May22

Bismilahhirahmanirrahim

I don’t wish to be everything for everyone but I would like to be something for someone (Claude C Kenni of www.gameindo.com), aku tidak berharap untuk menjadi segalanya bagi setiap orang tetapi aku ingin menjadi sesuatu bagi seseorang, begitulah kira-kira arti dari kutipan tersebut.

Hmm, betapa romantis bukan ?, pantaslah jika kutipan tersebut mempunyai makna yang sangat dalam, karena memang kutipan itu keluar dari pemikiran seseorang yang memoderatori Forum Love di forum diskusi gameindo.com

CINTA, itulah suatu topik yang tidak akan ada habis-habisnya untuk dikupas, konon orangtua dahulu pernah bilang tiada akan hidup seseorang bila tidak mempunyai CINTA, dahsyatnya kekuatan cinta bisa membuat seorang pemuda bersedia dibelah dadanya dan diambil hatinya untuk membuktikan bahwa di dalam hatinya hanya ada si DIA yang merupakan wanita terkasih. Tidak berhenti sampai di situ, konon kabarnya karena cinta pun seorang pemuda berani terbang ke angkasa luar untuk mengambil sebuah bintang tuk dipersembahkan kepada putri jelita. Detik demi detik hanyalah ada si dia, ketika makan nasi pun berubah wujud menjadi si dia, di kantor marahnya boss pun berubah menjadi pujian dari si dia, dan bahkan mendapatkan reputasi negatif di MyQuran pun dianggap perhatian dari si dia. Pokoknya tiada hari tanpa dia, maka kutipan di atas pun menjadi semboyan bagi dirinya.

Tertawa mungkin itulah reaksi kita yang tidak terkena virus merah jambu melihat perilaku teman kita, atau mungkin merasa sebal karena kian hari tingkah laku teman kita itu malah mendekati Zina dan melakukan pacaran. Bermain api itulah yang sering terjadi apabila ada 2 orang manusia yang belum menikah saling mencintai. Pemaknaan yang kurang pas terhadap cinta membuat mereka tenggelam dalam fatamorgana yang pada hakekatnya dihembuskan oleh syetan yang terkutuk.

I don’t wish to be everything for everyone but I would like to be something for someone

Mari kita baca kembali quote ini, hmm ya memang kutipan tersebut sarat akan muatan cinta. Namun sayangnya banyak dari kita tidak menempatkan pemaknaan cinta pada tempatnya. kalau berkenan izinkan saya untuk merekonstruksi makna dari kalimat di atas.

Pada hakekatnya menurut pemahamanku cinta murni itu berjumlah hanya satu, cirinya cinta yang murni itu idealnya tidak dikekang oleh tempat dan waktu. Selalu ada selamanya walaupun kiamat menghampiri, tidak akan hancur walaupun bom nuklir atau meteor menghantamnya dan dimiliki oleh sesuatu yang abadi. “someone” dalam kalimat ini kalau boleh ku rekonstruksi pemaknaanya mengacu ke sesuatu yang berjumlah satu.
Dan yang berjumlah satu dan abadi itu hanyalah Alloh SWT.

Selanjutnya, dalam kutipan itu kata “someone” begitu berarti daripada “everyone”,nah kenapa ? ya karena eveyone merepresentasikan banyak, banyak berarti lebih dari 2, sesuatu yang lebih dari 2 tidak mungkin kita representasikan menjadi Tuhan, sesuatu yang berjumlah lebih dari satu lebih tepat direpresentasikan sebagai objek ciptaan

Nah tepatlah kutipan tersebut, buat apa jika kita menjadi segalanya untuk sesuatu yang tidak berarti (“Ciptaan Alloh SWT”) ?, lebih baik kita menjadi sesuatu yang kecil untuk sesuatu yang sangat berarti (“Alloh SWT”), ya cukuplah kita mempersembahkan sesuatu yang kecil bagi Alloh SWT, karena hanya Alloh SWT lah yang sanggup membalas kebaikan/cinta kita walaupun hanya satu biji zarah

