Jul30

Assalamu’alaikum wr wb

Apa kabar wahai kawan-kawan penduduk Jakarta, bagaimana keadaan anda hari ini ?, saya berdoa mudah-mudahan anda bersabar dengan kemacetan seperti yang mungkin anda alami pagi ini, entah anda pengguna motor, busway, KRL, Bajaj, metro mini, taxi, Toyota Camry atau bahkan mungkin Ferrari … aamiin

Di hari yang cerah ini, saya bukanlah siapa-siapa, bukan pula pejabat pemerintah, saya adalah rakyat biasa yang peduli kepada anda, mohon izinkanlah saya berbicara kepada anda dari hati ke hati

Seperti yang kita ketahui bersama kawan, orang yg lulus kuliah di negeri ini, KEBANYAKAN tidak punya pilihan lain selain bekerja di Jakarta, pun begitu pula orang yg tak berpendidikan, dari desa ke kota KEBANYAKAN memilih jakarta tuk mencari nafkah, kita ini negara merdeka wahai kawan, sebetulnya engkau bebas memilih dimana saja engkau bekerja

Tetapi entah kenapa mengapa kebebasan memilih untuk mencari nafkah selalu bermuara kepada satu kota, JAKARTA, indonesia terlalu luas, saya tidak percaya kalau Alloh SWT menurunkan rizkinya hanya di satu kota, saya hanya percaya keenganan kita untuk menjemput rizki yg membuat rizki tak dapat dijemput, menyebarlah wahai kawan menyebar, jangan dikira di daerah lain engkau tidak bisa makmur wahai kawan

More …

Jun14

Sillicon Valley itu bukanlah tempat, tapi itu mindset, kata-kata tersebut saya kutip dari perkataan Ari Awan, ketika saya mendengar podcast mengenai startup yang saya unduh dari sini, sebuah pemikiran yang menarik tersebut jadi mengingatkan saya bahwa yang paling penting dalam membangun bisnis itu bukanlah infrastruktur atau banyaknya uang (representasi tempat), tetapi yang harus selalu kita fokus adalah bagaimana meningkatkan kapasitas mental & pikiran (representasi dari mindset) kita agar bisnis kita selalu berkembang.

Kalau ada orang bilang Membangun bisnis itu tidak perlu modal uang, menurut saya itu benar adanya, iya karena modal yang paling penting itu sudah ada dalam diri, diberikan gratis oleh yang Maha Kuasa, seandainya anda mendapatkan uang 1 triliun dari langit dan anda tidak punya skill apapun mengenai bisnis, percayalah uang itu akan hilang cepat atau lambat. mengapa saya berani bilang seekstrim itu ?, karena saya sudah terlalu banyak melihat perusahaan jatuh karena kurangnya kompetensi pemimpinnya, satu contoh kasus terdekat saya punya saudara yang mendapatkan bisnisnya dari warisan ayahnya, ketika ayahnya dulu masih hidup, bengkelnya sedemikian sukses, bahkan saking suksesnya pernah diundang untuk datang oleh Presiden Soeharto dulu, sebuah bengkel yang diakui secara nasional tentulah punya uang yang sangat banyak, tetapi ketika diwariskan kepada anaknya, perlahan-lahan bisnis bengkel itu meredup dan akhirnya sekarang sudah tutup, kita lihat dia kurang apa ?, modal banyak, sudah punya pelanggan yang eksis, infrastruktur bengkel pun besar ?, tapi tetap saja bangkrut karena tidak adanya skill yang cukup dari pemimpinnya untuk membuat bisnis tersebut bertahan

More …

May25

Inti dari berbisnis itu bukanlah untuk mendapatkan uang yang banyak, melainkan membangun REPUTASI secemerlang mungkin, kalau ingin uang banyak mah, mendingan korupsi ajah … itu lebih mudah ketimbang bersusah payah membangun dan memelihara REPUTASI

Sedangkan untuk mendapatakan REPUTASI bagus, menurut saya hal tersebut bisa dibangun dari 3 hal

