan perintah bijakkah itu ?, bukankah Rasul mengajarkan lelaki yang baik adalah lelaki yang paling lembut pada istrinya ?, maka penelitian berbicara dengan contoh manusia bisa cepat belajar, maka contohkanlah dengan akhlah mulia sehingga dari situ kan muncul sikap patuh
jika suami menginginkan jadi raja di keluarga maka perlakukan sang istri jadi ratunya, bukan sebaliknya malah jadi pembantu, karena sakinah ma wadah wa rahmah ajaran Rasul sederhananya adalah bukan ketimpangan tapi sekufu menuju keadilan, begitu pula sang istri jika menginginkan jadi ratu dalam rumah tangga maka perlakukanlah suami sebagai qawwan, tinggikanlah ia jangan direndahkan
mengharmonikan sifat dua insan bukanlah hal yang mudah, berjuta kesenangan
dan beratus kepahitan datang menerpa, itulah mengapa mitsaqan ghaliza ditimpakan, maka berdoalah, mohonlah pertolongan, berjuanglah, agar keluarga yang dibina mencerminkan perilaku surga
ah semoga, aamiin
QZoners
September 8, 2006 8:22 am
Wah… Ndak tahu kalo ada gambarnya ternyata… Wekekekeke…