Jadi penyederhanaan arti dari kutipan itu menurutku sebagai berikut, “Aku tidak berharap menjadi segalanya untuk ciptaan Alloh SWT, tetapi aku hanya berharap mempersembahkan sesuatu walaupun kecil di hadapan yang satu yaitu Alloh SWT karena itulah CINTA yang hakiki”

Jadi, cintailah yang satu, tepiskanlah cinta yang lain, karena hanya cinta kepada Yang Satu saja yang abadi.

Wassalam

May18

Bismillahirrohmanirrohim

Catatan Wanita Lajang : Dan Tersenyumlah Kepada Dunia, begitulah judul buku ini, pffffh, sebuah hembusan tanda keprihatinan akhirnya keluar juga dari mulutku, buku setebal 236 Halaman ini bercerita banyak hal tentang kepedihan dan kesedihan wanita yang ketika memasuki usia matang masih juga belum didampingi oleh pangeran terkasih, imbasnya ini telah membuatku lebih empati, simpati dan BANGGA kepada saudariku-saudariku yang konon kabarnya punya perasaan sangat halus. Ditulis oleh 5 lajangster sabar dan perkasa (semoga Alloh SWT meridhoinya, amiin) yaitu : Azimah Rahayu, Lusiana M Hevita, Otrimayani, Rahmadiyanti dan Nanik Susanti

Mereka menulis dengan bahasa yang begitu renyah yang dengan mudah dapat dilahap oleh rasa maupun akal. Memang, kesedihan dan kepedihan kadang menelusup dalam cerita ini tapi tidak jarang pula derita itu pun diselingi rasa sabar, optimis dan syukur kepada Maha Penguasa. mereka bercerita baik pengalaman pribadi maupun pengalaman teman2 terdekatnya yang sudah bergelar “mbak” tapi belum juga dikaruniai jodoh.
Menikah, siapa sih orang normal di dunia yang tidak menginginkannya, tuntasnya separuh dien, tentramnya hati karena selalu ada kekasih yang mendampingi untuk berbagi segala hal dari keluh kesah sampai canda tawa riang. Namun menuju hal tersebut tidak semua orang dapat mengusahakannya dengan mudah, 21 kali proses, begitulah salah satu judul kisah diantara beberapa kisah di buku ini, 21 kali proses menuju pernikahan dijalani seorang akhwat dalam waktu 7 tahun terakhir, dari umur 22 sampai 29 tahun yang semuanya gagal, banyak hal yang menyebabkan proses itu kandas di tengah jalan, dari mulai kriteria untuk calon suami yang terlalu ideal, terus pernah juga menemukan ikhwan yg menurut dia ideal dan sudah pada tahap khitbah tetapi ketika akan menikah, prosesnya terhenti karena orangtua si ikhwan membatalkannya !!! dan ada lagi kegagalan berikutnya yang membuat aku tak kuasa untuk membendung air mata yaitu pada usia 29 tahun akhwat tersebut akhirnya kembali menemukan pasangan yang dia anggap ideal, prosesnya berjalan dengan lancar tapi apa mau dikata, sebelum akad nikah sempat terucap, ternyata sang ikhwan meninggal dalam suatu kecelakaan.

Tapi satu yang aku salut dari akhwat tersebut, ternyata sekarang dia tetap menikmati dunianya, katanya : “tidak semua orang dapat mengalami hal ini, pengalaman adalah guru yang paling berharga, dari sanalah kita mendapatkan hikmah dan pelajaran yang banyak dari Alloh SWT. Dari proses tersebut ada beberapa pelajaran yang telah dia tarik diantaranya :