  1. Skill, mengetahui dengan mendalam segala aspek jasa/produk yang hendak anda tawarkan kepada pelanggan
  2. Sikap, menyelami makna diri bahwa untuk menarik perhatian pelanggan adalah dengan Pribadi yang santun supaya anda disukai, Etos kerja yang yahud supaya anda dihargai, Respon yang cepat supaya meningkatkan loyalitas dan sedikit rasa humor supaya memperkaya komunikasi
  3. Doa, menyadari bahwa manusia punya kelemahan, ketahuilah REPUTASI bagus bukanlah tanda kita tak punya kelemahan, melainkan itu karena yang MAHA KUASA masih menutup tabir aib yang menyelimuti, doa mudah2-an kan membuat-Nya berkenan untuk terus menutupi aib-aib, sehingga di mata pelanggan kita tetap terlihat cemerlang

nah menurut anda, hal-hal apa sajakah yang bisa membuat anda mendapatkan Reputasi yang bagus ?

Note :

  1. kalau di odesk, reputasi ada kaitannya dengan”feedback”, dalam bekerja sebisa mungkin dapatkanlah nilai 5, feedback yang bagus bisa memudahkan anda untuk meraih proyek berikutnya :)
  2. oh iya, ngomong2, karena sistem feedback inilah saya masih tetap asyik nongkrong di odesk, feedback di odesk tidak bisa dibuat-buat sehingga bisa membuat calon pemberi proyek percaya ketika akan meng-hire anda

May12

Yak itu adalah cita-cita saya, yeah cita-cita yang sedikit mengherankan memang, apalagi kebanyakan programmer yang saya kenal, kalau ditanya apakah mau menjadi programmer selama seumur hidup ?, kebanyakannya jawabannya adalah tidak !!!, saya bisa memaklumi, apalagi peran programmer boleh dibilang peran/jabatan paling rendah dari keseluruhan proses untuk mengembangkan sebuah software, ibarat orang yang membangun sebuah rumah, peran programmer mirip dengan kuli bangunan yang mengaduk pasir, membuat kusen, memplester batako dll, oleh karena itu tidak heran pula di kalangan pegiat IT, programmer menamakan dirinya “Kuli IT”

Orang yang bekerja, tentu saja ingin penghasilannya besar, beberapa programmer menganggap apabila ada seseorang yang “stuck” hanya jadi programmer saja, itu pertanda orang tersebut kurang berkembang, yak kebanyakan mimpi kolega-kolega saya adalah menjadi system-architect atau bahkan ada yang bermimpi ingin menjadi seorang CIO (Chief Information Officer), sebuah mimpi yang besar, yang kalau bisa dicapai akan mendapatkan sebuah kebanggaan dan juga kekayaan yang lebih besar ketimbang seorang programmer

Lalu pertanyannya, jikalau posisi system-architect demikian mengkilap atau posisi CIO demikian menggiurkan, mengapa saya tidak mau menggapainya ?, apakah karena saya takut tantangan ?, apakah karena saya malas bekerja keras untuk menggapainya ?, hmm jawabannya bisa iya bisa tidak, tetapi yang pasti alasan utama saya ingin tetap menjadi programmer adalah karena saya cinta menulis kode, ratusan kode yang saya tulis merefleksikan hasrat saya, bagi saya baris-baris kode tersebut adalah ibarat baris puisi yang ditulis oleh pujangga yang sedang dimabuk asmara, saya menemukan kebahagian di dalamnya, suatu anugerah yang diberikan Allah SWT kepada saya, apalagi menjadi programmer adalah keinginan saya sejak mengenal komputer. jikalau saya telah menemukan telaga kebahagiaan dari menulis kode ?, mengapa saya harus melepas peran itu demi jabatan yang lebih tinggi ?, jangan salah sangka, bukannya saya tidak mau menjadi CIO ?, kalaupun suatu saat nanti saya mendapat peran yang lebih tinggi, saya tetap tidak akan melepas hobi saya menulis kode, lagipula ada beragam hal yang positif apabila anda tetap mengerjakan pekerjaan “kuli” walaupun jabatan anda sudah lebih tinggi daripada sekadar kuli

More …