Yogyakarta 27 Mei 2006 Ketika Pagi Menyelimuti
Kembali bencana meranggas negeriku tercinta ini, Yogyakarta, Solo, Klaten, bantul dan sekitarnya diguncang gempa berkekuata 5,9 skala richter, menurut data yang ku baca di berita pagi ini korban jiwa telah mencapai + 4000 orang
Pahit teramat sangat, mungkin itulah yang dialami oleh saudara2 kita di sana, pun kita yang menyaksikan lewat Televisi bertanya-tanya, mengapa mengapa hal ini terjadi, bukan kah negeri ini sudah sedemikian hancur dengan bencana-bencana sebelumnya, kelaparan, kemiskinan, peraturan pemerintah yang semakin jauh saja, kerusakan moral di mana-mana, tsunami di aceh dan lain sebagainya
Bukan ku seseorang yang percaya ramalan atau hal-hal yang berbau mistik, namun mama lauren yang terkenal sebagai peramal itu berkata “kita semua sudah saatnya introspeksi diri, kita semestinya kembali kepada nilai-nilai agama, karena agama diciptakan untuk mengatur hidup bukan untuk merusak”, dalam hati ku mengamini apa yang dikatakan beliau, sepertinya kita sudah terlalu lama meributkan borok orang lain tetapi borok diri sendiri di biarkan, ah kembali kita harus shalat Taubat
Ketika menonton Televisi bersama keluarga, ayahku sempat berucap seperti ini “makanya jadi manusia itu jangan sombong, semuanya pada fokus di atas berharap bisa mencegah bencana gunung merapi, eh tau2 bencana asli datangnya dari bawah, dari laut, tah gusti nu maha suci mah bener2 berkuasa, terserah dia mau melakukan apa saja, manusia gak akan bisa menghalangi sedikitpun”, hiks, ku tersadar benar juga, memang kesombongan sepertinya sudah terpatri dalam diri kita, seolah-olah kehidupan ada pada genggaman kita.
Teringat pula kawan-kawan di Yogya), ku percaya mereka adalah para manusia shaleh-shalehah bukan salah mereka pabila meraka terkena bencana ini, karena setauku orang-orang yang shaleh pun akan terkena dampak azab dari Alloh SWT (ah betulkah bencana itu adalah azab ?),
Ya Rabb, penguasa jagad raya dan penggenggam hati2 kami, semua hal dari mulai desah napas kami, air mata kami, denyut nadi kami, lirikan mata kami, gerakan kaki dan tangan kami, tidak sekalipun akan terjadi bila tanpa izin-Mu, bila kami pernah berpaling dan melupakan kuasa-Mu, ku mohon Ya Allah kesombongan itu dihapuskan, kembalikan lah kami ke jalan yang lurus ke jalan yang penuh keseimbangan dan keharmonian, sehingga Alam tidak perlu kembali kesal atas tingkah polah kecongkakan kami dalam mengarungi hidup di bumi ini, bagi mereka yang tertimpa musibah (spesial tuk Masda, Ima dan Eko), berikanlah mereka ketabahan dan kesabaran ya rabb, segera hilangkanlah kepahitan dalam hati2 mereka, dan semoga kita semua bisa mengambil hikmah yang banyak dari pelajaran yang kau berikan itu, aamiin ya rabbal alamin