  1. Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan
  2. Setiap orang benar-benar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan mereka layak mendapati penghargaan layaknya sebagai seorang manusia
  3. Lebih baik mencintai apa yang telah dimiliki ketimbang mencintai sesuatu yang belum diperoleh
  4. Jodoh adalah Takdir Alloh SWT, bahkan hal-hal sepele pun bisa menjadi penyebab kegagalannya

Di sisi lain kisah, ada juga akhwat yang tenang dan berpandangan sangat positif, Life Begins At Forty, itulah kisahnya dan prinsipnya, kita jangan suudzon dulu, bukan, bukan dia yang bermaksud dan berniat menikah diumur 40 tahun, sejak lulus kuliah akhwat ini mengaku dia bukannya tanpa usaha menuju ke arah itu, ketika dia bekerja pun, dia sempat punya harapan kepada ikhwan sekantornya, mereka berhubungan dekat sebagai rekan kerja, diskusi2 tumbuh diantara mereka berdua tapi apa daya, tampaknya si ikhwan hanya ingin menjadikannya teman diskusi dan bukan sebagai istri, hmm tangan kembali hanya bertepuk sebelah, setahun dia berjuang untuk memulihkan kondisi hatinya. Berbagai ujian telah mendera batinnya. Sekarang usianya tidak lagi muda, 33 tahun !!, dan dia bersyukur dia masih diberi ketenangan oleh Alloh SWT walaupun keinginan menikah tetaplah ada. Dia teringat kisah khadijah .r.a yang menikah di umur 40 tahun, 7 tahun waktu yang tersedia membuat dia akan terus berusaha, belajar mengumpulkan bekal untuk sebuah tanggung jawab besar, menjadi istri dalam suatu keluarga.

Bagaimana jika sebelum umur 40 dia meninggal, dia berkata : “saya akan memohon kepada Alloh, untuk meridhoi saya, saya telah memulai langkah kemarin dan sempat jatuh, sekarang saya sedang mencapai cita-cita saya”

Lalu bagaimana jika setelah umur 40 tahun cita-citanya belum tercapai, dia tertawa renyah dan berkata : “saya akan menyusun kembali cita-cita baru agar saya bisa mencapainya pada usia 50 tahun”

“Carilah Ilmu dari Buaian dampai Ke Liang Lahat”, begitulah kedudukan ilmu di sisi Alloh, akhwat lain bercerita di umurnya yang sudah kepala 3, berbagai ilmu dia lahap sambil menunggu masa penantian, dan dia sekarang sedang proses untuk mengambil program S3, malangnya keluarga besarnya menghalanginya, menurut keluarganya : “laki2 cenderung ngeper kalo bersanding dengan wanita yang jenjang pendidikannya lebih tinggi”, hmm sebuah alasan yang tidak dapat diterima menurutnya, lagipula dia tak tahan menahan beban mental bila dia diam mendekam di rumah sambil menunggu pangeran datang, dia berkata “memangnya Alloh SWT memerintahkan janganlah kuliah S3 tetapi menikahlah terlebih dahulu ?”, lagipula lanjutnya lagi “siapa tahu dengan aku kuliah lagi aku malah mendapati pasanganku di kelas tersebut, ibarat petani yang menemukan belut ketika menanam padi, siapa tahu aku mendapatkan bonus yang berupa belut itu he he”

selanjutnya, Buku ini bukanlah tanpa cerita konyol, di bagian lain kisah seorang akhwat berumur matang bertutur, teman2 kantor sangat perhatian dan prihatin akan kondisinya yang belum mempunyai suami. Seorang teman wanitanya yang belum begitu paham tentang seluk beluk agama Islam, menawarkan lelaki padanya, akhwat itu lantas berpikir, “hmm tidak ada salahnya dicoba, toh namanya juga ikhtiar, siapa tahu lelaki yang ditawarkan oleh temannya itu walaupun tidak begitu paham tentang islam, asal dia bereperilaku hanif, nah bisa jadi ladang dakwah nih ketika menikah nanti”

