Oct07

Assalamualaikum Wr Wb

“ ……. Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara……. “ (QS. Ali Imran : 53)

Alhamdulillah 28 September Setahun yang lalu, aku bergabung di Forum Diskusi MyQuran.org, jujur kukatakan aku sangat senang dengan hal tersebut. Mengapa ?, karena ini adalah satu-satunya forum diskusi Islami dari sekian banyak forum diskusi lain yang telah kumasuki.

Ketika itu aku tercengang dengan banyaknya member di MyQuran, begitupula dengan aktivitas Diskusinya yang sangat cepat dan aktif. Oleh karena itu, tidak heran apabila MyQuran masuk di webstats sebagai salah satu situs dengan perkembangan tercepat.

Niatku masuk ke MyQuran.org tidaklah sehebat member lain (semoga Allah Meridhoinya AMIN) yg punya niatan untuk berdakwah, aku masuk ke MyQuran tidak lebih dari sekedar ingin kenal-mengenal dengan para member dan sebagai sarana penghilang kebosanan dalam menghadapi rutinitas kerja di kantor.

Banyak suka duka yang aku dapatkan di forum ini, dari mulai pertemanan, banyaknya ilmu yg tersedia dan juga mungkin bisa jadi ajang saling ingat mengingatkan diantara kita.

Bahkan ada beberapa diantara kita yang melanjutkan pertemanan ini sampai ke dunia nyata dengan membentuk perkumpulan MyQers yang lalu membuat acara2 yang Islami sehingga membuat ikatan persahabatan terjalin semakin erat dan indah.

Sejujurnya aku juga sempat kecewa dengan forum ini, ketika aku menyelami lebih dalam, ternyata di forum ini pun sering terjadi friksi antar membernya (termasuk aku). Tapi lama kelamaan aku menyadari bahwa forum ini adalah forum BESAR, begitu plural dengan latar belakang member yang berbeda-beda. Jadi wajar saja kalau terjadi friksi, toh itu sudah sunatullah. Aku harus menerima kenyataan ini, lalu aku ingat dengan kata-kata guruku “Hikmah adalah harta orang mukmin yang hilang, barangsiapa yang menemukannya dia yang paling berhak atasnya” *, nah berangkat dari hal tersebut aku coba mengambil pelajaran/kesimpulan bahwa friksi yang terjadi seharusnya bisa menjadi ajang introspeksi diri sehingga menyebabkan diriku bisa lebih toleran, lebih menghargai dan sebagai peningaktan proses pendewasaan diri. Bukankah seorang bijak pernah berkata “Jika Darah Lebih Berharga Dari Air, Lalu Kenapa Kita Seringkali Mengorbankan Darah Demi Mendapatkan Air”.

Aku sendiri dalam diskusi seringkali hanya mengedepankan ego semata tanpa menyadari bahwa ada yang berharga daripada sekedar ego manusia. Aku seringkali melupakan persaudaraan, padahal menurutku persaudaraan adalah segalanya. Apalagi boleh dikatakan kita berkumpul di sini membawa nama “ISLAM”, tidakkah hal tersebut cukup untuk membuat hati kita bertaut ?

Oleh karena itu dalam kesempatan ini, aku juga meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada teman-teman yang pernah tersakiti olehku. Dan aku juga minta maaf kepada pihak MyQuran apabila aku pernah membuat keresahan di forum ini.

Oh iya, aku juga akan sangat berterima kasih pabila ada teman-teman yang mau meluangkan waktu untuk menulis kritik & saran bagiku. Kritik & saran tersebut bisa dikirimkan lewat thread ini, pm, ym ataupun email

Maaf kalau ada kata-kata yang salah, yang benar datangnya dari Allah SWT, yang salah tidak lain dikarenakan karena kekhilafanku sendiri.mudah2-an bermanfaat

Wassalamualaikum wr wb

*Aku lupa ini aslinya perkataan siapa ?, kalau tidak salah adalah perkataan Hasan Al Banna
________________________________________
Tulisan ini aku posting juga di MyQuran.org

Oct03

Hiks Hiks Hiks Plesdisk ku rusak, kepaksa deh mindahin data artikel blognya pake Disket ….., jadi inget masa2 lalu yang indah ketika Disket masih berjaya. Seharusnya kita angkat topi terhadap disket. Benda persegi panjang ini adalah salah satu teknologi kompie yang bertahan paling lama, lebih dari satu dekade teknologi disket tidak tergantikan.

Jaman SMP dulu, daku termasuk orang yang paling rajin dalam merawat disket, disket selalu kutempatkan dan kusimpan dengan hati2, bahkan untuk memasukan ke draifnya pun secara pelan-pelan (maklum jaman baheula mah Harddisk mahal pisan euy), daku masih inget, Guru SMP ku selalu “berpetuah” berulang-ulang setiap pelajaran komputer…… “Masukan disket DOS di draif A dan disket kerja Di draif B, tunggu sampai komputer selesai buting sampai keluar A:\ prom dan bla bla bla…”

Bagiku proses ini adalah proses seni dimana didalamnya tersimpan nilai estetika yang sangat tinggi, entah orang mo bilang apa, bagiku hal tersebut sangatlah elegan, cantik, unik sehingga sampai sekarang sulit terlupakan. (WARNING : Dramatisir Level 2)

Selang beberapa tahun, layaknya kehidupan, semua berubah, daku mulai meninggalkan teknologi ini, orang yang memakai disket mulai dianggap kuno dan singkat cerita jadilah daku berpindah ke lain hati, yaitu ke Plesdisk yang mempunyai kapasitas dan tingkat efisisensi sangat besar. Ya… seperti yg kuceritakan di awal artikel ini…… 2 Hari yg lalu Plesdisku Rusak…., terpaksa daku kembali ke kekasih lama, daku tidak punya disket baru (males keluar duit :D ), lalu kucoba kasak-kusuk di boks tempat menyimpan alat2 aneh bin ajaib, kutemukan beberapa disket, sebagian dari disket itu berada dalam kondisi “mengenaskan”———> ketika itu aku berpikir, beginilah jika sesuatu terabaikan dan kehilangan CINTA …. Lambat laun kondisinyapun bakal rusak (Dramatisir amat he3x).

Singkat cerita kutemukanlah 1 disket yg masih berfungsi, dengan PD dan Tingkat ke-narsis-an yang tinggi, daku kopi karya2ku yg belum kelar tsb ke disket untuk aku bawa ke kantor. Setibanya di kantor…… eng ing eng dengan hati senang dan pikiran yg menari-nari (udah gatel pingin nulis). Daku keluarkan disket tsb dan…… aku masukan…….”waaaaaks” GUBRAX …. Daku lupa….. kompieku di kantor kan nggak ada Flopi Draifnya, begitu juga kompie temanku seruangan….., wah temen2 gilaku ketawa semua, termasuk BOSS ku yang orang Garut itu… udah deh daku jadi bahan kegaringan sekantor

Daku kecewa bahkan hampir putus asa….., ide2 nyeleneh yg ada di otakku hampir saja buyar, niat untuk meneruskan tulisan hampir saja bablas. Sampai aku inget…. Ternyata di ruangan sebelah masih ada kompie lama lambat bin jeleq milik dipisi marketing…. Ya udah, dengan riang gembira…… daku kopikan data tsb…, fuuh… harga diriku terselamatkan, aku tidak jadi bunuh diri dengan loncat dari lantai 3 (WARNING : ini juga dramatisir, jangan dipercaya)

Ah… ternyata sesuatu yang jeleq belum tentu buruk, dan sesuatu yang bagus belum tentu baik…… betul ndak ?