<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Catatan Wanita Lajang</title>
	<link>http://adityakircon.blogsome.com/2006/05/18/catatan-wanita-lajang/</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 10:56:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: nina-bdg</title>
		<link>http://adityakircon.blogsome.com/2006/05/18/catatan-wanita-lajang/#comment-217</link>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2007 15:23:13 +0100</pubDate>
		<guid>http://adityakircon.blogsome.com/2006/05/18/catatan-wanita-lajang/#comment-217</guid>
					<description>ass....mas aditya, mksh ya ats review buku catatan wanita lajangnya. eh, ada email??
sbnrnya sy ingin sharing ttg topik wanita lajang ini. coz sy akan meneliti wanita lajang spt yg ditulis dlm buku tsb diatas.bkn ingin menyudutkan, tpi justru sy ingin membuat fenomena sosial ini dilihat dr segi keilmuan sy, yaitu antropologi. boleh kan qta sharing??
thx ya! silhkan balas ke fs sy:antrop03@yahoo.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ass&#8230;.mas aditya, mksh ya ats review buku catatan wanita lajangnya. eh, ada email??<br />
sbnrnya sy ingin sharing ttg topik wanita lajang ini. coz sy akan meneliti wanita lajang spt yg ditulis dlm buku tsb diatas.bkn ingin menyudutkan, tpi justru sy ingin membuat fenomena sosial ini dilihat dr segi keilmuan sy, yaitu antropologi. boleh kan qta sharing??<br />
thx ya! silhkan balas ke fs sy:antrop03@yahoo.com
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Dee</title>
		<link>http://adityakircon.blogsome.com/2006/05/18/catatan-wanita-lajang/#comment-174</link>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 12:38:40 +0100</pubDate>
		<guid>http://adityakircon.blogsome.com/2006/05/18/catatan-wanita-lajang/#comment-174</guid>
					<description>Assalamu'alaikum Aditya, terima kasih banyak ya review buku catatan wanita lajangnya. Semoga banyak manfaat yang dapat diambil dari buku tsb. Buat Febry, kami sama sekali gak bermaksud membuat sedih dengan buku tsb. Kami hanya ingin berbagi. Smeoga kita selalu istiqamah dengan segala kondisi yang Allah beri ya. 
salam,
Dian/Dee</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamu&#8217;alaikum Aditya, terima kasih banyak ya review buku catatan wanita lajangnya. Semoga banyak manfaat yang dapat diambil dari buku tsb. Buat Febry, kami sama sekali gak bermaksud membuat sedih dengan buku tsb. Kami hanya ingin berbagi. Smeoga kita selalu istiqamah dengan segala kondisi yang Allah beri ya.<br />
salam,<br />
Dian/Dee
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Febry</title>
		<link>http://adityakircon.blogsome.com/2006/05/18/catatan-wanita-lajang/#comment-35</link>
		<pubDate>Sat, 27 May 2006 05:04:48 +0100</pubDate>
		<guid>http://adityakircon.blogsome.com/2006/05/18/catatan-wanita-lajang/#comment-35</guid>
					<description>Mendengar coment dari teman2 tentang kisah para lajangster membuat saya tertarik untuk membeli dan membaca buku. Bukan apa2 karena saya mungkin salah satu dari para lajang itu, saya berharap dapat pandangan lebih baik tentang apa yang sedang saya jalani, sehingga kita tdk mudah putus asa atas  semua rahmat Allah (dlm hal ini menjalani hidup sbg lajang). But...setelah saya baca bukunya teknik penulisan yang bagus, dan cara penyampaian yang santai malah membuat saya merasa sedih, ternyata banyak wanita yg punya masalah spt saya.  Pada dasarnya saya bukan type yg menyesali cobaan yang Allah kasih, but setelah baca buku itu malah membuat saya jadi sedih beneran?? well mungkin saya akan tetap berusaha dan berdoa, menjalani hidup sebagaimana adanya dan mungkin lebih baik tidak membaca karena ....judulnya membuat saya sedih....