kemudian, “Gubraks”, si lelaki mengajaknya nonton, “proses macam apa ini ?” dia bergumam dalam hati, untungnya si mak comblang meyakinkan bahwa ke bioskopnya rame2 bareng dengan teman2 sekantor, hatta, hari itupun tiba, “hiks, ternyata si lelaki membatalkan janjinya karena menurut mak comblangnya dia sedang lembur”

kesempatan kedua lelaki tersebut mengajak untuk bertemu lagi, si akhwat pun mencoba meminta kepastian, “tidak ada lagi pembatalan kali ini”, mak comblangnya meyakinkannya, si akhwat tersebut akhirnya mencoba maju dan bersiap-siap, akhwat tsb adalah seseorang yang berpenampilan sederhana, jadi dia tidak punya baju atau sepatu yang dikatakan “bagus” untuk pertemuan malam nanti, namun karena si akhwat berniat memaksimalkan usaha, maka dia pun memaksakan diri membeli satu stel pakaian dan sepatu untuk keperluan ikhtiarnya. Di kantor dia gelisah dan tegang, ketika dia berada di mushala, mak comblang menghampirinya dan memberi kabar yang kurang enak, kembali si lelaki membatalkan janjinya. “hmm, ya sudahlah mungkin belum saatnya”.

Nah malamnya si akhwat melakukan suatu kebiasaan iseng, yaitu me-miscalled teman2nya, dan salah satunya si lelaki itu, tidak lama kemudian ada SMS masuk : “ngapain malem2 ngeganggu suami orang, mo ngajak kencan yah”, dezigh, aura kemarahan langsung mendekap dirinya, si akhwat marah kepada si lelaki dan mak comblangnya, dia mencoba menghubungi mak comblangnya beberapa kali, ternyata mailbox dan dia tidak berhasil, akhirnya dia memilih berwudhu dan shalat untuk meredam kemarahannya.

Esoknya akhwat tersebut kembali tenang, lalu mencoba meminta keterangan dari mak comblangnya, mak comblangnya bercerita bahwa dia pun tidak tahu kalau si lelaki itu sudah punya istri, akhirnya setalah diteliti dalam 2 minggu berikutnya, memang si lelaki itu sudah punya istri dan ternyata rumah tangganya di ambang kehancuran. Cukup sampai di sini, akhwat tersebut berkata, mak comblangnya pada akhirnya meminta maaf padanya dan dengan menangis mereka pun berpelukan.

~THE END~
_____________________________________________________

Catatan :

Fuuuh, masih banyak kisah2 yang belum daku ringkaskan di buku ini, untuk lebih jelasnya beli aja deh bukunya, daku jamin kuereeeen banget dah, banyak cerita2 di sini yang mungkin nanti membuat kita lebih arif lagi dalam memandang masalah kehidupan, teruntuk para wanita yang sudah menikah (mengingat penduduk wanita sekarang lebih banyak ketimbang lelaki), bersyukurlah, karena masih banyak saudari2 anda yang belum diberi kesempatan mengecap indahnya rumah tangga

Kepada para ikhwan , ngomong2 siap nggak niy poligami, kata guruku poligami tuh jangan ke yg daun muda aja (ya benerlah, masa nikah sama daun siy xixixi),tetapi kepada yg akhwat yang usianya matang, lagipula akhwat yg High Quality Jomblo masih bertebaran di mana-mana, so beranikah anda ? (heuheuehueehuehu, daku sok tau banget siy, kayak dah nikah aza, af1 deh af1, lupain ajah, itu mah Cuma becanda aja kok, sueeeer)

Nah daku sendiri begimane ?, huaaaaaaaaaaaaah, usiaku dah diambang batas hiks :-( , nah kok diambang batas…… kan masih 22, iye lah, kan kalo aku menikah di atas umur 25 tahun, itu namanya bukan pernikahan dini lagi, tapi pernikahan dina xixixixi…. Cita2ku kan ingin menikah dini he he, pertanyaannya ? realisasinya mannna ?, ya jawabku diplomatis duooong seperti wanita2 tegar di buku ini, “ya ini sedang berusaha, InsyaAllah calon mah SUDAH ADA, bukankah sebelum kita lahir, jodoh sudah tercatat di lauhil mahfuz”, so doain aye juga yeee

SMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT, ALLAHU AKBAR !!!

