<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Malam Pertama</title>
	<link>http://adityakircon.blogsome.com/2006/04/11/malam-pertama/</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 06:07:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: andaleh yang cute gitu lohh..</title>
		<link>http://adityakircon.blogsome.com/2006/04/11/malam-pertama/#comment-32</link>
		<pubDate>Wed, 24 May 2006 13:52:37 +0100</pubDate>
		<guid>http://adityakircon.blogsome.com/2006/04/11/malam-pertama/#comment-32</guid>
					<description>Ketika pulang dari menghadiri walimahan teman, di atas mobil, ana nyari2 ide untuk buat cerpen tentang pernikahan. Tapi kemudian, mobil yang ana tumpangi melewati pekuburan di Karet... jadi kepikiran, betapa ikhwah itu kalo ngobrol seringnya ke masalah pernikahan. Diskusi apa pun, ujung2nya pernikahan. Tapi &quot;pangana&quot; (bhs minang, dlm versi english-nya &quot;mind&quot;) kita jarang ke masalah kematian.
Jadi kepikiran buat cerpen begini: seorang al-akh yang gemar koleksi buku2 pernikahan dan begitu interest terhadap pernikahan (tapi masih bujang). Suatu saat, ia terkena kecelakaan. dalam umurnya yang tinggal tak seberapa itu ia menyadari betapa begitu sia2nya ketertarikannya terhadap pernikahan. Dan masalah kematian yang selama ini jarang ia perhatikan, rupanya sangat berharga.
Allahu'alam bish-showab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ketika pulang dari menghadiri walimahan teman, di atas mobil, ana nyari2 ide untuk buat cerpen tentang pernikahan. Tapi kemudian, mobil yang ana tumpangi melewati pekuburan di Karet&#8230; jadi kepikiran, betapa ikhwah itu kalo ngobrol seringnya ke masalah pernikahan. Diskusi apa pun, ujung2nya pernikahan. Tapi &#8220;pangana&#8221; (bhs minang, dlm versi english-nya &#8220;mind&#8221;) kita jarang ke masalah kematian.<br />
Jadi kepikiran buat cerpen begini: seorang al-akh yang gemar koleksi buku2 pernikahan dan begitu interest terhadap pernikahan (tapi masih bujang). Suatu saat, ia terkena kecelakaan. dalam umurnya yang tinggal tak seberapa itu ia menyadari betapa begitu sia2nya ketertarikannya terhadap pernikahan. Dan masalah kematian yang selama ini jarang ia perhatikan, rupanya sangat berharga.<br />
Allahu&#8217;alam bish-showab.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>

