~mode prolog : on~
artikel ini sebetulnya sudah aku buat 2 hari setelah miladku, cuma karena lupa baru aku posting sekarang
~mode prolog : off~
19 Agustus 2006, 23 Tahun sudah ku melanglang di dunia ini, bumi ini sangat luas tapi dalam 23 tahun ku berkelana tidak 1% pun wilayah bumi telah ku kunjungi, bukan karena Alloh SWT tak memberi, tetapi malas yang merupakan penyakit syetan sering menempel di hati, padahal rahmat Alloh SWT terbentang ada di hadapan mata, pantas saja sumpah serapah lebih banyak keluar ketimbang mulut yang mengucap alhamdulillah, ah ku taubat ya Alloh, Astaghfirullahaladzim
pada hari ini pun, aku sangat bersyukur, entahlah aku tidak pernah berharap untuk menjadi raja pada ulang tahunku, tapi istriku melakukannya, dia mewujudkan sesuatu yang telah menjadi impianku sejak lama, pada hari ini ku dihadiahi bidadari yang insyaAlloh kan menjelma menjadi wanita shalehah kelak, ketika nyawa terserabut dari badan ku berharap mendapatkan predikat tertinggi itu, suami shaleh dan istri shalehah serta jundi-jundi yang membawa kehormatan dien-Nya, sebuah representasi dari idiom keluarga sakinah mawadah wa rahmah yang menjadi impian agung aku berikutnya
menyenangkan ?, ya dan tidak, sudah lazim di dunia ini jika tanpa penderitaan kesenangan itu tiada, tanpa benci maka cinta kan menghilang, tanpa amarah maka kasih sayang tak akan menemukan bentuknya, 2 kutub berseberangan yang hanya bisa diatasi oleh keajaiban, ya Rasul kita menyebut solusi bagi seorang mukmin itu keajaiban, dimana syukur dan sabar bermuara
beribu kesulitan ataupun berjuta kenikmatan bukanlah soal, jika barokah, Alloh SWT kan menyemai senyumnya, tidakkah kita lupa, Tuhan yang maha pemaaf hanya suka kepada orang yang mensucikan dirinya, karena DIA tahu, kesucian bukanlah tempat untuk manusia, kesempurnaan hanyalah melekat pada yang paling berkuasa
fitrah manusia akan ingat bila ditegur berulang-ulang, karena dengan begitulah kita belajar, oleh karena itu ada shalat 5 waktu dalam sehari, ada zakat di setiap rizki, ada shaum ramadhan di setiap kala, ada wisata rohani haji sekali seumur hidup dan ada syahadat sebagai pengikat janji kepada sang tercinta Alloh SWT dan Rasul-Nya
dan Ar-rahmaan pun terdengungkan, maka nikmat mana lagi yang kau dustakan ?, jika berjuta penderitaan dalam diri manusia dikumpulkan jadi satu, maka kenikmatan tidak kan pernah mengimbanginya
dan songsonglah keajaiban, dalam sisa umur, duri di balik mawar bukanlah nisbi, sesungguhnya ianya adalah jalan, ke kiri neraka pabila kalah, ke kanan surga pabila menang, dan cita-cita tinggipun terlaksana, ketika kenikmatan melihat di balik tabir Alloh SWT di surga kelak, dan ku berharap, dengan kendaraan jihad, bidadariku yang amat ku sayang kan membawaku terbang ke sana, Aamiin
di suatu hari ketika ku berharap hati ini menjadi dewasa, di mana 1 tahun waktu tak bisa dilipat dan konsisten menggerogoti asa
acha
August 31, 2006 6:50 am
met milad ya
moga umur kita ke depan dapat diridhoi Allah selalu, amien,,,,