Akhir kata, af1 kalo ada yang tidak berkenan, mari kita semua berdoa, semoga di lubuk hati kita yang paling dalam tetap terpatri cinta sejati yang merupakan milikNya dan dariNya, yang tak akan hilang walaupun kiamat sekalipun, hanya Dia yang berhak mendapatkan prioritas dari cinta kita, cinta Allah Azza Wajjala, dalam dekapanNya lah bahagia ada, jadi janganlah risau wahai para ukhti, ALLAH TETAP ADA UNTUK KITA, JIKA KITA CINTA PADANYA, sepenuh jiwa, amiin ………….. eh ketinggalan, doa itu untuk ikhwan juga loooh :D

Wassalam

Di suatu pagi yang cerah di kiaracondong, Senin 08 Mei 2006
Kembali, Ketika awal kehidupan dan perjuangan akan ku renda bersamamu, ya Rabb

2 buah angka, 1 (satu) dan nol (nol), dari situlah sebuah program komputer dibangun, secanggih, sepintar,sekokoh apapun program pasti dibuat dari beribu-ribu atau berjuta-juta baris instruksi yang terdiri dari satu dan nol

satu berarti ada, maju, nyala etc, nol berarti tiada, berhenti dan meredup, sederhananya satu dan nol itu adalah lambang mutlak yang merepresentasikan benar atau salah, tidak ada abu-abu ataupun lambang diantara keduanya.

Tapi yang menarik di sini adalah walaupun cetak birunya hanya terdiri dari benar atau salah, implementasi dari program komputer boleh dikatakan tidaklah sesaklek cetak birunya, ada berjuta-juta solusi dari suatu permasalahan yang ditawarkan oleh program yang terkadang tidak bisa kita nilai benar atau salahnya, penilaian tersebut tergantung dari sudut pandang kita melihatnya.

Apakah mengakses website harus selalu memakai port 80 ?, faktanya defaultnya memang memakai port 80 tapi tidaklah harus seperti itu, kita bisa saja meletakan server web kita pada port 8080 misalnya, atau bisa saja client mengakses protokol HTTP lewat jalur terowongan alias tunneling.

SWGTL EGP, mungkin itu yang ada di pikiran kita sekarang, peduli amat dengan semua solusi yang ada, peduli amat dengan benar atau salah, peduli amat dengan nol dan satu. Ah pernahkah kita berpikir bahwa pondasi untuk membentuk manusia atau bahkan jagat raya ini dibentuk dari nol dan satu, dalam skala kecil partikel di tubuh kita memuat atom positif dan negatif, kumpulan dari atom2 itu pun membentuk jaringan, organ2 dan sistem biologis yang sangat dahsyat, sebuah mahakarya artificial inteligence yang dibuat oleh Allah SWT

Secara logika seharusnya kita bisa lebih hebat daripada apa yang bisa dikerjakan oleh komputer, tapi sayangnya manusia lebih banyak kufurnya ketimbang bersyukur, otak ini lebih sering menjudge orang “SALAH” tanpa dasar dan tergesa-gesa itupun hanya dilihat dari satu sudut pandang saja, hati pun lebih sering dipenuhi sifat dengki ketimbang sifat rahmah. Oleh karena itu pantas saja hari-hari kita hanya berisi oleh 2 kemungkinan “BENAR” dan “SALAH”, sebuah pemikiran kuno yang sama dengan pemikiran sebuah atom

Ah benarkah ?, entahlah yang ku tahu banyak dari kehidupan ini yang absurd, abu-abu, samar dan tak terjangkau.

CMIIW