</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Mendengar coment dari teman2 tentang kisah para lajangster membuat saya tertarik untuk membeli dan membaca buku. Bukan apa2 karena saya mungkin salah satu dari para lajang itu, saya berharap dapat pandangan lebih baik tentang apa yang sedang saya jalani, sehingga kita tdk mudah putus asa atas  semua rahmat Allah (dlm hal ini menjalani hidup sbg lajang). But&#8230;setelah saya baca bukunya teknik penulisan yang bagus, dan cara penyampaian yang santai malah membuat saya merasa sedih, ternyata banyak wanita yg punya masalah spt saya.  Pada dasarnya saya bukan type yg menyesali cobaan yang Allah kasih, but setelah baca buku itu malah membuat saya jadi sedih beneran?? well mungkin saya akan tetap berusaha dan berdoa, menjalani hidup sebagaimana adanya dan mungkin lebih baik tidak membaca karena &#8230;.judulnya membuat saya sedih&#8230;.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Afifa</title>
		<link>http://adityakircon.blogsome.com/2006/05/18/catatan-wanita-lajang/#comment-30</link>
		<pubDate>Thu, 18 May 2006 05:48:00 +0100</pubDate>
		<guid>http://adityakircon.blogsome.com/2006/05/18/catatan-wanita-lajang/#comment-30</guid>
					<description>Kirain buku ini hanya diminati akhwat tok, but ternyata ikhwan juga. Semoga banyak juga ikhwan yang baca buku ini, supaya mereka tahu beginilah sebenernya perasaan akhwat yg asli dan paling daleem - terlepas dari status mereka yang sukses dalam da’wah atau pun pekerjaan.

O iya, sewaktu menulis buku itu, mbak Azi (Azimah Rahayu) memang masih lajang, alhamdulillah wasyukurillah pangeran impiannya - yang bisa mewujudkannya menjadi a mother someday - udah menjemput tuh tahun kemarin. So, yang lajang berarti tinggal 4.

Hmm...antum... sebagai ikhwan... bisa terenyuh membaca tulisan2 mereka, apalagi ane yang perempuan :-D. ane coba analisis dikit, pandangan ikhwan terhadap cerita2 lajangster: terenyuh or simpati, empati sekaligus bangga karena masih ada muslimah mu’minah yang istiqomah; dari pandangan akhwat: selain perasaan-perasaan itu, ada pertanyaan yang nggak bisa dijawab selain waktu yang membuktikannya, that’s Can I be as stronger as them when I became thirty and the princes had not come yet?
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Kirain buku ini hanya diminati akhwat tok, but ternyata ikhwan juga. Semoga banyak juga ikhwan yang baca buku ini, supaya mereka tahu beginilah sebenernya perasaan akhwat yg asli dan paling daleem - terlepas dari status mereka yang sukses dalam da’wah atau pun pekerjaan.</p>
	<p>O iya, sewaktu menulis buku itu, mbak Azi (Azimah Rahayu) memang masih lajang, alhamdulillah wasyukurillah pangeran impiannya - yang bisa mewujudkannya menjadi a mother someday - udah menjemput tuh tahun kemarin. So, yang lajang berarti tinggal 4.</p>
	<p>Hmm&#8230;antum&#8230; sebagai ikhwan&#8230; bisa terenyuh membaca tulisan2 mereka, apalagi ane yang perempuan <img src='http://adityakircon.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> . ane coba analisis dikit, pandangan ikhwan terhadap cerita2 lajangster: terenyuh or simpati, empati sekaligus bangga karena masih ada muslimah mu’minah yang istiqomah; dari pandangan akhwat: selain perasaan-perasaan itu, ada pertanyaan yang nggak bisa dijawab selain waktu yang membuktikannya, that’s Can I be as stronger as them when I became thirty and the princes had not come yet?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>

